
Kini Kania dan juga Riko berniat untuk pergi memilih gaun untuk pernikahannya nanti. Setelah mereka beristirahat dan hari masih siang mereka memilih untuk segera pergi ke Rumah yang akan meriasnya nanti mumpung mereka free tidak ada kegiatan.
"Bu kita ijin pergi mau lihat gaun pengantin dulu". Ujar Riko
"Iyha Nak Riko pergi sekarang aja mumpung masih siang takutnya nanti ke sore an". Kata Bu Fatma ibunya Kania.
"Ya sudah kalau gitu kita pergi dulu Bu". Pamit Riko dan Kania lalu menyalami Ibunya.
Mereka berdua pun berangkat menuju Rumah MUA yang di pilih oleh Kania itu. Jaraknya yang di tempuh tidak lumayan jauh karena Rumahnya hanya sebelah Desa Kania. Tak lama pun akhirnya mereka sampai.
Tok..
Tokk..
Tokkk..
"Permisi". Ucap Kania dan juga Riko.
"Iyhaa. Silahkan masuk aja". Sahut suara perempuan yang ada di dalam.
Dan ternyata itu adalah suara pemilik Rumah sekaligus orang yang akan merias Kania nanti saat menikah. Maya nama juru rias yang di minta untuk make over Kania nanti. Mbak Maya yang kelihatan sedang sibuk memilih gaun untuk pilihan Kania nanti yang nampak jelas dari pintu. Kania dan Riko pun lalu masuk ke Dalam karena sudah di sambut dan di tunggu oleh mbak Maya.
"Ehh Kania sini. Kamu mau pilih gaun yang mana dan warna apa, coba di lihat-lihat dulu mana salah satu dari gaunnya ini yang kamu suka". Ujar mbak Maya sambil mengajak Kania memilih gaun yang telah di pasang di menequen dan sebagian ada di dalam lemari kaca.
"Kania lihat-lihat dulu ya mbak gaunnya. Soalnya Kania bingung banyak sekali pilihannya". Ujar Kania tersenyum ke arah mbak maya sambil mengaruk-garuk kepalanya karena bingung.
"Boleh, Kamu pilih saja dulu nggak usah buru-buru nanti takutnya kecewa lagi sama pilihannya kalau buru-buru". Ujar Mbak Maya.
"Heheheh iyha deh mbak". Ujar Kania tertawa kecil menangapi ucapan mbak Maya.
Kania pun tengah sibuk dan juga bingung saat memilih gaun mana yang pas untuk dirinya nanti. Riko juga ikut memilih warna yang pas di kulit Kania.
"Sayang gimana kalau yang ini saja. Pasti nanti kamu nampak cantik dan elegan". Ujar Riko sambil menunjuk gaun pengantin Warna hue blue dengan desain ball gowns.
__ADS_1
"Yang ini juga cocok buat Kania dan warnanya juga sangat cocok di Gunakan untuk segala konsep pernikahan. Maupun di luar ruangan atau pun di dalam Ruangan, gimana Kania minat nggak sama gaunnya yang ini". Tawar mbak Maya.
"Boleh Mbak yang ini. Boleh saya coba pakai dulu". Pinta Kania.
"Ya harus di coba dong kalau nggak di coba gimana mbak bisa ngepasin gaunnya dengan badan kamu". Ujar Mbak Maya sambil tertawa.
"Hehehehe. Yaudah Kania coba dulu ya mbak". Ujar Kania.
Kania pun lalu menuju Ruang ganti untuk mencoba gaun pengantin yang di pilih oleh Riko calon suaminya itu. Dengan warna hue blue dan dengan desain ball gowns. Kania pun akhirnya keluar dari Ruang ganti dan sudah memakai gaun pengantin yang di pilih tadi. Dia nampak anggun sekali sampai-sampai membuat Riko terpesona melihat Kania.
"Kamu nampak cantik dan anggun sekali sayang". Ujar Riko sambil membuka lebar matanya melihat pesona Kania.
"Wahh warnanya pas sekali dengan kamu Kania. Apa lagi nanti di make up pasti kamu terlihat cantik sekali seperti Ratu". Ujar Mbak Maya yang juga memuji Kania.
"Masak sih mbak. Jadi malu aku di bilang seperti itu". Ujar Kania yang menahan malu mendengar Riko dan Mbak maya memujinya sampai pipinya pun memerah.
"Mbak Maya Kania di make up sekarang juga boleh". Ujar Riko yang tak sabar melihat dengan hasilnya Kania di make up nanti.
"Aduhh sakit tau kok malah di cubit sih sayang. Kan aku udah nggak sabar pingin segera duduk di pelaminan bersama Ratuku yang cantik ini". Ujar Riko merayu Kania dengan seribu bahasanya.
Kania pun nampak terlihat malu sekali dengan sikap Riko itu. Sampai mbak maya melihatnya tertawa sendiri.
"Sudah-sudah. Mas Riko yang sabar ya, nanti kalau sudah waktunya di make up mbak maya akan merubah Kania secantik mungkin agar nanti kamu pangling lihatnya". Kata Mbak Maya sambil mengacungkan jempolnya kepada Riko.
"Ya deh ya deh, Aku akan sabar menunggu". Ucap Riko agak manyun.
Kania hanya tersenyum sendiri melihat ekspresi wajah Riko yang tak sabar ingin melihat dirinya di make up secantik mungkin. Yang akan menjadi layaknya Ratu nanti.
"Belum di make up aja sudah nampak cantik apalagi tambah di make up behhhh pasti tambah cantik lagi". Ujar Mbak Maya.
"Ihh mbak Maya bisa aja deh ngrayunya". Ucap Kania malu-malu kucing pus meong.
"Tentu saja cantik mbak. Kalau nggak cantik mana mungkin saya tergila-gila dengannya". Ujar Riko sambil menaik turunkan alisnya dan menatap ke arah calon istrinya itu.
__ADS_1
"Apaan sih". Ucap Kania sambil melirik tajam ke arah Riko dia sedikit jengkel karena di buat malu olehnya.
Tak terasa waktu pun cepat berlalu. Setelah asyik memilih gaun pengantin dan berbincang-bincang Kania dan Riko bergegas untuk pamit pulang karena hari semakin sore.
"Terima kasih atas waktunya ya mbak Maya. Kita pamit mau pulang dulu". Ucap Kania pamit kepada Mbak Maya.
"Iyha sama-sama, hati-hati ya". Ucap mbak Maya.
Mereka pun lalu berlalu untuk segera pulang karena hari sudah sore. Setelah sampai di Rumah Kania pun bergegas masuk ke dalam dan ingin segera merebahkan tubuhnya di Kursi Ruang tamu.
"Ya ampun sedapnya. Lelah sekali rasanya". Ujar Kania sambil mengelus lembut perutnya.
"Mau aku pijit sayang. Biar agak enakan" Tawar Riko.
"Boleh kalau kamu nggak keberatan". Ucap Kania.
Riko pun lalu memijit Kaki dan juga tangan Kania. Namun tiba-tiba saja dia ingat suatu dan langsung saja dia menepuk jidatnya.
"Astaga kenapa Aku sampai lupa gini sihh"..ujar Kania lalu Kania pun langsung duduk mencari ponselnya.
"Lupa apa sih sayang". Tanya Riko yang Panik melihat tingkah Kania.
"Aku lupa ngabarin Linda. Kalau kita mau menikah." Ucap Kania langsung membuka ponselnya dan mencari kontak Linda sahabatnya itu.
Kini Linda memang sudah lama kerja di luar Kota karena setelah dia lulus sekolah dia memutuskan untuk merantau dan bekerja di luar kota. Walaupun sebenarnya Linda udah dengar Kabar kalau Kania tengah hamil tapi dia belum tau kalau Kania sahabatnya itu akan menikah.
"Linda.?? Linda siapa maksud kamu". Tanya Riko yang penasaran karena sebelumnya dia belum tahu tentang Linda.
"Linda itu sahabatku , Rumahnya deket Sini kok tapi dia kerja di Luar Kota sekarang. Ya sudah aku kirim pesan untuk Linda dulu aja. Siapa tau dia lagi kerja. Kalau aku kirim pesan kan nanti setelah pulang kerja dia pasti baca". Ujar Kania lalu mulai mengetik pesan untuk Linda sahabatnya itu.
(Linda, Aku lupa ngabarin Kamu. Tanggal 30 Desember nanti Aku akan menikah. Aku harap kamu Nanti bisa pulang ya. Maaf juga ngabarinya mendadak) sambil memberi emoticon sedih
Kania pun lalu mengirim pesan tersebut dan centang 2 tapi belum di baca. Pikirnya Linda mungkin masih sibuk kerja, dia berniat setelah Linda membalas pesannya nanti Kania akan menelfon Linda aja agar lebih jelas
__ADS_1