
Kania akhirnya sampai juga di Klinik Nusa indah. Kania pun turun di depan Rumah sakit dan segera berjalan masuk ke dalam klinik tersebut.
"Selamat Pagi Bu. Silahkan ambil nomor antrian terlebih dahulu". Sapa satpam yang berdiri di ambang pintu Klinik tersebut.
"Baik Pak". Sahut Kania dan ia pun mengambil nomor antrian pasien prioritas dan duduk di Ruang tunggu dengan sabar.
Setelah beberapa menit Kania menunggu. Kini gilirannya untuk di panggil.
"Atas Nama Ibu Kania". Sahut perawat yang ada di resepsionis tersebut.
"Iyha dengan saya sendiri Mbak". Sahut Kania dan maju ke arah pendaftaran tersebut. Sambil menyodorkan Buku KIA miliknya.
"Mau periksa kandungan ya Bu. Silahkan langsung masuk ke dalam Ruangan ya". Pinta perawat resepsionis tersebut.
"Baik mbak". Jawab Kania dan lalu masuk ke dalam Ruangan yang di minta oleh perawat tersebut.
Kania pun segera masuk ke dalam Ruangan KIA sesuai permintaan perawat tersebut. Dan Bu Dokter kandungan pun sudah standbay di dalam dan duduk di bangkunya
"Selamat Pagi Bu. Silahkan duduk. Mau periksa kandungan ya". Sapa Ibi Dokter kandungan itu dengan Ramah sekali.
"Iyha Dok". Sahut Kania dengan mengulas senyum di bibirnya.
"Silahkan Baring dulu Bu". Pinta Dokter tersebut.
Dan Kania lalu baring sesuai dengan permintaan Dokter kandungan tersebut.
"Kita cek detak jantung bayinya ya Bu". Pinta Dokter kandungan tersebut.
Kania sedikit tegang ketika Dokter kandungan tersebut memeriksa bayi yang ada di dalam kandungannya. Karena dia merasa akhir akhir ini selalu membuat bayinya yang ada di dalam perutnya ikut merasakan apa yang dia rasakan saat ini.
"Detak jantungnya normal ya Bu. Posisinya juga sudah mapan. Kita tinggal tunggu saja kelahirannya sesuai HPL. Tapi terkadang itu bisa maju dan terkadang juga bisa mundur. Tak sesuai HPL nya". Ujar Dokter kandungan itu menjelaskan.
"Iyha Dok.". Sahut Kania yang merasa bersyukur sekali karena tidak terjadi apa apa dengan kandungannya walaupun dia banyak pikiran saat ini.
__ADS_1
"Jangan lupa ya Bu. Di banyakin gerak seperti membungkuk, kangkang dan jalan jalan ringan agar bisa melancarkan persalinannya nanti. Agar pembukaannya bisa cepat kalau di banyakin gerak". Saran dokter kandungan itu.
"Baik Dok. Terima kasih sarannya". Sahut Kania .
"Sudah ya Bu pemeriksaannya. Semuanya baik baik saja tak ada keluhan juga. Semoga nanti persalinannya lancar ya Bu". Ujar Dokter itu.
"Iyha Dok.". Ucap Kania lalu turun dari ranjang dan duduk di depan dokter kandungan itu sambil menunggu dokter meberikan resep untuk mengambil vitamin untuk kandungannya.
"Ini resep buat vitaminnya ya Bu. Jangan lupa selalu di minum biar sehat bayinya". Ucap Dokter kandungan itu sambil menyodorkan resep untuk Kania.
"Terima kasih ya Dok". Ucap Kania sambil menerima resep tersebut dan keluar menuju Farmasi untuk mengambil vitaminnya.
***
Sedangkan Riko yang berada di kantor tak menghiraukan kabar calon bayinya sama sekali. Dia lebih sibuk mementingkan pekerjaannya apalagi sekarang mulai hari ini dia naik jabatannya.
Riko setelah sibuk memindahkan serta membereskan barang barangnya yang dipindahkan ke Ruangan barunya kini mulai fokus mengerjakan pekerjaan.
Klunting
(Riko nanti pulang kerja kita bisa ketemu kan. Aku kangen pingin jalan sama kamu)
Isi pesan dari Bella
Riko langsung antusias membaca pesan yang masuk ke ponselnya tanpa dia sadari dia tersenyum sendiri setelah membaca pesan dari Bella. Riko benar benar tengah di mabuk cinta kali ini pada cinta pertamanya tanpa memikirkan istrinya dan calon bayinya lagi. Dia sangat berubah sekali.
(Ok nanti aku lepas pulang kerja akan menemuimu. Kamu atur saja tempatnya) balas Riko dengab cepat dan langsung melanjutkan pekerjaannya lagi.
(Ok sayang. Nanti aku akan kabari kamu lagi) balas Bella sambil mengirimkan emoticon cium.
Riko yang sedang sibuk dengan laptopnya langsung melirik balasan pesan dari Bella yang terlihat di Layar ponselnya sambil tersenyum senyum sendiri. Dia mempercepat pekerjaannya agar segera selesai pekerjaannya hari ini.
***
__ADS_1
Kania setelah selesai mengambil resepnya dia segera bergegas menuju pulang ke Rumah dengan menggunakan taxi online lagi. Setelah dia berada di dalam taxi tersebut dia sibuk mengecek ponselnya berkali kali namun hasilnya tetap saja nihil.
"Mas Riko ternyata tak menghubungiku juga. Bahkan sekedar mengirim pesan menanyakan bagaimana hasil pemeriksaan kandunganku pun tidak". Ujar Kania dalam hatinya.
Kania lalu memasukkan ponselnya lagi ke dalam tasnya. Namun setelah dia memasukkan ponselnya selang beberapa menit ponselnya berbunyi ada pesan masuk dan Kania bergegas mengambil ponselnya lagi dengan terburu buru. Karena dia harap itu pesan dari Riko suaminya.
(Kamu lihat kan. Kamu nggak akan mampu untuk mengalahkanku. Lihat saja sebentar lagi aku akan merebut Riko kembali. Ingat itu janjiku) isi pesan dari nomor yang tak di kenal.
"Astaga pesan dari siapa ini. Pasti ini nomor Bella. Ternyata dia tak segan segan untuk menghancurkan Rumah tanggaku.". Gumam Kania di dalam hatinya.
"Tuhan beri aku petunjukmu dan bantu aku agar Mas Riko tak salah jalan dan tersesat dalam cinta sesaatnya ya Tuhan". Lirih Kania di dalam hatinya . Tanpa tersadar dia meneteskan air matanya.
Kania tak menghiraukan bahkan tak membalas pesan dari Bella tersebut. Segera memasukkan ponselnya ke dalam tasnya lagi. Dan ternyata dia sudah sampai di depan Rumah dan segera bergegas turun dari Taxi tersebut.
"Ini pak ongkosnya. Terima kasih". Ucap Bella dengan mengeluarkan uang untuk membayar argo taxi tersebut lalu segera masuk ke dalam Rumah.
"Udah pulang. Cepat masak makanan sana. Aku lapar dari tadi pagi belum makan nasi sama sekali". Ucap Ibu mertuanya tiba tiba yang mengejutkan Kania saat dia menutup pintu. Ibunya ternyata tengah ongkang ongkang kaki di Ruang tamu sambil memainkan ponselnya.
"Iyha Bu. Kania ganti baju dulu lepas itu Kania akan masak Buat ibu". Jawab Kania lalu berlalu menuju Kamarnya.
Bu Dewi hanya terdiam sambil sibuk memainkan ponselnya. Dia bisa saja beli atau bahkan pesan Gofood hanya sekedar makan untuk dirinya. Bukan Bu Dewi namanya kalau dia tak membuat Kania sengsara dan tak tahan menghadapi sikapnya.
"Hahaha . Biar tau rasa tuh Kania. Dia pikir dia mau malas malasan hanya karena dia sedang hamil. Enak aja, dia hanya numpang disini. Mana ada yang gratis di dunia ini". Ucap Bu Dewi lirih dengan tertawa sendiri merasa puas dengan apa yang dia lakukan kepada Kania.
Setelah selesai ganti baju. Kania segera menuju ke Dapur dan memasak untuk Ibu Mertuanya. Dia memasak sesuai stok yang ada di kulkas.
Setelah hampir setengah jam Kania selesai masak dan langsung menghidangkan makanannya di atas meja makan.
"Alhamdulillah kelar juga masaknya." Ucap Kania sambil menata makanan di atas meja makan.
Dia langsung bergegas memanggil Ibu mertuanya.
"Bu sudah siap makanannya". Ucap Kania
__ADS_1
"Hmmm" sahut Bu Dewi
Kania lalu segera bergegas membereskan Rumah dan setelah selesai dia berniat untuk segera mandi dan menunggu suaminya pulang.