
Bu Dewi kini berada di Rumah sambil leha leha duduk di Sofa ruang tamu sambil memainkan ponselnya.
Namun tiba tiba saja dia dikejutkan dengan notif masuk dari Mbanking miliknya dan ternyata ehh ternyata dia mendapatkan transferan uang sejumlah Rp 2.000.000..
"Astaga.. sih Bella yakin beneran transfer uangnya. OMG.." bentuk mulut Bu Dewi mengangga membentuk huruf O. Melihat Bella bener bener mentransfer uang untuk dirinya..
Klunting..
(Bu sudah aku transfer ya tips buat Ibu seperti yang aku janjikan).
Suara ponselnya berdering lagi dan kali ini bunyi pesan WhatsAp masuk. Dan ternyata itu pesan dari Bella. Bu Dewi tak menunggu lama langsung membuka pesan dari Bella dan membalas pesan kepada si Bella.
(Terima kasih ya calon menantu idaman Ibu)
Pesan balasan Bu Dewi untuk Bella dan Bu Dewi pun langsung mengirim pesannya untuk Bella..
(Itu nggak seberapa Bu. Kalau Ibu bisa membuat Riko kembali lagi denganku. Bella bisa memberikan lebih bahkan apapun yang Ibu inginkan akan Bella berikan)
Balas Bella lagi..
Mata Bu Dewi pun langsung berbinar mendengar balasan Bella kepada dirinya. Dia pun sampai membayangkan jika nanti Bella benar benar menjadi menantunya dia akan menjadi orang yang sangat beruntung pastinya.
Tokk..tokk..tokk... Suara ketukan pintu itu membuyarkan lamunan Bu Dewi alhasil membuatnya sangat geram sekali karena menganggu dirinya yang tengah berkhayal serta membayangkan yang belum tentu akan beneran terjadi.
"Aduhh siapa sih yang ngetuk pintu. Ganggu orang saja". Cerocos Bu Dewi lalu berdiri menuju pintuk depan Rumah dan melihat siapa yang datang. Karena Bu Dewi mengunci pintu Rumahnya.
"Iyhaa tunggu sebentar". Teriak Bu Dewi yang masih berjalan menuju pintu.
Ceklekkk suara pintu di buka oleh Bu Dewi. Dan ternyata Riko, Kania dan kedua orang tuanya yang datang.
"Tumben Bu pintunya di kunci. Biasanya juga kalau Ibu di dalam pintu rumah selalu terbuka". Cerocos Riko yang agak heran.
"Ya suka suka Ibu dong. Lagian cuaca panas sengaja Ibu tutup pintu sambil nyalain AC agar AC nya terasa dingin". Ucap Bu Dewi..
__ADS_1
"Ayo Pak Bu silahkan masuk ke dalam". Ajak Riko kepada kedua mertuanya itu.
"Baik Nak". Ucap Ibu dan Bapak serentak..
Riko, Kania dan orang tua Kania masuk ke dalam Rumah sesuai permintaan Riko. Bu Dewi yang menatap meraka masuk ke dalam rumahnya merasa sangat geram sekali karena dia tak berkata sama sekali bahkan tak mengijinkannya masuk.
"Mas aku duduk di ruang tamu aja sambil nemenin Bapak dan juga Ibu". Ucap Kania yang tiba tiba menghentikan langkahnya saat Riko hendak mengantarnya ke Kamarnya.
"Tapi sayang. Kamu nggak ingin istirahat dulu, tadi dokter kan suruh kamu istirahat dan nggak boleh kecapean". Ucap Riko yang sangat memanjakan istrinya itu.
"Iyha Kania kamu istirahat di Kamar saja. Biar Bapak dan Ibu duduk disini dan istirahat sebentar lepas itu baru kami pulang". Ucap Bapak.
"Kania nggak papa kok Pak. Lagian Kania masih kangen sama Bapak dan Ibu. Kania masih ingin menemani Bapak dan Ibu dulu disini". Pinta Kania.
"Ya sudah kalau begitu kamu boleh duduk disini dulu sayang tapi jangan sampai kecapean ya. Kalau capek kamu langsung istirahat di kamar saja". Ucap Riko..
"Mas bikinin minum dulu ya sayang untuk Bapak dan Ibu". Timpal Riko lagi.
"Iyha mas terima kasih". Ujar Kania sambil tersenyum ke arah suaminya itu.
"Riko.. kok orang tuanya Kania ikut kesini sih ngapain nggak langsung pulang saja. Bikin boros saja datang kesini. Itu kamu bikin minum apa, kasih saja mereka air putih. Mereka kan orang susah mungkin minumnya dengan air putih saja". Ucap Ibunya tanpa rasa bersalah sama sekali dengan ucapannya itu.
"Bu.. ibu kenapa bicaranya seperti itu. Mereka kan Mertua Riko dan juga besan Ibu. Seharusnya Ibu tu bersikap baik dengan besan Ibu bukan malah seperti ini. Dah lahh Ibu kalau nggak mau menerima mereka datang kesini Riko harap Ibu jangan bersikap ketus kepada mertua Riko". Ucap Riko jengkel lalu meninggalkan Ibunya di dapur sambil membawa 4 gelas jus orange dan membawanya keluar.
"Ini Pak Bu minumnya. Di minum dulu agar terasa seger setelah lelah perjalanan dari rumah ke Rumah sakit dan balik ke Sini lagi". Ucap Riko sambil tertawa kecil memancing pembicaraan dengan kedua mertuanya itu.
"Kamu ini ya. Kayak perjalanan dari mekah ke madinah aja jauhnya". Ucap Bapak sambil tertawa kecil juga membalas perkataan Riko.
"Di minum dulu Pak Bu minumannya itu spesial deh kayaknya mas Riko bikinnya" timpal Kania dan membuat mereka tertawa dan membuat Riko suaminya tersipu malu.
"Kamu ada ada aja deh sayang. Kan mas jadi malu kan". Ucap Riko dengan tersipu malu.
"Ibu coba dulu ya minumannya. Katanya kan buatnya kan spesial nih.". Ucap Ibu tambah mengoda Riko sambil meminumnya.
__ADS_1
"Emm. Enak juga pas rasanya nggak asam ngak manis". Ucap Ibu sambil tersenyum.
"Masa sih Bu. Coba Bapak minum juga". Timpal Bapak
"Iyha Riko pas minuman buatan kamu. Pandai juga ya kamu buat jusnya". Ucap Bapak sambil tersenyum
Mereka berlarut dalam suasana bahagia setelah mereka beberapa hari tak jumpa. Kania tampak bahagia sekali dengan kehadiran kedua orang tuanya di sini. Terlihat dari wajah dan juga senyumanya dia yang terpancar dari wajahnya dia sangat happy sekali dengan suasana seperti ini. Lain halnya dengan Ibu Dewi mertuanya...
"Dasar keluarga alay keluarga kampungan. Kaya nggak pernah minum jus orange aja. Minuman seperti itu udah ngerasa paling enak. Maklum lah orang susah biasanya juga minum air putih ini malah minum jus orange pasti menurut mereka ya nikmat sekali pastinya". Suara Bu Dewi ngedumel di balik pintu dapur mengintip anak dan besannya itu yang lagi bercanda ria.
Tak terasa hari sudah agak gelap Bapak dan Ibu pun bergegas ingin segera pulang karena takut kemalama dan mereka pun berpamit ingin segera pulang.
"Kania Riko. Bapak dan Ibu pulang dulu ya. Kamu istirahat jangan lupa jaga kesehatan jangan kelelahan. Ingat jaga kandungan kamu jangan sampai kejadian hari ini terulang lagi. Nanti kalau sudah sembuh jangan lupa ya main ke Rumah Ibu". Ucap Ibu yang sebenarnya masih ingin bersama Kania.
"Sebenarnya Kania masih pingin deket sama Bapak dan Ibu tapi Kania takut nanti kemalaman perjalanannya juga lumayan jauh juga.". Ujar Kania yang terlihat sedikit sedih ketika orang tuanya hendak pulang.
"Udah sayang kasihan Bapak dan Ibu nanti kemalaman. Mas janji nanti kalau kamu sudah membaik mas juga libur kerja kita nginep di Rumah ibu deh". Ucap Riko yang mengerti perasaan istrinya itu.
"Tuhh Riko juga sudah bilang mau nginep di Rumah Ibu kan. Yaudah Bapak sama Ibu mau pulang dulu ya. Ohh iyha Bu Dewi kemana Riko kok nggak nampak dari tadi". Ucap Ibu yang merasa aneh dengan sikap besannya itu.
"Riko panggilin dulu ya Bu". Ucap Riko dan berlalu memanggil Ibunya.
"Bu. Itu orang tua Kania mau pulang Ibu temuin sebentar lah. Masak dari tadi besannya datang tapi Ibu malah di Kamar terus". Ucap Riko membujuk Ibunya.
Ibunya nampak kesal namun dia terpaksa keluar menemui Besannya itu agar tak nampak jeleknya.
"Ehh Besan mau pulang sekarang ya. Maaf ya tadi nggak nemenin ngobrol soalnya lagi nggak enak badan". Ucap Bu Dewi berdusta
"Iyha nggak papa kok Bu Besan. Kami pamit pulang dulu ya Besan. Titip Kania juga ya selama dia disini". Ucap Ibu Fatma kepada besanya.
"Iyha Bu Besan tenang saja. Hati hati dijalannya ya Bu Pak besan." Ucap Bu Dewi
"Iyha Bu besan pamit dulu ya. Kania Riko Bapak dan Ibu pulang dulu ya". Ucap Ibu Fatma lagi Kania dan Riko pun menyalami kedua orang tuanya.
__ADS_1
Bapak dan Ibu pun lalu menaiki motornya dan berjalan pulang.