
Setelah Riko menuju Parkiran dan melihat Kania tengah berdiri di dekat situ Riko pun memanggil Kania.
"Kaniaa". Riko berteriak dan melambaikan tangannya ke arah Kania.
Kania yang merasa dipanggil namanya pun menoleh ke Arah yang memanggil dirinya itu.
Riko pun lalu berjalan menghampiri Kania.
"Ayoo kita duduk Di dekat Air Mancur itu aja" ajak Riko sambil menunjuk ke Arah Air mancur. Kania pun lalu mengekor Riko dari Belakang.
Setelah sampai di Taman Air Mancur Riko pun duduk di Kursi yang ada di sana dan Kania pun duduk di samping Riko. Namun mereka berdua berdiam diri selama beberapa menit karena merasa canggung dan malu untuk berbicara. Riko pun akhirnya memulai pembicaraan ditengah-tengah kesunyian diantara mereka berdua.
"Ohhh iyha sekarang Kamu kelas berapa" Tanya Riko sambil basa basi untuk memulai perbicaraan.
"Kelas 1 SMA" jawab Kania singkat.
Riko hanya menganggukkan kepalanya.
"Ohh iyha kamu mau ngomong apa ke buru sore nihh takutnya nanti dicariin". Ujar Kania yang tak sabar apa maksud Riko mengajak dia bertemu.
Riko pun bingung mau dari mana dia ngomongnya karena dia ingin mengutarakan perasaannya karena setelah lulus SMP Riko tak pernah jumpa lagi dengan Kania karena Riko tidak melanjutkan sekolah dan memilih untuk Bekerja. Riko itu dulunya kakak kelas Kania.
"Memangnya orangtuamu nggak nyariin kamu apa . Udah jam pulang sekolah tapi kamu tak pulang-pulang" tanya Kania yang tidak tahu kalau ternyata Riko itu kerja nggak sekolah.
"Aku nggak sekolah kok, setelah lulus SMP aku milih kerja daripada sekolah". Ujar Riko santai.
Kania pun menoleh ke arah Riko karena heran dengan dirinya.
"Memangnya kenapa kok nggak nglanjutin sekolah dan milih kerja". Tanya Kania penasaran.
"Ya malas aja pinginnya kerja dan nggak mau nglanjutin sekolah karena udah malas mikir" jawab Riko sambil senyum-senyum ke arah Kania.
Kania pun memutar malas bola matanya.
"Dasar anehhh masak mikir pelajaran pun malas, memangnya yang nggak bikin malas itu mikirin apa." Sewot Kania karena gemes sama jawaban Riko.
__ADS_1
"Mikirin kamu lahh". Riko pun mengedipkan matanya ke Kania dan Kania pun merasa sanggat malu sekali dengan jawaban Riko sampai-sampai pipinya pun memerah seperti udang rebus.
"Aku tuh bawaannya mikirin kamu terus" Riko pun menggoda Kania.
"Apaan sihhh" jawab Kania yang sedikit cemberut tapi dalam hatinya pun dia senyum-senyum sendiri.
"Kania, aku serius mau ngomong sesuatu ke kamu" ucap Riko yang sedikit membuatnya tegang.
"Ngomong lahh kalau mau ngomong ya tinggal ngomong aja". Jawab Kania jutek.
"Sebenarnya aku mencintai kamu Kania waktu kita masih SMP tapi aku dulu nggak suka yang namanya pacaran dan setelah aku lulus dan kerja pun aku selalu mikirin kamu. Sampai-sampai aku ngambil nomor kamu di Facebook kamu" Riko pun memberanikan diri mengutarakan perasaannya.
Kania pun terkejut dengan apa yang Riko ucapkan dia dulunya memang jatuh cinta pada Riko namun karena Riko tak meresponnya pun akhirnya Kania tak menghiraukan Riko lagi.
"Kamu mau kan Kania jadi pacarku". Ucap Riko lagi sambil memegang tangan Kania dan menatap mata Kania.
Kania pun terdiam dengan sikap Riko dia merasa sanggat malu sekali karena Riko mengutarakan cinta kepadanya. Kania bingung mau jawab apa saat itu. Kalau dia jawab iyha kalau dia mau jadi pacarnya rasanya malu tapi kalau nggak menjawab dia juga mencintainya.
Lalu Riko pun mengeluarkan setangkai bunga Mawar merah dan memberikannya kepada Kania.
Riko pun tersenyum gembira karena Kania menerima bunga dari tangannya itu .
"Kamu menerima bunga dariku berarti itu tandanya kamu mau menerima cintaku Kania" tanya Riko memastikan jawaban Kania.
Lalu pun Kania menganggukkan kepala dan tersenyum kepada Riko.
"Yesss akhirnya" ucap Riko sambil mengayunkan kedua tangannya kebelakang tanda sebuah keberhasilan untuknya hari ini.
Kania pun masih terlihat malu-malu kucing karena sudah resmi berpacaran dengan Riko.
Setelah itu Riko pun mengajak makan Kania karena langit sudah mulai gelap dan mereka pun bergegas menuju Rumah Makan.
"Kita makan dulu aja ya, kamu mau makan apa" tanya Riko ke Kania.
"Makan apa aja boleh" jawab Kania.
__ADS_1
"Kita makan di lamongan itu gimana, mau nggak" tanya Riko sambil menoleh ke arah warung lamongan.
Kania pun mengangguk dan Riko pun bergegas masuk ke warung lamongan dan memesan makanan.
"Kamu mau makan sama apa" tawar Riko
"Ayam goreng aja dehh sama minumnya es jeruk aja" pinta Kania.
Riko pun memesankan 2 porsi ayam goreng dan juga 2 es jeruk untuk dirinya juga. Mereka pun duduk di meja sambil menunggu pesanannya datang dan mengobrol dengan Kania.
"Ohh ya nanti kamu kemalaman nggak kalau kita makan dulu. Nanti orangtuamu nyariin kamu nggak. Kamu kirim pesan dulu deh sama Bapak atau Ibumu" Riko yang sedikit takut kalau nanti Kania di marahin oleh orangtuanya kalau pulang kemalaman.
"Ya nggak mungkin dicariin lah, orangtuaku aja nggak serumah. Aku cuma dirumah sama Kakek dan Nenekku" ucap Kania yang masih malas mendengarkan Riko menyebut orangtuanya.
"Lhoo kok gitu memangnya kemana orangtuamu" tanya Riko penasaran.
"Dia di Semarang tinggal di Rumah orangtua Bapakku karena Bapakku kerja disana" jawab Kania.
Belum sempat membalas ucapan Kania pun pelayan warung tersebut datang.
"Ini mas pesanannya" Pelayan itu pun menyajikan 2 porsi ayam goreng dan juga 2 es jeruk di Meja yang Kania dan Riko tempati.
"Ohh iyha makasih mbak" ujar Riko.
"Yaudah di Makan dulu makanannya nanti keburu malam" ujar Riko kepada Kania.
Mereka pun lalu makan makanannya itu. Melihat Kania yang makan agak sedikit belepotan dan ada nasi di sudut bibirnya Riko pun tersenyum dan membersihkan nasi yang ada di sudut bibir Kania dengan tangannya.
"Kalau makan pelan-pelan aja sayang, lihat ini sampai kemana-mana kan nasinya" kata Riko sambil membersihkan Nasi di sudut bibinya itu.
Kania pun merasa sangat malu dan jantungnya pun berdetak kencang karena sikap manis Riko sambil memanggilnya dengan sebutan sayang.
"Aduhhh jantungku rasanya hampir mau copot" Batin Kania yang kini pipinya yang mulai merah merona karena sikap sang pacarnya itu.
Riko pun tersenyum melihat ekspresi Kania yang menahan malu karena sikapnya itu.
__ADS_1