
Pak Alan pun mengiyakan apa yang di minta oleh Kania itu. Karena mau bagaimana pun tidak ada harapan lagi untuk menyelematkan Kania agar tetap sekolah Karena kondisi Kania yang sekarang sudah hamil.
"Baiklah Kania jika itu memang keputusan Kamu Bapak hanya bisa menuruti keinginan kamu. Karna bagaimana pun Bapak juga nggak bisa mempertahankan Kamu karena kondisi kamu saat ini". Ujar Pak Alan.
"Terima kasih Pak sebelumnya. Saya juga mengerti kondisi saya saat ini kok Pak. Saya juga nggak bisa berharap banyak lagi". Ucap Kania
"Ya sudah Kalau begitu. Tadi saya sebenarnya ingin datang ke Rumah kamu karena tadi Bapak habis di panggil ke Ruangan Kepala Sekolah membahas kamu karena kamu sudah hampir satu minggu ini tidak masuk sekolah. Ternyata malah kamu sudah datang duluan kesini. Ya syukurlah urusan kamu bisa clear Hari ini". Kata Pak Alan.
"Ya sudah sebentar Bapak akan memberikan Rapot kamu selama 2 tahun ini. Kamu tunggu di sini sebentar ya. Bapak tinggal dulu". Ucap Pak Alan.
Pak Alan pun lalu meninggalkan Kania dan Kania pun menunggu di meja Pak Alan. Setelah dia lama menunggu pun Pak Alan pun datang.
"Maaf ya nunggu lama. Soalnya tadi nunggu surat pengunduran diri dari Kepala Sekolah dulu". Ujar Pak Alan.
"Iyha Pak ndak papa kok". Kata Kania.
"Ini Rapot dan juga berkas-berkas nilai kamu selama 2 tahun ini dan ini juga surat pengunduran diri menjadi siswa di sini dan surat ini harus kamu tanda tangani". Ucap Pak Alan dan menyodorkan Surat itu kepada Kania.
"Baik Pak". Ucap Kania lalu menandatangani surat pengunduran diri tersebut.
"Ohh iyha Kania. Kamu nggak ingin pamitan sama teman-teman Kamu dulu selagi kamu masih ada di sini". Ucap Pak Alan.
"Memangnya saya boleh pergi ke Kelas dulu Pak pamitan sama teman-teman." Tanya Kania
__ADS_1
"Tentu saja boleh lah Kania. Setelah ini nanti kamu boleh pergi ke Kelas berpamitan dengan teman-teman dulu". Kata Pak Alan.
"Baik Pak terima kasih. Ini suratnya sudah saya tanda tangani. Dan saya ijin pergi ke Kelas ya Pak untuk pamitan dengan teman-teman". Kata Kania meminta ijin.
"Iyhaa. Ini rapot dan berkas-berkasnya jagan lupa dibawa". Ucap Pak Alan.
Kania pun setelah pamit dan ijin kepada wali kelasnya itu dia pun lalu bergegas menuju Ruang kelas yang di Tempati temannya saat ini. Karena Kania masih ingat di Ruang berapa untuk pelajaran hari ini. Setelah Kania berjalan pun akhirnya Kania sampai di Ruang kelas yang di tempati teman-temannya itu dan ternyata tepat bersamaan waktu jam istrirahat tiba dan Kania pun masuk ke dalam kelas tersebut.
"Permisi". Ujar Kania memberi Salam.
"Kania". Sahut Nanda dan teman-temannya yang lain dan mereka pun berjalan mendekati Kania.
"Ya ampun Kania kamu kemana aja kok udah hampir seminggu nggak masuk sekolah kemana aja kamu. Kamu nggak kenapa-napa kan.??". Tanya beberapa temannya
"Aku nggak kemana-mana kok aku juga baik-baik saja sekarang" ujar Kania dan tersenyum kepada teman-temannya itu.
"Alhamdulilah syukur lah kalau begitu". Ujar temannya lega mendengarnya kalau Kania baik-baik saja.
"Ohh iyha teman-teman maafin aku ya kalau Aku ada salah selama ini sama kalian semua". Ucap Kania meminta Maaf kepada teman-temannya.
"Lhoo.lhoo kok Kamu ngomongnya kek gitu sih Kania memangnya kenapa. Kamu nggak ada salah kok sama kita-kita. Iya Kan temen-temen". Ujarnya
"Iyhaa kamu nggak ada salah kok Kania." Sahut beberapa temannya.
__ADS_1
Kania pun hanya tersenyum dan mulai meneteskan air matanya. Karena dia sebenarnya merasa sangat berat sekali meninggalkan sekolah dan teman-teman ini. Tapi Kania terus berusaha tersenyum menutupi kesedihannya itu.
"Maaf ya teman-teman dan terima kasih waktu dan juga pertemanan kita selama 2 tahun ini. Aku kesini mau pamit sama kalian semua karena Aku sudah nggak bisa ngelanjutin sekolah lagi. Makasih banget ya teman-teman atas waktu 2 tahunnya ini. Pertemanan kita begitu berarti sekali buat ku". Ujar Kania yang sudah tak sanggup lagi membendung air matanya dan air mata pun menetes di pipinya itu.
"Kok gitu sih Kania. Memangnya kenapa sampai kamu nggak sekolah lagi. Atau jangan-jangan ada diantara kita yang jahat sama kamu atau pernah membuli kamu sampai kamu keluar sekolah.?? Ujar temannya yang begitu perduli dengan Kania.
"Nggak kok temen-temen nggak ada yang jahat sama aku apalagi membuli Aku. Kalian semua itu baik kok, namun ada suatu hal yang membuat Aku nggak bisa ngelanjutin sekolah lagi dan Aku nggak bisa ngomongin sekarang apa masalahnya sampai Aku keluar dari Sekolah ini. Aku harap kalian bisa ngertiin Aku ya". Ujar Kania memberi penjelasan kepada temannya.
"Kita hargai keputusan kamu kok Kania. Semoga jika Kamu mau pindah sekolah lagi Kamu betah dan mendapatkan teman yang terbaik ya. Kita semua menyayangimu Kania dan Kami semua ngerasa kehilangan Kamu". Ujar temannya lalu memeluk Kania sambil meneteskan air matanya semua karena merasa kehilangan karena Kania keluar dari sekolah.
Kania pun akhirnya berbicara berdua dengan Nanda di Depan kelasnya itu. Ketika teman-temannya yang lain istirahat pergi ke Kantin.
"Kania kok kamu buru-buru sekali mengundurkan dirinya. Kan perut Kamu belum begitu kelihatan besar juga". Tanya Nanda.
"Emm. Mau gimana lagi Nda. Percuma juga kalau Aku mengulur waktu lagi. Sama saja pada akhirnya nanti aku juga keluar dari Sekolah ini. Lebih cepat lebih baik Kan daripada Aku hanya membuang-buang waktuku percuma". Jawab Kania walau sebenarnya di dalam hatinya tak mau meninggalkan Sekolah ini.
"Aku hargai keputusan Kamu kok Kania. Apa pun itu yang menurutmu terbaik untuk hidupmu. Ohh iyha ngomong-ngomong kamu udah bicara ini sebelumnya dengan orang tuamu". Tanya Nanda.
"Udah kok Nda. Kemarin juga Riko dan kedua orang tuanya datang melamar Aku dan tanggal 30 Desember Nanti insyaallah kita akan menikah. Maafin Aku ya Nda karena tak ngabari Kami sebelumnya. Karena aku nggak nyaman bilang lewat pesan lebih nyaman bicara langsung seperti ini. Bisa lebih leluasa". Ujar Kania.
"Iyha Aku ngerti kok. Trus gimana respon orang tua kalian baik kan nggak marahin kamu sampai berbuat yang nggak-nggak sama kamu.??" Tanya Nanda yang begitu cemas.
"Ya awalnya sih orang tuaku marah tapi setelah mereka pikir-pikir percuma mereka marah karena nggak bisa nyelesein masalah tapi malah nambah masalah. Kalau orang tuany Riko sih begitu lahh, sikap Ibunya masih sama saja dingin tapi kalau Ayahnya sih nggak dia ramah". Ucap Kania
__ADS_1
"Ya penting kamu yang sabar ngadepin Ibunya Riko jangan di masukin ke Hati takutnya nanti ngefek sama kandungan Kamu lagi". Ujar Nanda.