Derita Gadis Yang Lara

Derita Gadis Yang Lara
BAB 29


__ADS_3

"iyha. Aku juga nggak begitu mikirin Ibunya Riko kok". Ujar Kania.


"Emm kandungan kamu sudah berapa bulan Kania. Udah berasa belum geraknya". Tanya Nanda mengamati perutnya Kania .


"Udah 4 bulan Nda. Udah berasa sih sedikit-sedikit". Ujar Kania.


"Kamu jaga Kandungan Kamu ya. Dan semoga urusan pernikahan Kalian lancar sampai hari H". Doa Nanda sambil tersenyum menatap Kania.


"Amin makasih ya Nda. Jangan lupa datang ya nanti di acara pernikahanku". Pinta Kania


"Pasti Aku Akan datang. Nggak mungkin aku nggak datang, Aku akan menemani Kamu di hari spesial Kamu nanti". Ujar Nanda.


Kania yang terharu dengan ucapan Nanda pun lalu memeluk Nanda .


Tett..


Tettt..


Tetttt...


Mereka pun terpanjat mendengar suara bel berbunyi dan membuat mereka merengangkan pelukannya.


"Yahh udah habis aja jam istirahatnya padahal belum selesai ngomongnya. Aku juga masih kangen ngobrol berdua kek gini sama kamu pula". Ujar Nanda manyun karena waktunya mereka berpisah.


"Kan kita bisa ngobrol lain waktu lagi . Nanti kapan-kapan datang lah ke Rumahku biar kita lama ngobrolnya". Ujar Kania lalu tersenyum dan menaik turunkan alisnya sambil menatap Nanda.


"Bener ya Kapan-kapan aku datang ke Rumahmu". Ucap Nanda


"Iyha datang lah sesuka kamu kapan aja . Pintu Rumahku selalu terbuka buat best friend ku yang satu ini". Ucap Kania sambil mencolek hidungnya Nanda.


"Ihh kamu nih. Yaudah deh Kania Aku masuk ke Kelas dulu ya. Takut gurunya keburu dateng lagi". Pamit Nanda


"Yaudah deh. Aku juga mau pamit pulang dulu ya" pamit Kania.


Mereka pun lalu pelukan lagi karena mereka mau berpisah. Setelah selesai pelukan Nanda pun masuk ke dalam Kelas lagi.


"Byee. Byee Kania Aku masuk dulu ya. Next time jumpa lagi ya". Ucap Kania sambil melambaikan tangannya.

__ADS_1


"Iyhaa byee byee Aku duluan ya". Kata Kania sambil melambaikan tangannya juga.


Kania pun lalu menuju Parikiran dan bergegas untuk segera pulang. Karena parkirannya tak terlalu jauh Kania pun sampai di Parkiran dan mengambil motornya lalu menaikinya dengan hati-hati.


***


15menit pun berlalu. Kania sampai di Rumah dan ternyata di Dalam sudah ada Pak Kadus dan kedua orangtuanya. Kania pun lalu masuk ke dalam karena penasaran ada hal apa sampai Pak Kadus datang ke Rumahnya.


"Ini anaknya sudah pulang Pak". Kata Bapaknya.


Bapak kadus pun lalu menoleh ke Arah Kania dan Kania pun langsung menghentikan langkahnya Karena merasa dirinya di tunggu olehnya.


"Emm. Pak Kadus mencari saya.?? Ada Apa ya Pak". Tanya Kania penasaran.


"Lebih baik kamu duduk di Sini dulu Kania biar Pak Kadus lelausa ngomongnya" pinta Bapak.


"Baik Pak". Ucap Kania.


Lalu Kania pun duduk di Depan Pak Kades lebih tepatnya di samping Bapak dan juga Ibunya.


"Gini Nak Kania. Kedatangan saya kemari ingin mengurus data-data untuk pernikahan Kania dan juga calon suami Kania nanti. Boleh saya minta Ktp sama ijasah dan juga akte kelahiran Nak Kania" pinta Pak Kadus.


"Boleh silahkan saya tunggu". Ujar Pak Kades.


Kania pun lalu menuju Kamarnya untuk mengambil apa yang di minta oleh Pak Kadus tadi. Setelah Kania mengambilnya Kania pun menuju ke Ruang tamu lagi dan memberikam kepada Pak Kadus.


"Ini Pak Ktp, Ijasah dan juga Akte kelahirannya". Ucap Kania sambil menyodorkan barang tersebut.


"Ohh iyha Kania. Ini akan saya bawa dulu untuk mengurus berkas-berkas yang digunakan untuk akad nikah dan juga nikah nanti. Dan setelah selesai berkasnya saya minta nanti Kania dan juga calon suami datang ke balai desa ya untuk Rapak disana". Pinta Pak Kadus.


"Baik Pak silahkan di Bawa berkasnya". Ujar Kania.


"Kalau gitu saya permisi dulu dan akan segera mengurus berkas-berkasnya". Ujar Pak Kadus.


"Iyha Pak silahkan". Ujar ku Bapak dan juga Ibu.


Pak Kadus pun lalu pamit pergi dan menyalami Kania, Bapak dan juga Ibu. Kini tinggal lah Kania, Bapak dan Ibu yang ada di Rumah.

__ADS_1


"Gimana Kania sudah beres urusan kamu di sekolah.??". Tanya Ibu kepada Kania


"Sudah kok Bu.". Ujar Kania.


"Syukurlah kalau gitu. Ohh iyha berhubungan waktunya sudah nggak lama lagi. Besok Kamu dan juga Riko datang ke Rumah MUA yang akan merias kamu nanti untuk memilih gaun pengantin yang ingin kamu pakai nanti". Pinta Ibu


"Baik Bu besok Kania akan ke sana nanti Kania hubungi Riko dulu. Mungkin bisanya sore nunggu Riko pulang kerja". Ucap Kania


Kania pun maish duduk di Ruang tamu bersama kedua orang tuanya itu. Setelah membicarakan itu. Tiba-tiba saja Bapaknya bilang ke Kania.


"Kania berhubung pernikahan kamu ini dadakan Bapak dan Ibu nggak bisa memberikan acara yang mewah buat kamu karen terhalang sama dananya juga. Gimana kalau acaranya dilakukan secara sederhana saja tidak mewah seperti orang yang lainnya. Kamu bisa ngerti kan sama kondisi Bapak dan juga Ibu". Ujar Bapaknya.


"Kania ikut saja Pak. Kania juga ngerti kondisi ekonomi keluarga kita kok. Hanya akad nikah saja Kania sudah terima". Ujar Kania yang sebenarnya dia sangat mengharapkan pernikahan seperti orang lainnya. Tapi dia tidak ingin menuntut orang tuannya karena dia tau kondisi orang tuanya itu.


"Nanti Bapak bisanya akad nikahnya dilakukan di KUA karena kalau akad nikah disana kan gratis. Tapi nanti di Rumah Bapak tetap akan adakan acara juga sambil mengundang saudada-saudara kita dan juga warga di Desa ini". Ujar Bapaknya yang ngerasa bersalah karena tak bisa memberikan acara yang terbaik di hari pernikahan Kania.


"Iyha Pak Kania terima kok. Acara pernikahan yang mewah itu tak begitu penting buat Kania yang terpenting akad nikah Kania yang sakral nanti berjalan dengan lancar tidak ada halangan satu apa pun". Ujar Kania sambil tersenyum untuk meyakinkan orang tuanya itu.


"Terima Kasih Kania kamu sudah ngertiin kondisi Ibu dan juga Bapak". Ujar Ibunya


"Iyha Bu. Nggak papa kok. Yaudah Kania mau ke Kamar dulu mau istirahat dan mau hubungi mas Riko dulu takut nanti Kania lupa". Ujar Kania


"Ya sudah kalau gitu". Kata Ibu


Kania pun lalu menuju Kamarnya dan menutup Pintu Kamarnya. Kania pun lalu mengambil ponselnya dan ingin segera menghubungi Riko calon suaminya itu. Kania pun lalu mulai mengetik pesan kepada Riko.


(Riko tadi Ibu bilang besok kita di suruh pergi ke MUA untuk memilih gaun untuk pernikahan kita nanti)


Isi pesan yang Kania tulis . Lalu Kania pun mengirimnya kepada Riko.


Klunting..


Setelah beberapa menit Riko pun membalas pesan Kania


(Baik sayang. Besok setelah pulang kerja Aku segera Ke Rumahmu dan menjemputmu)


Isi pesan Riko sambil menyelipkan emoticon cium..

__ADS_1


Kania pun tersenyum membaca balasan dari Riko. Yang selalu romantis dengan dirinya. Kania pun tak membalas pesan dari Riko. Dia memilih untuk merebahkan Badannya di Ranjang karena dia merasakan lelah yang agak beda saat hamil ini. Tanpa di sadari Kania pun sampai tertidur.


__ADS_2