Derita Gadis Yang Lara

Derita Gadis Yang Lara
BAB 40


__ADS_3

"Riko kamu apa apain sih bicaranya kok seperti itu. Lagian kenapa memang kalau Bella datang kemari.??" Umpat Ibunya yang tak terima Riko sinis kepada Bella.


"Bu Riko nggak suka dia ada disini Bu, lebih baik Ibu suruh dia pulang saja". Ucap Riko tak suka.


Bella menahan kesal sekali dengan ucapan Riko dan Kania hanya terdiam memperhatikan mereka.


"Riko aku kangen sama kamu Ko, aku Rindu masa masa kita dulu. Aku ingin memperbaiki semuanya". Ucap Bella dengan seperti tak punya malu.


"Bella, kamu nggak ngerti juga ya kalau aku sudah nikah dan kita sudah nggak ada hubungan apa apa lagi ". Ucap Riko kesal.


"Aku nggak perduli Riko. Aku masih mencintai Kamu aku ingin kita kembali seperti dulu lagi". Ucap Bella meyakinkan Riko.


Kania tetap saja terdiam menyimak apa yang Bella ucapkan walau sebenarnya hatinya sangat perih sekali.


"Kamu sudah gila apa Bel.!!". Ucap Riko dengan suara keras.


"Ya.. aku memang gila Riko. Aku gila karna kamu". Teriak Bella sambil menunjuk Riko.


"Lebih baik kamu pergi sekarang Bel." Riko mengusir Bella.


"Nggak Aku nggak mau pergi.!!" Ucap Bella tegas.


Kania tak sanggup lagi melihat apa yang telah terjadi di depan matanya dan dia pun memilih pergi ke Kamar sambil menangis menahan rasa perih di hatinya. Mau bagaimana pun mana ada seorang istri yang rela jika suaminya di cintai wanita lain.


"Riko jangan kamu usir Bella. Riko Ibu heran ya sama kamu. Apa sih kurangnya Bella ini. Dia cantik wanita berkarir dan mapan lagi. Lihat jika dibandingkan dengan istrimu itu. Cuma wanita pengangguran yang tak bisa apa apa dan di andalkan". Ucap Ibu Dewi dengan teganya tanpa memikirkan perasaan anak dan juga manantunya itu.


"Stop Ibu bicara seperti itu lagi dan stop Ibu menghina Kania istriku. Ibu tidak tau apa apa tetang aku dan Bella dulu Bu. Asal Ibu tau dia ini wanita tak punya hati". Ucap Riko meluapkan kemarahannya.


"Riko itu kejadian udah lama Ko dan Aku menyesali perbuatanku dulu, tolong maafkan aku Riko. Aku ingin kita seperti dulu lagi". Pinta Bella sambil meneteskan air matanya.


"Aku sudah memaafkan kamu dari Dulu Bel. Tapi untuk kembali lagi denganmu aku nggak bisa, aku sudah menikah dengan Kania dan dia juga mengandung anakku". Ucap Riko menegaskan.


"Aku siap menunggu sampai perempuan itu melahirkan dan kamu menceraikan perempuan itu dan lalu menikah denganku Riko". Ucap Bella yang semakin tak waras.


"Ck..Kamu pikir aku tipe orang seperti kamu Bel yang tak bisa setia dengan satu pasangannya". Decak Riko memojokkan Bella.


Bella mendegar ucapan Riko yang memojokkannya itu membuat dirinya semakin geram dan kesal dengan Riko.

__ADS_1


"Dulu itu aku khilaf Riko. Aku menyesal telah main di belakang kamu, dan sekarang aku ingin memperbaiki semuanya". Ujarnya dengan rasa penuh penyesalan.


"Terlambat Bell. Aku sudah nggak bisa, memang aku akui dulu aku sangat mencintaimu Bell tapi itu dulu lain dengan sekarang aku lebih mencintai Kania istriku". Ucap Riko penuh penekanan.


Bella hanya bisa menangis dengan penuturan yang di ucapkan oleh Riko. 


Pyarr.... 


Terdengar suara benda yang pecah dari Kamar Riko. Riko bergegas menuju ke Kamarnya.


"Suara apa itu. Apa yang pecah". Ujar Bu Dewi penasaran dan dia bergegas menuju Kamar Anaknya memastikan apa yang terjadi.


Bella yang penasaran juga pun memilih mengikuti Riko dan Ibunya menuju Kamar Riko.


"Astaga Sayang kamu Kenapa". Teriak Riko yang panik melihat Istrinya pingsan jatuh  terkapar tak berdaya.


Tanpa banyak mikir Riko segera mengendong Kania dan ingin segera membawanya ke Rumah sakit.


"Bu cepat buka pintu mobil sekarang". Pinta Riko kepada Ibunya dengan raut wajah panik sekali.


Namun Ibunya hanya terdiam dengan wajah yang plongga plonggo.


"Ii..iyhaa Riko". Ucap Ibunya gugup lalu membuka pintu mobil dengan segera.


Riko lalu memasukkan istrinya ke Dalam mobil dan segera membawanya ke Rumah sakit.


"Riko tunggu Ibu mau ikut". Pinta Ibunya.


"Masuk sekarag kalau gitu bu". Jawab Riko dengan tergesa gesa.


"Tunggu dulu. Aku juga mau ikut". Ucap Bella yang masuk begitu saja ke dalam mobil dan duduk di jok Belakang bersama Bu Dewi.


"Masuk cepat aku nggak punya banyak waktu". Sahut Riko dan lalu segera masuk ke Mobil dan mengemudikan mobilnya dengan cepat.


Setelah mereka menempuh jarak hampir 30 menit akhirnya mereka pun sampai di Rumah sakit. Riko langsung mengendong istrinya yang masih tak sadarkan diri dan segera membawanya ke UGD.


"Suster tolong istri saya sus". Teriak Riko sambil mengendong istrinya.

__ADS_1


Suster pun datang membawa bad tidur dan Riko pun menidurkan Istrinya lalu suster pun mendorong Kania masuk ke dalam Ruang UGD. Dengan diikuti Riko yang sangat cemas sekali dengan kondisi istrinya yang belum tersadar juga.


"Maaf Pak anda tidak boleh masuk ke dalam biarkan Dokter yang menanganinya. Silahkan Bapak tunggu di luar". Pinta sister itu menghentikan langkah Riko yang hendak ikut masuk istrinya ke dalam ruang UGD.


"Sus tolong selamatkan istri dan calon anak saya sus". Pinta Riko sangat cemas dan khawatir sekali dengan istrinya.


"Kami akan berusaha semaksimal mungkin Pak. Mohon bantuan doanya agar semua baik baik saja". Ucap suster itu dan lalu menutup pintu.


Riko khawatir sekali sambil mondar mandir di depan pintu menunggu kabar istrinya.


"Riko kamu duduk dulu saja. Ibu pusing lihat kamu mondar mandir kaya setrikaan tau nggak". Ucap Ibu Dewi dengan santainya.


"Bu di mana letak hati nurani Ibu.? Ibu tau kan Menantu Ibu sedang pingsan didalam. Apa ibu nggak punya rasa kasihan melihat Kania seperti itu". Ucap Riko heran sekali dengan sikap ibunya itu.


"Alahh mungkin itu cuma ektingnya dia aja, biar dia bisa menarik simpati dari kamu". Timpal Bella yang tak suka.


"Jaga ucapanmu Bel". Bentak Riko.


Bella langsung terdiam mendengar Riko membentaknya.


Ceklekk.. suara pintu terbuka dan dokter pun keluar dari Ruangan tersebut. Riko lalu bergegas menghampiri Dokter itu.


"Gimana dok dengan keadaan istri saya". Tanya Riko kepada Dokter yang memeriksa Kania.


"Alhamdulilah Bu Kania sudah sadar Pak dan kandungannya baik baik saja. Bu Kania hanya kelelahan dan sedikit stres. Kalau bisa jangan biarkan Bu Kania banyak pikiran ya Pak. Karena bisa menganggu janin yang ada di dalam perutnya". Ucap Dokter itu menjelaskan.


"Syukurlah terima kasih dok. Boleh saya masuk ke dalam untuk melihat istri saya". Tanya Riko.


"Bolah Pak silahkan. Bu Kania juga sudah sadar dan sekarang lagi istirahat di dalam" ucap Dokter itu 


"Terima kasih Dok". Ucap Riko dan langsung masuk ke dalam menemui istrinya 


"Sayang kamu baik baik saja kan". Tanya Riko khawatir dan mengelus lembut rambut istrinya.


"Kamu yang tenang mas aku baik baik saja kok". Ucap Kania.


"Kamu mikirin apa sebenarnya sayang dokter tadi bilang kalau kamu itu stres dan kelelahan". Ujar Riko.

__ADS_1


Bella dan Bu Dewi pun tiba tiba masuk melihat keadaan Kania sekarang dan membuat Kania merasa agak takut melihat mereka. 


__ADS_2