DESA YANG HILANG

DESA YANG HILANG
Hampir Di Tampol Bapak Botak


__ADS_3

Kakek itu masih memegang pipinya yang merah akibat tamparan keras ku.


Betapa merasa bersalahnya Aku terhadap kakek itu.


"Datok nyela main masok masok be rumah urang (Kakek sih main masuk masuk aja rumah orang).."


Ucap Ku kepada Kakek itu.


"Yaa datok ko tadi nak liat keatas siko ( Ya kakek ini mau lihat ke atas sini), Soalnyo kato anak datok ko tadi ado orang kenceng di atas (Soalnya kata anak kakek ada orang kencing di atas sini)"


Jawab kakek itu yang masih memegang pipinya.


"Ya allah Tokkk (Ya allah kekk), Sayo minta maaf nian yo tok(saya minta maaf banget yaa kek) , Sayo dak tau (Saya gak tau), Kiroin sayo datok ko tadi hantu(Kirain saya kakek ini hantu)".


Ucap Ku sambil mencium tangan kakek itu.


Setelah kakek itu melepaskan tangan dari pipinya, sangat jelas terlihat bekas tamparan tangan ku, Di pipinya layaknya sebuah setempel tangan berwarna merah.


Rio, Danu dan Wisnu yang tadinya ketakutan malah tertawa terbahak bahak.


" Udah kek, Bawa aja Riko ke kantor Desa, Biar di keroyok masa"


Ucap Rio.


"Lo ya, Bukannya bantuin teman malah bikin ribet masalah aja"


Gumam ku sambil membalik arah ke arah Rio.


"Kirain kami disini, Kakek itu hantu kek"


Ucap Wisnu yang sudah selesai ketawa.


"Ado ado be kamu kamu ko (Ada ada aja kalian ini), Masak Datok ko kamu sebut hantu (Masak kakek ini kalian sebut hantu), Masih hidup datok ko (Masih Hidup kakek ni), Walaupon umur kakek ko Tinggal dikit lagi"


Ucap Kakek itu.


Sementara bekas tamparan di wajah kakek itu masih tampak jelas.


Tidak lama kemudian bapak berpostur besar,gemuk dan berkepala botak naik ke atas rumah, Bapak itu adalah anak dari kakek ini, Dan Juga bapak itu yang sudah di kencingi si Wisnu sebelumnya.


Sesampai diatas rumah bapak itu heran melihat pipi ayahnya merah bekas tamparan.


"Keno apo pipi ayah tu ( Kenapa pipi ayah itu)..?"


Tanya bapak Itu kepada ayahnya.


"Iko ha (ini ), Anak Ko lah nampar ayah ( Anak ini sudah menampar ayah), Dio sangko ayah ko tadi hantu (Dia sangka, ayah ini adalah hantu)"


Ucap Kakek itu.


Bapak yang berbadan besar itu langsung marah mendengar kata kata ayahnya tadi.


"Kau yang nampar ayah Aku (Kau yang sudah menampar ayah ku)?"


Gertak bapak Itu kepada ku.


"Dak sengajo pak(tidak sengaja pak), Kiroin sayo datok ko tadi hantu (kirain saya kakek ini tadi hantu), Soalnyo (Soalnyo ), Tibo tibo lah di belakang sayo (Tiba tiba sudah ada dibelakang saya) ".


Ucap ku.


Bapak berbadan besar itu membuat ku sedikit ketakutan, Telapak tangannya yang lebar jika menampar pipi ku mungkin masih besaran telapak tangan bapak itu dari pada pipi ku.


Wisnu dan Rio yang melihat ku di gertak bapak berkepala botak itu langsung tertawa pelan.


Didalam hati ku berkata.


" Awas kalian ya, Bisa bisanya ketawain Gua pas gini".


Setelah itu bapak Itu kembali bertanya dengan nada tinggi.


"Siapo tadi yang sudah ngencengi Aku..?".


Wisnu pun mengangkat tangan kemudian berkata.


" Maaf pak, Tadi saya gak tau kalau bapak lagi mancing di bawah rumah".


Didalam hati ku berkata.


"Hahahah Rasain Lo, Siapa suruh ngetawain Gua".


Melihat bapak itu marah, Kakek itu langsung berkata.


" Sudah sudah, Budak budak ni dak sengajo jugo (Sudah sudah, Anak anak ini juga tidak sengaja", Ayah ko tadi langsung masok rumah jugo (Ayah juga tadi langsung masuk rumah juga)".


"Sekali lagi Kau ngencengi Aku (sekali lagi Kamu mengencingi Aku, Aku Lempar kau ke sunge (Aku lempar kamu ke sungai"


Ucap Bapak Itu.


"Enggak pak, Gak bakalan saya ulangi, Kalau saya ulangi lagi, Saya minta maaf lagi "


Ucap Wisnu.


Bisa bisanya Wisnu bercanda didalam keadaan genting Gini.


"Tamat Riwayat Lo Wis".


Gumam Didalam Hatiku.


" Apo kau bilang..?"


Bentak bapak itu.


Bapak itu langsung menggenggam kerah baju Wisnu.


"Enggak pakkk, Saya cuma bercanda pak"


Lirih Wisnu yang ketakutan, Wajahnya langsung pucat.

__ADS_1


"Sekali lagi kau ke' itu, Ku Terjang kau (Sekali lagi kamu gini, Kamu ku tendang)".


Ucap Bapak Itu.


Rio Bukanya takut malah dia bertanya kebapak Itu.


" Apa artinya terjang pak..?".


Bapak Itu menjawab dengan sinis.


"Tendang".


Setelah bapak itu marah marah, Diapun pergi keluar mengajak ayahnya keluar.


" Ayo yah kito manceng lagi (Ayo Ayah kita mancing lagi) "


Ucap Bapak Itu.


" Ayo cung..! Datok nak manceng pulak(Ayo cu..! Datok mau mancing lagi)"


Ucap Kakek itu kepada kami berempat.


"Iyo Tok( Iya Kek)"


Ucap Ku.


"Hati Hati Pak"


Ucap Rio.


"Awas kalu kenceng pulak (Awas kalau kencing lagi )"


Tegas bapak Itu.


"Iyo pak, Dak bakal lagi pak"


Jawab Ku.


Bapak itu pun pergi mancing lagi bersama kakek itu, Wajah kakek itu masih terpampang bekas tamparan Ku.


"Lo sih Ko..! Main tampar tampar aja"


Ucap Rio ketika kakek dan bapak itu telah pergi.


"Gua gak sengaja, Itu refleks sendiri, Kirain Gua punya ilmu, Kok bisa nampar setan, Eh.. rupanya kakek benaran."


Ucap Ku.


"Sumpah, Tadi Gua kira kakek itu setan"


Ujar Wisnu.


"Gua Kira kan Juga gitu tadinya,Kakek itu masuk rumah tapi kok gak ke dengeran suara dia masuk..?"


Ucap Ku.


Ucap Rio.


"Wisnu hampir is dead malam ini hahahhahah, Untung Lo gak dibunuh sama bapak Itu, Lo liat aja tangannya gedek Gitu"


Ujar Rio.


"Nakutin Tu bapak ya..?, Gua hampir kencing di celana gara gara di bentaknya"


Jawab Wisnu .


"Lo aja Kencing sembarangan..! Kan udah Gua kasih tau, Lihat lihat dulu baru kencing"


Ucap Ku kepada Wisnu.


"Gara gara kakek setan itulah..!, Gua kencing di Jendela, gara gara takut keluar kamar"


Ucap Wisnu.


"Eh ngomong ngomong kakek setan itu kemana ya..?"


Tanya Rio.


"Eluu kangen..? Untung Dia udah pergi, Coba kalau benaran ada bisa bahaya"


Ucap Wisnu.


"Ogahhh kangen ama itu setan, Cewek Gua aja gak Gua kangenin"


Jawab Rio.


"Selagi kakek itu gak ada..! Gua mau mandi dulu"


Ucap Ku.


"Habis Riko, Gua ya..!"


Ucap Wisnu.


"Gua yang terakhir dong"


Ucap Danu.


"Iyalah, Masak pertama"


Ucap Rio.


"Gua sebenarnya belum selesai mandi ni, Tapi mau lanjutin udah males, Nanti tu kakek nongol lagi"


Ujar Rio.


Aku pun kembali ke kamarku untuk mengambil handuk dan kembali berjalan Ke arah kamar mandi.

__ADS_1


Sebenarnya perasaan takut itu masih ada, Namun karena Bau badan ku sudah meronta ronta terpaksa ku langkahkan kembali kaki ini ke arah kamar mandi.


Suasana di luar masih mencekam, Ku lewati kamar misterius itu selangkah demi selangkah, Hingga akhirnya Aku sampai didepan Kamar mandi.


Ku Dorong gagang pintu itu.


Kreeeeeeeekkkkk


Suara pintu itu terbuka kedalam.


"Sepertinya aman"


Gumam Didalam hatiku.


Melihat keadaan kamar mandi sudah aman, Aku pun langsung bergegas masuk kedalamnya.


Ku letakkan handuk ku ditempat gantungan handuk di belakang pintu.


Air didalam bak mandi terlihat sudah berkurang.


Kalau Aku mandi sebenarnya tidak terlalu lama seperti Rio, Yang penting udah gosok gigi, Shampo, Sabunin seluruh tubuh, Bersihin kuku kaki, Kuku tangan, Gosok gosok seluruh tubuh.. Udah selesai.


Tapi lumayan lama Juga ya kalau semuanya dilakukan Wkwkk.


Ketika Aku sedang shampo tiba tiba Lampu didalam Kamar mandi mati.


"Nah kenapa lagi ni lampu, Masak kakek itu datang lagi..?"


Gumam Didalam Hati ku.


Setelah itu, Lampunya kembali hidup.


"Mungkin lagi konslet lampunya"


Gumam didalam hatiku Kembali.


Ku sedikit bernyanyi supaya tidak terpikirkan hal yang aneh aneh.


Sambil menggosok rambut yang telah ku shampo, Aku mulai mengeluarkan suara emas Ku.


"Kemariin engkau maasiihh Ada disiniiii.


Bersamaku menikmati ....???"


Eh Tau taunya Aku Lupa Lirik.


"Udah langsung ke ref aja ah.."


Gumam didalam hati ku.


"Kiiiiniiiiii sendiri dii siniiii,


Menantimu Tak tau dimaanaa.


Semoga tenanggg Kau disana.


Selamanyaaa.


Akuuuu, Selalu menunggu mu


Do'a kan Mu setiap malam ku"


"Udah ah, Udah gak hafal lirik lagi "


Ucap Ku sendiri.


Tiba tiba ada suara kakek kakek terdengar samar samar di telingaku dari luar kamar mandi.


"Lanjuttt Dong nak, Kakek lagi galau ni".


" Itu suara kakek kakek atau hanya halu ku"


Ucap didalam hatiku.


"Ahhh tau ah.. Aku cari lagi lain aja"


Kembali ku ucap didalam hati.


Aku pun kembali menyanyi lagu ayah, Karangan Iwan Fals.


"Di manaaaa, Aakan Ku carii,


Akuuu menaangiis seoranggg diriiiiiii.


Hati Kuuu, Selaluuu ingin berteeemuuuu.


Untuk Muuu Aku bernyanyiiii"


Dari arah luar ada yang berkata.


"Tarikkk sissssss"


Spontan Aku jawab.


"Smongko".


Aku tidak sadar akan hal itu, Aku tetap melanjutkan nyanyiaan itu.


" Untuuukkkk Ayaahh tercintaaaaa.


Akuuu ingin berrrr...??"


Tiba tiba aku baru kepikiran.


"Eh tadi yang bilang tarik sis siapa ya..?"


#Bersambung#.

__ADS_1


__ADS_2