
Bu Dewi pun sudah siap dan menuju ke Ruang Tamu menemui suaminya dan juga Riko anaknya.
"Sudah siap Bu". Sahut Riko.
"Ya kamu lihatnya Ibu ini gimana sudah siap atau belum malah nanya lagi". Jawab Ibunya yang masih saja sinis.
"Sudah-sudah tak perlu di perpanjang lebih baik kita langsung berangkat aja. Takut kelaurga Kania nunggu kelamaan". Kata Ayah
"Betul itu Yah. Lebih baik kita berangkat sekarang aja takut yang disana nungguin". Ucap Riko.
Ayah dan Riko pun lalu membawa seserahan yang di Beli Riko tadi sore dan memasukkan barangnya itu ke dalam Mobilnya. Berhubung Riko anak orang yang agak berada dia pakai mobilnya sendiri ya guys.. nggak pinjem tetangga atau pun rental mobil.hehehehe...
Mereka pun lalu masuk ke Dalam Mobil dan Ayah yang mengemudi pun segera melajukan mobilnya dengan berhati-hati. Jarak yang ditempuh mereka menuju ke Rumah Kania cukup memakan waktu. Butuh waktu 30menit untuk sampai ke Rumah Kania.
Mereka pun sampai di Rumah Kania. Mereka pun lalu turun dari mobil dan membawa beberapa seserahan yang tadi ia bawa.
"Assalamualaikum". Salam mereka bertiga di depan Pintu.
"Walaikumsalam mari silahkan masuk". Ucap keluarga Kania.
Riko dan kedua orang tuanya pun masuk ke Dalam dan ternyata di dalam ada Bapak, Ibu, Kakek, Nenek, Paman dan juga Reno adiknya Kania.
"Silahkan duduk dulu Pak, Bu dan Riko. Beginilah kondisi Rumah Kami, maaf kalau kurang nyaman untuk Bapak dan Juga Ibu". Kata Kakek Kania.
Riko dan kedua orang tuanya pun akhirnya duduk dan meletakkan bingkisan yang mereka bawa tadi di Meja yang ada di Depannya itu.
"Disyukuri saja Pak apa yang kita miliki. Rumahnya begitu nyaman kok untuk kita". Ujar Ayah Riko.
__ADS_1
Bu Dewi yang sedari tadi hanya kipas-kipas merasa gerah karena kondisi Rumah Kania yang sangat sederhana tanpa AC berbeda dengan Rumahnya yang ada ACnya..
"Begini Bapak Ibu dan yang lainnya kedatangan kami kemari ingin melamar Kania putri Bapak untuk menjadi calon istri untuk anak saya Riko". Kata Ayah memulai pembicaraan.
"Kami sekeluarga menerima maksud kedatangan Bapak dan juga Ibu kemari. Kami selaku orangtua dan wali dari Kania hanya menjadi perantara selebihnya Kania yang menjalaninya. Dan biarkan Kania yang memetuskan jawabannya sendiri agar tidak ada paksaan dari pihak orangtua atau pihak manapun". Sahut Kakek Kania.
"Bagaimana Kania apakah kamu menerima lamaran dari Anak saya Riko yang ingin menjadikan Kamu sebagai calon istrinya dan mendapinginya". Tawar Ayahnya Riko.
Kania yang sedari tadi memperhatikan Ayahnya Riko dan juga kakeknya berbicara membuat dirinya gugup ketika Ayahnya Riko bertanya kepada dirinya.
"I.iyhaa Pak saya Kania menerima lamaran dari Riko untuk menjadi calon suami saya". Ucap Kania gugup karena grogi.
"Syukurlah sekarang Kania resmi menjadi calon istri untuk anak saya Riko.". Ujar Ayahnya Riko
"Ohh iyha Pak ini Riko membawa cincin sebagai tanda jadi kalau Kania sudah resmi menjadi Calon istri untuk Riko. Bolehkah kita adakan acara tukar cincin dulu sebagai tanda jadinya". Ujar Ayahnya Riko meminta pendapat.
"Bolehh Pak silahkann". Ucap Keluarga Kania.
"Sekarang kita masuk ke intin permasalahannya saja ya Pak Bu. Kita sudah sama-sama tahu kalau Kania sudah mengandung dan lebih baik kita segera saja nikahkan mereka berdua agar tidak lagi menimbulkan fitnah. Bukankah begitu Bapak dan juga Ibu.??". Tanya Bapaknya kania.
"Betul itu Pak. Saya setuju dengan pendapat anda sebaiknya kita segera nikahkan saja Kania dan juga Riko. Lagian kasihan juga Kania perutnya semakin lama makin membesar". Kata Ayahnya Riko.
Karena Kakeknya Kania masih menganut adat Jawa. Kakeknya Kania pun akhirnya menghitungkan weton Kania dan juga weton Riko agar bisa mendapatkan hari dan juga tanggal yang baik untuk hari pernikahan mereka. Setelah Kakeknya Kania selesai memperhitungkannya akhrinya Kakek pun mendapatkan hari dan juga tanggal yang pas untuk acara pernikahan Kania dan juga Riko.
"Setelah saya perhitungkan antara weton Kania dan juga Weton Riko ketemulah hari dan tanggal yang baik untuk acara pernikahan mereka. Yaitu hari jumat tanggal 30 Desember akhir tahun ini". Ucap Kakeknya Kania.
Dan ternyata hari ini adalah tanggal 20 Desember. Ternyata Kurang 1 minggu lagi mereka mengadakan acara pernikahannya itu.
__ADS_1
"Baiklah Kek. Kita masih ada waktu 1 minggu lagi untuk mempersiapkan acara pernikahan Riko dan juga Kania". Ujar Ayahnya Riko.
"Semoga acaranya nanti berjalan dengan lancar tidak ada halangan satu apapun". Ucap Bapaknya Kania berharap.
"Ini tidak ada tambahan lagi atau keluarga Bapak ada yang mau ditanyakan lagi soal hari atau pun tanggalnya." Tanya Kakeknya Kania.
"Ohhh tidak Pak saya setuju dan ikut saja dengan adat kelaurga sini. Semoga nanti acaranya berjalan dengan lancar". Ujar Ayahnya Riko
"Ya sudah kalau begitu. Di minum dulu Pak Bu minuman dan hidangannya. Bisanya cuma menyediakan seperti ini saja". Kata Bapaknya Kania.
Mereka pun lalu menikmati hidangan yang telah disediakan oleh keluarganya Kania itu. Namun lain halnya dengan Ibu Dewi Ibunya Riko yang sedari tadi hanya terdiam sambil kipas-kipas karena Ibunya Riko ternyata menahan ingin segera keluar dari Rumah Kania itu karena baginya Rumahnya seperti gubug di dekat Sawah. Terasa sangat panas sekali.
****
"Ayo Yah pulang gih Ibu sudah tak tahan di Sini lanas sekali rasanya. Ibu sampai keringetan nggak tahan sama panasnya". Bisik Ibu kepada Ayah.
Ayah pun hanya menganggukkan kepalanya.
Setelah menikmati hindangannya agak lama Riko dan orangtuanya pun berpamitan untuk pulang. Namun lain halnya dengan Riko dan Kania yang saling melirik satu sama lain karena hari itu adalah hari yang baik untuk mereka berdua karena sebentar lagi mereka akan segera menikah dan tidak ada yang memisahkan mereka lagi.
"Berhubung sudah malam kami sekelurga ijin pamit untuk pulang ya Pak Bu dan juga semuanya . Terima kasih atas hidangan yang diberikan dan terima kasih juga telah menerima kedatangan kami sekeluarga dengan baik". Ujar Ayah Riko lalu berpamitan pulang.
"Sama-sama Pak terima kasih juga kami sekeluarga ucapkan karena telah menepati janji dan telah mempertanggung jawabkan semuanya". Ucap Bapaknya Kania.
"Itu sudah seharusnya anak saya lakukan Pak. Kalau begitu saya sekelurga Pamit pulang dulu. Permisi asalamualaikum". Ayah berpamitan.
"Walaikumsalam hati-hati di jalan Pak Bu". Ujar yang lain menjawab salam.
__ADS_1
Riko yang masih saja melirik Kania karena dia sudah tidak sabar lagi ingin segera bersama disamping Kania setiap hari dan setiap saat. Lalu Riko dan orangtuanya pun masuk ke Mobil dan bergegas pulang keluaraga Kania yang masih setia menunggu mobilnya Riko keluar dari perkarangan Rumah sampai tak terlihat baru mereka bubar.
Aduhhh bucinnya Riko....