Derita Gadis Yang Lara

Derita Gadis Yang Lara
BAB 44


__ADS_3

Pagi ini Riko akan memulai melakukan aktifitas biasanya setelah seminggu dia mengambil cuti untuk acara pernikahannya dan sekarang kondisi Kania sudah membaik sehingga dia bisa melakukan kegiatannya dengan baik.


Kania hari ini bangun lebih awal dari yang lain. Dia berniat untuk membuatkan sarapan pagi.


"Alhamdulillah sudah siap masakannya. Semoga saja Mas Riko dan kedua mertuaku nanti suka dengan masakanku ini". Ujar Kania lirih sambil tersenyum menyiapkan makanan yang telah dia masak hari ini.


Kania memasak sesuai dengan stok yang ada di kulkas. Dia masak sayur asam, dan juga goreng ayam serta tahu sama tempe. Terlihat sederhana namun terasa begitu nikmat. 


Setelah selesai menyiapakan sarapan untuk pagi ini. Kania bergegas menuju Kamarnya untuk segera membangunkan suaminya.


"Mas bangun sudah pagi nihh. Hari ini kan mas sudah mulai masuk kerja lagi kan". Ucap Kania dengan suara yang lembut sekali.


Riko langsung membuka matanya ketika mendengar istrinya membangunkannya pagi ini.


"Emmmm.. cuma gitu aja ya kalau bangunin suaminya". Ucap Riko dan lalu duduk sambil mengucek matanya perlahan.


"Emangnya mas maunya gimana. Mas mau aku bangunin sambil aku bawakan kopi, teh atau susu". Ucap Kania dengan polosnya..


Riko pun langsung membuka matanya lebar sambil menepuk jidatnya pelan.


"Bukan itu maksud Mas sayang. Maksudnya tu kamu bangunin mas cuma gitu aja nggak ada morning kissnya". Ucap Riko sambil cemberut.


"Hahahaha.. Mas Mas aku kirain kamu itu mau aku bawain minuman juga kesini. Rupanya itu yang kamu mau". Ucap Kania sambil tertawa melihat sikap manja suaminya itu.


Namun Riko masih saja berpura pura manyun dan cemberut.


"Muachhh". Satu kecupan tiba tiba mendarat di Kening Riko. Riko pun langsung tertawa dan memeluk istrinya dengan manja serta penuh cinta.


"Ishhh. Udah lah Mas, buruan mandi sana keburu kesiangan . Aku tadi juga udah masakin sarapan buat Mas lhoo. Mas cobain deh masakan aku". Ucap Kania lalu melepaskan pelukan suaminya itu.

__ADS_1


"Ok kalau gitu Mas mandi dulu ya. Mas nggak sabar ingin cobain dan menyantap masakan istriku tercinta ini. Pasti rasanya lezat sekali". Ucap Riko sambil melirikkan matanya keatas sambil membayangkan masakan istrinya itu.


Maklum lah baru pengantin baru berasa dunia milik berdua yang lain mah cuma numpang. Hehehe..


"Dahh buruan mandi sana Mas. Kok Malah ngelamun". Ucap Kania membuyarkan lamunan suaminya.


"Baik tuan putri. Mas pergi mandi dulu ya". Ucap Riko menggoda Kania sambil meraih handuknya dan berlalu masuk ke kamar mandi.


Kania mengeleng gelengkan kepalanya karena heran dengan tingkah suaminya itu. Kania pun lalu menyiapkan pakaian hem kerja yang akan di pakai oleh suaminya kerja hari ini.


Setelah Kania mengambilkan Hem dan juga celana kerja suaminya dia menaruhnya di atas kasur. Setelah 10 menit berlalu Riko pun selesai mandi dan keluar.


"Mas bajunya udah Aku siapin di atas kasur tuh". Ucap Kania.


"Makasih sayang". Jawab Riko dan memakai bajunya terburu buru sekali.


"Mas kok buru buru banget pakainya memangnya Mas kesiangan ya". Ucap Kania bingung dengan suaminya.


Riko pun selesai memakai pakaiannya dan lalu keluar menuju dapur.


"Ayo sayang Mas sudah selesai. Ayo kita pergi ke Dapur sarapan dulu". Ajak Riko kepada Kania.


"Ayoo Mas. Pelan pelan saja jalannya nggak usah terburu buru. Belum habis juga kok makanannya". Ucap Kania sambil mengekor di belakang suaminya.


Riko duduk di meja makan dan Kania mengambilkan makanan untuk suaminya. Dan menyajikan segelas susu putih agar suaminya lebih bertenaga.


"Ini Mas makananya mas cobain deh masakan Aku. Kira kira kurang apa rasanya. Udah enak apa belum". Ucap Kania sambil menyodorkan sepiring nasi ditambah sayur dan juga lauknya.


Riko pun langsung memakan sesendok ke dalam mulutnya. Setelah dia mengunyak beberapa kali dia langsung berhenti mengunyahnya.

__ADS_1


"Kenapa Mas. Kok berhenti makannya rasanya nggak enak ya pasti jadi gitu ekspresi Mas". Ucap Kania merasa gagal sekali baru pertama masak tapi nampak suaminya tak menyukainya .


"Emmm. Enak banget masakan kamu sayang". Ucap Riko lalu menyantapnya dengan lahap sekali.


"Beneran enak Mas.?? Kamu nggak bohong kan. Kalau nggak enak nggak usah di makan mas". Ucap Kania yang masih merasa tak enak hati kepada Suaminya.


"Beneran enak kok sayang. Sini mas suapin deh buat kamu. Kita makan sepiring berdua gimana". Ujar Riko sambil menyuapkan sesendok untuk istrinya.


"Iyha Mas". Ucap Kania dan memakan nasi yang di suapkan oleh suaminya.


Namun tiba tiba saja Ibu mertuanya datang ke Dapur.


"Wahh..wahh..wahhh.. enak betul ya belum kerja apa apa udah sarapan aja. Emangnya di dunia ini apa apa gratis". Ujar Ibu Dewi sinis sekali dan membuat Kania berhenti makan.


Riko langsung meletakkan sendoknya di atas piring dengan kasar setelah mendengar ucapan Ibunya itu.


"Buu.!! Ibu itu sebenarnya kenapa sih. Kenapa bicara Ibu ketus sekali dengan Kania. Kania itu sudah jadi menantu Ibu kan dan dia juga lagi mengandung cucu Ibu. Kenapa Ibu tak punya rasa simpati sedikit pun kepada Kania". Ucap Riko dengan nada yang tinggi.


"Aduhh Riko. Emang bener kan apa yang Ibu bilang. Tak ada yang gratis di Dunia ini. Kepingin makan ya harus kerja dulu lah. Beres beres rumah kek atau apa gitu kalau belum punya kerjaan di luar sana". Ucap Ibu Dewi yang memojokkan Kania lagi.


"Sudah Mas nggak usah berdebat lagi. Apa yang Ibu bicarakan itu ada benernya kok mas. Lagian Aku belum beres beres Rumah tapi udah makan aja". Ucap Kania 


"Tapi sayang kata dokter kan kamu nggak boleh kecapean . Kasihan Kandungan kamu nantinya kalau kamu kelelahan. Udah nggak udah dengerin apa kata Ibu. Habis makan kamu istirahat aja nggak usah beresin Rumah. Nanti kamu kelelahan". Ucap Riko 


Bu Dewi membuang muka malas ketika Riko membela istrinya itu dan berlalu meninggalkan mereka berdua dan pergi keluar.


"Ya sudah mas berangkat kerja dulu ya sayang. Kamu jaga diri kamu baik baik selama mas kerja. Inget nggak usah dengerin omongan Ibu dan jangan sampai kamu kelelahan. Jaga calon bayi kita dengan baik". Ucap Riko 


"Iyha Mas hati hati dijalannya jangan ngebut ngebut naik motornya". Ucap Kania lalu menyalami tangan suaminya dan mencium punggung tangan suaminya dengan takzim.

__ADS_1


"Ya sudah Mas jalan dulu. Jaga diri baik baik di Rumah". Ucap Riko lalu mengecum keninga istrinya.


Kania mengantarkan suaminya sampai ke Depan Rumah dan melambaikan tangannya saat Suaminya menaiki motor dan hendak melajukan motonya. Setelah suaminya tak kelihatan Kania pun bergegas masuk ke Dalam Rumah dan ingin beres beres Rumah karena Ibu mertuanya tadi sudah mengingatkan kalau dia harus mengerjakan pekerjaan Rumah.


__ADS_2