
"nggak mikirin apa apa kok mas. Paling karena pusing aja". Ucap Kania berdusta.
Bu Dewi dan Bella memperhatikan Kania yang sedang terbaring. Bella melihat begitu tak suka dengan perhatian Riko kepada istrinya. Bella merasa sangat cemburu dengan Kania.
"Lihat dia nggak papa kan Riko. Lebih baik kita bawa dia pulang sekarang aja. Lagian dokter nggak nyuruh dia harus di rawat inap". Ucap ibunya yang tak ada rasa simpatinya kepada menantunya sama sekali.
Bella hanya terdiam melipat kedua tangannya di depan dadanya dengan menahan kekesalannya.
"Sudah nggak papa kok mas. Mending kita pulang sekarang saja. Lagian aku nggak betah lama lama di Rumah sakit". Pinta Kania berpura pura baik baik saja padahal dia masih merasakan badannya terasa lemas.
Riko berpikir sejenak karena dia masih sanggat khawatir dengan keadaan istrinya tapi mau gimana lagi Kania meminta pulang.
"Tapi sayang kamu beneran sudah baik baik saja. Mas takut kalau kondisimu belum stabil.?" Ucap Riko dengan penuh khawatir.
"Udah lah bawa pulang saja dia. Lagian dia sudah nggak papa palingan juga dia hanya pura pura sakit.". Ucap Bella yang masih saja memojokkan Kania.
Kania hanya terdiam mendengar ucapan yang dikatakan oleh Bella sedangkan Riko merasa kesal dengan ucapan Bella yang selalu memojokkan istrinya..
"Tutup mulut kamu Bel. Aku tak memaksamu ada disini. Daripada kamu hanya memperkeruh suasana lebih baik kamu pergi dari sini.. pergi.!!!." Bentak Riko sambil menunjuk telunjuknya ke arah pintu.
Bella yang mendengar Riko membentaknya pun akhirnya dia memilih untuk keluar dengan perasaan kesal sambil menghentakkan kakinya dan berjalan pergi ke luar ruangan.
"Bella tunggu". Ucap Bu Dewi mencoba menghentikan Bella namun tak di hiraukan oleh Bella dan dia tetap saja terus berjalan.
"Lihat apa yang kamu lakukan Riko. Bella sekarang marah dan pergi kan.? Kamu hargailah perasaan Bella hanya masalah sepele aja sampai kamu bentak bentak Bella". Cerca Bu Dewi membela Bella.
"Ibu bilang suruh Riko ngehargai perasaan Bella Bu.? Sekarang Riko tanya sama Ibu apa ibu bisa ngehargai perasaan Kania menantu Ibu.??" Ucap Riko meluapkan kekeselannya karena sikap Ibunya.
Ibunya terdiam dengan perkataan Riko yang membuat dirinya tak bisa berkata kata lagi. Karena dia merasa perkataan anaknya itu memang benar. Dia tak pernah menghargai perasaan menantunya itu.
"Mas sudah jangan bicara seperti itu lagi. Kasihan Ibu mas kalau kamu marahi terus". Ucap Kania.
"Sudah lah lebih baik Ibu pergi saja. Mencari Bella.!!" Ucap Ibunya lalu meninggalkan Riko dan juga Kania menantunya di dalam Ruang tersebut.
Riko tak menghiraukan Ibunya dan tak juga menghalagi ibunya yang ingin pergi mencari Bella. Dia masih saja berdiri disamping istrinya.
__ADS_1
"Maafkan mas ya sayang karena mas kamu jadi seperti ini. Mas janji akan selalu menjaga kamu dan calon anak kita". Ucap Riko sambil mencium kening istrinya dan mengelus lembut kepala istrinya.
"Iyha mas. Mas aku ingin segera pulang kita pulang saja ya. Aku sudah bosan disini". Pinta Kania lagi.
"Tapi kamu benar sudah mendingan sayang.?? Mas masih khawatir dengan keadaanmu sekarang.?". Tanya Riko meyakinkan lagi.
"Aku sudah mendingan kok mas. Kita pulang sekarang saja ya, lebih enak Istirahat di Rumah saja daripada di Rumah sakit mas.??" Pinta Kania.
"Ya sudah kalau kamu maksa mas pergi ke Administrasi dulu kalau begitu sekalian tanya apa boleh kamu pulang sekarang atau nggak ya sayang. Kamu istrirahat disini dulu jangan kemana mana". Ucap Riko lalu mencium kening istrinya lagi dan berlalu kelaur meninggalkan istrinya ke Administrasi.
***
"Bella tunggu Ibu". Pinta Bu Dewi yang melihat Bella tengah berjalan ingin mencari taxi.
Bella pun langsung menghentikan langkahnya karena dia tahu pasti Ibunya Riko itu akan mengejarnya.
"Iyha Bu kenapa.??" Ucap Bella sinis. Karena kesal dengan perlakuan anaknya kepada dirinya
"Kamu mau kemana.?? Kita pulang ke Rumah ibu dulu saja lagian mobilmu kan masih di Rumah Ibu". Pinta Bu Dewi.
"Iyha Ibu tau. Kita cepat hentikan Taxi saja dan bicara di Rumah Ibu. Malu kalau bicara disini, malu dilihat dan di dengar orang". Pinta Bu Dewi.
Akhirnya setelah dia menunggu Taxi pun datang dan mereka menghentikan Taxi itu. Mereka pun menaiki Taxi tersebut dan menuju pulang ke Rumah.
Setelah beberapa menit meraka pun sampai Rumah dan mereka turun dari Taxi lalu menuju ke dalam Rumah.
"Duduk Bella Ibu buatkan minum dulu". Pinta Bu Dewi.
Bella lalu duduk dan bersandar di Sofa Ruang tamu milik Bu Dewi.
(Kamu sekarang boleh menolakku Riko. Tapi lihat saja nanti apa yang akan aku lakukan untuk mendapatkanmu kembali). Gumam Bella di dalam hatinya sambil mengulas senyuman di bibirnya.
Bu Dewi datang dengan membawa 2 gelas jus orange untuk mereka berdua.
"Ini di minum dulu jusnya agar leher dan kepalamu sedikit dingin". Ucap Bu Dewi dan meletakkan 2 gelas jus di meja depan Bella.
__ADS_1
Bella mengambil 1 gelas jus orange di depannya dan meminumnya hingga tandas. Lalu meletakkan kembali gelasnya tersebut di atas meja.
"Kamu yang sabar ngadepin Riko jangan kamu masukin ke hati ucapanya itu. Nanti bisa membuat kamu sakit hati" kata Bu Dewi.
"Aku hanya kesal saja dengan mereka berdua Bu. Tapi lihat saja nanti aku punya rencana lain untuk menghancurkan perempuan itu. Aku yakin kali ini kita akan berhasil dan membuat Riko marah sekali dengan perempuan itu". Ucap Bella dengan yakin sekali sambil tersenyum puas dengan apa yang akan dia rencanakan.
"Ohh yaa.?? Rencana apa yang akan kamu lakukan Bella.?!" Tanya Bu Dewi yang penasaran.
"Lihat saja nanti Bu. Yang terpenting Ibu membantu melaksanakan misiku ini agar berjalan dengan lancar. Tenang saja, Bella akan kasih tips buat Ibu. nanti akan aku transfer ke rekening Ibu". Ucap Bella
Mata Bu Dewi pun berbinar ketika mendengar Bella akan mentransfer uang untuk dirinya.
"Kamu seriusan Bella mau transfer uang buat Ibu.??" Tanya Bu Dewi meyakinkan apa yang di katakan oleh Bella itu.
"Tentu lah Bu.". Jawab Bella
(Asyik nih ada uang tambahan buat shopping. Memang Bella ini calon mantu idaman sekali) ucap Bu Dewi di dalam hatinya.
"Ya sudah kalau begitu Bella pulang dulu Bu. Takutnya Riko dan perempuan itu segera pulang. Bella malas sekali melihat wajah perempuan itu". Pamit Bella
"Tapi jangan lupa segera di transfer ya uangnya" pinta Ibu Dewi.
"Ibi tenang saja sampai Rumah nanti akan segera Bella transfer. Ibu kirimkan saja nomor rekeningnya nanti akan aku transfer". Jawab Bella.
"Ok Ibu kirim sekarang nomor rekeningnya". Ucap Bu Dewi sambil mengeluarkan ponselnya dan mengirimkan nomor rekeningnya lewat WhatsApp kepada Bella
Klunting. Suara pesan masuk ponsel Bella.
"Ok sudah masuk pesannya. Kalau begitu Bella pulang dulu Bu". Pamit Bella lalu berdiri dan berjalan keluar.
"Baik lah. Hati hati calon menantu kesayangan Ibu". Ucap Bu Dewi sambil mengantarkan Bella ke depan Rumah.
Bella pun lalu masuk ke mobilnya dan mulai melajukan mobilnya untuk segera pulang.
Tinn.. bunyi klakson mobil Bella
__ADS_1
"Ok hati hati di jalan". Ucap Bu Dewi sambil melambaikan tangannya. Setelah mobil Bella tak nampak Bu Dewi masuk lagi ke dalam Rumah.