Derita Gadis Yang Lara

Derita Gadis Yang Lara
BAB 61


__ADS_3

Riko tiba tiba terbangun dari tidurnya. Dia kebingungan karena melihat Bella tidur di sampingnya dengan selimut yang menyelimuti tubuhnya. Entah apa yang telah terjadi dengan dia dan Bella tiba tiba saja dia sudah berada di sebuah hotel. Riko sudah tak ingat lagi apa yang telah terjadi dengan dirinya.


"Kenapa Aku tiba tiba ada di sini". Ucap Riko kaget dan segera membenahi dirinya. 


Namun Bella masih tertidur pulas di ranjang itu.


"Bella bangun Bella. Apa yang tengah terjadi dengan kita barusan. Kenapa tiba tiba kita bisa ada di Hotel." Teriak Riko sontak saja membangunka Bella yang tadinya tertidur pulas. Namun dia bersikap santai seolah olah tak terjadi apa apa.


"Aduh Riko jam berapa ini. Kamu ngagetin aku aja deh". Ucap Bella tanpa rasa bersalah.


"Kenapa kita bisa ada di sini". Teriak Riko lagi membuat Bella langsung terbangun dari tidurnya dan duduk di ranjang sambil menutupi tubuhnya dengan selimut.


"Riko apa kamu lupa sehabis kamu ngajak minum alkohol kamu ngajak aku untuk pergi kesini. Kamu terlalu banyak minum mungkin sehingga kamu lupa gini". Ucap Bella berdusta.


"Nggak.. nggak mungkin. Kamu pasti berbohong, ini semua pasti akalan kamu kan Bel". Ucap Riko dengan rasa bersalh telah melakukan hal tersebut bersama Bella.


"Ck.. Riko mana mungkin aku seperti itu. Ini semua kemauan kamu sendiri, kamu yang ngajak aku duluan". Ucap Bella agar membuat Riko percaya.


"Ashhh sudah lah. Mana ponselku, pasti Kania bingung mencariku sampai jam segini aku belum pulang juga". Ucap Riko yang mulai mencoba ingat dengan Kania istrinya.


"Nihh ponselmu". Bella menyerahkan ponsel Riko.


Riko langsung saja mengecek ponselnya apakah ada pesan atau telfon dari Kania. Ternyata banyak sekali telfon dan pesan dari Kania.


"Astaga Kania". Ucap Riko kaget dan segera memakai sepatunya dan bergegas untuk segera pergi.


"Riko kamu mau pergi kemana. Jangan tinggalin aku sendirian". Ucap Bella mencoba mencegah Riko. Namun Riko tetap kekeh untuk segera pergi dari Hotel itu.


"Aku mau ke Rumah sakit. Istriku melahirkan". Ucap Riko datar dan berlalu meninggalkan Bella begitu saja.


"Riko. Tunggu Riko kamu jangan pergi. Kamu jangan seenaknya gini dong sama Aku. Rikoo"  teriak Bella kencang namun tak di hiraukan Riko sama sekali.


"Brengsek. Ini semua gara gara perempuan itu, lihat saja tak akam ku biarkan kamu merasakan kebahagiaan. Lihat saja nanti pembalasanku". Ucap Bella meluapkan kekesalannya sambil meremas seprei ranjang tersebut.

__ADS_1


***


Riko bergegas untuk segera cepat melajukan jalannya. Karena motornya di bawa oleh suruhan Bella, Riko memesan Taxi online. Nasib baik tak lama kemudia Taxi yang dia pesan pun datang.


"Pak jalan ke Rumah sakit Permata sekarang ya". Ucap Riko kepada sopir Taxi itu.


"Baik Mas". Sahut sopir Taxi itu.


Riko yang mulai merasakan cemas campur khawatir dengan keadaan Kania dia sampai tak sabaran ingin segera sampai ke Rumah sakit.


"Pak agak ngebut ya jalannya. Soalnya istri saya melahirkan". Pinta Riko kepadq Sopir Taxi itu.


"Baik Mas. Kalau itu mau kamu". Sopir Taxi itu mengiyakan.


(Kenapa Aku sebodoh ini. Aku sampai melewatkan masa yang telah Aku nantikan selama ini. Hanya karena Aku 


Mementingkan waktuku bersama Bella. Tuhan bodoh kali Aku)


Ucap Riko di dalam hatinya merasakan kekecewaan yang mendalam sampai dia mencabik keras Rambutnya sendiri untuk meluapkan kekecewaanya dan emosinya.


"Itu dia Kania". Ucap Riko ketika dia melihat Kania berada di dalam Ruang persalinan.


"Sayang gimana keadaan kamu sekarang. Dimana bayi kita". Ucap Riko dengan khawatir dan bingung.


Kania bersyukur sekali sikap Riko sudah mulai melunak lagi dengannya. Dia mulai perhatian lagi dengannya. Sampai sampai membuat dirinya tercengang melihat perubahan yang ada pada suaminya kali ini.


"Alhamdulillah baik kok Mas. Ada kok bayi kita, tuh lagi di gendong sama Bu Wida". Tunjuk Kania mengarah ke kursi pojokan yang ada di dekat Pintu.


"Bu Wida. Kok bisa ada Bu Wida di sini". Tanya Riko bingung dan langsung menoleh ke arah Bu Wida.


"Iyha Mas. Bu Wida dan Pak Seno lah yang menolong Aku sampai ke Rumah Sakit. Dan mereka lah yang menunggu Aku melahirkan sampai sekarang ini". Ucap Kania dengan jujur.


"Astaga. Maafka Mas ya Kania sedari tadi Mas nggak tau kalau kamu menelfon dan Mas nggak pegang Ponsel sama sekali". Ucap Riko.

__ADS_1


Bu Wida lalu menghampiri Riko dan menyerahkan bayinya ke gendongan Riko. Agar Riko bisa melihat jelas bayi mungil itu.


"Ini Riko anak Kamu. Dia sangat cantik sekali seperti Ibunya". Ucap Bu Wida.


"Cantiknya Ayah. Maafin Ayah ya sayang, di saat kamu baru keluar melihat Dunia ini


 Ayah nggak ada di samping Kamu, Ayah menyesal sekali Nak". Ucap Riko dengan penuh penyesalan sekali. sambil mencium lembut kening dan pipi bayi mungil itu.


Kania dan Bu Wida tersenyum bahagia melihat pemandangan ini. Kania dan Bu Wida bersyukur sekali setelah lahirnya anak mereka sikap Riko menjadi lunak lagi tak seperti yang kemarin selalu dingin kepada Kania. Semoga saja Riko benar benar berubah menjadi Ayah yang baik untuk Bayinya dan juga istrinya.


"Kania kalau begitu Ibu pamit pulang dulu ya. Kan sudah ada suami kamu yang menemani. Soalnya Dini di Rumah sendirian, takutnya kelamaan Ibu tinggal nyariin nanti". Pamit Bu Wida kepada Kania.


"Iyha Bu Wida. Sekali lagi saya terima kasih sekali kepada Bu Wida dan Pak Seno. Saya berhutang budi sekali kepada Ibu dan Bapak. Kania tak tahu lagi akan jadi seperti apa Kania tadi kalau tidak ada Ibu dan Bapak yang menolong Kania. Sekali lagi terima kasih sekali Pak Bu". Ucap Kania sambil mengenggam erat tangan Bu Wida karena merasa berhutang budi sekali kepadanya.


"Sama sama Kania. Sudah jangan seperti itu lagi. Jika kamu butuh bantuan Ibu jangan sungkan kepada Kami. Kami siap membantu kamu kok. Kami ikhlas membantu kamu kok Kania, Ibu sudah menganggap kamu seperti anak sendiri". Ujar Bu Wida dengan tulus sekali.


"Iyha Kania jika kamu butuh apa apa jangan sungkan ya kepada Kami. Anggap saja Kami ino seperti orang tua kamu sendiri ya". Sahut Pak Seno.


"Sekali lagi terima kasih banyak Pak Bu". Ucap Kania sekali lagi.


"Iyha sama sama. Kalau gitu kami pamit pulang dulu ya. Besok kalau waktu Ibu sudah luang pasti Ibu akan jenguk kamu lagi sama anak yang cantik satu ini". Ucap Bu Wida sambil mencium pipi mungil bayi Kania.


"Pak Bu terima kasih ya sudah membantu istri saya. Kalau tidak ada Ibu dan Bapak saya tidak tahu lagi gimana dengan Kania dan anak saya" ucap Riko ikut berterima Kasih


"Iyha sama sama. Ibu pesan sama kamu jaga baik baik anak dan istri kamu Riko sayangi mereka berdua. Jangan sampai hal ini terulang lagi. Prioritaskan anak dan istrimu dulu dari yang lainnya". Ucap Bu Wida.


"Iyha Bu Pasti". Jawab Riko


"Ya sudah kita pamit dulu ya Kania Riko".


Ucap Pak Seno.


"Iyha Pak Bu hati hati di jalan ya". Sahut Riko dan Kania.

__ADS_1


Pak Seno dan Bu Wida pun pulang tinggal mereka bertiga di Ruang persalinan tersebut. Mereka meluapkan kebahagian yang mereka tunggu tunggu saat ini. Menanti kehadiran sang buah hati lahir di Dunia ini dengan keadaan selamat tanpa kekurangan satu apa pun.


__ADS_2