
Bella yang masih di dalam mobil melihat kalau Riko keluar Rumah mengendarai motornya. Dia langsung bergegas mengikuti Riko dadi belakang.
"Bu ibu langsung bergegas ke Rumah aja sekarang mumpung Eko belum balik..sekarang giliran Ibu yang memergokinya. Bella mau kejar Riko sekarang Bu. Keburu jauh". Ucap Bella kepada Bu Dewi.
"Ok lah kalau begitu. Ibu turun dan pergi ke Rumah sekarang". Jawab Bu Dewi.
Bu Dewi kemudian turun dari mobil dan berjalan menuju ke arah Rumahnya.
"Ini semua gara gara kamu Eko. Suaminku jadi marah besar sama aku. Dia menuduhku yang nggak nggak. Pergi kamu dari sini pergi.!!" Teriak Kania mengusir Eko.
"Tenang saja Kania. Kalau suamimu marah sama kamu lalu dia menceraikanmu. Bagus lah nanti aku akan menerimamu dengan kedua tangan terbuka. Hahahah". Ucap Eko tanpa rasa malu dan bersalah sama sekali.
"Gila ya kamu.!! Jangan harap aku mau sama kamu eko. Pergi dari sani.!!" Teriaknya lagi.
"Wah..wah..wahhh.. apa apaan ini. Apa yang kamu lakukan di Rumahku Kania. Kamu menduakan Riko anakku dan lalu kamu membawa selingkuhan kamu ini ke Rumahku. Berani sekali kamu ya. Nggak tau malu kamu.!!" Ucap Bu Dewi dengan mencemooh Kania menantunya itu padahal ini semua adalah bersih rencananya dengan Bella.
"Ini semua nggak seperti yang Ibu pikirkan Bu. Percaya sama Kania. Pria ini menjebakku, aku nggak mungkin melakukan perbuatan seperti yang Ibu pikirkan. Karna aku sangat mencintai mas Riko". Ucap Kania menjelaskan yang sebenarnya.
"Alahhh. Mana ada maling ngaku. Maling ngaku penjara penuh.!! Dasar wanita murahan.!!". Ucap Bu Dewi yang tak memperdulikan perasaan Kania.
Kania terus menangis karena tak ada satu pun orang yang mempercayainya.
"Lihat Eko lihat.!!! Puas sekarang kamu melihat aku seperti ini. Apa maumu sebenarnya haa.!!". Ucap Kania yang telah murka kepada Eko.
"Ehhhh kenapa juga kamu marah marah sama selingkuhan kamu ini. Udah ketangkep basah tapi masih saja mau ngeles. Udah lanjutin aja, Ibu juga nggak perduli dan lebih baik kamu tinggalkan saja Riko. Karena aku tak sudi mempunyai menantu yang tukang selingkuh". Ucap Bu Dewi.
__ADS_1
Eko hanya terdiam saja melihat Bu Dewi mencela dan mencaci maki Kania. Karena ini adalah rencananya yang telah berjalan mulus.
"Nggak Bu akan nggak akan meninggalkan mas Riko. Karena aku bener bener nggak melakukan perbuatan itu". Ucap Kania dengan badan gemetar karena bercampur emosi dan terus saja menangis.
"Terserah.! Lihat saja nanti, kalau kamu nggak mau meninggalkan Riko biar Ibu yang menyuruh Riko untuk menalak kamu hari ini juga". Ucap Bu Dewi dengan penuh penekanan.
"Istigfar Bu istigfar. Ibu jangan bicara seperti itu. Aku lagi mengandung anaknya mas Riko. Calon cucu Ibu". Ucap Kania dengan derasnya meneteskan air mata.
"Alahhh.. Ibu jadi yakin sekarang kalau anak yang kamu kandung itu bukan anak dari benihnya Riko. Pasti anak yang kamu kandung itu benih dari pria ini kan ayoo ngaku kamu". Ucap Bu Dewi dengan menunjuk Eko.
"Itu nggak bener Bu. Anak yang aku kandung ini bener bener anak Mas Riko. Aku nggak pernah menjalin hubungan lain selain Mas Riko. Percayalah sama Kania Bu. Kania nggak bohong". Ucap Kania sampai terlihat otot lehernya menjelaskan kepada Ibu mertuanya namun hasilnya sama saja. Tak di hiraukan sama sekali oleh Ibu mertuanya itu.
"Terserah.. ibu mau rehat, kamu lanjutin aja selingkuhnya. Ibu juga nggak perduli". Ucap Bu Dewi lalu meninggalkan Kania dan juga Eko.
"Bu. Tolong percaya sama Kania Bu. Tolong bantu Kania menjelaskan kepada Mas Riko kalau ini semua salah paham". Ucap Kania menghentikan langkah Ibu mertuanya dengan bersujud di kaki mertuanya itu.
"Lepaskan dan berdiri sekarang juga kamu. Sampai kamu nangis darah sekalipun tak akan pernah merubah niat saya untuk menyuruh Riko menceraikan kamu". Ucap Bu Dewi sambil menepis kasar tangan Kania sampai Kania terjatuh. Dan lalu meninggalkan Kania begitu saja tanpa memperdulikan Kania yang jatuh padahal dia lagi hamil.
"Udah kamu nggak perlu berbuat seperti itu lagi. Biarkan saja Riko menceraikan kamu. Masih ada Aku Kania yang siap mengantikan posisi Riko". Ucap Eko yang mencoba ingin membantu Kania yang terjatuh.
"Stop. Jangan berani kamu dekati aku lagi. Pergi kamu sekarang juga". Ucap Kania yang langsung menghentikan langkah Eko yang mencoba ingin membantunya.
"Ok ok aku pergi sekarang. Tapi kamu bangun dan jangan menangis lagi. Ingat masih ada aku yang selalu di belakangmu". Ucap Eko dengan rasa percaya dirinya.
Namun tak dihiraukan sedikit pun oleh Kania. Kania saat ini merasa sangat hancur dan perih sekali hatinya. Dia hanya bisa menangis meratapi nasibnya kali ini.
__ADS_1
(Ibu, aku butuh pelukan Ibu untuk menenangkan hati Kania Bu. Kania butuh Ibu). Ucap Kania di dalam hatinya sambil menagis tiada hentinya.
Kania ingin sekali pulang ke Rumah Ibunya tapi dia tak ingin orang tuanya sedih dengan apa yang Kania derita saat ini. Dia mencoba kuat menghadapi masalahnya sendiri, tanpa ada seseorang yang ada disampingnya saat ini. Karena suaminya malah meninggalkannya. Dia lebih percaya dengan matanya saat ini ketimbang dia percaya hati nuraninya.
***
Riko kini berhenti di sebuah cafe untuk menenangkan dirinya. Dan Bella juga berhenti di Cafe tersebut setelah Riko masuk kedalam.
"Mbak pesan jus orange sama ice cream ya". Ucap Riko kepada pelayan Cafe tersebut. Sengaja Riko memesan itu karena biar bisa mendinginkan pikiran dan hatinya yang saat ini sedang panas terbakar oleh api cemburu.
"Baik mas mohon di tunggu sebentar pesanannya". Ucap pelayan itu.
Bella pun langsung beraksi menjalankan misinya lagi. Dia langsung masuk ke Dalam Cafe tersebut.
"Riko. Kok kamu disini sendirian kemana istri kamu. Bukannya ini jam pulang dari kantor ya kok tumben nggak langsung pulang ke Rumah". Basa basi Bella kepada Riko lalu duduk di kursi kosong depan Riko.
Riko yang sebenarnya malas meladeni Bella kini malah dia mempersilahkan Bella duduk di depannya.
"Aku lagi malas ke Rumah.". Ucap Riko yang kini malah mulai bercerita kepada Bella.
"Lho memangnya kenapa. Tros istri kamu gimana kamu tinggal sendirian di Rumah gitu". Ucapnya lagi seolah olah tak mengetahui apapun.
"Biar dia di Rumah bersama selingkuhannya itu. Aku pikir dia wanita setia. Namun dia sama saja dengan wanita lain". Ucap Riko dengan mata berkaca kaca.
(Hahaha mampus kamu Kania. Riko sudah mulai membencimu. Dan aku pastikan setelah ini dia akan meninggalkanmu. Hahaha) ujarnya di dalam hati.
__ADS_1
Bella saat ini bahagia dan puas sekali karena misinya berjalan dengan lancar sesuai ekspetasinya.