Derita Gadis Yang Lara

Derita Gadis Yang Lara
BAB 17


__ADS_3

Mereka berdua pun masuk ke Dalam lalu Riko pun menutup pintu dan menguncinya. Kania merasa takut dan deg-degan entah apa maksud Riko mengajaknya kesini. Kania duduk di Sudut Kasur dan meremas kuat sepreinya Riko pun lalu menghampiri Kania dan duduk di sebalahnya.


"Aku mencintaimu Kania aku tak ingin jauh-jauh lagi darimu aku ingin kamu disisiku terus Kania" Ucap Riko sambil mengelus kepala Kania dan menatap tajam wajah Kania.


Kania sedikit menghindar dan mencoba menjauh dari Riko namun Riko langsung memeluk Kania.


"Jangan menjauhiku sayang. Aku mencintaimu aku tidak perduli orangtua kita yang tak merestui hubungan kita sayang". Ucap lembut Riko lalu mencium kening Kania.


"Aku juga mencintaimu Riko aku nggak ingin jauh darimu" Ucap Kania lalu mengeratkan Pelukannya.


Mereka pun kini telah kehilangan akalnya sampai-sampai mereka berbuat yang tidak sepantasnya. Karena cinta yang membutakan segalanya.


"Riko Aku takut Riko" ucap Kania gugup


"Tenang sayang Aku akan bertanggung jawab dengan perbuatanku ini nanti". Ujar Riko.


"Riko aku takut kalau aku hamil nantinya jika kita melakukan hal ini Riko". Ucap Kania


"Aku akan menikahimu nanti sayang. Dengan cara ini lah kita bisa bersatu dan orangtua kita merestui kita. Ucap Riko meyakinkan Kania


Akhirnya mereka berdua pun tengah dimabuk asmara . Dan telah melakukannya dengan penuh cinta dan dengan cara mereka berdua


"Aaahhhh sakit sekali pelan-pelan". Ucap Kania yang menahan kesakitan.


"Tahannn sayang tahannn. Rasakan saja kenikmatannya" ucap Riko yang sudah mulai memanas


"Ahhhh..ahhh.ahhhhh" Kania yang menahan kesakitan yang dibuat oleh Riko.


Riko pun telah meluapkan hasratnya dan telah menyatukan cintanya dengan Kania. Kania pun sampai terlena dengan perbuatan yang mereka lakukan.


"Terima Kasih sayang, telah memberikannya untukku. Dengan ini aku tidak akan pernah meninggalkanmu." Ucap Riko dengan penuh cinta.


Kania pun mengiyakan apa yang Riko ucapkan karena itu dilakukan atas dasar mereka sendiri yang saling mencintai. Namun Kania masih saja terdiam karena sedikit takut dengan perbuatannya ini.


"Sayang apa kamu baik-baik saja" Ucap Riko karena Kania tak menghiraukan ucapan Riko.


"Baik, tapi masih sakit dan badanku terasa masih lemas sekali" . Ucapnya yang hampir tak berdaya.


Riko pun lalu memungut pakaiannya dan pakaian Kania lalu memakainya..


"Sayang, pakailah seragammu" pinta Riko dan memberikan pakaiannya Kania lalu Kaniaa pun mengenakan seragamnya walau badanya masih terasa lemas.


Mereka pun akhirnya merapikan pakaiannya dan bergegas untuk pulang ke Rumah karena hari sudah gelap. Kini Kania pulang kemalaman lagi. .

__ADS_1


"Kemana Kania udah jam segini kenapa belum pulang. Coba kamu hubungi lagi". Pinta Bapaknya kepada Ibunya.


Kali ini kedua orangtuanya pulang lagi ke Rumah dan Kania kebetulan juga pulangnya kemalaman lagi pasti bakalan kena marah lagi sama Bapaknya.


"Tetap saja nggak diangkat Pak" ujar Ibunya lalu memberika ponselnya ke Bapak lagi.


"Pasti dia sekarang lagi sama laki-laki itu lagi. Bener-bener anak itu nggak bisa dibilangin sekarang" Ujar Bapaknya kesal.


Kania yang tengah menaiki motornya pun tiba-tiba berhenti mengecek ponselnya.


"Haaa ternyata Bapak dari tadi nelfon sampai 10x. Apa jangan-jangan Bapak ada diRumah". Ucap Kania.


"Kok tiba-tiba berhenti kenapa" jawab Riko penasaran.


"Bapakku telfon dari tadi ternyata. sampai 10x aku yakin pasti mereka di Rumah" ujar Kania merasa agak takut.


"Yaudah kalau gitu ayoo segera pulang" jawab Riko.


Dan mereka pun lalu melajukan motornya.


Setelah beberapa menit Kania sampai di Depan Rumah kali ini dia tak mengijinkan Riko mengantarnya karena Kania takut Riko di marahi oleh Bapaknya lagi. Setelah Kania mematikan motornya dan ingin membuka pintu tapi malah pintunya sudah di Buka oleh Bapaknya terlebih dahulu..


"Dari mana saja kamu Kania. Kamu sudah berapa kali pulang larut malam begini haa.?" Teriak Bapaknya sambil matanya melotot.


Namun Bapakknya malah menghentikan dan menarik tangan Kania sampai Kania kesakitan.


"Sakit Pak pelan-pelan bisa nggak sihh". Ujar Kania sambil mengelus tangannya yang kesakitan.


"Kamu dari mana.! Kamu punya mulut nggak. Ohh atau jangan-jangan kamu habis sama laki-laki itu lagi kan.?"tanya Bapakk sambil marahh.


"Memangnya Kenapa Pak. Kania itu udah besar. Dan Kania juga butuh hiburan juga butuh main." Pekik Kania


"Kalau kamu pingin main yaudah main sana nggak usah sekolah lagi.!" Ucap Bapak.


Kania pun tak lagi menghiraukan Bapaknya dan memilih pergi menuju Kamarnya. Karena malas berdebat dengan Bapaknya. Namun ketika hendak berjalan Kania dihentikan langkahnya oleh Ibunya..


"Kania berhenti.!! Kenapa jalanmu seperti itu seperti menahan sakit". Tanya Ibu sambil memperhatikan langkah kaki Kania.


Kania pun panik ketika Ibunya ternyata memperhatikan jalannya yang memang menahan sakit di area sensitifnya itu.


"Ohh i..inii. inii tadi nggak sengaja Kania terpeleset di Kamar mandi. Dan terpelengkang sedikit makanya jalannya Kania seperti ini". Jawab Kania gugup.


"Makanya kamu itu hati-hati". Jawab Ibunya yang percaya dengan jawaban Kania.

__ADS_1


"Iyha-iyha". Jawab Kania singkat lalu berjalan menuju Kamarnya.


Kania pun lalu merebahkan badannya di Ranjang sambil mengingat apa yang telah ia lakukan bersama Riko tadi. Kania yang sebenarnya tidak ingin melakukan hal itu, tapi bagaimana pun perbuatannya telah terlanjur karena rasa cinta mereka berdua yang tak ingin dipisahkan.


"Ya tuhan kenapa aku sampai melakukan itu". Ucap Kania menyesali perbuatannya.


"Bagaimana jika aku hamil beneran dan nanti Riko nggak mau tanggungjawab". Kania mengacak Kasar Rambutnya.


Kini Kania pun pusing memikirkan dan ketakutan dengan pikirannya sendiri. Dia tengah dilema dengan pikirannya ..saat ini pikirannya tengah kacau. Ketika Kania tengah pusing tiba-tiba ia terkejut dengan suara Ibunya


Tokk...


Tokkkk...


Tokkkk...


"Kania Bapak dan Ibu pamit pulang dulu takut adikmu nanti nyariin". Pamit Ibu sambil mengetuk pintu Kania.


"iyhaa Bu hati-hati". Sahut Kania.


"ini jatah uang jajanmu. Buka pintunya dulu". Pinta Ibunya.


Lalu Kania pun membuka pintunya


"ini uang sakumu". Ucap Ibu dan memberika uang selembar berwarna merah.


"iyha Bu makasih". Ucap Kani lalu menerima uang itu


Setelah itu Kania masuk ke Kamar dan menutup pintunya lagi. Dan merebahkan tubuhnya di ranjang. Tiba-tiba saja dikejutkan dengan suara benda pipihnya itu.


Klunting.


(Makasih untuk hari ini sayang. Aku mencintaimu aku tak akan meninggalkanmu)


Kania pun lalu membuka ponselnya dan membaca pesan masuk itu. Ternyata Riko yang mengirimnya.


Lalu Kania pun bergegas mengetik pesan balasanya kepada Riko


(Aku harap kamu bisa menepati janjimu itu dan aku mau kamu bertanggung jawab jika terjadi apa-apa denganku)


Balas Kania dengan cepat.


(Pasti sayang. Aku akan menepati janjiku dan bertanggung jawab) balas Riko.

__ADS_1


Kania pun lalu mematikan layar ponselnya dan bergegas menuju kamar Mandi membersihkan dirinya.


__ADS_2