
Kamipun keliling desa, Desa yang sangat kecil yang dihuni oleh orang orang yang ramah, Ya palingan sekitar tiga puluh lima rumah, Satu rumahnya palingan lima atau enam orang.
Rumah penginapan kami tepat ada di awal desa, Jalan yang kami lalui hanyalah jalan beton kecil yang sudah di renopasi warga sekitar, Dengan memakai uang masing masing.
Rumah tersebut tersusun rapi dari awal hingga akhir.
Kami tidak tau dimana letak rumah kepala desa alias bapak Sarmo, Kami terus berjalan, sesekali menyapa warga desa yang lagi asik nongkrong didepan rumah mereka, Terlihat ada anak anak kecil yang lagi asik bermain klereng di sebelah kanan jalan.
Tak lama kemudian Kamipun akhirnya sampai pada batas desa, Rumah terakhir dari rumah rumah warga, Sekitaran sepuluh meter baru ada hutan.
Ada seorang bapak yang lagi duduk didekat rumahnya, Kami berempat pun mendekatinya untuk bertanya tanya.
"Sore pak" Ucap si Rio sambil menundukkan kepala.
"iyo dek" Jawab bapak itu, Bapak itu terlihat ramah sekali dan Sepertinya tidak bisa berbahasa indonesia.
"Kami boleh duduk disini pak?" Ucap Rio.
"Dudok dudok, Naek be kerumah bapak(naik aja ke rumah bapak)"
Jawab bapak itu
Karna si Rio gak mengerti bahasa jambi akhirnya aku yang menggantikan untuk mengobrol.
Terlihat ekspresi Rio yang lagi kebingungan sambil mencolek aku.
"Mokasih pak, Disiko be pak, Sambil sambil bacakap cakap (Terimakasih pak, Disini aja pak, Sambil ngobrol ngobrol) "
Ucap ku.
Aku pun berbincang kecil dengan bapak itu untuk mengenal lebih dalamnya tentang kebiasaan disana.
Ternyata rata rata warga disana mandi ke sungai, Kamipun di ajak oleh bapak itu untuk mandi disungai juga, Namun karena teman temanku tidak bisa berenang akupun menolaknya dengan sopan santun.
Hari pun sudah menunjukkan jam lima sore, Tidak terasa sudah satu jam kami mengobrol dengan bapak itu.
Kamipun akhirnya pamit pulang.
"Sayo permisi dulu pak, Lah sore, Bapak nak mandi pulak, Dak enak nak ganggu (Saya permisi dulu pak, Udah sore, Gak enak ganggu bapak) " ucap ku sambil tersenyum.
"Iyo dek, bilo bilo kesiko pulak, kamu kamu ko tadi belom naek rumah bapak ( iya dek, kapan kapan kesini lagi, kalian tadi belum naik kerumah bapak) " Ucap bapak yang ramah tadi.
Kamipun akhirnya pulang menuju Rumah penginapan kami, Memang benar ketika kami jalan terlihat warga warga yang baru selesai mandi dari sungai, Dengan membawa perlengkapan mandi, Bapak bapak mandi dengan mengenakan handuk saja tanpa memakai baju.
Sudah menjadi kebiasaan disana, Hanya ada beberapa orang yang pergi mandi memakai baju.
Sesampainya kami di penginapan, kamipun mandi dan bersiap siap untuk menyambut senja di sore hari.
Malam pun tiba, Matahri yang mucul tadi telah tenggelam dan digantikan oleh rembulan, terdengar suara burung pungguk yang mengiri malam.
Sunyinya desa hanya ada suara jangkrik, Dan burung pungguk, Semuanya gelap, hanya ada lampu kecil yang yang menerangi rumah kami, Ku lihat kearah luar jendelanya, Sangat jauh berbeda dengan suasana kota yang terang benderang, Setiap rumah warga hanya ada sebuah lampu penerangan.
Kami berempat berkumpul di ruang tengah, suasana yang ramai menjadi hening.
Ini adalah malam pertama kami disini, Sunyi,Sepi, Gelap itu sudah pasti.
Ketika itu mataku tertuju kepada sebuah kamar kecil yang terkunci itu, Aku penasaran sekali,Ada apa didalamnya.
__ADS_1
ketika mataku lagi fokus kekamar itu
Tiba tiba "Darrrrrrrrrrrr" Rio mengagetkan ku.
"Lihat apa lo ko, nanti kesambet setan" ucap si Rio,
"Ah lo, Bikin jantung gua copot aja, Gua cuma penasaran ama itu kamar" Jawab ku
"Besok aja kita tanya ama bapak kepala desa" Jawab si Rio.
Kami berempat duduk,Membuat lingkaran kecil dan Didepan kami ada laptop masing masing, Cahaya lampu sangatlah kecil, Sehingga cahaya laptop kami sepertinya sangat terang.
Malam itu kami tidak mempunyai pikiran negatif, Kami hanya fokus kelayar laptop dan Sedikit suara musik.
Detik demi detik, Jam menunjukan pukul 20.00 Wib. Terlihat Teman temanku sudah ada yang mengantuk.
"Gua tidur dulu ya, kalian kalau mau lanjut ngobrol silahkan, Gua sudah ngantuk ni"
Ucap si Danu sambil menutup laptopnya.
"Gua juga ngantuk Dan" Jawab si Wisnu.
"Iya iya, Duluan dah, Gua masih ada yang mau diketik" Ucap ku
Danu dan Wisnu pun melangkah menuju kamarnya dan Sepertinya mereka sudah benaran mengantuk.
Hanya tinggal Aku dan Rio, Sesekali Rio menguap, Mungkin karna ingin menemaniku makanya dia masih tetap bertahan.
"Lo kalau udah ngantu, Tidur aja, Gua masih belum ngantuk ni" Gumam ku kepada Rio sambil mengetik.
"Iya, Tidur dah, nanti kalau gua udah ngantuk ,Gua bakalan tidur juga" Jawab ku.
Akhirnya si Rio pun menutup laptopnya lalu masuk kamar. Hanya tinggal aku di ruang itu, Ruang yang hanya luas Empat meter.
Karna terlalu sunyi akupun menghidupkan musik selow, Aku memang benar benar belum mengantuk.
Cukup lama aku di ruang itu, Sampai jam menunjukkan 00.00 Wib. tapi mata ku tetap saja belum mengantuk.
Akupun membuka video stund up komedi sesekali untuk menghilangkan jenuh. Dimalam yang sunyi itu, hanya ada suara laptop ku dan Suara tertawa ku.
"Tess tesss tess tess tesss" suara air menetes. suaranya seperti mengarah ke kamar mandi. Mungkin keran airnya tidak ditutup rapat oleh teman temanku.
Akupun melangkah ke kamar mandi yang hanya beberapa meter dari tempat duduk ku.
Tapi ketika aku sampai di kamar mandi,Aku malah bingung, Aku tidak melihat sedikitpun air yang sedang menetes.
"Loh kok gak ada? Terus suara air itu dari mana asal suaranya?" Gumam didalam hatiku
Aku mencoba melihat disekeliling tapi memamg tidak ada sama sekali.
"Ah mungkin hanya pendengaran ku saja" ucap ku
Akupun keluar dari kamar mandi dan berjalan melewati kamar misterius itu, Sesekali aku melihat ke arah kamar itu.
Suasana yang tenang berganti menjadi menyeramkan. Tetapi tidak aku hiraukan, Aku tetap saja berjalan menuju laptopku.
Aku sempat berpiki negatif tentang kamar itu. Suara tetesan air itu, Apakah berasal dari kamar misterius?
__ADS_1
Ah sudah lah, Aku harus tetap mengerjakan tugas ku.
Aku pun kembali duduk didepan laptop ku, Aku sudah sedikit merinding.
Aku tidak fokus lagi dengan laptopku.
Suara musik ku sedikit ku besarkan,Biar aku tidak terlalu berpikir yang negatif.
Akupun kembali mengetik tugas ku.
Entah mengapa mataku tetap saja tertuju ke arah kamar itu, Aku sendiri, Teman temanku sudah tidur.
Kulihat jam di laptop ku, Sudah hampir jam satu malam. Sudah lumayan malam.
Aku mencoba fokus ke arah laptop tapi tiba tiba aku melihat bayangan orang yang lagi berdiri di dapur.
"Siapa tu didapur? Perasaan teman teman udah pada tidur" Ucap ku
"Heiiii siapa itu?, Riooooooooo ,Riooooo" Aku mencoba memanggil sosok bayangan itu.
Tapi tidak ada jawaban sama sekali, Apakah Danu atau Wisnu, Aku mencoba memanggil mereka "Daaanuuuuuuu ?Wissssnuuuuuu?" Tapi kembali tidak ada jawaban.
Aku mulai curiga, Apakah ini hantu atau yang lain?
Aku mencoba memberanikan diri untuk ke arah bayangan itu..
Langkah demi langkah aku menuju kearah bayangan itu, Hati ku merasa takut.
"Tap tap tap" Suara kaki ku ketika menginjak lantai rumah yang dari papan.
Sesekali aku melihat kebelakang, Sambil menggempalkan tangan ku karna ketakutan.
" Apakah ada orang dibelakang" Seru ku ke arah dapur sambil menuju kesana
"Wis, Dan, Rio?" seru ku kembali
Aku mulai merinding
Betapa Aku ketakutan saat aku sampai di dapur, Tidak ada orang sama sekali.
Akupun berlari kencang kearah kamar.
"Riooooooooooooooooooo" Teriak ku.
Riopun terbangun
"Ada apa ko" Jawab Rio sambil berjalan kearah keluar kamar.
"Be be bentar bentar, Tungguin gua, Gua mau tidur" Jawab ku dengan sedikit gugup.
Aku langsung mengambil laptop dengan cepat lalu masuk kamar.
"Ah lo ko, Gua lagi ngantuk ni" Jawab Rio kepada ku.
#Bersambung#
Terimakasih teman teman, tetap dukung terus Desa yang hilang ya.
__ADS_1