Derita Gadis Yang Lara

Derita Gadis Yang Lara
BAB 21


__ADS_3

"kalian berdua sebenarnya kenapa sampai kalian berdua melakukan hubungan sampai sejauh ini". Tanya Nanda 


"Kedua orangtua kita tak merestui hubungan kita, Aku yang tak bisa ingin pisah dan jauh dari Kania terpaksa melakukan hal ini. Mungkin dengan cara ini lah kedua orangtua kita merestui hubungan ini". Jawab Riko dengan tulus.


"Kalian harus segera mengatakan hal ini dengan sejujurnya kepada kedua orangtua kalian. Agar kalian segera menikah" ucap Nanda.


Kania pun memeluk Nanda namun masih saja menangis, tetapi hatinya sedikit lega karena dia bisa meluapkan perasaan takutnya kepada Nanda dan dia bisa memberi solusi untuk dirinya.


"Semoga urusan kalian segera selesai dan mendapat jalan keluar yang terbaik. Semoga saja orangtua kalian bisa memahami apa yang sedang kalian alamai". Ujar Nanda.


"Makasih ya Nda kamu selalu ada buat aku disaat aku senang maupun susah". Ucap Kania terharu.


"Iyha sama-sama. Udah usap air mata kamu gihh. Jelek tauk". Ucap Nanda sedikit menghibur Kania.


Nanda pun akhirnya pamit untuk segera pulang karena hari sudah mulai petang. Kania dan Riko pun juga ingin segera pulang. Karena mereka akan mengatakan hal ini kepada orangtua mereka sesuai dengan rencana mereka.


Kania pun sampai di Rumah dan ternyata orangtuanya pun ada di Rumah sekarang. Kania masih maju mundur untuk mengatakan masalahnya itu karena masih dilanda ketakutan.


"Baru balik Kania". Tanya Ibunya.


".i..iyhaa Bu". Ucap Kania gugup.


Kania masih saja mondar mandir ke Kamar balik lagi ke Ruang Tamu. Karena masih ragu ingin mengatakanya.


"Kania kamu kenapa sih kok mondar mandir kayak orang linglung aja". Ucap Ibunya yang mengamati gerak gerik Kania 


"Nggak papa kok Bu". Ucap Kania lalu duduk di sebelah Ibunya.


Namun Kania masih saja terdiam dengan berjuta rasa takut yang Kania rasakan untuk memberitahu Ibunya. Kania mengembang kempiskan dadanya sambil mengatur Nafasnya karena susah sekali Kania ingin membuka mulutnya untuk bicara yang sejujurnya.


"Buu. Maafin Kania Bu Kania udah nggak bisa lagi nglanjutin Sekolah Kania". Ucap Kania gugup sambil menundukkan kepalanya.


"Memangnya kenapa sih Kania, kamu udah kelas 3 lho nanggung kalau nggak dilanjutin Kania". Ucap Ibunya bingung sambil mengernyitkan dahinya.

__ADS_1


"Kania hamill Bu". Ucap Kania gugup lalu dia pun menangis 


"Apaaa.!!!!!!! Kamu nggak salah ngomong Kania.!!!". Ucap Ibunya terkejut sekali


Kania hanya menganggukkan kepalanya dan terus saja menangis. Tak bisa berkata lagi.


"Astaga Kania apa yang kamu lakukan sampai kamu bisa hamil.!!. Bagaimana Bapakmu nanti jika tau kalau kamu hamil. Siapa yang menghamili kamu laki-laki yang kemarin itu . Iyhaa ?? Jawab Kania jawab.!!". Ucap Ibunya yang terus menekan Kania.


"Iyha Bu Riko yang menghamili Kania tapi Riko mau bertanggung jawab kok Bu. Atas perbutannya ini". Ucap Kania 


"Ya ampun Kania Ibu nggak habis pikir dengan perbuatan kamu ini Kania. Ibu dulu bela-belain kamu agar kamu bisa sekolah sampai-sampai Ibu dimarahi Bapak kami ini  balasan kamu Kania. Jawab Ibu.!!!". Ucap ibunya marah sekali dengan Kania.


"Maafin Kania Bu maafin Kania". Ucap Kania sambil menangis mengakui kesalahannya itu.


Ibunya pun sampai tak bisa berkata lagi. Ibunya terus saja menangisi perbuatan anaknya itu. Sama halnya dengan Kania yang juga menangis karena telah melakukan perbuatannya itu sampai membuat Ibunya terluka hatinya.


Tiba-tiba saja Bapaknya pulang dari Rumah tetangga sebelah. Bingung karena Melihat Ibu dan Kania menangis. Langsung saja bertanya kepada Ibunya..


"Lhoo.lhooo. kok nangis semua ada apa yang terjadi Bu.? Ada apa Kania". Tanya Bapak kepada mereka berdua.


"Apa.!!!, Kamu hamil.?!!!!!. Siapa yang menghamili kamu jawab Bapak Kania siapa.??!!! Ooo Bapak tau pasti laki-laki itu kan yang menghamili Kamu. Jawab Kania jawab.?!!!". Tanya Bapaknya yang sangat marah sekali.


".ii.iyhaaa Pak. Riko yang menghamili Kania". Ucap Kania gugup.


"Dari awal Bapak sudah peringatkan sama kamu Kania jauhi dan jangan pacaran sama dia tapi apa nyatanya kamu masih saja nekat berhubungan dengan laki-laki itu. Sampai lihat sekarang kamu hamil karena perbuatan laki-laki bej@t itu. Sekarang Bapak nggak mau tau suruh laki-laki itu kemari bertanggung jawab atas apa yang dia perbuat ke Kamu.!!!". Bentak Bapaknya yang sangat marah sekali.


Kania pun lalu menuju ke Kamarnya untuk mengambil ponselnya dan bergegas segera menghubungi Riko kekasihnya itu.


Drett..


Dretttt..


Kania pun lalu mencoba menelfon Riko dan akhirnya Riko menjawab telfon Kania.

__ADS_1


(Cepat kamu kesini sekarang. Orangtuaku marah besar dan menyuruh kamu datang kesini untuk tanggung jawab atas perbuatan kamu) ucap Kania sambil menangis


(Aku yang tenang dulu sayang jangan menangis. Aku akan segera kesana Aku akan hadapi kedua orangtuamu dan bertanggung jawab atas perbuatanku).. sahut Riko di sebrag telfonnya.


Tutt..


Tuttt...


Riko pun mengakhiri telfonnya dan bersiap untuk segera datang ke Rumah Kania seorang diri. Kania pun lalu menuju ke Ruang tamu lagi menghampiri kedua orangtuannya. 


Kania berjalan dengan rasa bersalah sambil menundukkan kepalanya dan mencoba menghapus air matanya yang mengalir terus menerus. Ibunya yang sedari tadi tak berhenti menangisi musibah yang tengah dialami Kania saat ini. Bapaknya yang sedari tadi menahan amarah dan emosinya karena ulah Riko seperti harimau yang akan menelan mangsanya.


Tokk..


Tookkkk...


"Assalamualaikum". Ucap salam dari Riko di depan pintu.


"Walaikumsalam". Sahut mereka bertiga.


Kania pun membukakan pintunya dan menyuruh Riko segera masuk ke dalam. Bapaknya Kania yang tadi duduk pun langsung berdiri dan menarik kerah baju Riko.


"Dasar laki-laki bej@t apa yang kamu lakukan kepada Kania anakku haaaa". Ucap Bapaknya yang begitu emosional.


"Sabar Pak kita bisa bicarakan baik-baik dan saya akan bertanggung jawab atas perbuatan saya". Ucap Riko terbata karena menahan lehernya yang sedikit sakit karena Bapak Kania sangat kuat sekali menarik kerah baju Riko.


"Sabar kamu bilang sabar. Enteng sekali kamu bicara seperti itu dasar laki-laki bej@t kamu harus menaggung akibatnya..."!! Ucap Bapak 


Bapanya pun sudah tak tahan menahan amarahnya dan hampir saja ingin memukul wajah Riko tapi Kania langsung menghalangi Bapaknya.


"Jangan pukul Riko Pak.!!!. Lepaskan Riko". Pinta Kania menghadang di depan Bapaknya yang bersiap akan memukul Riko.


"Kania minggir kamu. Biarkan Bapak pukul laki-laki ini. Dia sudah menghancurkan masa depan kamu Kania". Ucap Bapaknya sambil mengepalkan tangannya. 

__ADS_1


"Nggak Pak. Kalau Bapak mau pukul Riko pukul Kania saja Pak, ini semua bukan salah Riko tapi juga salah Kania". Ujar Kania dengan beraninya.


Bapaknya pun lalu membuyarkan genggaman tangannya dan mulai mengontrol emosinya ketika Kania berbicara seperti itu. Bapaknya pun lalu duduk di Kursi sambil mengacak kasar rambutnya. Merasa sudah gagal menjadi orangtua yang Baik buat Kania.


__ADS_2