
****#Sebelum membaca pastikan kk semua sudah menekan tombol like, Terimakasih kk, karena sudah memberikan likenya, Selamat membaca😁🤗#********.
______________________________________________
Suara jantungku bertambah kencang ketika sudah memasuki Wilayah penelitan kami yang di kasih tau oleh bapak Arif.
Dub dub dub dub.
Suara jantung ku semakin kencang.
Apakah ada sesuatu yang akan terjadi setelah kami memasuki wilayah itu?, Kami terus saja berjalan sebelum sampai menuju Batu besar.
"Kayaknya gak terjadi apa apa pak!"
Gumam Rio kepada bapak Arif.
Namun bapak Arif tidak berbicara sedikitpun, Dia terus saja berjalan.
"Paaakkkk?"
Tanya Rio kembali.
Bapak Arif pun menoleh kebelakang kemudian berkata.
"Udaaahhh Diam Dulu".
" Hmmmm"
Gumam Rio.
Sebenarnya wilayah itu sangat indah, Menurutku wilayah itu yang paling indah disana.
Ternyata Wilayah larangan yang dikasih tau bapak Arif itu ukuranya seperti Dua kali dari lapangan bola.
Dari pertama kami memijakkan kaki diwilayah itu, Hanya beberapa meter saja semak belukar setelah itu kami sudah di suguhi tempat yang indah, Tidak ada kata kata semak belukar lagi, Semuanya Rapii, Hanya rumput rumput kecil yang menghiasi daerah itu. Layaknya sebuah Taman yang indah yang Luasnya sekitaran Dua kali lapangan Bola.
"Bussseeeetttttt, Indah banget ni tempat, Lebih indah dari taman taman di bandung"
Ucap Rio.
"Ini ma Taman Wisata Pak"
Ucap Rio kembali.
"Iyaa ya, Kok tempat seindah ini gak ada yang mau datang?".
Lirih Wisnu.
Benar benar indah, Layaknya sebuah taman yang dihiasi oleh pohon pohon indah, Di bawah pohon pohon itu terdapat bunga bunga kecil.
Pohon pohon itu seperti di tanam oleh manusia, Posisinya seperti membuat sebuah lingkaran di tengah tengahnya terdapat sebuah Danau yang bening.
"Masyaallah indahnya".
Ucap Ku yang juga terkejut melihat keindahan Disana.
" Hati hati dengan keindahanya, Ada sebuah bahaya didalam keindahanya".
Bisik bapak Arif.
"Di danau itu boleh mandi gak pak?"
Tanya Rio sambil melihat danau yang lebih kecil dari lapangan Bola.
"Kayaknya belum pernah bapak lihat orang mandi didanau itu"
Ucap bapak Arif.
Kamipun berjalan ke pinggir Danau bening itu.
Ketika ku celupkan tangan ku, Ternyata Airnya sangat dingin dan segar.
"Dingin bener airnya"
Ucap Ku.
Rio pun mendekat kemudian mencelupkan tangannya juga.
"Iya ya, Dingin bener, Enak ni kayaknya kalau kita mandi disini".
" Emang Elu bawak celana pendek buat mandi?".
Tanya Danu yang masih berdiri di pinggir danau itu.
Rio pun menjawab
"Kayaknya gua gak bawak".
" Terus Lo mau mandi pakai apa?"
Tanya si Wisnu.
"Pakai Kolor aja dah, Kan kita cowok semua disini."
Ucap Rio dengan santai.
__ADS_1
"Eluu mau bugil di tengah tengah hutan?"
Tanya ku.
"Kan gak ada juga yang lihat selain kita"
Jawab Rio.
Bapak Arif pun berkata
"Jangan sembarangan, Ingat pesan bapak, Jaga perbuatantanya".
Rio pun Akhirnya diam kemudian berkata.
" Iya pak, Padahal pingin banget mandi disini".
"Mana ada manusia yang berani mandi di danau ini"
Ucap pak Arif.
Aku pun berpikir, Jika tidak ada orang yang berani mandi di danau ini berarti ada apa apanya.
"Akuu berani pak"
Sahut Rio.
"Ahhh jangan sok berani Lo"
Ucap Wisnu.
"Gua nyebur sekarang aja Gua berani".
Jawab Rio.
" Ahhh Kalian kesini mau penelitian atau jalan jalan?"
Teriak bapak Arif seperti sedang marah.
"Elu udah janji gak bakalan bikin ulah"
Ucap Ku kepada Rio.
"Iyaa iya, Gua belum mandi aja di marahin, Gimana udah mandinya?, Mungkin udah di buang ke tengah tengah danau"
Ucap Rio dengan sangat pelan sehingga sedikit samar samar suaranya.
"Lo bilang apa?"
Ucap Ku dengan nada yang mulai naik.
Ucap Rio.
"Gua mau foto aja dah".
Ucap Rio.
Kemudian Dia mengambil foto selfienya sendiri dengan Background Danau indah.
Ku lihat jam ditangan ku, Ternyata sudah jam 12.48 Wib , Ternyata benar prediksi ku, Dari prediksi ku kami sampai pada pukul 12.40 Wib, hanya berbeda 8 menit.
Karna sudah waktunya sholat Dzuhur, Akupun mengambil air wudhu di pinggir Danau itu.
Ketika ku alirkan air danau itu kewajah ku, Rasanya energiku pulih kembali saking segarnya.
Setelah itu aku mengambil sajadah kecil pemberian mantan ku didalam tas ransel.
Duhhh,Mantan lagi mantan lagi, Kayaknya sulit menghilangkan ingatan tentang mantan wkwkw.
Pasti para pembaca langsung keingat mantannya ya?.
Sudah lupakan saja mantan mu, Kata kakak Lusiana, "Buanglah mantan pada tempatnya".
Tukan jadi kemana mana ceritanya, Lanjut.
Aku melihat teman ku yang masih berdiri tanpa ada kata kata mau ikut sholat sama sekali, Hanya bapak Arif yang ikut mengambil Whudu'.
" Kalian gak mau sholat? Atau lagi halangan?".
Tanya ku kepada mereka..
Setelah mendengar omelanku mereka langsung Cepat cepat mengambil whudu'.
Cuma Rio masih saja belum Whudu'.
"Loo pasti halangan benaran kan?"
Tanya Wisnu yang baru selesai whudu'.
"Iyaa iyaa Gua ambil Whudu".
Ucao Rio.
Kemudian Rio mengambil air Whudu dengan terpaksa, Tampak di wajahnya terpampang ekspresi cemberut.
" Udah ni, Gua udah Whudu"
__ADS_1
Gumam Rio sambil mengelap air whudu' yang masih menempel di wajahnya.
"Air whudu itu obat, Jadi lebih baik jangan Lo hapus"
Ucap ku kepada Rio.
"Ada aja yang disalahin heran Gua".
Gumam Rio.
"Ayo dah sholat semuanya, Riko jadi imam ya?"
Ucap Bapak Arif.
Semuanya pun membentangkan sajadahnya masing masing, Tapi gak tau itu sajadah dari mantannya atau tidak hahahah.
Aku pun maju beberapa langkah kedepan, Kemudian membentangkan sajadah kecil itu.
"Gimana Semuanya?,
Udah siap?".
"Lo kira mau perang?"
Ucap Rio.
"Rapatkan saf dan luruskan".
Ucap ku sambil menoleh kebelakang, Dan mendapati Antara Rio dan Danu masih banyak cela.
" Rio?, Lo rapatin dikit, Nanti setan bisa lewat".
Ucap Ku.
"Siiiiaaaaaaaaaapppppp".
Teriak Rio sambil melebarkan kakinya.
Kami pun memulai sholat yang diawali oleh takbir ku.
" Aallaahuaakbar".
Semua pun ikut mengangkat takbiratul ihram.
Tidak tau mengapa, Langit tiba tiba mendung seperti ingin hujan, Karna mendungnya awan tersebut suasana semakin gelap.
Awan itu mendung seperti berbarengan dengan takbir ku, Padahal kami tidak janjian.
Aku tidak menghiraukan itu, Aku tetap fokus menjadi imam.
Awalnya Sholat kami aman aman saja walapun Awan sudah semakin mendung.
Namun ketika di roka'at kedua, Hujan pun turun dengan sejadi jadinya, Baju yang kami pakai basah semuanya.
Masih ada dua roka'at lagi, Sementara hujan semakin lebat.
Aku tetap saja tidak memperdulikan hujan, Ketika Aku takbir sedikit Aku keras kan supaya kedengaran ama yang lain.
Angin kencang tiba tiba datang, Tampak Pohon pohon didekat kami sudah mulai bergoyang.
Sedikit kekhawatiran didalam hatiku, Aku takut pohon itu tiba tiba roboh.
Ketika di Roka'at terakhir sedikit aku percepat, Karena angin beserta hujan sudah benar benar memggila.
"Assaalamu'alaikum Waroh matullah"
Aku menoleh ke kanan.
"Asslamu'alaikum Waroh matullah".
Aku menoleh ke kiri.
Baru selesai aku salam, Kulihat kebelakang, Ternyata makmumnya tinggal bapak Arif.
"Nahhhh? Pada kemana Makmum yang lainya pak?"
Tanya ku.
"Udah kabor duluan dek".
Ucap Bapak Arif yang sudah basah kuyup.
" Ayoo pak cepat berteduh"
Ucap ku.
Wisnu, Danu dan Rio ternyata sudab duluan berlari kebawah pohon.
Hujan dan angin semakin menjadi,
Langit menjadi gelap sekali, sepertinya cahaya matahari tidak bisa menembusnya.
#Bersambung#
Terimakasih sudah Like dan berkomntar.
__ADS_1
Oh ya, Author heran, Kok udah sedikit yang komentar ni?, Semoga yang selalu komentar dan memberika likenya di berikan Rizki yang banyak oleh allah. Dan segera mendapatkan psangan halal Aamiinn