DESA YANG HILANG

DESA YANG HILANG
Pohon Yang Berhoyang


__ADS_3

Kami pun kaget sekaget kagetnya, Jikalau ada kucing hutan atau binatang buas lainya, Pasti hanya satu saja yang diambil setelah itu pasti hewan itu langsung lari, Karena Mulutnya cuma satu, Jika dia makan di , Otomatis akan bertemu dengan Kami karena kurang lebih dua menit kami diluar tenda.


Sangat mustahil jika hewan memakan lauk kami dengan waktu satu menit.


"Ayolah, Kalian kan pasti nyembunyiinya..?"


Tanya si Danu yang menuduh aku dan Wisnu


"sumpah, Gua juga gak tau, Gimana ceritanya Gua dan Riko yang ambil, Kan kita keluar bareng bareng".


Ucap Wisnu sambil melihat ke arah Danu


" Mungkin ada hewan hewan kecil kayak tikus atau yang lainya, Coba kita cek di Luar"


Ucap ku sambil melangkah keluar dari tenda.


Pintu yang masih terbuka membuat ku mudah melangkah keluar.


Sambil membawa senter aku menyinari sekeliling tenda, Khawatir ada binatang yang berbahaya seperti Kucing hutan dan lainnya


Sisi kiri dan kanan aku sinari perlahan lahan. Namun tidak ada tanda tanda hewan berbahaya


Danu dan Wisnu pun ikut keluar tenda sambil membawa senter yang dipegang oleh Wisnu.


"Ada ko..? "


Tanya danu yang sudah disamping ku


Aku pun menjawab


"Gak ada Satu pun kelihatan binatang Dan, Atau sudah kabur"


Tampak wisnu pun berusaha menyinari semak belukar, Kemudian berkata


"Memang gak ada ya, Atau udah kabur jauh"


"Gimana kita makan ini Dan..? Masak kita makan tanpa lauk"


Ucap wisnu sambil memegang pundaknya Danu


"Hari yang apes, Sudah didatangi mahluk astral terus makan cuma makan nasi aja ini nampaknya"


Jawab Danu.


"Yaudahlah kita masuk ajalah, Makan pakai lauk yang tahan lama aja"


Ucap Ku


"Yaudah yoklah Masuk"


Ucap si Danu


"Sumpah gak ikhlas gua lauk gua dimakan ama kalian, Dasar mahluk, Gua sumpahin yang makannya keselek "


Ucap Wisnu


Kami pun akhirnya masuk kedalam tenda dengan penuh putus asa wabil khusus Si Wisnu


" Tutup pintunya itu wis, Nanti masuk diambil lagi makanan kita"


Ucap Danu ketika melihat wisnu yang terakhir kali masuk tenda


Srrrreeeeeeeeeeeeeet


Suara resleting tenda yang di tutup oleh Wisnu


"Gua sumpahin keselek tu yang ambil lauk"


Ucap wisnu sambil menutup tenda.


Kamipun duduk kembali didepan nasi masing masing.


Ketika mata kami menatap nasi, Tiba tiba.


Lauk yang tadinya hilang kembali muncul diatas nasi kami.


"Laaaahhh Kok ada lauknya ini..? Jelas jelas tadi sudah hilang"


Ucal wisnu dengan kaget.


Kami pun heran ketika melihat lauk yang hilang kembali muncul

__ADS_1


"Atau mata kita ni yang ada masalah"


Ucap Danu sambil mengusap matanya


"Kok bisa ya"


Ucap ku yang juga heran


Wisnu pun mencoba mengambil senter menggunakan tangan kirinya lalu menyenteri lauk yang tadinya menghilang dan kembali lagi


"Ini aslikan, Nanti hayalan Kita"


Ucap si Wisnu sambil memeyang lauk ayam menggunakan tangan kananya.


"Iyalah asli masak enggak"


Ucap danu sambil menggigit lauk ayamnya


"Mau asli atau enggak yang penting makan"


Ucap Wisnu seraya meletakkan senter dan kemudian menggigit ayamnya.


"Astagfirullah, kalian baca doa dulu sebelum maka, Nanti syetan ikut makan kalau kalian gak baca doa"


Ucap ku kepada Wisnu dan Danu yang sudah mulai makan.


"Nah itu tujuan gua ko, Kalau gua makan tak baca doa syetannya bakalan ikut, Nanti pas gua minum gua baca Doa, Jadi setannya gak bisa ikut minum, Dia bisa bisa mati keselek karna makan tanpa minum Hahah"


Jawab si Wisnu


Kemudian Wisnu Pun mengambil airnya lalu meminumnya dengan membaca Basmalah.


"BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM"


Ucap Si Wisnu sambil meneguk air


Gluk Gluk Gluk


Suara air yang diminum si Wisnu.


Kemudian Wisnu pun berkata


"Rasain kalian, Siapa suruh nyimpan Lauk gua tadi"


"Hahahah ada ada aja Lo Wis"


"Wisnu Lo ngajak berantam sama syetan ya Hahah kasian tu setan makan tanpa minum"


Ucap Danu sambil tertawa


Aku pun ikut menyantap nasi yang sudah berada didepan ku, Sebelum aku makam akupun membaca doa sebelum makan.


"Allahumma Bariklana Fii maa Rozaktana Wakinah Aza bannar... Aamiin"


Sambil megusapkan tangan ke wajah ku


"Si si paling ya kalau Riko"


Ucap Si danu sambil menyuap nasinya.


Kami pun menikmati makan malam, dan ini baru dikatakan makan malam, Karena kami makan benar benar tengah malam, jam jam segini adalah jam kerjanya para hantu keluyuran.


Wisnu tak butuh waktu lama untuk menghabiskan Nasinya, Wisnu pertama kali selesai makan, Tampak sekali wisnu sangat kelaparan, Nasi aku dan Danu masih setengah namun nasi Wisnu sudah habis tanpa tersisa satu butir nasi pun.


"Alhamdulillah, Akhirnya selesai juga, Setelah sekian banyak drama sebelum makan".


Ucal Wisnu Sambil mengemaskan Bungkus nasi yang dia makan..


" Alamak cepat sekali Lo makan Wis".


Ucap Danu sambing mengunyah nasinya yang dia makan.


"Bukan gua yang cepat tapi kalian yang lelet makanya"


Jawab Wisnu kemudian dia berkata lagi


"Bungkusnya ini kita buang di luar aja lah"


Sambil membuka resleting pintu tenda


Sreeeeeeeeeeeeeetttt

__ADS_1


Suara resleting pintu tenda yang di buka wisnu.


Kemudian Wisnu melempar bungkus makanannya dari dalam tenda ke depan tenda tanpa melangkah keluar.


Tak beberapa setelah itu aku pun selesai makan dan danu pun ikut menyusul.


"Alhmdulilah, kenyang sekali rasanya"


Ucap danu sambil memegang perutnya.


Tampak si Wisnu mau mencuci tangan setelah makan.


"Keluar lah Wis kalau mau cuci tangan, Nanti airnya kecipratan ke dalam tenda"


Ucap ku kepada Wisnu sambil melangkah keluar Tenda


"Huhhhhh"


Ucap Wisnu dengan suara betek


Air mengalir kecil membasahi tangan ku, Untuk membersihkan Tangan setelah makan.


Danu dan Wisnu pun meyodorkan tangan mereka kepadaku.


"Siram Sedikit Bro"


Ucap wisnu


Aku pun menyiram tangan Danu Dan Wisnu menggunkan air yang ku pakai untuk mencuci tangan.


Sampah bekas kami makan kami satukan didepan Tenda.


Karena Wadah nasi itu terbuat dari kertas aku pun berinisiatif untuk membakarnya, Agar tidak menjadi sampah didalam hutan.


"Wis Ambilkan Mancis didalam Tas ransel ku"


Ucap ku kepada wisnu


"Untuk apa Bro"


Jawab wisnu


"Mau gua bakar sampah ini, biar tidak mencemari alam"


Jawab ku kepada wisnu.


Kemudian wisnupun masuk kedalam Tenda untuk mengambilkan mancis.


"Ini ko"


Ucap Wisnu sambil memberikan mancis kepada ku


Akupun mengambil mancis itu kemudian membakar sampah yang menumpuk di depan tenda.


Perlahan lahan ku bakar sampah itu, Tampak api yang semakin membesar.


"Carikan ranting ranting dan kayu Wis, Sekalian kita bikin api unggun"


Ucap ku.


Danu dan Wisnu pun mengumpulkan ranting dan kayu kayu, Setelah terkumpul. Kami pun memasukkan semua ranting dan kayu ke dalam api yang telah menyala.


Api unggun kecil pun telah tercipta, kayu yang sedikit besar yang di carikan Wisnu dan Danu akan membuat api bertaham hingga pagi datang.


Tampak api besar didepan tenda kami, Sekitaran tenda pun ikut terang karena adanya api unggun.


Kami pun berkumpul mengelilingi api unggun kecil.


"Enak juga Ya ada api ya, Jadi hangat tubuh , Kenapa gak dari tadi kita bikin api unggun".


Ucap Wisnu


Ketika kami lagi asik asiknya menghangatkan tubuh di Api unggun.


Tiba tiba


Pohon tempat suara Anak kecil tadi bergoyang dengan sangat keras.padahal tidak ada angin.


Goyangan itu layaknya ada seekor monyet besar yang menggoyangkan pohon itu dengan sangat keras.


Mata kami semua pun tertuju pada pohon tersebu..

__ADS_1


#bersambung#


Mohon saran dan masukannya teman teman🙏🏻.


__ADS_2