Derita Gadis Yang Lara

Derita Gadis Yang Lara
BAB 39


__ADS_3

Bella yang mengetahui kalau Riko mengajak Kania pindah ke Rumah orang tuanya pun berniat datang ke Rumah Riko untuk menjalankan misinya bersama Ibunya Riko.


Bella pun bergegas menuju Rumah Riko dan tak lupa membawakan makanan dan bingkisan lainnya untuk mengambil respect Ibunya Riko agar dia bisa dengan mudah menaklukkan hati Ibunya untuk membantu dia menjalankan misinya.


"Aduhh lapar sekali nih perut. Tadi Riko bawa makanan apa ya. Tak sabar segera menyantapnya". Cerocos mulut Dewi sambil berjalan menuju Rumahnya.


Ceklekk...


Suara pintu terbuka.


"Pada kemana ini kok sepi bener. Apa jangan-jangan mereka ada di Kamar. Wah..wah.. enak bener. Lihat aja nanti kalau nggak ada Riko di Rumah". Ucapnya bermonolog.


"Ahh tak penting lahh. Mending makan dulu aja keburu lapar". Ujarnya.


Bu Dewi lalu menuju ke Ruang makan untuk segera menyantap makanan yang di beli Riko tadi. Namun ketika hendak mengambil nasi ada suara ketukan yang membuat Dewi kesal.


Tok..tokk..tokkk..


"Aduhh siapa lagi sihh ganggu orang mau makan aja. Nggak tau apa orang lagi lapar". Ucapnya kesal dan berjalan menuju depan Pintu untuk segera mengecek siapa yang datang.


Tok..tokk..tokk..


Suara ketukan pintu di ulangi lagi.


"Iyha siapa sihh nggak sabaran bener". Ucapnya lalu membuka pintu.


Ceklekk... Suara pintu terbuka dan Bu Dewi pun girang sekali melihat tamu yang datang.


"Permisi Bu" ucap Bella sambil tersenyum 


"Ehh Nak Bella masuk masuk Ibu kirain siapa, ayo masuk dulu" ajak Bu Dewi menyambut ramah Bella.


"Ini Bu Bella bawain makanan. Pasti Ibu belum makan. Iyha kan.??". Ucap Bella dan memberikan makanan yang ia beli barusan.


"Wahh. Kamu tau aja sih Bella kalau Ibu lagi lapar belum makan siang". Ucapnya Bu Dewi sambil menerima Makanan dari Bella dengan tak sabar dan langsung membukanya.


"Yaudah Ibu makan dulu aja biar Bella temenin makan". Pinta Bella.

__ADS_1


"Kalau gitu Ibu ambil piring dulu ya". Ucap Bu Dewi.


"Ok Bu.". Sahut Bella.


Ketika Bu Dewi pergi ke Dapur mengambil piring. Bella mengendap ke Kamar Riko untuk memastikan Riko ada di Rumah atau tidak.


"Kamu istirahat dulu aja ya sayang. Kamu jangan terlalu capek, kamu harus menjaga kondisi kamu biar tetap fit. Kasihan calon anak kita kalau mamahnya kecapean nanti". Ucap Riko penuh perhatian kepada istrinya 


"Iyha iyha mas. Pasti aku akan jaga kondisiku dan juga kesehatan calon anak kita". Ujar Kania.


"Sayang lihat deh bayinya mulai nendang nendang. Aku jadi nggak sabar ingim segera lahir". Ucap Riko senang sekali sambil mengusap lembut perut istrinya.


"Sialan, rupanya Riko sedang bersama istrinya. Mesra mesraan lagi. Awas aja nanti akan Aku buat Riko menjadi milikku kembali". Ucap Bella kesal.


Bella menghentakkan kakinya karena kesal mendengar pembicaraan Riko dan Kania di Dalam Kamar. Namun ketika hendak balik ke Ruang tamu tiba tiba Bu Dewi berdiri di belakangnya.


"Astaga Bu ngagetin Bella aja deh. Sampai mau copot jantung Bella". Ucap Bella kaget sambil mengusap dadanya.


Bu Dewi ternyata memperhatikan Bella sedari tadi sambil tersenyum


Bella tersenyum sumringah mendengar perkataan Ibunya Riko itu.


(Hahaha..Good job. Belum aku kasih aba aba saja ternyata dia sudah paham rencanaku) ucap Bella di dalam hati sambil tersenyum puas.


"Lebih baik kita bicara di Ruang tamu saja agar tak di dengar oleh mereka sekalian Ibu mau makan udah lapar ini perut Ibu". Ucap Bu Dewi.


"Baiklah kalau itu mau Ibu". Jawab Bella.


Mereka pun menuju Ruang tamu kembali.


"Ibu makan dulu ya biar perut Ibu terisi dulu biar Otak Ibu bisa mikir rencana kita dengan cemerlang". Ucapnya Dewi bersemangat.


"Makan lah Bu, habiskan kalau perlu". Umpat Bella.


"Kamu nggak makan Bel.??". Tawar Ibu Dewi


"Bella sudah makan tadi Bu. Ibu saja yang makan biar Ibu tambah semangat membantu Bella". Ujar Bella tersenyum sambil memperhatikan wajah Ibu Dewi.

__ADS_1


"Kalau gitu Ibu makan dulu ya" ucap Bi Dewi dan Bella hanya menganggukkan kepalanya.


(Sabar Bella tenang tetap calm down. Orang tua 1 ini sudah bisa aku taklukkan dan bisa aku kendalikan untuk membuat perempuan itu sengsara dan segera meninggalkan Riko. Dan Riko akan menjadi milikku lagi. Hahaha) ucap Bella dalam hati dan membayangkan rencananya nanti akan berhasil.


"Gimana Bu enak makanannya". Ucap Bella basa basi.


"Wahh. Sedap sekali Bella makanannya. Pasti ini makanan mahal makanya rasanya lezat sekali". Ucap Bu Dewi sambil mengunyah makanan yang ada di Mulutnya.


"Habisin dong Bu kalau makanannya enak. Kan Bella beli makanannya khusus untuk Ibu". Ucap Bella merayunya.


"Iyha Bel". Ujarnya sampai penuh mulutnya dengan Makanan seperti orang yang tak makan 2 hari saja.


Setelah Bella menunggu Ibu Dewi makan akhirnya selesai juga Bu Dewi makannya. Mereka pun mulai fokus membicarakan rencana apa yang akan mereka lakukan.


"Gimana Bell. Rencana kamu apa selanjutnya.?? Kamu mau Ibu nglakuin apa sama perempuan itu". Tanya Bu Dewi dengan serius.


"Aku mau Ibu buat perempuan itu sengsara dan nggak betah disini kalau perlu dia pergi dari sini dan meninggalkan Riko bu." Ucap Bella dengan suara pelan.


Bu Dewi pun mulai berpikir bagaimana caranya biar Kania tak betah di Rumah ini.


"Ibu buat perempuan itu seperti babu aja di Rumah ini. Sampai dia nggak tahan tinggal di sini dan meninggalkan Riko Bu." Ide Bella.


"Kalau masalah itu kamu tenang aja Bella Ibu sudah coba lakukan tadi tapi hari ini Riko belum pergi ke Kantor lagi . Besok kan dia sudah mulai kerja Ibu akan buat dia seperti Babu dengan kerjaan yang lebih berat dari hari ini". Ucap Bu Dewi dengan kejamnya.


Hahahahahaha . Bella dan Bu Dewi pun tertawa puas dengan apa yang akan mereka rencanakan. Belum tau hasilnya saja sudah tertawa puas apalagi kalau nanti dia berhasil menjalankan rencananya..


"Bagus Bu. Ibu harus berhasil membuat perempuan itu sengsara". Ucap Bella lalu menyenderkan kepalanya di Sofa sambil tersenyum membayangkan kejadiannya nanti.


"Suara tawa siapa itu mas". Tanya Kania kepada Riko yang mendengar tawa Bella dan Juga mertuanya.


"Entah. Coba mas lihat keluar dulu siapa yang tertawa sekencang itu". Ucap Riko dan turun dari ranjang bergegas keluar dari Kamarnya.


"Tunggu mas. Aku ikut". Pinta Kania dan Kania pun mengekor di belakang suaminya.


Riko dan Kania sampai di Ruang tamu dan melihat siapa yang datang.


"Ngapain kamu kesini Bel. Trus kalian menertawakan apa sampai kedenger di Kamarku". Ucap Riko tak suka melihat Bella di Rumahnya.

__ADS_1


__ADS_2