
"Sudah sayang jangan terlalu di pikirkan omongan dokter tadi. Kita masih punya waktu 3 bulan lagi untuk mengejar agar berat badan calon anak kita naik". Ucap Riko menyemangati istrinya.
"Tapi Mas tetap saja Aku khawatir takut kenapa napa dengan calon anak kita". Ucap Kania dengan mata berkaca kaca ketika dia duduk di depan Farmasi untuk mengambil vitamin untuk kandungannya.
"Kamu percaya sama Mas ya. Semua akan baik baik saja, ada mas yang selalu ada di samping kamu". Ucap Riko menguatkan istrinya yang saat ini merasa terpuruk sambil mengenggam erat jemari istrinya.
Kania hanya menganggukkan kepalanya sambil bersandar di dada bidang milik suaminya itu .
"Atas nama Bu Kania". Panggil salah satu petugas Farmasi tersebut.
"Iyha mbak". Ucap Riko yang menjawab lalu ia berdiri untuk mengambil vitamin yang di berikan oleh Dokter yang mengecek kandungan Kania tersebut.
"Aturan minumnya sudah tertera di dalam kemasan obatnya ya Pak". Ucap salah satu petugas farmasi itu.
"Iyha mbak. Terima kasih". Ucap Riko lalu menghampiri istrinya dan mengajaknya untuk segera pulang. Takutnya Kania semakin kepikiran kalau kelamaan berada di Rumah sakit.
"Ayo sayang kita pulang sekarang. Mas lihat kamu masih saja memikirkan omongan dokter tadi. Lebih baik kamu istirahat di Rumah saja ya". Ajak Riko kepada istrinya.
"Baik Mas". Jawab Kania.
Riko dan Kania lalu memutuskan untuk segera pulang karena sudah malam agar Kania bisa segera beristirahat. Takutnya nanti istrinya kelelahan lagian dia pakai motor nggak baik pulang kemalaman takutnya kena angin bisa demam nantinya.
"Sayang kamu nggak ingin beli sesuatu.?? Makanan atau apa gitu". Tawar Riko ketika sampai di tengah perjalanan yang banyak penjual aneka makanan di pinggir jalan.
"Mas Aku ingin makan getuk lindri itu boleh". Pinta Kania sambil menunjuk gerobak yang jual getuk lindri.
"Tentu boleh sayang . Apa yang Kamu suka Mas akan belikan". Jawab Riko yang langsung garcep.
"Kita ketepi jalan dulu ya beli getuk lindri". Sahut Riko lagi.
"Iyha Mas". Ucap Kania senang karena suaminya mau menuruti dia yang lagi ngidam getuk lindri.
Mereka pun memakirkan sepedanya di tepi jalan di depan gerobak yang jual getuk lindri tersebut .
"Mas beli getuk lindrinya 4 bungkus". Pinta Riko kepada Masnya yang jual getuk lindri
"Siap Mas. Di tunggu bentar ya". Sahut Mas penjualnya.
"Ok". Sahut Riko.
Kini Riko dan Kania menunggu Abangnya yang jual getuk lindri buatin pesenan mereka. Untung saja lapaknya nggak begitu ramai jadi bisa agak cepat tanpa harus mengantri.
__ADS_1
"Ini Mas pesenannya. Totalnya Rp20.000 ya". Ucap Mas penjual getuk lindri.
"Ini mas uangnya. Terima Kasih". Ucap Riko membayar dan mengambil pesenannya itu.
Setelah selesai membeli dan membayar pesenannya mereka lalu melanjutkan perjalanannya pulang ke Rumah.
Kurang lebih 30 menit mereka pun sampai di Rumah lalu mereka masuk ke dalam Rumah dan makan getuk lindrik yang mereka beli tadi di Ruang tamu
"Kamu makan dulu sayang getuk lindri yang 2 biar aku kasih ke Ayah sama Ibu dulu di Kamar". Perintah Riko kepada Istrinya.
"Iyha Mas. Kamu kasih ke Ayah dan Ibu dulu aja. Aku makannya nunggu Kamu". Ucap Kania.
"Ok kalau gitu. Aku pergi ke Kamar Ayah bentar ya". Ucap Riko.
Kania menganggukkan kepalanya dan dia menunggu sambil duduk memainkan ponselnya di Ruang tamu.
"Ayo sayang kita makan. Lepas itu kita istirahat di Kamar, lagian besok mas juga masih kerja". Ucap Riko.
Riko membukakan bungkus getuk lindri yang ingin mereka makan dan menyuapkan kepada istrinya.
"Gimana sayang. Enak nggak?" Tanya Riko.
"Enak banget ini Mas. Aku ingin makan lagi". Ucap Kania dan langsung mencomot getuk lindrinya dan memakannya dengan lahap sekali.
Riko yang melihat tingkah istrinya hanya tersenyum bahagia mengamati Kania yang memakannya dengan lahap.
"Habisin semua aja kalau enak sayang". Ucap Riko sambil membersihkan sudut bibir Kania yang tertempel oleh parutan kelapa getuk lindri itu.
"Makannya pelan pelan dong sayang. Lihat nih sampai cemot semua kan. Habisin aja semua aku nggak minta kok". Ucap Riko
Kania makan dengan Rakus sekali. Mungkin karena efek dia yang lagi ngidam. Kania pun memakan getuk lindri 2 bungkus sampai habis tak tersisa sama sekali.
"Alhamdulillah udah kenyang aku mas". Ucap Kania sambil membersihkan mulutnya dengan.
"Hahahah. Kamu ini kayak orang nggak makan seminggu aja deh sayang.". Ucap Riko sambil menertawakan Istrinya.
"Ihh. Apa sih Mas, biarin lah kan aku makannya nggak sendirian. Kan sama dedek bayi yang di dalam perut juga kan". Ucap Kania sambil cemberut.
"Iyha iyha. Gitu aja ngambek". Ucap Riko sambil mencolek hidung istrinya.
"Kita ke Kamar sekarang yuk sayang. Mas udah agak ngantuk". Ajak Riko.
__ADS_1
"Iyha Mas tapi Aku minum vitaminnya dulu ya yang buat malam hari". Ucap Kania.
"Ohh iyha mas sampai lupa. Ya udah kamu minum dulu habis itu kita ke Kamar". Ucap Riko.
Setelah Kania minum vitaminnya mereka lalu pergi masuk ke Kamarnya dan mereka pun baring di atas ranjang. Tiba tiba saja Riko menanyakan sesuatu yang membuat Kania terkejut sampai bingung harus menjawab sejujurnya atau tidak.
"Sayang Mas boleh tanya sesuatu ke Kamu nggak?". Tanya Riko dengan serius
"Tanya apa Mas tanya Aja". Jawab Kania.
"Selama kamu di Rumah ini dan ketika Mas lagi kerja nggak ada di Rumah Ibu perlakukan Kamu dengan baik nggak.?" Tanya Riko kepada Istrinya penasaran.
"Memangnya kenapa Mas.?? Kok tiba tiba kamu bicara seperti itu?". Tanya Kania bingung.
"Mas cuma ingin tahu aja sih sayang. Selama di sini kamu pola makannya seperti waktu di Rumah Ibu kamu kan. Ibu nggak ada larang larang kamu?". Ucap Riko menjelaskan.
Kania hanya terdiam lalu menatap dinding langit yang tepat berada di atasnya. Dia ingin sekali jujur kepada suaminya tentang perlakuan Ibu mertuanya selama suaminya kerja. Namun di sisi lain dia takut kalau Ibu mertuanya memarahinya. Terpaksa kali ini Kania berbohong dan menutupi semuanya.
"Emmm.. Ibu memperlakukan aku dengan baik kok mas. Dan pola makanku juga sama. Ibu tak melarang aku untuk memakan apapun yang ada di Rumah ini". Ucap Kania berdusta.
"Kamu mengatakan ini dengan sejujurnya kan.??" Dedes Riko lagi.
"Iyha mas aku nggak bohong. Memangnya kenapa kok aneh tiba tiba kamu tanya seperti ini". Tanya Kania yang penasaran.
"Aku takut aja kalau Ibu memperlakukan Kamu dengan tidak baik. Kamu tahu sendiri kan kalau bicara Ibu aja seperti itu. Mas takut kalau ditambah perlakuan Ibu nggak baik sama kamu. Bisa membuat kamu tak nyaman bahkan bisa membahayakan kandungan kamu". Ucap Riko yang mulai curiga dengan sikap Ibunya.
"Udah kamu jangan berpikir seperti itu mas. Aku tau kok sebenarnya Ibu itu orangnya baik, cuma cara ngomongnya aja seperti itu". Jawab Kania.
"Aku harap kamu bisa memaklumi sikap dan perilaku Ibu ya sayang". Ucap Riko sambil menantap lembut mata dan wajah istrinya.
"Iyha Mas. Ya udah kita tidur, besok kamu kan juga kerja. Takutnya nanti kamu kesiangan bangunnya". Ucap Kania sambil tersenyum
"Terima kasih ya sayang". Ucap Riko sambip mengecup lembut kening istrinya.
"Iyha mas". Sahut Kania sambil tersenyum dan mencoba membendung air matanya agar tak menetes di pipinya.
Riko pun lalu memejamkan matanya namun Kania belum memejamkan matanya. Dia masih terlarut dalam pikirannya sendiri.
(Maafin aku ya Mas. Aku bohong sama Kamu aku nggak berbicara yang sejujurnya. Makasih telah menyayangi aku dengan tulus. Walaupun sikap Ibumu seperti itu, aku akan mencoba tahan dengan perlakuan Ibumu Mas) ucap Kania di dalam Hatinya.
Kania pun lalu mencoba memejamkan matanya dan tidur . Agar besok dia tak bangun kesiangan, sebelum Ibu mertuanya bangun.
__ADS_1