
Ini lah Hari spesial yang telah di nanti-nanti Riko dan juga Kania. Tepat tanggal 30 Desember dimana mereka berdua menyatukan cintanya dengan ikatan pernikahan yang akan mereka selengarakan pada Hari ini.
"Cantiknya sahabatku ini. Semoga menjadi istri yang patuh pada suami dan semoga pernikahan kalian menjadi keluarga yang sakinah mawadah dan warohmah. Aminn. Selamat ya Kania Aku ikut bahagia seperti yang sedang kamu rasakan saat ini". Ujar Linda sahabatnya yang berdiri di belakang Kania yang tengah duduk di Meja Rias.
Kania yang tak menyadari kedatangan linda sahabatnya itu seketika langsung terkejut melihat kehadiran Linda di belakangnya.
"Lindaaa..". Ujarnya langsung berdiri dan memeluk sahabatnya itu.
"Makasih atas Doanya dan terima kasih sekali kamu udah hadir di acara pernikahanku ini sampai bela-belain pulang dari luar kota". Ujar Kania yang terharu karena merasa bahagia sekali karena sahabatnya itu Hadir di hari yang sangat spesial buat dirinya.
"Pasti lah Aku usahakan pulang. Masak sahabatku Nikah aku nggak datang. Nangis nanti kamu pasti kalau aku nggak datang". Ujar Linda tersenyum kepada Kania dan Kania pun Ikut tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca.
Ketika mereka tengah berbincang dan bersenda gurau tiba-tiba saja Kania dan Linda di kejutkan dengan kedatangan mbak Maya.
"Kania". Panggil Mbak Maya terburu-buru dan masuk membuat mereka kaget.
"Penghulunya sudah menunggu namun kenapa juga Calon suami kamu belum datang??". Tanya Mbak Maya heran.
"Haa.. ini udah jam setengah 8 lho mbak masak Riko belum datang seharusnya sudah datang kan ijab Qabul nya jam 08.00". Ujar Kania cemas dan bingung.
Kania mulai cemas dan bingung harus bagaimana sedangkan Riko dari tadi juga tak menghubunginya. Dia pikir karena Riko sudah on the way.
"Coba di telfon dulu saja". Ujar Linda sahabatnya memberi saran.
"Benar.. mungkin aku coba menghubungi dia dulu siapa tahu dia bisa di hubungi karena dari tadi dia tak menghubungiku". Ujar Kania.
Kania pun lalu bergegas mencari ponselnya dan segera mencoba menghubungi kontak Riko sekarang.
Drett..
Drettt..
__ADS_1
Dretttt..
Bunyi panggilan dan berdering. Namun Kania mencoba menelfon sampai 5x namun hasilnya nihil..
"Tetap saja tak ada jawaban. Dimana Riko sekarang kenapa susah sekali di hubungi". Ujar Kania yang mulai cemas dan panik memikirkan calon suaminya itu.
"Kalau gitu lebih baik kita tunggu sebentar lagi siapa tahu dia dan keluarganya masih di jalan atau nggak masih siap-siap". Ujar Mbak Maya mencoba menenangkan Kania.
**
Berbeda suasana yang tengah di rasakan oleh keluarga Kania yang merasa bahagia. Lain hal nya dengan keluarga Riko yang kini malah Ibunya marah tak jelas.
"Riko kurangi uang mahar yang ingin kamu berikan itu. Percuma nanti, uang kamu habis kamu berikan kepada dia malah di pakai buat foya-foya lagi". Ujar Ibunya yang berpikir negatif kepada Kania.
"Sudah lah Bu. Ini nggak seberapa kok. Biarlah uangnya mau di pakai untuk apa Kania nanti Bu. Itu nanti sudah jadi hak Kania". Ucap Riko menjelaskan sebaik mungkin agar Ibunya mengerti.
"Ohh.. ya sudah kalau itu mau Kamu, kamu pergi saja dengan yang lain Ibu nggak mau ikut". Ujar Ibu merajuk
"Bu cukup Bu cukup kamu siksa Batin dan juga tenaga Riko untuk mencukupi dan menuruti kemauan kamu itu. Riko sudah memiliki istri dan wajib bagi Riko nanti menafkahinya atau bahkan memberi semua gajinya kepada istrinya itu dan Ibu sudah tak ada hak lagi mengurusi gaji Riko". Ujar Bapak geram tak tahan lagi dengan sikap egois istrinya itu.
"Ya sudah kalau Ibu nggak mau ikut terserah Ibu. Tak ada yang bisa menghalangi Riko untuk merubah pikiranku saat ini. Riko sebentar lagi akan menikahi Kania dan Kania akan menjadi tanggung jawab Riko yang wajib Riko bahagiakan." Ucap Riko tegas pada Ibunya.
Riko pun mengambil jasnya dan berjalan keluar meninggalkan Ayah dan Ibunya dan mengajak yang lainnya berangkat menuju Rumah Kania karena Ijab Qabul sudah hampir di mulai sebentar lagi.
"Lihat apa yang telah Ibu perbuat. Sudahlah Bu ikhlaskan dan restui Riko menikahi wanita pilihannya. Biarkan Riko bahagia dengan pilihannya sendiri. Karena cinta nggak bisa di paksakan.!!". Ucap suaminya.
"Sekarang terserah Ibu. Ibu mau ikut mendampingi anak kita menikah atau tetap stay di Rumah. Ayah mau nyusul Riko sekarang, terserah Ibu mau ikut atau nggak. Ijab Qabul Kania dan Riko sebentar lagi akan di mulai". Ucap Ayah dan berjalan menuju mobil untuk menyusul Riko.
"Okk baiklahh Ibu akan Ikut". Ujar Ibu sambil berjalan mengikuti langkah suaminya menuju mobil dengan wajah yang masah dan juga cemberut.
Riko pun telah sampai di Kediaman Kania dan turun dari Mobil bersama rombongannya yang lain. Dengan membawa beberapa seserahan dan barang lainnya. Ketika Riko dan Rombongan hendak masuk mobil Ayahnya pun datang dan memberhentikan langkah Riko dan yang lainnya.
__ADS_1
"Riko tunggu Ayah dan Ibumu. Jangan masuk sendiri tanpa orang tuamu".
Pinta Ayah di dalam mobil lalu orang tuanya pun turun berdiri di samping Riko dan segera masuk ke dalam bersama rombongannya itu.
Kania yang kini masih saja cemas menunggu calon suaminya datang. Sambil mondar mandir di Kamarnya dan masih saya mencoba menghubungi Riko namun tetap saja tak diangkat. Rupanya Riko tak sadar kalau ponselnya tertinggal di Dalam Kamarnya.
"Kania bersiap sekarang calon mempelai laki-lakinya sudah datang dan ijab Qobul akan segera di laksanakan". Ucap Mbak Maya yang tiba-tiba datang mengagetkan Kania .
"Alhamdulillah akhirnya datang juga. Ya sudah mbak ayo kita keluar sekarang". Ucap Kania lega.
Kini Kania pun berjalan keluar menuju tempat ia akan melaksanakan Ijab Qobul. Kania pun berjalan dan menahan malu karena semua mata tertuju kepadanya. Riko pun terpana melihat kecantikan Kania seperti Ratu hari ini. Sampai Riko tak berkedip pun melihat kecantikan Kania. Kini Kania pun duduk di samping Riko di depan penghulu yang siap akan menikahkan mereka berdua.
"Dengan saudara Riko apakah saudara sudah siap untuk melaksanakan ijab Qabul sekarang". Tanya Bapak penghulu.
"Siap Pak" Ucap Riko lantang namun tetap saja terlihat grogi.
"Mari berjabat tangan dengan saya" Pintanya dan Riko pun lalu berjabat tangan dengan penghulunya.
"Saya Nikahkan dan saya Kawinkan Riko dengan Kania almahira binti Sigit dengan mas kawin seperangkat alat sholat di Bayar tunai". Ucap Pak penghulu..
"Saya terima nikahnya Kania Almahira binti Sigit dengan mas kawin tersebut di bayar tunai". Ucap Riko dengan lantang dan juga dengan satu kali tarik napas.
"Sahh para saksi".
"Sahhhhhhh" sahut para saksi.
Kini Kania dan Riko pun telah resmi menjadi suami istri. Kania pun lalu berjabat tangan dengan Riko sambil mencium punggung tangan Riko dengan lembut dan Riko pun mencium kening Kania dengan penuh cinta. Mereka pun kini telah mendapatkan buku nikah dan juga telah menandatanganinya.
"Selamat Kalian berdua telah resmi menjadi suami dan istri sah di mata agama dan juga Negara". Ucap Pak penghulunya.
"Terima Kasih Pak". Ucap Kania dan juga Riko bersamaan.
__ADS_1