DESA YANG HILANG

DESA YANG HILANG
Di Prank Wisnu


__ADS_3

Terlihat wisnu yang lagi mengayunkan palu karatan itu, Aku terus mencegahnya dari kejauhan.


"Lo jangan cari gara gara wis" Ucap ku yang sambil berlari ke arahnya.


Wisnu tetap saja tidak mendengarkan perkataan ku.


Tak tak tak


Suara palu Wisnu yang menghantam sesuatu.


Suara jantungku tiba tiba derdegub kencang ketika mendengar suara palu Wisnu.


"Apa ko?, Gua cuma mau mukul paku yang ada di pintu ini hahahahaha,Tadi baju Gua sempat sangkut kena paku ini, Selamat anda kena prank" Jawab si Wisnu sambil tertawa.


"Kampret lo, Jantung gua udah mau copot rasanya ni" ucap ku dengan sangat kesal.


"Sini palu lo itu, Biar gua pukul Lo pakai palu" Gumam ku sambil mengambil palu yang ada di tangan kanan Wisnu.


"Hahahahahahahaha syukurin kena prankkkkk" Jawab Wisnu sambil lari kearah depan.


"Awas Lo ya, Nanti bakalan gua prank balik Lo" Gumam didalam hatiku.


Ternyata Wisnu hanya bercanda ingin membuka gembok kamar misterius itu.


Aku masih kesal karna sudah diprank wisnu.


Akupun kembali ke depan kamar dengan wajah sedang sangat kesal.


Wisnu yang ada didepan ku terus ketawa karna berhasil membodohiku.


"Awas Lo ya, Nanti bakalan Gua balas,Tunggu pembalasan ku" Gumamku


Akhirnya Danu keluar dari kamar mandi, Dan Selanjutnya giliran Si Wisnu mandi.


Danu berjalan menuju kamarnya dengan hanya memakai handuk saja.


Danu yang melihat ekspresi kesal ku langsung heran dan Bertanya.


"Lo kenapa ko? Pagi pagi udah cemberut gitu?"


"Noh anak dajal !" Jawab Ku sambil menunjuk ke arah Wisnu.


"Kaborrrrrrrr hahahahhahahaha" Ucap Wisnu sambil membawa peralatan mandinya ke kamar mandi.


"Cepatan mandi sono" Ucap ku ke Wisnu.


Wisnu sudah masuk kamar mandi sementara aku masih tetap duduk didepan kamar.


Didalam kamar, Ku lihat ada Rio yang lagi baring diatas kasur sambil melihat kearah laptopnya.


"Lo liat apa Rio?" Tanya ku kepada Rio.


"Lagi nonton film ko, Seru banget" Ucap Rio.


"Emangnya film apa?" Tanya ku dengan penasaran.


"Film Horor, Sini kalau mau nonton, Sambil nunggu Wisnu selesai mandi" Ucap Rio.


Karna Aku penasaran, Akupun berjalan menghampiri Rio.


"Hebat ya? Apa judulnya?" Tanya Ku kepada Rio sambil Baring diatas kasur.

__ADS_1


"Tonton aja sampai selesai" Jawab si Rio.


"Ah gak seru kalau nonton film horor pagi pagi, Coba nanti malam pasti seru" Jawab ku.


"Masih banyak stok film horor Gua" Ucap Rio.


Kami pun menonton film horor tersebut sambil menunggu Wisnu selesai mandi.


Tidak lama kemudian Wisnu pun selesai mandi, Berarti giliranku untuk mandi.


"Udah Gua mau mandi dulu, Lo selesain dah film ini" Gumam ku kepada Rio.


Aku pun langsung Otw kamar mandi.


Sesampai ku didalam kamar mandi, Disana terlihat sebuah bak air berukuran kecil di sebelah kiri yang sudah sedikit berkurang, Aku pun membuka kran airnya.


Syeeeeerrrrrrrr


suara air kran yang sudah ku buka. Akupun melepaskan pakaian ku, kemudian meletakkan handuk tepat di belakang pintu kamar mandi.


Dinginnya air desa di pagi hari membuat tubuh terasa segar sekali, Terlihat sedikit uap yang keluar dari tubuh karena suhu tubuh terkena dinginnya air.


Setelah beberapa menit aku mandi akhirnya selesai juga, Aku Melihat ke belakang untuk mengambil handuk, betapa terkejutnya aku, Handuk yang aku letakkan di pintu kamar mandi tiba tiba menghilang.


"Kemana ni handuk gua" Ucap ku sambil melihat ke sisi kanan dan kiri jika handuk tersebut jatuh.


Tapi tidak terlihat sedikitpun, Aku cari cari di seluruh pojok kamar mandi, Lagi lagi tidak ku kutemukan.


"Loh kemana ni handuk ya? Perasaan tadi Gua tarok disini ! " Ucap ku sambil heran.


Bagaimana bisa handuk yang sudah tersangkut kuat di pintu tiba tiba menghilang.


Trauma malam tadi saja masih belum hilang terus ada lagi hal aneh ini, Bagaimana bisa aku tidak ketakutan.


Tanpa pikir panjang aku langsung saja keluar kamar mandi tersebut dengan keadaan basah kuyup, Untung saja masih memakai celana pendek.


sesampai ku di ruang tengah didepan kamar.


Danu yang lagi duduk di depan kamar menjadi heran, kemudian bertanya "Handuk Lo mana ko? Bisa bisa rumah jadi basah semua ni ! "


Aku kembali ke dapur karena takut rumah menjadi basah.


"Dan !, Tolong ambilin handuk gua didalam lemari, Handuknya warna putih " Danupun kekamar dan mengambilkan handuk ku kemudian si Danu berjalan ke dapur untuk memberikan handuk itu kepada ku.


"Handuk gua hilang Dan ! " Ucap ku sambil mengambil handuk yang di berikan oleh Danu.


"Lah kok bisa hilang? Tadikan handuk Lo warna kuning kan? " Tanya si Danu sambil heran.


"Iya yang warna kuning, Tadi Gua tarok di belakang pintu, Tapi pas gua selesai mandi, Handuknya hilang" Ucap ku kepada Danu sambil mengeringkan badan ku dengan handuk.


Danu pun ke kamar mandi, Kemudian mencari handuk ku yang berwarna kuning, Memang benar, Danu tidak melihat sehelai pun handuk berwarna kuning itu.


Aku masih berdiri di dapur sambil mengeringkan badan ku kemudian aku berpikir


"Warna kuning ? Bukankah warna kuning adalah warna pakaian orang orang yang ada di Desa menyeramkan didalam mimpiku? "


Tiba tiba saja aku berpikir negatif tentang warna kuning Karna warna kuning adalah warna pakaian yang dipakai oleh orang orang yang berada didalam mimpiku, Apakah ini hanya sebuah kebetulan atau ada kaitanya ?


Aku terus berpikir dan merenung akan hal ini, Aku yang masih berdiri seperti patung di ruang dapur yang hanya memakai sebuah handuk putih di tubuh ku.


Danu yang barusan dari kamar mandi lewat didepan ku kemudian berkata "Gua heran ya ! ,Kok bisa hilang?" kemudian menggaruk kepala sambil berjalan ke arah depan.

__ADS_1


Aku sangat yakin, Pasti ada kaitanya dengan mimpi itu.


Aku pun kembali ke kamar, Di dalam kamar ada Rio yang masih asik menonton film horor.


"Gua aja tanpa nonton udah merinding duluan" Gumam ku didalam hati.


Akupun mengambil baju kaos yang ada didalam lemari ku, kemudian berkata.


"Lo gak mandi?" Sambil melihat ke arah Rio.


"Bentar lagi, Nanggung ni filmnya tinggal sedikit lagi" Jawab Rio yang lagi fokus menonton film diatas kasur.


"Terserah Lo dah" Ucap ku, Sambil memakai baju kaos hitam lengan pendek itu.


"Kalau Lo nemu handuk warna Kuning kasih tau Gua ya, Handuk gua hilang pas dikamar mandi" ucap ku.


"Nah kok bisa hilang? Palingan Elo kali yang salah Tarok ! " Jawab si Rio


"Udah jelas jelas gua tarok di pintunya kamar mandi, Pas Gua mau ambil tiba tiba hilang, Kan aneh ?" Ucap ku sambil mencari celana pendek didalam lemari.


"Ah gak percaya Gua" Jawab si Rio.


"Serah Lo dah, Mau percaya apa enggak, Bukan rukun iman juga, Jadi gak wajib percaya" Ucap ku.


Setelah itu Rio langsung ke kamar mandi, Jangan kalian tunggu jika Rio sudah mandi,Karna lebih lama menunggu Rio yang lagi mandi dari pada menunggu jodoh yang tak kunjung datang wkwkwkw.


Akupun keluar kamar setelah memakai semua pakaian, Baju kaos hitam lengan pendek dengan celana panjang warna coklat.


Aku berjalan ke arah kamar sebelah, Sudah ada Wisnu Dan Danu yang lagi asik duduk diatas kasur sambil bahas sungai yang ada dibelakang kamarnya.


"Ngongin apa nih ?, Asik banget kayaknya" Tanya ku sambil berjalan masuk kamar Mereka.


"Kayaknya enak ni mancing di belakang ni ko" Ucap Danu.


Aku pun langsung ke arah jendela dan melihat kearah luar jendela, Terlihat sebuah sungai yang indah nan jernih.


"bener juga kata kalian, Kapan kapan kita mancing disini" Ucap ku


Aku pun kembali duduk diatas kasur kemudian bertanya "Gimana ni schedule kita hari ni?"


"Kan Elu yang jadi ketuanya, Elu lah yang nentuin" Ucap si Wisnu.


"Besok baru ada acara kita, Mencari titik minyak di hutan sini" Ucap ku.


"Terus hari ini?" Tanya lagi oleh si Danu.


"Hari ini kita ke rumah Ketua Adat aja"


Jawab ku sambil melihat ke arah luar jendela.


"Sambil kita menunggu Rio yang lagi mandi, Kita nonton aja dulu,Gua banyak film action" Ucap Si Danu.


"Iya dah, Rio ni kalau mandi lama banget" Jawab ku.


Kami pun menonton film sambil menunggu Rio selesau mandi.


#Bersambung#


Maaf ya, baru upload..


Tolong bantu memberi semangat si author dengan like ,komennya dan Rate 5 nya , Author lebih berterimakasih jika di kasih vote😁.

__ADS_1


__ADS_2