
Ketika jam pelajaran selesai Kania dan teman-teman yang lain bergegas menuju Toko untuk mengambil produk yang akan di Jualnya itu. Disana sudah ada Kak Sinta yang dipercaya untuk mengurus Toko itu, Kak Sinta itu dulunya juga murid di sini Alumni Pemasaran juga.
"Yang ingin mengambil produknya tolong gilirannya 5 anak 5 anak ya soalnya kalau masuk semua takutnya penuh mengganggu pembeli yang lainnya" . Pinta Kak Sinta
"Baik Kak" sahut beberapa anak.
Kemudian yang lain pun keluar menunggu Di Teras depan Toko tersebut.
Kania berniat untuk segera mengantri dan mengambil produk tersebut karena setelah Dia mendapat barangnya Dia segera bergegas untuk menjualkan produknya di Taman Kota. Karena ia disana banyak pengunjung dan anak-anak muda nongkrong di Taman Kota tersebut. Dan berharap produknya akan segera laku semua tanpa harus membawa pulang karena terlalu banyak barangnya yang membuat dia kewalahan membawanya nanti.
"Kak Sinta aku ambil produknya yaa, karena aku berniat untuk segera menjualnya di Taman Kota, disana kan banyak orang siapa tahu saja segera laku terjualnya.. bukam begitu kan Kak.?" Ujar Kania
"Ide yang bagus itu. Kalau ngak kamu jual saja kepada para pedagang minuman di situ pasti banyak yang mau". Tawar Kak Sinta sambil mengambil barangnya.
Kania pun bergegas untuk membantu Kak Sinta mengambil barang tersebut.
"Sini Kak aku bantu". Kania pun segera mengambil barangnya dan menaruh barang tersebut di Meja.
"Sudah pas 5 box kan Tehnya.?" Kak Sinta sambil menghitung barangnya tersebut.
"Sudah cukup ini Kak, Aku bawa dulu ya Kak barangnya" Kania memastikan jumlahnya dan mengangkatnya menuju Sepedanya.
"Iyha hati-hati sukses ya Kania". Kak Sinta memastikan barang bawakannya cukup.
Kania yang bergegas melajukan sepedanya sambil mengacungkan jempol tangannya kepada Kak Sinta.
"Siap Kak, jalan dulu yaa" Kania yang melajukan sepedanya dengan berhati-hati sambil memegangi barangnya tersebut karena barangnya diletakkan di Depan boncengannya dan di Himpit kedua kakinya.
"Okk hati-hati yaa". Ujar Kak sinta. Setelah itu Kak Sinta kembali masuk ke dalam Toko untuk melanjutkan giliran yang lainnya.
Akhirnya Nanda pun ikut segera mengantri mengambil barangnya tersebut karena dia bergegas untuk segera pulang dan segera cepat-cepat ingin melihat keadaan Rumah dan juga Orang tuanya. Dia merasa was-was sekali dengan Orang tuanya, yang Nanda takutkan Orang tuanya bertengkar dan Bapaknya melukai Ibunya..
"Kak Ambil barangnya ya soalnya Aku buru-buru mau pulang soalnya ada urusan" Nanda segera mengangkati barangnya itu.
"Ok ambilah. Pastikan barangnya jumlahnya betul ya". Ujar Kak Sinta yang melayani yang lainnya.
"Ok Kak".
__ADS_1
Nanda pun akhirnya selesai mengangkati barangya dan membawanya menuju sepedanya. Nanda pun akhirnya melajukan sepeda dan berhati-hati membawa barangnya itu.
Kania pun akhirnya sampai di Taman Kota. Ia memparkirkan sepedanya di Tepi jalan yang digunakan untuk parkir sepeda lainnya. Kania pun membawa 2box dulu dan yang 3box masih dia taruh di Sepedanya dan tak lupa bilang kepada tukang parkirnya kalau dia menitipkan barangnya itu di Sepedanya.
"Pak saya titip barang saya ini dulu ya pak, soalnya saya mau menjajakan barang saya ini dulu, nanti kalau sudah laku baru saya ambil lagi yang ini" tunjuk Kania dan meminta tolong kepad tukang parkirnya itu.
"Ohh iyha mbak, taruh saja disitu aman kok tenang aja". Ujar Bapak parkirnya.
"Yaudah saya tinggal dulu ya pak, terima kasihh". Pinta Kania..
Kania pun mulai berjalan dan menawarkan barang dagangannya itu kepada orang-orang yang ada di sekitar taman itu.
"Tehnya Pak Buk, murah meriah cuma Rp4.500 satu botolnya. Silahkan dicoba Pak Buk Mbak dan juga Masnya mari di Beli" tawar Kania sambil menyodorkan barangnya kepada orang-orang di sekelilingnya.
"Saya mau 2 dong Mbak". Pinta Ibu yang datang menghapirinya.
"Boleh Buk ini tehnya, 2 botol jadinya Rp9.000". Kania yang bersemangat sambil memberikan tehnya itu.
"Ini uangnya, sisanya ambil aja buat kamu" Ibu itu menyodorkan uang Rp10.000 dan Kania menerimanya lalu memberikan tehnya itu.
"Terima kasih banyak ya Buk" Ucap Kania sambil memasukan uangnya ke dalam Sakunya.
Matanya berbinar dan merasa senang karena dagangannya udah laku dan dapat untung tamabahan lagi. Dia pun menawarkan dagangannya lagi dan tiba-tiba ada seorang Bapak-bapak yang menghentikan langkahnya.
"Lhoo dek kamu masih pakai seragam kok gak langsung pulang malah di Sini.?" Tanya Bapak itu
Kania pun menghentikan langkahnya dan melihat ke arah Bapak itu.
"Iyha Pak soalnya saya menjual Teh ini karena ini tugas dari sekolah." Jawab Kania.
"Memangnya harganya berapa 1 botolnya" Tanya Bapak itu sambil membuka 1 botol teh dan meminumnya.
"1 botolnya Rp4.500 Pak". Kania yang merasa heran tiba-tiba saja Bapak itu mengambil dagangan dan meminumnya.
"Wahhh enak tehnya, kamu hanya jual ini saja.?" Bapak itu pun menghitung sisa dagangannya itu.
"Di Parkiran sana masih 3box Pak kalau Bapak mau.". Jawab Kania
__ADS_1
"Boleh, bawa kesini saya akan memborong dagangan Kamu itu". Bapak itu menata botol tehnya dan menyuruh Kania mengambil dagangan yang lainnya.
"Bapak beneran mau memborong semuanya Pak?" Kania yang penasaran dengan sikap Bapak itu.
"Benar lah masak Bapak bohong. Ini akan Bapak kasihkan untuk anak-anak yang ngaji di Masjid desa Bapak". Ujar Bapak itu meyakinkan Kania.
"Baiklah Pak kalau begitu saya ambil dulu ya Tehnya yang di Parkiran" Kania yang bergegas berjalan menuju Parkiran dan selang beberapa menit Dia pun datang dan membawa dagangannya itu.
"Ini pak Tehnya" Kania menurunkan dagangannya sambil menghitung total teh botolnya itu.
"Jadi totalnya 28 botol Pak jumlah uangnya Rp 126.000". Ucap Kania.
Bapak itu pun mengeluarkan uang berwarna merah dan biru yaitu Rp 150.000
"Ini uangnya, ambillah". Bapak itu menyodorkan uangnya itu.
"Jadi kembaliannya Rp 24.000 ya Pak" Kania yang merogoh sakunya ingin mengambil uang untuk kembalian Bapak itu . Bapaknya pun menolak.
"Tidak usah ambil saja kembaliannya Bapak ikhlas. Buat jajan kamu aja" Bapaknya pun tersenyum kepada Kania.
"Bapak beneran Pak uangnya buat saya.?" Kania yang mengaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal karena bingung dengan tingkah Bapak itu.
"Bener ambil saja buat kamu" ucap Bapak itu yang ingin mengemasi Tehnya dan membawanya ke mobil.
"Makasih banyak ya Pak. Sini biar Kania bantu membawanya Pak. Soalnya nanti Bapak susah kalau membawanya sendiri". Tawar Kania dan mulai mengangkat teh itu.
"Boleh. Mobil Bapak ada di sebelah sana" tunjuk Bapak ke Arah mobil yang ada di Parkiran.
"Ohh iya Pak". Kania pun mulai menuju ke Mobil Bapak itu dan menaruh Tehnya di Bagasi.
"Sudah saya masukkan semuanya di Dalam Bagasi Pak". Ujar Kania sambil menunjuk ke Arah Bagasi.
"Terima Kasih ya sudah di Bantu bawanya". Ucap Bapak itu.
"Yang seharusnya berterima kasih Kania Pak karena Bapak sudah memborong dagangan Kania." Kania tersenyum ke arah Bapak itu.
"Ya sudah Bapak pergi dulu ya semoga lain waktu bisa berjumpa lagi"ucap Bapak itu dan masuk ke Dalam mobilnya Kania pun menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Alhamdulilah sudah habis semuanya dan Aku bisa pulang". Ucap Kania di dalam Batinya. Ia pun lalu melangkah menuju Parkiran dan mengambil motornya menuju pulang ke Rumah.