Derita Gadis Yang Lara

Derita Gadis Yang Lara
BAB 37


__ADS_3

Pagi ini Riko berniat untuk mengajak Kania pindah ke Rumah orang tuannya. Mau gimana pun kini Kania sudah menjadi istrinya dan dia harus ikut kemana pun Riko tinggal. Karena Riko tak ingin menjadi beban keluarga Kania lalu ia pun berniat membawanya ke Rumah orang tuanya.


"Sayang hari ini kita pindah ke Rumah orang tuaku saja ya". Ucap Riko membujuk istrinya.


"Memangnya harus hari ini juga mas??". Tanya Kania terkejut.


"Mau kapan lagi sayang. Besok cuti ku sudah habis dan aku harus kembali kerja lagi. Gimana kamu nggak keberatan kan tinggal di Rumah orang tuaku dulu". Ucap Riko yang penuh harap Kania akan mengikutinya.


"Tapi mas aku takut". Ucap Kania merunduk sayu.


"Apa yang membuatmu takut sayang.?? Ada aku yang melindungimu kamu jangan khawatir". Ucap Riko meyakinkan istrinya.


"Bagaimana kalau Ibumu tak bisa menerima kehadiranku nanti". Jawab Kania khawatir.


"Kamu tenang saja sayang. Nanti aku akan bicara dengan Ibuku agar bisa menerimamu dengan Baik. Mau gimana pun sekarang kamu telah menjadi istriku dan tentunya menjadi anak Ibuku juga". Ujar Riko.


"Baiklah mas. Jika itu mau kamu aku sebagai istri wajib untuk menuruti apa kemauanmu". Ujar Kania yang sebenarnya tak yakin Ibu mertuanya akan menerimanya dengan Baik..


"Ya sudah kalau gitu kita kemasi sebagian baju dan barangmu dulu ya sayang. Kita akan segera ke Rumah orang tuaku". Pinta Riko


Kania dan Riko pun menuju kamarnya untuk mengemasi pakaian dan barang lainnya yang ingin Kania bawa. Setelah selesai mengemasi pakaian dan juga barangnya Kania mencari Orang tua, kakek dan Neneknya untuk pamitan.


"Ibuu.." panggil Kania yang berjalan ke Arah Dapur.


"Iyha ada apa Kania. Ibu lagi siapin sarapan ini". Sahut Ibunya.


"Bu Kania hari ini akan pindah ke Rumah orang tuannya mas Riko, dan Kania sudah selesai mengemasi barang yang Kania akan bawa". Ucap Kania dengan raut wajah yang sedih.


"Apa harus secepat ini kamu pindah ke Rumah mertua kamu". Tanya Ibunya 


"Iyha Bu. Mau gimana lagi Mas Riko besok sudah mulai kerja karena cutinya dah habis. Lagian tempat kerjanya lebih dekat dari Rumah Ibunya. Ya sudah Kania ikut aja lah Bu". Ucap Kania 


"Ya sudah, jaga diri kamu baik-baik disana ingat kamu lagi mengandung jangan terlalu capek" ucap Ibu menasehati.


"Kania ke Depan dulu Bu. Mau lihat mas Riko dah siap atau belum". Ujar Kania.


"Ajak suamimu sarapan dulu baru kalian boleh pulang". Pinta Ibunya 

__ADS_1


"Baik Bu" jawab Kania.


Kania memanggil suaminya untuk mengajaknya sarapan bersama atas perintah Ibunya. Tenyata suaminya sudah siap sedari tadi menunggu Kania di Ruang tamu.


"Mas. Sebaiknya kita sarapan dulu, kasihan Ibu sudah capek-capek masak". Ajak Kania.


"Baiklah ayo kita sarapan dulu". Jawab Riko dan bangkit dari tempat duduknya.


Mereka pun menuju Dapur dan duduk di meja makan.  Makanannya pun telah disajikan oleh Ibunya Kania.


"Ayo sarapan dulu. Ibu sudah siapkan sarapannya". Ajak Ibu bersemangat.


"Iyha Bu. Terima kasih". Jawab Riko .


Mereka pun lalu duduk dan menyantap sarapan yang telah di siapkan oleh Ibunya itu. Setelah mereka selesai sarapan mereka bergegas duduk di Ruang tamu.


"Riko Ibu ijinkan kamu bawa Kania. Tapi Ibu minta kamu jaga Kania ya. Lindungi Kania jangan biarkan Kania kecapean karena dia lagi mengandung. " Ucap Ibunya yang sebenarnya tak ingin di tinggalkan oleh Kania.


"Pasti Bu Riko akan menjaga Kania sebaik mungkin. Kami pamit berangkat dulu ya Bu, salam sama Bapak dan yang lainnya" Ucap Riko sambil mengecup punggung tangan Ibu mertuanya.


"Iyha Nak hati-hati ya jaga diri dan kandunganmu baik-baik". Ucap ibu sedih.


Mereka pun lalu berangkat dan menuju Rumah orang tua Riko dengan mengendari sepeda motor. Di sepanjang perjalanan Kania merasa sedih sekali sudah meninggalkan keluarganya. Namun mau gimana pun dia harus patuh dan ikut kemana suaminya mengajaknya. 


Kini mereka pun sampai di Kediaman orangtua Riko dan Riko pun menjinjing barang yang mereka bawa dan mengajak Kania untuk masuk.


"Assalamualaikum Bu Riko pulang". Salam Riko dan lalu masuk ke dalam Rumah.


"Walaikumsalam salam. Masuk Riko Ibu sudah menunggu kepulanganmu". Sahut Ibunya dan menghampiri Riko. 


Namun pandangan Ibunya pun berubah jadi kesal setelah melihat ternyata Riko membawa Kania pulang.


"Lhoo..lhoo.. kamu bawa dia kesini juga Riko". Tanya Ibunya dengan raut wajah kesal.


"Ya iyha lah Bu. Kan sekarang Kania sudah jadi istri Riko. Kania juga berhak dong tinggal disini bersama Riko". Ucap Riko dengan mengulas senyumnya.


"Haaaaa.." mulut Ibunya mengangga.

__ADS_1


"Ayo sayang kita ke Kamar beresin barang bawaan Kamu" Ajak Riko tak menghiraukan Ibunya.


"Iyhaa mas". Ucap Kania gugup dan takut.


(Riko ini apa-apaan sih kok malah ngajak dia kesini. Nambah beban keluarga aja) gerutu Ibunya di dalam hati.


Setelah selesai membereskan barang yang mereka bawa tadi. Riko meminta ijin kepada istrinya itu untuk pergi ke Kantor mengantar beberapa Berkas yang terbawa oleh Riko. 


"Sayang aku pergi ke Kantor sebentar ya soalnya ada berkas yang aku bawa dan ternyata digunakan untuk hari ini. Ngak papa kan aku tinggal sebentar. Lagian ada Ibu di Rumah jadi kamu nggak kesepian". Ucap Riko pada istrinya.


"Tapi mas. Kamu janji jangan lama-lama ya". Ucap Kania yang sebenarnya tak rela di tinggal di Rumah bersama Ibu mertuanya.


"Iyha sayang. Cuma sebentar kok. Yaudah mas tinggal dulu. Kamu istirahat aja di Kamar kalau capek". Ucap Riko


"Iyha mas". Ucap Kania lalu mencium punggung tangan suaminya.


Ibunya yang sedang duduk di Sofa mengetahui Riko yang mau pergi pun langsung bergegas menuju Kamar Riko. 


Ceklekkk..


Ibu Dewi pun membuka pintu kamar Riko dan membuat Kania kaget dengan kedatangan Ibu mertuanya itu.


"Ada apa ya Bu." Tanya Kania gugup.


"Ada apa ada apa, enak sekali kamu ya pagi gini udah nengkreng di atas Ranjang. Lagi hamil bukannya banyak gerak malah malas-malasan. Sana bersihkan Rumah dan masak buat makan nanti siang". Perintah Ibu mertuanya dengan kesal.


"Baik Bu Kania akan bersihkan Rumah dan masak". Ucap Kania terburu-buru.


Kania lalu mengambil sapu dan mulai membersihkan Rumah. Ibu Dewi yang duduk di Sofa berlagak seperti Nyonya itu pun dengan sengaja mengotori lantai dengan kulit kacang yang dia makan.


"Nyapu yang bersih dong. Nggak lihat ini banyak sampah kulit di sini". Ujarnya dengan puas sekali


"Iyha Bu. Ini Kania juga lagi sapu kok". Ucapnya sambil menyapu kulit kacang yang di buang mertuanya sembarangan.


(Ya tuhan belum genap sehari di sini saja sikap Ibu seperti ini gimana kedepannya apa aku sanggup seperti ini) gumamnya di dalam hati 


Ibu Mertuanya puas sekali dengan apa yang dia perbuat Ke Kania hari ini. Dia tak menyiksa fisik saja melainkan hati Kania juga.

__ADS_1


__ADS_2