
Mereka berdua pun selesai makan dan mereka pun bergegas menuju ke Parkiran. Karena langit udah mulai gelap mereka pun bergegas untuk segera pulang. Setelah mereka berjalan Riko sambil menggandeng tangan Kania mereka pun sampai di Parkiran.
"Aku pulang dulu ya makasih juga untuk hari ini". Ucap Kania yang masih saja terlihat malu dengan pacarnya itu.
"Emmmm, nggak ada apa gitu ya buat Aku" Riko menggoda Kania.
Kania yang bingung dengan apa yang Riko ucapkan.
"Maksudnya apa gitu gimana" tanya Kania namun Riko malah senyum-senyum melihat ekspresi Kania yang bingung.
"Cium pipi atau cium kening gitu kek kan mau pulang" Riko terus saja menggoda Kania . Kania pun memutar malas bola matanya lalu mencubit kencang lengan Riko , Riko pun sampai merengek kesakitan.
"Aduhh.aduhhh.. sakit yang sakit tau nggak". Riko pun merengek dan mencoba melepaskan cubitan Kania lalu Kania pun melepaskan karena merasa kasihan juga dengan pacarnya itu.
"Makanya nggak usah aneh-aneh dehh" ucap Kania .
"Cuma dikit doang". Riko masih saja menggoda Kania.
"Mau nihh aku cubit yang lebih kenceng lagi dari pada tadi". Kania mengangkat tangannya bersiap untuk mencubit Riko lagi. Namun Riko pun menghindar.
"Jangan dong yang sakit tau. Bercanda kok bercanda gitu . Ganas amat sihh". Ucap Riko sambil sedikit menghindar dari Kania karena takut kena cubitan Kania lagi.
Kania pun tersenyum sendiri melihat tingkah aneh pacarnya itu.
"Yaudah ayo kita pulang, aku mau ambil motorku dulu" Kania yang berjalan menuju sepedanya. Tapi malah Riko menghentikan langkahnya.
"Aku antar Kamu pulang ya. Kan udah gelap takut Bidadariku ini kenapa-kenapa lagi di Jalan nanti" Riko mengedipkan satu matanya sambil menatap wajah Kania yang terlihat malu-malu kucing .
"Terserahh kamu" lalau Kania pun berlalu dan menuju ke Motornya sambil senyum-senyum sendiri karena dia merasa bahagia sekali hari ini.
Akhirnya mereka pun melajukan motornya dan Riko mengikuti Kania dari Belakang sambil mengawasi Kania melajukan Motornya.
Setelah 15 menit berlalu Kania pun sampai di Depan rumahnya namun masih di Jalan belum masuk ke Dalam Rumah. Riko pun ikut berhenti ketika Kania menghentikan motornya.
"Makasih ya udah diantar sampai Rumah, kamu nggak mau mampir ke Dalam rumah dulu" tawar kania kepada Riko.
"Lain kali aja ya soalnya aku masih ada urusan kerjaan". Riko menolak ajakan Kania karena dirinya mau ke Rumah bosnya.
Kania pun yang menghargai keputusan Riko pun akhirnya tak memaksanya. Lalu Riko pun berpamitan untuk pulang ke Kania.
__ADS_1
"Yaudah Kamu masuk sana gihh, jangan lupa segera mandi dan istirahat jangan capek-capek". Ucap Riko yang masih saja menatap wajah Kania.
"Iyha-iyha bawel banget sihh". Ujar Kania
"Yaudah aku pulang dulu" pamit Riko lalu melajukan motornya dan Kania pun mengawasi Riko sampai motornya tidak nampak lagi.
Setelah motornya nggak kelihatatan Kania pun bergegas memasukan motornya ke Dalam Rumah dan bergegas untuk masuk. Kania pun berjalan masuk ke rumah sambil senyum-senyumnsendiri karena sedang kasmaran. Namun tiba-tiba saja Kania di hentikan langkahnya dengan kehadiran Neneknya.
"Kaniaa". Panggil Neneknya yang membuat Kania terkejut dan langsung menghentikan langkahnya menuju ke Kamar. Lalu Kania pun menoleh ke arah Neneknya namun diam hanya terdiam tak menjawab Neneknya.
"Habis darimana saja Kamu jam segini baru pulang sekolah terus siapa cowok yang ada di Depan tadi" Neneknya yang membrondong Kania dengan pertanyaan.
"Habis dari Taman Kota Nek, ohh itu namanya Riko Nek teman Aku" jawab Kania santai.
Namun Neneknya tak percaya kalau itu hanya teman Kania.
"Kamu jangan bohong Kania dia pacar Kamu kan" tanya Neneknya lagi.
"Kalau memang iyha kenapa sih Nek, kok Nenek gitu amat sih" jawab Kania yang malas dengan sikap Neneknya yang terlalu ngekang Kania.
"Kania kamu itu masih sekolah kan. Seharusnya kamu itu ngak usah pacaran Kamu harus fokus sama sekolah Kamu Kania". Neneknya menasehati Kania.
"Nek, Kania ini udah besar Kania pun bisa membatasi Pergaulan Kania Nek". Kania yang mulai membantah dengan ucapan Neneknya.
"Awas saja ya Kania kalau Kamu sampai salah Jalan" Neneknya yang mewanti-wanti Kania.
Kania yang tak menghiraukan ucapan Neneknya pun berlalu meninggalkan Neneknya dan menuju masuk ke Kamarnya.
Dia pun mengambil handuk dan bergegas ke Kamar mandi untuk mandi dan mengambil air wudhu untuk melaksanakan sholat Maghrib.
Setelah selesai sholat Maghrib Kania pun merebahkan tubuhnya di Ranjangnya.
Kluntingg...
Tiba-tiba saja ada pesan masuk Kania pun bergegas membuka ponselnya itu dan mengecek siapa yang mengirim pesan.
(Malam sayang, lagi apa nihh)
ternyata pesan dari Riko. Kania tersenyum melihat pesan dari pacarnya itu dan mulai mengerakkan jarinya untuk mengetik pesan balas untuk pacarnya itu.
__ADS_1
(Malam juga. Habis sholat maghrib ini lagi rebahan di Ranjang)
Jarinya itu lihai sekali mengetikkan pesan sampai hitungan berapa detik pun Kania membalas pesan untuk Riko pacarnya itu.
Namun Kania tak membalas dengan ucapan sayang sama seperti Riko memanggilnya itu, karena Kania masih ngerasa canggung.
(Gitu aja nggak ada embel-embelnya ala gitu ya)
Balas Riko sambil menyematkan emoticon sedih. Kania pun tertawa sendiri membaca pesan dari Pacarnya itu karena dia tahu arah pembicaraanya kemana. Namun Kania pura-pura tidak tahu.
(Embel-embel apa maksudnya)
Pesan Dari Kania yang membuat Riko di sebrang sana agak sedikit kesal membaca pesan Kania.
(Ya sayang lahh apa lagi. Masak Pak , Paman, Kakek gituu menurut kamu)
Balas Riko sambil mengirimkan emot marah dan sedih . Yang semakin membuat Kania tertawa dan gemas sendiri sambil membayangkan tingkah Riko yang pasti manyun karena kesal dengan sikapnya itu.
Setelah asyik berchatingan Kania pun pamit untuk segera tidur karena besok dia sekolah takutnya dia nanti bangun kesiangan.
Klunting...
Bunyi ponsel Riko.
(Yaudah Aku tidur dulu yan Sayang, soalnya besok kan Aku sekolah dan Kamu juga kerja Kan)
Kania yang memberanikan diri untuk memanggil Pacarnya itu dengan sebutan Sayang. Di sebrang sana Kania yang penasaran dengan respon Riko bagaimana saat dia manggil dirinya dengan sebutan sayang.
Klunting...
Kini ponsel Kania pun berbunyi
(Iyha selamat tidur sayangku, mimpi indah yaa. Jangan lupa mimpiim aku)
(Nahh gitu dong kan enak dengernya kalau di panggil sayang oleh kekasihnya)
Sambil memberi emoticon peluk cium
Balas 2 pesan dari Riko dan Kania pun bergegas membuka pesan dari Riko. Kania pun semakin tertawa membaca pesan dari Riko dan sedikit malu-malu kucing samapi pipinya pun memerah karena Riko menyelipkan emoticon senyum di pesan WhatsAppnya.
__ADS_1
Kania pun yang merasa malu akhirnya menutup ponselnya dan tak membalas pesan dari Riko dan memilih untuk segera tidur karena kalau di balas pasti tidak ada habisnya Riko membalas pesan dari dirinya.