Derita Gadis Yang Lara

Derita Gadis Yang Lara
BAB 50


__ADS_3

Waktu telah menunjukkan pukul 14.30. Saatnya Bella beraksi menjalankan misinya. Bella dan pria suruhan Bella yang telah di bayar untuk membantu menjalankan misinya sekarang perjalanan menuju Rumah Bu Dewi. 


Setelah beberapa menit mereka berdua menempuh di perjalanan menuju Rumah Bu Dewi mereka pun akhirnya sampai juga di tempat tujuan. Bella masih standbay di dalam mobilnya sambil mengawasi situasi dan kondisi di sekelilingnya.


(Bu aku sudah sampai di lahan kosong samping Rumah Ibu. Aku masih di dalam mobil, gimana aman kan kondisi di situ).


Bella mengirimkan pesan kepada Bu Dewi dengan segera.


Ketika Bu Dewi tengah leha leha baring di Sofa Ruang tamu dia mendengar notif ponselnya berbunyi langsung saja dia meraih benda pipihnya itu di atas meja.


"Pasti ini pesan dari Bella". Ucapnya dengan nada lirik.


(Kondisi aman terkendali. Kania tengah cuci piring di Dapur. Apa yang harus Ibu lakukan sekarang) balas Bu Dewi mengetik pesan dengan lihai menggunakan jemarinya.


(Bagus . Ibu bisa keluar Rumah sekarang pura pura pergi ada urusan sama perempuan itu. Aku tunggu Ibu di Dalam mobil) Balas Bella yang mulai melaksanakan rencananya.


(Ok Ibu keluar sekarang) balas isi pesan Bu Dewi kepada Bella.


Bu Dewi lalu bersiap untuk segera keluar dari Rumah.


"Kania". Teriakan Bu Dewi yang begitu melengking terdengar di telinga.


"Iyha Bu"  sahut Kania yang langsung meninggalkan cuci piringnya dan bergegas menuju ke arah Ibu mertuanya 


"Ada apa ya Bu panggil Kania". Tanya Kania setelah sampai menghadap Ibu Mertuanya.


"Ibu mau pergi dulu ke Rumah temen Ibu. Soalnya ada urusan penting. Kamu jaga Rumah baik baik". Pamitnya dengan basa basi.


"Baik Bu". Ucap Kania sambil menundukkan kepalanya.


Bu Dewi lalu keluar Rumah menuju mobil Bella yang sudah berada di lahan kosong samping Rumahnya itu . Kali ini Bella memakai mobil lain karena agar tidak di ketahui oleh Riko kalau itu mobilnya.


"Tumben sekali Ibu keluar Rumah pamitan. Biasanya nggak pernah bilang dia mau pergi kemana pun". Ucap Kania yang sedikit heran dengan sikap Ibu mertuanya itu.


Sambil menggelengkan kepalanya karena sedikit heran. Kania kemudian balik lagi ke Dapur untuk melanjutkan cuci piringnya tadi. Kania bergegas segera menyelesaikan pekerjaannya karena sebentar lagi suaminya akan segera pulang. Suaminya selalu sampai Rumah sekitar pukul 15.15


***

__ADS_1


Bella, Bu Dewi dan pria suruhan Bella masih berada di dalam mobil sambil menyusun rencananya agar berjalan dengan mulus.


"Bu kira kira Riko sampai Rumahnya pukul berapa" . Tanya Bella.


"Palingan pukul 3 seperempat mah Riko udah sampai Rumah". Jawab Bu Dewi 


"Ok kalau begitu. Nanti kamu pukul 3 tepat kamu bisa masuk ke Rumah itu dan kamu goda saja perempuan yang telah aku lihatkan ke kamu fotonya kemarin. Buat dia seakan akan tengah bermesraan dengan Kamu ketika Suaminya nanti pulang". Ucap Bella kepada Pria suruhannya itu.


Dan ternyata Bella menyuruh pria yang dulunya pernah suka kepada Kania namun Kania tak menyukainya dan menolak cintanya. Bella telah lama mencari info tentang Kania dulu sehingga dia memanfaatkan pria itu untuk membantu menjalankan misinya.


"Ok nanti akan aku laksanakan". Ucap Pria itu. Namanya Eko.


Tepat pukul 3. Eko kelaur dari mobil dan segera menuju Rumah Bu Dewi.


Tok..tok..tokk...


Eko mengetuk pintu Rumah Bu Dewi dengan membalikkan badannya membelakangi Pintu Rumah itu.


"Kayak ada yang ngetuk pintu". Ucap Kania yang tengah menata cucian piringnya di rak piring lalu mengelap tangan basahnya dengan serbet dan bergegas menuju depan Rumah untuk mengecek siapa yang bertamu saat ini.


"Mas mencari siapa ya". Tanya Kania bingung karena pria itu membalikkan tubuhnya membelakangi dirinya.


Lalu pria itu membalikkan tubuhnya menghadap Kania dan lalu membuka kaca mata yang dia pakai. Tentu saja membuat Kania tercengang kanget melihat kehadiran pria itu.


"Eko". Ucap Kania yang sangat terkejut sekali melihatnya 


"Ngapain kamu disini. Kenapa kamu tiba tiba datang kemari. Lebih baik kamu pergi sekarang karena tak ada orang lain di Rumah ini. Takut suamiku sebentar lagi pulang dia bisa berpikir yang nggak nggak dengan kita". Ucap Kania panjang lebar dan gugup karena ketakutan melihat kehadiran Eko.


"Memangnya Kenapa Kania aku sangat merindukan Kamu . Kenapa kamu menikah dengan pria lain" . Ucap Eko yang berjalan pelan berusaha mendekati Kania namun Kania malah berjalan mundur pelan pelan menuju ke dalam Rumah. Namun Riko tetap saja ingin mendekati Kania sampai sampai Kania terpentok dan terduduk di Sofa belakangnya.


"Stop Eko kamu pergi dari sini. Kamu jangan aneh aneh. Lepaskan aku Eko, kamu jangan gila. Aku sudah menikah dengan Riko". Ucap Kania sambil mencoba menjauh dari Eko namun dia tak bisa karena Eko terus saja mengejarnya sampai Kania meringkuk terduduk di Sofa. Dia ingin berontak namun Eko memegang kuat tangan Kania.


Eko terus saja mencoba memeluk Kania dan Kania mencoba memberontak namun tenaga dia tak sekuat Eko dia mencoba berteriak namun percuma Rumahnya agak jauh dari tetangga. Dan kini Eko berhasil memeluk tubuh Kania.


"Akhirnya sampai Rumah juga". Ucap Riko yang sengaja mematikan motornya dan menuntun motornya agak jauh dari Rumah agar tak terdengar oleh Kania. Dia bermaksud ingin memberikan kejutan untuk istrinya.


Riko pun lalu bergegas masuk ke dalam Rumah.

__ADS_1


"Tumben pintunya di tutup". Ucap Riko lalu ia segera membuka pintunya karena tak sabar ingin bertemu istrinya.


Ceklek suara pintu terbuka.


"Apa apain ini.!!" Teriak Riko dengan penuh amarah sekali melihat pemandangan yang sangat membuatnya sakit.


"Kania apa yang sedang kamu lakukan dengan Pria itu. Siapa pria ini, kenapa kamu membawa masuk pria lain di Rumah ini". Ucap Riko dengan sangat emosi.


Eko lalu berdiri sambil tersenyum ke arah Riko tanpa rasa bersalah sama sekali.


"Mas aku bisa jelasin semuanya. Ini tak seperti apa yang mas lihat". Ucap Kania sambil menangis.


"Brengsek.!!!. Bughhh.!!". Satu pukulan melayang di pipi Eko karena Riko sangat emosi sekali sampai membuat Eko terjatuh.


Namun Eko tak melawannya dan dia langsung berdiri begitu saja.


"Percuma kamu memukulku.!! Karena aku sudah menikmati istrimu. Hahaha". Ucap Eko dengan mengarang cerita.


"Dasar pria biadap.!!" Ucap Riko yang ingin memukulnya lagi namun di tahan oleh Kania.


"Stop mas sudah jangan kotori tanganmu dengan memukulnya. Apa yang dia katakan itu tak benar. Dia menjebakku mas". Ucap Kania mencoba menjelaskan dengan jujur namun Riko tetap saja tak mempercayainya.


"Kamu sama saja dengan perempuan lain. Kamu telah menghilangkan kepercayaanku Kania. Aku pikir kamu wanita setia. Namun aku salah kamu seperti wanita murahan.!!" Ucap Riko yang tak terkontrol lagi emosinya.


"Aku tak seperti itu mas. Kamu salah paham". Ucap Kania berteriak sambil menangis.


"Eko.!! Kamu jangan diam saja.!! Kamu ingin menjebakku kan . Jawab Eko jawab.!!"


"Diam.!! Apa seperti itu yang namanya menjebak. Aku tak sebodoh itu Kania. Kamu telah mengecewakanku.!!" Ucap Riko yang tetap saja tak menghiraukan penjelasan Kania.


"Kalian lanjutkan lagi saja. Aku tak perduli lagi". Ucap Riko lalu meninggalkan Rumah begitu saja .


Namun Kania mencoba menghentikan langkah Suaminya namun Riko tetap kekeh untuk pergi dari Rumah.


"Mas kamu jangan pergi. Ini semua nggak seperti yang kamu pikirkan. Dia menjebakku mas..percayalah dengan ku". Ucap Kania mencoba meraih tangan Suaminya.


Namun RIko menepisnya dengan Kasar dan tanpa berkata sepatah kata pun Riko lalu pergi meninggalkan Rumah dengan menaiki motornya kencang sekali.

__ADS_1


__ADS_2