
Kania dan Riko pun telah sampai di Balai Desa. Mereka berdua pun lalu menuju ke dalam. Di sana pun ada beberapa orang petugas Balai Desa yang sedang sibuk mengurus pekerjaannya.
"Permisi". Ucap Riko dan Kania.
"Iyhaa ada yang bisa saya bantu .?? Silahkan masuk". Ujar salah satu petugas Balai Desa tersebut.
"Begini Pak saya kemarin di suruh Pak Kadus katanya hari ini di minta datang kemari untuk Rapak". Riko yang menjawab.
"O iyha mau Rapak ya. Kalian masuk saja ke Ruangan Pak Kadus ya. Pak Kadusnya ada di dalam". Ucap petugas Balai Desa sambil menunjuk ke arah Ruangan Pak Kadus.
"Baik Pak terima Kasih". Ucap Riko dan Kania.
Mereka berdua pun lalu masuk ke Ruangan Pak kadus. Kebetulan Ruangan Pak Kadus pintunya terbuka.
"Permisi Pak". Ucap Kania dan Riko.
"Ohh Kania silahkan masuk. Rapaknya akan segera di mulai" ujar Pak Kadus.
Kania dan Riko pun masuk ke dalam Ruangan Pak Kadus lalu melakukan Rapak. Setelah beberapa menit mereka pun selesai melaksanakan Rapak. Dan mereka berdua di suruh datang ke puskesmas dan juga ke KUA karena dia akan melaksanakan akad nikahnya di KUA.
"Berhubung Rapaknya sudah selesai ini nanti kalian pergi ke Puskesmas dulu sambil menyerahkan surat ini kepada petugasnya di Puskesmas nanti. Bilang saja mau imunisasi suntik ** setelah selesai kalian pergi ke KUA sambil memberikan surat ini sama surat yang di beri oleh pihak puskesmas nanti". Perintah Pak Kadus.
"Baik Pak kami akan laksanakan dan akan segera menuju ke Puskesmas dulu. Kalau begitu kami permisi dulu Pak". Ujar Riko pamit dengan Pak Kades dengan sopan.
"Iyhaa silahkan". Ujar Pak Kadus.
Mereka pun menuju ke Puskesmas . Setelah sampai di Puskesmas Kania dan Riko pun menuju ruang pendaftaran dan mengantri nomer antrian dulu. Ternyata agak ramai juga yang datang. Kania pun lalu menunggu di Ruang tunggu untuk pendaftaran.
Kini pun giliran Kania untuk mendaftran setelah menunggu beberapa orang sebelumnya.
"Iyha mbak bisa saya bantu". Ujar petugas pendaftaran.
"Ini tadi saya di suruh kesini sama Pak Kadus katanya di suruh imunisasi **.". Ujar Kania.
"Baik mbak. Sekarang mbak nunggu di Ruang KIA ya. Nanti mbak akan di layani di sana" pinta petugas tersebut sambil menunjuk Ruang KIA.
"Baik mbak". Ujar Kania.
Riko dan Kania pun lalu menuju Ruang KIA dan setelah sampai mereka duduk di Kursi depan Ruang KIA tersebut sambil menunggu giliran Kania di Panggil.
"Atas nama Mbak Kania". Panggil Bu Bidan di Dalam.
__ADS_1
"Iyha saya Bu". Ucap Kania lalu Kania pun masuk dan duduk di Kursi di Depan Bidan itu.
"Mau imunisasi ** ya mbak ya". Tanya Bu Bidan.
"Iyha Bu, ini nanti di Sutik atau gimana ya Bu.??" Tanya Kania sedikit tegang karena Kania agak takut kalau di suntik.
"Iyha ini nanti di Suntik di lengan bagian kiri. Sama ambil darah Mbak dan juga calon suami mbak untuk mengetahui golongan darah kalian". Ujar Dokter.
Kania benar-benar tegang setelah tahu kalau dirinya mau di Suntik . Tapi dia berusaha tetap tenang karena dia nggak mau kelihatan takut di depan orang.
"Boleh di naikkan mbak lengan bajunya sebelah Kiri ya". Ucap Bu Bidan sambil memegang jarum yang telah di isi oleh cairan obat untuk imunisasi tersebut.
"Ba.baik Bu". Ucap Kania gugup sambil menaikkan lengan bajunya.
"Tarik Napas ya mbak. Tutup mata aja kalau takut di suntik". Ujar Bu Bidan.
"Iyha Bu". Ucap Kania.
"Aaaaouuuu sakit". Teriak Kania kesakitan karena di suntik lengannya.
"Sudah selesai. Udah nggak papa nanti juga sembuh. Sekarang Kita ambil darah dulu ya, punya mbak dan juga mas nya untuk Sempel golongan darah nanti". Pinta Bu Bidan.
"Baik Bu". Ucap Riko.
"Lihat deh sayang bayi Ibu itu lucu ya. Semoga anak kita nanti lahir dengan selamat dan lucu seperti bayi itu". Ujar Riko sambil memperhatikan bayi orang.
"Aminn. Semoga lahir dengan normal dan selamat". Pinta Kania.
"Coba deh kamu bayangin jika perutmu nanti sudah besar pasti sama kayak Ibu itu. Macam pasukan drum band berjalan.hahahah". Ujar Riko menertawakan dan memperhatikan Ibu-ibu yang tengah hamil besar.
"Kamu ini ya kalau ngomong sembarangan". Ujar Kania sambil mencubit pinggang Riko.
"Aduhh sakit tau. Lihat tu dedek bayinya ngeliatin kita. Pasti dia heran dengan tingkah kamu yang jail seperti ini". Ujar Riko yang meringis kesakitan karena cubitan Kania.
Mereka pun masih saja memperhatikan adek bayi dan ibu hamil itu sambil senyum-senyum sendiri dan pastinya mereka memikirkan dan membayangkan jika di posisi Ibu yang punya bayi tersebut dan membayangkan kalau Kania perutnya sudah besar Nantinya.
"Atas Nama saudara Kania". Panggil Bu Bidan.
"Iyha saya Bu". Ucap Kania yang terpanjat karena asik melamun dan memperhatikan bayi tersebut.
"Ini hasil golongan darahya ya mbak. Dan ini nanti tolong di berikan Ke KUA untuk laporan kalau sudah Imunisasi **". Pinta Bu Bidan.
__ADS_1
"Baik Bu akan saya antar ke KUA suratnya ini" Ucap Kania.
Mereka pun lalu berjalan mengambil motornya dan segera melajukan motornya menuju KUA.
Setelah sampai di KUA mereka pun turun dari motornya dan segera masuk ke dalam.
"Permisi Pak". Ucap mereka berdua.
"Iyha ada perlu apa ya Mas mbak datang kemari". Ujar seorang yang ada di Dalam Kantor KUA tersebut.
"Ini Pak saya di suruh mengantarkan surat ini dari Pak Kadus dan juga dari Puskesmas". Ujar Riko.
"Ohh iyha. Mbak sama Masnya ini yang mau menikah tanggal 30 desember nanti Kan". Tanya Petugas KUA tersebut.
"Iyha Pak benar". Ujar Riko.
"Ya sudah suratnya ini saya terima. Dan saya akan segera urus surat untuk Akad nikah kalian nanti". Ucap petugas KUA.
"Baik Pak kalau begitu kami permisi dulu". Ujar Riko.
"Baik silahkan Mas Mbak". Ujar petugas KUA tersebut.
Mereka pun lalu berjalan pulang. Setelah di tengah perjalanan Kania melihat orang yang jualan seblak dan langsung saja dia meminta.
"Stop berhenti dulu. Cepetan berhenti". Pinta Kania yang mengagetkan Riko .
"Ada apa sih sayang. Ada yang jatuh atau apa. Kok kayak orang panik gitu". Tanya Riko begitu heran dengan tingkah Kania.
"Aku pingin makan seblak itu. Pingin yang panas dan juga pedas rasanya". Rengek Kania seperti anak kecil.
"Ya ampun sayang aku kira kenapa ternyata kamu mau makan seblak. Yaudah kita beli dulu kalau begitu". Kata Riko.
Mereka pun lalu memesan seblak buat Kania yang tengah ngidam itu. Mereka pun memesan 2 porsi untuk mereka berdua dan lalu memakannya di situ sampai habis.
"Mau nambah lagi". Tawar Riko merasa heran sekali melihat Kania yang makannya sangat lahap
"Udah aku udah kenyang". Ucap Kania yang telah menghabiskan Seblaknya tanpa sisa sedikit pun.
"Yaudah kalau gitu kita pulang ya. Kan udah keturutan seblaknya. Nanti takutnya di cariin Ibu kan nanti sore kita harus pergi ke MUA untuk pilih gaun pengantinnya". Tawar Riko
"Ya sudah kalau gitu kita pulang aja". Ujar Kania yang nurut.
__ADS_1
Mereka pun akhirnya pulang dengan berhati-hati karena hari semakin siang dan terik panas matahari pun semakin menyengat. Kasihan dengan Kania yang tengah mengandung takutnya nanti kelelahan.