Derita Gadis Yang Lara

Derita Gadis Yang Lara
BAB 57


__ADS_3

Tepat pukul 15.00 Riko telah siap melaksanakan pekerjaannya dan segera dia beberes untuk segera pulang dan bergegas bertemu dengan Bella.


Tiba tiba suara notif pesan ponsel Riko berbunyi . Riko yang sedang sibuk membereskan barangnya segera mengambil ponselnya yang ada di samping laptopnya dan segera membaca pesan masuk tersebut.


(Aku tunggu kamu di Taman kota biasanya ya Riko) 


Isi pesan dari Bella. Riko langsung mempercepat beberesnya dan langsung segera menuju ke Taman Kota sesuai yang Bella katakan.


(Ok aku meluncur ke Taman Kota sekarang. Tunggu aku di sana)


Balas Riko dengan cepat dan langsung keluar dari Ruangannya dan menuju parkiran untuk mengambil motornya lalu langsung tancap Gas menemui Bella.


Setelah beberapa menit Riko pun sampai di Taman Kota dan dia melihat Bella tengah duduk di kursi yang ada di dekat air mancur Taman kota tersebut. Riko segera memarkirkan motornya dan langsung segera menghampiri Bella.


Bella tengah duduk sambil fokus memainkan ponselnya. Namun Riko berjalan menuju ke arah Bella dengan berjalan mengendap ngendap lalu menutup matanya Bella dengan perlahan.


"Ini pasti kamu kan Riko. Hayoo ngaku dehh". Ucap Bella sambil tersenyum dan meraba tangan Riko yang menutupi matanya.


Riko lalu duduk di samping Bella dan Bella pun mencoba melepaskan tangannya Riko yang menutupi matanya dan akhirnya Bella berhasil membukanya.


"Tuhh kan beneran Kamu. Jail dehh kamu". Ucap genit Bella sambil mengelitiki perut Riko sampai Riko merasa geli dan tertawa berbahak bahak.


"Stop Bella geli tau nggak. Berhenti deh jail banget sih kamu. Gelii..". Ucap Riko dengan terputus putus karena berbicaranya sambil tertawa menahan geli karena ulah Bella mengelitikinya.


Riko sampai berdiri dan berlarian mengelilingi kursi yang mereka duduki tadi . Tanpa sengaja Riko menendang kursi tersebut sampai Riko dan Bella terjatuh. Dengan posisi Riko menindihi tubuh Bella. Mereka pun saling memandang bertatapan mata dengan arah dekat sekali.


"Aku mencintaimu Riko". Ucap Bella tiba tiba yang membuat jantung Riko berdetak kencang tanpa dia sadari.


"Aku juga mencintaimu Bella". Ucap Riko dengan lantangnya. Seakan dia masih lajang. Tak menghiraukan kehadiran Kania saat ini. Riko seakan melupakan kania begitu saja. Saking dirinya di mabuk asmara dengan Bella.


Riko menatap tajam mata Bella dan mencoba mencium Bella dengan perlahan namun dia tak sengaja di kagetkan oleh orang yang lewat di sampingnya yang menyengol kaki Riko. Sehingga membuyarkan mereka berdua.


"Maaf.. maaf ya mas. Saya nggak sengaja". Ucap Wanita yang menyengol kaki Riko tersebut.


"Iyha nggak papa". Sahut Riko yang langsung berdiri membenahi baju dan celananya yang kotor karena terkena debu tanah .

__ADS_1


Bella kemudia juga ikut berdiri membersihkan baju dressnya yang panjangnya selutut itu. 


"Gimana sih jalan kok nggak hati hati". Gerutu Bella yang membuatnya kesal karena dia kehilangan kesempatan untuk di cium oleh Riko saat dia terjatuh itu.


"Udah nggak papa. Kita duduk lagi aja. Tuh ada abang jual ice cream . Kamu mau nggak biar aku beli untukmu". Tunjuk Riko ke arah abang yang jual ice cream.


"Boleh boleh. Lagian aku sedikit haus. Biar leher terasa lebih dingin juga". Jawab Bella sambil menganggukkan kepalanya 


"Ya udah aku beli ice creamnya dulu ..kamu tunggu di sini sebentar kalau gitu". Sahut Riko.


"Ok". Jawab Bella sambil mengacungkan 2 jempolnya ke arah Riko.


Riko lalu menuju ke arah abang penjual ice cream itu untuk membeli ice creamnya. Tak butuh waktu yang lama Riko pun kembali sambil membawa 2 contong ice cream untuk dirinya dan juga Bella.


"Nihh. Untuk kamu". Ucap Riko sambil memberikan 1 ice cream untuk Bella.


"Thanks you". Ucao Bella manja dan lalu meraih ice cream yang di kasihkan oleh Riko.


Mereka berdua pun makan ice cream bersama.


"Emm. Tak kalah enak rasanya dengan punyaku. Coba deh kamu rasain juga punyaku". Ujar Riko lalu menyuapi Bella balik dan Bella pun menerima suapan Riko dengan cepat.


"Emmm iyha enak rasanya. Gimana kalau kita foto dulu sambil makan ice cream buat kenang kenangan". Pinta Bella lalu mengeluarkan ponselnya.


"Boleh." Sahut Riko tanpa rasa keberatan sama sekali.


Bella pun segera mengambil beberapa jepretan gambar dengan Riko sambil dia menunjukkan makan ice cream itu.


"Bagus kan hasilnya". Ucap Bella sambil melihat hasil jepretannya itu. Dan Riko juga melihat foto mereka berdua sambil tertawa bahagia nampaknya.


Ketika Riko tengah sibuk menghabiskan ice creamnya. Bella dengan sengaja mengirimkan foto mereka berdua kepada Kania. Dan langsung saja Bella bergegas memasukkan ponselnya lagi ke dalam tas. Takut Riko melihat kalau dia mengirim foto mereka berdua kepada Kania.


***


Klunting.. klunting.. kluntingg...

__ADS_1


Suara notif pesan masuk secara beruntun.


"Siapa ya yang ngirim pesan. Kelihatanya banyak deh pesannya". Lirih Kania yang mendengar ponselnya berbunyi. 


Kania yang baru selesai mandi dan baru selesai menyisir rambutnya langsung mengambil ponselnya dan membuka pesan masuk tersebut.


"Nomor tak di kenal lagi. Ini pasti nomor Bella, dia kirim foto apa ini kok banyak sekali". Gerutu Kania dan langsung membuka fotonya satu per satu.


"Astaga . Ternyata kamu sama Bella sekarang Mas. Pantas saja kamu nggak pulang pulang udah jam segini". Ucap Kania sambil menangis badannya langsung lemas melihat foto yang dikirimkan oleh Bella itu. Mereka nampak mesra sekali. Dan langsung saja membuat hatinya Kania merasa sangat panas dan sakit bagaikan tersasat pisau yang sangat tajam. Namun rasa itu sakit sekali tapi tidak berdarah.


"Apa kamu benar benar membenciku mas. Sampai kamu lakukan ini kepadaku. Apa kamu tak memikirkan calon bayi kita. Aku minta untuk antarkan periksa calon bayi kita aja kamu nggak mau . Ternyata ini alasan kamu menolak ajakanku mas, kamu sangat tega sekali mas. Tegaa..!!". Ucap Kania dengan bibir bergetar dan menangis dengan tersedu sedu sambil memegangi dadanya yang begitu sakit sekali rasanya.


Kania mencoba menelfon Riko suaminya berkali kali namun tetap saja Riko tak menghiraukan panggilan dari Kania dan Riko pun mereject panggilan Kania.


Kania lalu melempar ponselnya ke atas kasur . Dan dia menarik rambutnya dengan kuat sekali saking frustasinya dengan apa yang di lakukan suaminya kali ini.


"Mengangkat telfonku saja kamu nggak mau Mas . Apa Bella segitu pentingnya buat kamu Mas. Sampai kamu nggak ingin aku ganggu". Ucap Bella yang mulai meluapka  segala rasa sakitnya di hatinya dengan cara menumpahkan kekesalannya dan kekecewaannya dengan menangis sekencang mungkin.


***


"Udah sore Bella. Kita pulang sekarang yuk". Ajak Riko


"Tapi... Aku masih mau sama Kamu Riko". Renggek Bella sambil bersender di bahu Riko dengan manjanya.


"Besok kan masih ada waktu kita bisa ketemu lagi. Tapi kita sekarang pulang dulu udah sore"  ucap Riko menjelaskan 


"Yaudah Deh tapi janji ya Besok kita jalan lagi". Ucap Bella dengan wajah cemberut 


"Iyha aku janji". Sahut Riko sambil mengelus lembut rambut Bella.


"Yaudah yuk kita pulang kalau gitu". Ajak Bella


"Ayo". Jawab Riko


Mereka berdua lalu berjalan berdua sambil Bella mengandeng lengan Riko dengan manja sekali menuju Parkiran dan mereka berdua pun pulang sendiri sendiri. Riko menaiki motornya dan Bella menaiki mobilnya.

__ADS_1


__ADS_2