
2 bulan pun telah berlalu. Tepat Hari ini adalah tanggal biasanya Kania menstruasi akan tetapi udah 2 bulan Kania juga tak menstruasi. Biasanya dia kalau menstruasi tidak teratur terkadang sebulan sekali dan terkadang 2 bulan sekali. Namun ini sudah jatuh tanggal pun tak juga dia menstruasi.
"Astaga kenapa udah 2 bulan tak kunjung menstruasi juga atau jangan-jangan. Nggak-nggak tidak mungkin kalau aku hamil." Ujarnya sambil ketakutan.
Kania juga merasakan perutnya bagian bawah tidak enak dan ia pun bergegas mengambil ponselnya dan menghubungi Riko.
(Kamu bisa antarkan aku ke Klinik nggak . Perutku nggak rasanya nggak enak)
Kania mengirim pesan ke Riko.
(Bisa sayang. Aku ijin sama atasanku dulu lepas itu aku tunggu kamu di Kosan temenku yang kemarin aja)
Balas Riko.
Kania pun bergegas memakai seragam sekolanya namun dia tidak masuk sekolah namun dia tetap memakai seragam agar di kira sekolah oleh Neneknya.
"Kania berangkat sekolah dulu Nek" sambil menyalami tangan Neneknya.
"Kok tumben jam 08.00 baru berangkat" ucap Neneknya
"Iyha nek soalnya hari ini guru-guru lagi Rapat dan di suruh datang jam 8" ucap Kania berdusta.
"Yaudah kalau gitu hati-hati berangkatnya" ucap Nenek. Kania pun hanya menganggukkan kepalanya dan berangkat begitu saja.
Kania pun akhirnya sampai di Kosan temannya Riko yang kemarin ia datangi bersama Riko.
"Kenapa dengan perutmu sayang" Ucap Riko sambil mengelus perut Kania.
"Udah 2 bulan aku nggak menstruasi dan perutku ini rasanya sakit nggak sakit nggak gitu terus" Ucap Kania yang menahan sakit perutnya.
"Yaudah Kamu ganti baju dulu nggak mungkin kita ke klinik pakai seragam. Kamu bawa baju ganti kan.?" Tanya Riko.
"Bawa kok di dalam tas" ujar Kania.
"Yaudah kamu masuk ke dalam dan ganti bajumu dulu". Pinta Riko
Kania pun masuk ke dalam Kosan temannya itu dan menganti bajunya setelah beberapa menit pun akhirnya Kania keluar dan sudah mengganti bajunya.
"Kita priksa ke Klinik atau dimana sayang" tanya Riko.
"Ke Klinik aja" pinta Kania.
Mereka pun akhirnya sampai ke Klinik.
__ADS_1
"Ayo kita masuk berdua saja aku takut". Pinta Kania
"Yaudah kalau gitu ayoo"Ucap Riko.
Kania pun mengambil nomor antrian dan mengantri menunggu nomor antriannya dipanggil.
Setelah beberapa menit Kania pun di panggil dan masuk ke Ruang periksa.
"Gimana mbak. Yang di rasakan apa" Tanya dokternya.
"Ini Bu saya ngresa perut saya yang bagian bawah ini kadang sakit kadang sembut kadang sakit lagi. Seperti itu terus dari tadi pagi dok". Ucap Kania.
"Mmmmm terakhir datang bulan kapan?". Tanya dokter.
"Sudah 2 bulan ini saya belum datang bulan dok". Ucap Kania sambil gemetar.
"Sudah 2 bulan".
Ucap Dokter terkejut lalu menyuruh Kania merebahkan badannya ke Ranjang pasien.
Perut bawah Kania pun di Periksa dan sedikit di tekan dan di Raba.
"Ini udah ada janinnya mbak" Ucap Dokternya
"Iyha ini udah terasa nihh janinnya". Ucap dokter itu sambil memencet lagi perut Kania bagian Bawah.
"Jadi beneran hamil Dok". Sahut Riko tekejut.
"Iyha mas beneran hamil. Memangnya nggak ditespek dulu ya kemarin sebelum kesini kan udah telat 2 bulan datang bulannya" Ucap Dokternya.
"Nggak Dok kan biasanya kalau datang bulan kandang saya nggak teratur". Ucap Kania.
Dokternya pun lalu duduk dan menulis resep untuk kandungan Kania dan memberi Kania Buku KIA untuk periksa kandungannya.
"Ini resepnya Nanti di ambil Di Farmasi ya mas" ucap Dokter
Riko pun menerima resep yang di berikan oleh dokter itu.
"Terima kasih Dok". Ucap Riko.
Kania pun lalu turun dari Ranjang dan menuju ke Farmasi untuk mengambil resep obatnya itu. Setelah beberapa menit menunggu obatnya pun lalu di Berikan dan mereka berdua pun akhirnya pulang namun kembali ke Kosan temannya itu lagi.
Mereka pun sampai di Kosan temannya Riko itu dan mereka pun masuk ke Dalam.
__ADS_1
"Gimana ini. Aku beneran hamil" ucap Kania sambil menangis.
"Kamu tenang sayang aku akan bertanggung jawab. Kamu jangan nangis gini dong bikin aku tambah pusing ini". Ucap Riko sambil mengaruk-garuk kepalanya.
"Trus gimana dengan orangtuaku kalau tahu aku hamil kek gini. Bakal jadi apa aku nanti kalau orangtuaku tau kalau aku hamil duluan". Ucap Kania yang memarahi Riko.
"Ini semua gara-gara perbuatan kamu Riko". Ucap Kania menangis di pelukan Riko.
Riko yang sebenarnya juga takut dengan Bapaknya Kania. Tajut nanti jika dia memarahi Kania dan juga dirinya. Namun Riko akan tetap bertanggungjawab dengan perbuatannya itu.
"Kamu tenangkan dirimu dulu. Kita akan cari jalan keluarnya"ucap Riko santai.
"Gimana caranya. Atau kita gugurkan saja kamdungan ini, Akuu nggak mau kedua orangtuaku marah nanti. Apa lagi Ibu juga tak menyukaiku kan". Bentak Kania.
"Kamu jangan bodoh Kania. Kamu tetep harus jaga kandunganmu itu, Aku akan menikahimu apapun rintangannya akan aku lakukan sayang". Ucap Riko sambil memeluk Kania dan menenangkannya.
Kania masih terus saja menangis dan menyesali perbuatannya itu. Karena di sisi lain dia ingin bersama Riko tak mau kehilangannya namun di Sisi lain dia juga masih ingin sekolah.
"Terus bagaimana dengan sekolahku. Mana mungkin aku terus menyembunyikan perutku ini yang semakin lama akan semakin membesar" Ucap Kania sesenggukan.
"Gini aja Kamu berhenti sekolah aja. Setelah kita Nikah nanti dan kamu sudah melahirkan kamu bisa melanjutkan sekolah lagi dengan cara kejar paket C". Ucap Riko
"Apa.!! Kerjad Paket C. Sama saja aku tak bisa mendapatkan ijazah Yang bertulisankan SMK favoritku". Ujar kania.
"Terus mau bagaimana lagi. Kamu kalau masih ingin sekolah perutmu semakin lama semakin membesar. Mana mungkin kamu bisa menyembunyikanya. Nggak mungkin bisa sayang". Ujar Riko
Kania pun menangis sambil mengacak kasar rambutnya. Dia sedang frustasi sekali saat ini karen perbuatannya .
"Yaudag kalau gitu aku gugurin aja kandungan ini". Ucap Kania menatap tajam Riko.
"Stop Kania kamu jangan gila. Kalau kamu gugurin kandunganmu itu sama saja kamu membunuh nyawa seseorang ditambah lagi bisa membahayakan nyawamu sendiri. Nggak aku nggak setuju". Ucap Riko dengan penuh penekanan.
"Aku pusing Riko mikirin ini semua.". Ucap Kania sambil menarik rambutnya sendiri.
"Jalan satu-satunya ya ini. Kita harus ngomong sama orangtua kita yang sejujurnya kalau kamu sudah hamil. Dan lalu kita menikah. Kamu yakin sama aku pasti orangtua mau nggak mau akan merestui hubungan kita". Ucap Riko
Kania pun lalu berpikir..
"Pasti orangtuaku akan marah nanti". Ujar Kania memelas.
"Kita jalani bersama-sama mau orangtuamu marah ngamuk sekalipun kita harus lewati berdua. Demi cinta kita dan janin yang ada dikandunganmu itu" Ucap Riko sambil memeluk Kania.
Kania pun mulai terdiam dan menghapus air matanya..
__ADS_1