
Bella kini mencoba mulai merayu dan mengambil hatinya Riko lagi.
"Kamu yang sabar ya Riko. Aku ikut sedih dengan apa yang kamu alami saat ini". Ucap Bella sambil memegang tangan Riko.
Riko hanya terdiam dengan apa yang di lakukan Bella kepadanya. Bahkan dia tak menolak sama sekali ketika Bella memegang tangannya.
"Makasih ya Bel. Kamu kebetulan ada disini. Aku merasa nggak sendirian dan ada orang yang bisa aku ajak cerita". Ucap Riko dengan polosnya dan mulai lunak dengan sikap sok Baik Bella. Padahal dibalik yang di lakukan Bella ini semua ada maunya.
Bella tersenyum ke arah Riko sambil menatap wajah dan mata Riko dengan penuh cinta. Begitu pun Riko juga membalas tatapan mata Bella.
"Iyha. Selagi kamu butuh teman curhat kapan pun dan dimana pun. Aku siap kok jadi pendengar setia kamu". Ucap Bella sambil tersenyum sumringah sekali.
"Makasih banget ya Bell". Ucap Riko sambil membalas memegang tangan Bella dengan menindihkan tangannya dia atas tangan Bella.
"Sama sama Riko.". Ucap Bella tersenyum puas kali ini.
(Bagus. Sekarang Riko sudah mulai masuk ke perangkapku. Dia juga sudah mulai jinak lagi denganku. Tak seperti kemarin bagaikam beruang kutub saking dinginnya sikapnya) ucap Bella di dalam hatinya. Merasa sangat puas sekali dengan kejadian ini.
"Ini mas pesanannya". Ucap Pelayan yang tiba tiba datang mengagetkan.
"Iyha mbak". Ucap Riko yang kelabakan lalu melepaskan tangannya yang tadi memegang tangannya Bella.
"Kamu pesen ice cream Riko". Ucap Bella yang heran sambil tertawa kecil.
"Hehehe. Iyha nih Bel. soalnya otak sama hatiku lagi panas. Pingin minum yang dingin dingin biar otak sama hatinku ikut dingin". Ucap Riko yang terlihat sedikit malu.
"Hahaha. Riko Riko sampai segitunya memangnya". Goda Bella kepada Riko. Yang membuat Riko malu sambil mengaruk garuk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal.
"Udah lah. Kamu mau nggak ice creamnya. Atau nggak aku pesenin kamu lagi atau kamu mau makan". Tawar Riko kepada Bella.
"Nggak usah nggak perlu aku udah makan tadi. Aku cicipin ice cream kamu aja. Boleh kan.?" Ucap Bella mencari kesempatan dalam kesempitan.
__ADS_1
"Boleh nihh cobain aja". Tawar Riko lalu menyodorkan ice creamnya ke Bella dan Riko meminum jus orange yang juga tadi ia pesan.
"Makasih". Ucap Bella lalu makan ice creamnya tanpa sengaja sudut bibir Bella terkena ice cream.
"Hahaha. Kamu ini ya Bell nggak pernah berubah tau nggak masih sama kayak dulu. Kalau makan ice cream pasti suka belepotan" ucap Riko menertawakan Bella dan membersihkan bibirnya Bella dengan Tissu.
Bella hanya terdia terpaku membiarkan Riko membersihkan bibirnya. Bella merasa jatungnya mau copot kali ini. Dia sangat Rindu sekali dengan masa masa seperti ini bersama Riko.
"Riko. Aku sangat merindukan masa masa seperti ini bersama kamu. Andai aku bisa mengulang lagi masa itu. Pasti Akan aku ulang kembali". Ucap Bella sambil memegang tangan Riko yang masih membersihkan sudut bibir Bella.
Riko kini kelabakan ketika Bella berbicara seperti itu. Dia sadar posisinya saat ini.
"Emm. Maaf ya Bell. Aku lancang sama kamu". Ucap Riko lalu menarik tangannya yang di pegang oleh Bella.
"Riko. Apa nggak ada kesempatan kedua untuk aku Ko.??". Tanya Bella to the ponit tanpa rasa malu sama sekali.
"Tapi Bell. Aku sudah punya Kania dia masih resmi menjadi istriku dan dia juga lagi mengandung anakku". Ucap Riko menegaskan.
Riko yang tadinya kekeh sekali tak ingin di dekati oleh Bella. Namun kali ini Riko berubah 180 derajat. Dia terlihat sekali kalau dia masih menyipan sedikit perasaan kepada Bella. Walaupun dulunya dia juga di selingkuhi olehnya.
(Kania bisa melakukan seperti itu. Kenapa aku tidak) ucapnya di dalam hati. Kali ini Riko benar benar sudah berubah setelah dia memergoki Kania dengan Eko. Padahal itu sama sekali tidak benar adanya.
"Apa kamu yakin Bell. Mau menjadi yang kedua walaupun aku sudah punya istri". Tanya Riko kepada Bella.
"100 persen aku yakin Riko. Aku udah deket dengan kamu saja Aku udah sangat bahagia". Ucap Bella.
"Kita jalani aja seperti air mengalir Bell". Ucap Riko
"Kamu yakin kan Riko.?? Jujur saja aku masih mencintai kamu Ko. Sampai aku sekarang nggak ingin sama pria lain. Aku masih mengharapkan kamu". Ucap Bella yang meluapkan isi hatinya.
"Jujur juga Bella. Aku masih nyimpan sedikit rasa untukmu. Walaupun kamu dulu telah menghianatiku. Kamu itu cinta pertamaku. Agak sulit aku melupakan kenangan kita dulu". Ucap Riko yang kini mulai menyatakan perasaannya.
__ADS_1
"Aku sudah tebak Ko. Pasti kamu masih nyimpen walaupun sedikit perasaanmu untukku. Aku ingin bersamamu lagi Riko". Ucap Bella lalu mengenggam tangan Riko.
Riko membalas genggaman tangan Bella itu dan mulai membuka hatinya lagi untuk Bella tanpa memikirkan perasaan Kania istrinya saat ini. Riko telah di butakan oleh keadaan yang sampai membuat dirinya salah jalan seperti ini.
"Seperti yang aku katakan tadi. Ikuti saja seperti air mengalir ya Bella". Ucap Riko yang sebenarnya tak megungkapkan perasaannya dengan mengajak Bella jadian lagi. Tapi dia memilih biar berjalan dengan sendirinya.
"Iyha Riko. Aku paham". Ucap Bella dengan tersenyum bahagia. Dia merasa telah menemukan cintanya yang telah lama hilang dan kini telah kembali lagi.
Setelah mereka berdua berlarut dalam perasaannya tak terasa langit sudah gelap dan jam sudah menunjukkan pukul 6 sore. Riko ingin segera pulang membersihkan dirinya.
"Langit udah gelap nih Bell. Kita balik sekarang aja gimana.". Ucap Riko kepada Bella.
"Ya udah kalau gitu kita balik sekarang aja. Tapi Riko besok kita bisa bertemu lagi kan.??" Tanya Bella.
"Tentu kapan pun kita bisa bertemu. Nanti akan aku luangkan waktuku untukmu". Ucap Riko.
Bella tersenyum puas dan merasa bahagia sekali hari ini . Riko udah bisa ia dapatkan lagi.
"Ya sudah aku balik dulu ya. Kamu hati hati di jalan". Ucap Riko kepada Bella.
"Iyha Riko. Kamu juga hati hati ya naik motornya jangan ngebut ngebut". Ucap Bella lalu dia mendekati Riko dan mencium pipi kanan Riko.
Riko hanya terdiam dan sedikit gugup dengan apa yang di lakukan oleh Bella kepadanya.
"Aku jalan duluan". Ucap Riko sedikit gugup.
"Ok sayang". Ucap Bella lalu melambaikan tangannya kepada Riko.
(Yess.. aku bahagia sekali hari ini Tuhan. Riko telah menerima ku lagi dan dia juga merespon aku lagi). Ucapnya di dalam hati sambil tersenyum bahagia.
Bella pun lalu berjalan ke mobilnya dengan wajah bahagia dan tersenyum di sepanjang perjalanan. Dia tengah di mabuk asmara sekali kali ini. Tanpa memikirkan posisinya yang kini hanya menjadi yang kedua. Tak menghiraukan sama sekali kalau Riko telah memiliki Istrinya dan calon bayi.
__ADS_1
Bella lalu pulang menuju ke Rumahnya degan perasaan sangat Bahagia.