
Riko pun sudah mendapatkan cincin untuk melamar Kania nanti dan kini Riko bergegas menuju Plaza untuk membeli buah tangan yang akan ia bawa nanti.
Riko pun akhirnya sampai di Plaza dan Riko pun masuk ke dalam memilih berberapa barang yang akan ia bawa nantinya.
"Kira-kira apa ya yang harus di beli. Kok jadi bingung mana nggak tau lagi apa saja barang yang harus dibawa buat lamaran". Ujar Riko.
"Permisi mas bisa saya bantu. Mas mau mencari apa ya". Ujar pelayan Plaza tersebut.
"Emmm. Gini mbak saya nanti mau lamaran dan saya nggak tau apa saja yang harus dibawa itu barangnya apa aja ya". Ujar Riko bingung memperhatikan barang di sekelilingnya.
"Ohh buat lamaran ya mas. Mas mau bawa seserahan gitu maksudnya". Ujar pelayan tersebut.
"Memangnya barang yang dibawa itu namanya seserahan ya mbak ya". Ujar Riko dengan polosnya.
"Iyha mas seserahan namanya. Kalau gitu mas ikut saya aja disana udah ada berbagai macam paket bingkisan untuk seserahan mas bisa pilih nanti disana". Ujar pelayan mengajak Riko melihat paket seserahan.
Riko pun lalu mengikuti pelayan Plaza tersebut. Dan setelah sampai di tempat yang pelayan itu maksud ternyata banyak sekali paket seserahan komplit disana.
"Ini mas paket seserahannya mas mau beli yang mana aja ada paket kecantikan, paket sholat, paket mandi, paket alat mandi dan yang lainnya mas. Kira-kira mas pilih yang mana". Tanya pelayan itu sambil menunjukkan berbagai macam paket seserahan itu.
"Aduhh saya bingung deh mbak jadinya soalnya nggak paham beginian". Ujar Riko sambil mengaruk-garuk kepalanya.
"Atau gini aja Mas. Mas pilih yang paket kencantikan, paket alat mandi, paket mandi dan paket buah aja dulu mas soalnya mas kan baru lamaran nihh yang lainnya kalau udah resmi buat akad nikah aja mas gimana". Tawar pelayan itu.
"Soalnya dulu saya pas di Lamar calon suami saya bawanga juga seperti itu mas". Ujar pelayannya lagi.
"Yaudah deh mbak seperti yang mbak bilang barusan aja dehh saya belinya". Ujar Riko.
"Baik kalau gitu Mas, Mas boleh langsung ke Kasir biar barangnya saya bawakan ke Kasir". Pinta pelayan tersebut.
__ADS_1
Riko pun lalu menuju kasir dan mengantri di Kasir. Untung saja antrinya tidak terlalu banyak jadi Riko tidak kehabisan waktu dan tidak kesorean pulangnya nanti. Karena ini sudah menujukkan pukul 17.00WIB. Tidak terasa Riko sedikit menguras waktu juga membeli perlengkapan untuk dibawanya nanti.
"Barangnya semua ini ya Mas ya". Tanya Mbaknya Kasir .
"Iyha mbak yang ini". Tunjuk Riko
"Jadi totalnya Rp 1.250.000 Mas". Ujar Mbaknya kasir itu.
"Ini mbak uangnya". Ucap Riko
Riko pun lalu memberikan uang Rp 1.300.000 dan mbaknya kasir pun menerimanya dan menghitung ulang lagi uangnya.
"Ini mas nota dan juga kembaliannya terima kasih lain waktu belanja lagi ya Mas". Kata mbaknya kasir sangat ramah .
"Iyha sama-sama". Ujar Riko.
Riko pun menaruh belanjaannya di Troli menuju parkiran. Karena barang belanjaannya agak banyak. Tak terasa Riko sudah mengeluarkan uang tabungannya hampir 4 juta untuk membeli seserahan saja belum yang lainnya kalau mau nikah nanti.
Riko pun akhirnya sampai di Rumah. Lalu ia turun dari motornya dan membawa belanjaannya tadi masuk ke dalam Rumah dan menaruhnya di Meja Ruang tamu. Tak disadari ternyata Ibunya tengah duduk di Ruang tamu itu.
"Ehh.ehhh. kamu bawa apa sih Riko kok banyak bener belanjaanya. Kamu belanjain Ibu juga ya". Ujarnya dengan Percaya Diri.
Ibunya pun lali memeriksa barang belanjaan yang di Beli oleh Riko tadi.
"Lhoo.lho kamu ini apa-apaan sih Riko. Kamu beli barang seperti ini buat apa. Kamu itu baru mau lamaran bukan mau nikah. Seharusnya nggak perlu kamu beli seserahan beginian. Buang-buang duit aja tau nggak". Ocehan Ibunya yang membuat Riko malas mendengarnya.
Lalu Ayah pun datang karena mendengar ocehan Ibu yang lumayan keras. Sampai-sampai terdengar dari Kamar Tidurnya. Dan melihat barang belanjaan yang di beli oleh Riko.
"Kamu beli seserahan sekalian Riko. Bagus lah kalau gitu. Nggak papa juga kalau di bawa lamaran nanti kesannya juga enak di lihat". Ujar Ayahnya yang setuju dengan apa yang Riko lakukan.
__ADS_1
"Bagus gimana sih yah apanya yang bagus coba. Kita nanti baru mau lamaran seharusnya nggak perlu bawa seserahan segala. Ngabisin duit aja tau nggak sih Yah". Kata Ibu yang tak setuju.
"Ngabisin gimana sih Bu. Mau beli sekarang ataupun nanti itu sama saja. Harus bawa seserahan. Udah Ibu nurut aja lah, lagian Riko beli pakai uangnya sendiri nggak minta sama Ibu". Ucap Ayah yang membela Riko.
Riko pun masa bodoh dengan apa yang diucapkan oleh Ibunya itu. Yang terpenting Ayah tak mempermasalahkan seserahan itu juga. Riko pun lalu bergegas menuju Kamar mandi membersihkan dirinya dan bersiap untuk pergi Ke Rumah Kania.
"Bu sudah jam berapa ini kok Ibu belum siap-siap cepat ganti baju gih. Keburu jam ini". Kata Ayah.
" Males ahh Yah. Mending Ayah sama Riko aja yang pergi kesana. Ibu malas mau istirahat di Rumah aja". Ujar Ibu dengan rasa tak perduli.
"Bu. Ibu ini susah sekali di bilangin sihh. Anak kamu tuh mau lamaran. Hargai lah perasaan Riko. Jangan buat Riko kecewa dengan sikap Ibu yang seperti ini". Ucap Ayahnya.
"Ibu kan sudah bilang dari kemarin kalau Ibu nggak mau Ikut". Ucap Ibu yang masih saja keras kepala.
Ayah pun sampai naik pitam dengan sikap istrinya itu sampai Ayah marah dan membanting vas bunga yang ada di meja Kamarnya dan langsung saja membuat Ibu terkejut karena Ayah tak pernah bersikap seperti ini dari dulu. Karena ayah orang pendiam.
"Cepat Ibu ganti baju dan siap-siap sekarang.!!! Riko nggak pernah minta aneh-aneh sama kita Bu.!! Dia hanya butuh pendamping untuk melamar Kania sampai menikah nanti nggak lebih". Bentak Ayah.
Ibu sampai takut dengan sikap Ayah itu lalu Ibu bergegas ganti baju dam bersiap-siap untuk melamar Kania demi anaknya itu.
"Cepat Bu Riko kelihatannya sudah nunggu di Ruang tamu jangan buat Riko kecewa dengan sikap Ibu nantinya. Ayah tunggu di Ruang tamu dulu". Ujar Ayah lalu berjalan menuju Ruang Tamu.
"Iyha-iyha bawel banget sih". Ujar Ibu yang masih saja ngedumel saat Ayah sudah pergi.
"Dah siap Ko". Tanya Ayah kepada Riko ketika sampai di Ruang tamu.
"Sudah Yah. Ibu mana kok belum juga keluar". Tanya Riko sambil celingukan memperhatikan Kamar Ibunya dari Ruang tamu.
"Itu Ibumu masih siap-siap mungkin sebentar lagi juga sampai". Kata Ayahnya.
__ADS_1
Riko pun menggangukkan kepalanya dan merapikan pakaiannya yang sudah rapi karena dia merasa sangat deg-degan sekali sampai membuat dirinya ngak begitu Percaya Diri.