
Ayahnya pun lalu menyetujui untuk mengantar Riko melamar Kekasihnya Kania.
"Baiklah besuk kita datang kesana. Jangan diundur lagi dan lebih baik kamu segera nikahi Kania. Kasihan perutnya semakin lama akan semakin membesar". Ujar Ayahnya.
"Makasih ya Yah". Ucap Riko sumringah sekali
"Ibu besuk nggak mau ikut. Lebih baik kalian berdua saja yang kesana atau nggak ajak Pak RT / Pak RW yang dituakan di sini". Ucap Ibu dengan entengngnya.
Ayah pun sangat kesal sekali dengan ucapan Ibu kali ini. Karena tak bisa menghargai niatnya dan juga anaknya. Lebih mementingkan egonya sendiri.
"Bu kamu sudah gila atau gimana sihh.!! Riko itu besuk mau melamar Kania, apa kamu setega itu dengan anak kamu sendiri membiarkan Riko kesana sendiri tanpa di dampingi oleh orang tuanya". Ujar Ayah kesal sekali
"Tapi kan Yah Ibu sudah bilang kalau Ibu itu_". Ucap Ibu yang belum selesai
"Stop jangan Ibu lanjutkan ucapan Ibu. Ayah tau kemana arah Ibu bicara. Semakin Ibu seperti itu tak membuat masalah cepat selesai tapi malah tambah memperkeruh masalah". Ucap Ayah.
"Besok kita kesana bertiga saja Ayah, Ibu dan Riko karena baru acara lamaran lebih baik kita datang kesana sendiri dulu saja". Kata Ayah.
Akhirnya Ibu pun setuju dengan apa yang Ayah ucapkan. Besok mereka akan datang melamar Kania. Riko pun merasa sangat lega sekali karena kedua orang tuanya mau datang ke Rumah Kania untuk melamarnya besok.
"Oiyhaa Riko kamu sudah beli cincin buat lamaran besok belum. Dan sebaiknya besok kita bawa sedikit bingkisan untuk kita bawa kesana masak kita kesana hanya membawa tangan kosong nggak etis sepertinya dilihat nanti". Tanya Ayahnya.
"Belum Yah mungkin besok pagi Riko pergi ke toko Emas dulu untuk membeli cincin lamarannya dulu dan membeli sedikit bingkisan untuk buah tangannya". Ujar Riko.
"Inget ya Riko beli cincin dan juga bingkisannya pakai uang kamu sendiri. Ibu lagi nggak ada uang". Sahut Ibu.
Karena sebenarnya Ibu tak mau kehilangan uangnya sedikit pun untuk Kania itu . Karena Ibu tak menyukai Kania karena dia anak orang tak punya di mata Ibunya Riko itu.
"Baik Bu. Riko juga nggak akan minta uang sepeser pun dari Ibu. Riko masih punya kok uang tabungan hasil dari Riko kerja selama ini". Ucap Riko dengan tegasnya
Ibunya pun heran dengan Riko. Mana mungkin dia punya uang tabungan sedangkan gajinya selalu Ibu yang pegang dan selalu Ibu memintanya setiap kali Riko gajian.
"Haa mana mungkin dia bisa nabung sedagkan gajinya aku yang pegang". Batin ibunya.
__ADS_1
Karena Riko yang tak suka hidup boros dia selalu saja menyisihkan uang gajinya untuk dia tabung tanpa sepengetahuan Ibunya itu. Karena Riko tau Ibunya itu boros mau di kasih berapa pun tetap saja akan habis dan selalu kurang karena sikapnya yang hedon itu.
"Ya sudah kita istirahat dulu saja. Besuk Kamu jangan lupa Riko membeli cincin dan buah tangannya. Karena mungkin kita bisanya kesana agak sorean atau nggak habis bada isya' saja". Pinta Ayahnya
"Baik Yah". Ucap Riko
Mereka semua pun kembali ke Kamar dan melanjutkan tidurnya. Riko pun lalu menuju Kamarnya juga tak lupa dia segera menghubungi Kania kekasihnya itu kalau besok dia akan kesana membawa orang tuanya.
Riko pun lalu merebahkan badannya di Ranjang sambil memainkan ponselnya dan segera mengirim pesan kepada Kania.
(Besok Aku akan kesana bersama kedua orang tuaku sayang. Mungkin habis bada isya' kita kesana karena Ayahku minta kesananya habis bada isya')
Riko pun mengirim pesan itu dan langsung saja centang 2.
Setelah beberapa menit Kania pun membalas pesan dari Riko.
(Baiklah Aku tunggu kedatanganmu Riko)
Balas Kania. Dan Riko pun membacanya.
***
Tapi beda halnya dengan Kania dia hanya diam di Rumah karena dia sudah beberapa hari nggak masuk sekolah karena dia sudah hamil. Ibunya pun lalu datang menghampiri Kania yang berada di Kamar.
"Kamu sudah nggak masuk sekolah Kania.?? Apa kamu sudah datang ke Sekolah dan pamit sama guru dan juga teman-temanmu kalau kamu mau berhenti sekolah.??". Tanya Ibu.
"Belum Bu. Kania belum siap mau kesana, Kania pikir-pikir mungkin Kania akan ke Sekolah setelah acara lamaran besok terlaksana dulu". Ujar Kania yang nampak begitu berat sekali ingin berhenti sekolah.
"Yaudah terserah Kamu aja mana yang terbaik buat kamu. Ya sudah kamu sarapan dulu sana gih kasian kandungan kamu. Dia juga butuh makan". Ujar Ibunya yang kini sudah menerima dengan lapang dada kondisi Kania saat ini
"Iyha Bu nanti Kania makan kalau sudah terasa Lapar". Kata Kania
Ibunya yang mengerti apa yang dirasakan oleh Kania pun lalu pergi meninggalkan Kania di Kamar. Kania sekarang memang sangat sedih sekali karena ulahnya dia sendiri dia harus rela berhenti Sekolah walaupun sebentar lagi dia akan lulus namun sayang Kania nggak dapat ijazah malah dapatnya ijabsahh. Aduhhhhh kasian sekali ya Kania..
__ADS_1
***
"Riko mau kemana sih loe kok buru-buru amat. Mending kita mampir dulu ke kedai kopi atau ke warung makan dulu". Ucap Robi menghentikan langkahnya Riko yang terburu-buru
"Sorry nih bro nggak bisa soalnya gue buru-buru ada urusan yang penting". Ucap Riko dan lalu melanjutkan jalannya
"Urusan apa lagi sih bro. Gue perhatiin akhir-akhir ini loe sibuk amat". Tanya Robi penasaran dan masih saja mengekor Riko berjalan.
"Gue mau ke Toko Emas mau beli Cincin buat lamaran Nanti ini keburu Tokonya Tutup". Ujar Riko
"Widihhhh serius loe Bro. Loe mau lamaran bentar lagi mau nikah dong pastinya". Ujar Robi sambil menepuk lengan Riko.
"Loe doain aja semoga acara lamaran gue nanti sore lancar. Dan bisa segera nikah". Kata Riko.
"Pastinya Bro gue doain yang terbaik buat lpe dehh. Semoga lancar sampai hari H". Ujar Robi senang sekali melihat Riko mau lamaran.
"Yaudah gue duluan ya Bro keburu Tokonya tutup". Pamit Riko lalu highfive alias tos dengan Robi temannya itu .
Setelah Riko muter-muter pun akhirnya sampai juga di Toko Emas. Lalu Riko pun masuk ke Dalam dan melihat berbagai model cincin yang ada di toko itu.
"Ada yang bisa saya bantu mas. Mau cari apa". Tanya pelayan toko itu.
"Saya mau beli cincin buat lamaran mbk" ujar Riko.
Pelayan toko itu pun lalu mengambil berbagai macam model cincin untuk lamaran dan memberikannya kepada Riko.
"Ini mas cincin lamarannya ini model yang paling bagus disini". Ujar pelayan
"Saya mau yang ini saja mbak. Modelnya bagus yang ini". Pinta Riko
"Ini beratnya masing-masing 2gram mas jadi kalau sepasang 4gram ya jadinya. Jadi jumlah uangnya Rp 2.500.000. saya tulis dulu ya mas ya suratnya". Ucap pelayan itu.
"Baik mbak ini uangnya". Ucap Riko
__ADS_1
Riko pun lalu membayar cincinnya dan pelayan itu pun menghitung uangnya lalu selesai menulis surat cincinnya langsung memberikan barangnya kepada Riko.