
"Astagfirullah gua salah baca doa" Teriak ku.
Aku terus saja berlari menuju kamar tidur.
Dup.. Suara wajahku yang menghantam pintu kamar.
"Siapa lagi yang nutup pintu?, Oh ya tadi gua sendiri yang nutupinnya" Ucap ku sambil memegang gagang pintu terus membukanya.
Setelah pintu terbuka, Aku tidak pikir panjang, langsung saja aku meloncat ke atas kasur, Untung saja si Rio tidak tertindih oleh ku.
Akupun langsung mengambil selimut yang berada di ujung kasur, Ku selimuti seluruh tubuh ku dengan selimut itu.
Aku mencoba memejamkan mata,Sedikit demi sedikit rasa ngantuk sudah menghampiri ku, Walaupun sedang ketakutan.
Sebelum aku tidur, Aku hanya bisa berdoa supaya tidak ada lagi hal hal yang menyeramkan menghampiri ku.
Aku berharap mataku malam ini bisa terpejam dengan cepat, Supaya semua yang telah aku lihat tadi bisa aku lupakan.
Tidak lama kemudian aku pun tertidur dalam keadaan ketakutan, Sudah tidak tau lagi aku tidur pada pukul berapa, Aku tertidur sangat nyiyak.
Rasanya aku tidur hanya sebentar.
Tiba tiba ada suara yang memanggil ku.
"Riko riko!!, Bangun udah subuh" Sa'at mataku terbuka ternyata si Rio yang berada di sampingku yang membangunkan ku.
"Udah jam berapa Rio?, Perasaan gua tidur baru beberapa menit" Ucap ku sambil mengusal mata sebelah kanan dengan jari jari ku.
"Udah subuh ko, Udah adzan noh" Jawab si Rio.
suara adzan sayup sayup terdengar ditelingaku ... Assholaatu khoirum Minan Nauuum
"Ahhh Udah adzan ya, Gua tidur bentar ya, Nanti lo bangunin gua pas udah waktu subuh tinggal 10 menit, Gua ngantuk banget ni" Ucap ku kepada Rio sambil menarik kembali selimut ku.
"Terserah lo ko,Yang penting gua udah bangunin" Jawab Rio sambil melangkah keluar kamar.
Aku mengintip sedikit didalam selimutku dan Melihat Rio keluar kamar , Kamudian aku berkata dalam hati "Semoga lo selamat io, Di kamar mandi sini angker banget"
Aku pun melanjutkan tidur sebentar dan berharap Rio membangunkan ku.
Setelah mataku terpejam, Aku melihat sebuah sinar cahaya menyinari mataku ku.
Apakah ini cahaya hidayah atau bukan.
"Astagfirullah" Ucap ku dengan sangat terkejut kemudian aku langsung bangun dari tidurku kemudian duduk.
Ternyata sudah pagi, Ini bukan cahaya hidayah tapi cahaya matahari yang terpancar karena jendela kamar di buka oleh Rio si raja gombal.
"Riiiiiiiooooooooooooooo" Teriak ku dengan sangat kencang.
Rio pun datang ke dalam kamar dengan wajah tak bersalah kemudian bertanya "Kenapa lo ko, Pagi pagi udah teriak aja"
Aku mengambil bantal disamping ku kemudian ku lemparkan ke arah Rio
"Lo kenapa gak bangunin gua sholat subuh? , Kan gua udah bilang, Bangunin gua 10 menit sebelum waktu subuh habis" ucap ku
"heheheehhehe lupa gua ko" jawab si Rio sambil tertawa kecil.
"Dasar lo" jawab ku sambil turun dari kasur kemudian berjalan keluar kamar
"Minggir gua mau lewat" Ucap ku kepada Rio sambil mendorongnya yang berdiri didepan ku.
"Hahahahahhahah makanya malam malam jangan begadang" Ucap si Rio Sambil menyingkir dari jalan ku
__ADS_1
Akupun keluar kamar menuju ke kamar mandi untuk mengambil whudu'.
Walaupun sudah terang benderang namun aku masih tetap takut ketika berada di dapur.
Aku masih teringat kejadian semalam.
Kejadian yang cukup menyeramkan.
Selesai aku whudu aku cepat cepat ke kamar kemudian mengqodho sholat subuh yang aku tinggalkan.
Si Wisnu dan Si Danu sepertinya sudah lama bangun, Mereka sudah berada di depan rumah sambil duduk asik mengobrol, Entah apa topik yang mereka bicarakan.
Aku mencoba memanggil mereka "Lagi ngapain kalian Wis?"
"Biasalah, Lagi nongkrong pagi" Jawab si Wisnu.
Tampak didepan mereka dua buah gelas teh panas yang siap mereka minum.
"Enak ya!. Pagi pagi udah ngeteh..Tehnya nyolong dimana Lo?"
Ucap ku kepada Danu
"Enak aja lo kalau ngomong,Gua bikin sendirilah. Kan di belakang ada kompor"Jawab Danu
Akupun turun dari rumah menghampiri Danu dan Wisnu kemudian duduk disamping di bangku kosong di samping wisnu, Di depan rumah itu ada bangku dari papan panjang dengan tinggi hanya setengah meter, Biasanya setiap didepan rumah warga mempunyai bangku itu.
Bangku yang hanya bisa diduduki oleh 4 orang saja, Aku berada di ujung bangku tepat di samping wisnu.
Suasana pagi yang indah, Udara desa sangat sejuk sekali ketika dipagi hari, Tampak beberapa warga berlalu lalang didepan kami sambil membawa alat alat kebun, Seperti cangkul, Parang dan lain lain.
Pagi pagi sekali warga sudah berangkat ke kebun, Karna disana rara rata warga bercocok tanam, Karna jika ingin beli sayuran ke pasar jaraknya lumayan jauh.
Sambil menyerup teh panas nan enak, Si Danu mengawali obrolan pagi itu,
Sambil melihat kearah ku dengan secangkir teh berada di tangan kanannya.
"Gak ada apa apa" ucap ku sambil menutupi kebohongan ku.
"Ah yang benar Lo rik?" Tanya Si Danu lagi untuk memastikannya.
"Gua serius ni, Masak bohong" ucap ku dengan ekspresi wajah menutupi kebohongan.
"Emangnya ada apa tadi malam?,Gua benaran gak sadar, Sepertinya malam tadi gua mimpi indah" Saut si Wisnu yang berada disampingku.
"Gak tau tu Danu, Orang gak ada apa apa, Palingan dia mimpi kali" Ucap ku.
Aku terpaksa berbohong biar tidak terjadi apa apa, Karna kami masih baru disini.
"Masak gua mimpi tadi malam ya" Jawab si Danu sambil melihat kearah ku dengam rasa penasaran.
"Mana gua tempe!, Emangnya gua yang pegang pintu mimpi lo" Ucap ku
Kamipun berpindah topik membahas tentang suasana desa dipagi hari.
Dari belakang si Rio berteriak.
"Heiiiiii elu elu pada???
Kami bertiga pun menoleh kearah belakang, Dan melihat Rio lagi berdiri di Pintu Rumah panggung itu.
Setelah kami menoleh ke Rio.
" Gua sendiri gak diajak nongkrong, Gua udah di lupain ni ceritanya?? Dasar kalian." Ucap si Rio sambil turun dari rumah panggung melewati tangga kayu dengan sangat pelan.
__ADS_1
"Ya elah, Boca satu ini !, Sini turun cepat" Jawab si Danu sambil melambaikan tangannya.
Setelah Turun, Si Rio langsung duduk di sampingku, Dan langsung mengambil tehnya wisnu.
"Lah lah lah !, main srempet aja ni bocah" Ucap Si Wisnu sambil melihat Rio meminum tehnya.
"Ahhhhh enak juga pagi pagi gini minum teh" Ucap Rio setelah menyerup tehnya Wisnu.
Wisnu hanya melihat si Rio menghabiskan tehnya yang baru iya serup lima kali.
"Edan ni bocah, Gua baru nyerup lima kali! , Teh gua langsung di habisin"
Ucap si wisnu sambil melihat kearah gelas tehnya yang sudah kosong.
"Sekali kali sedekah Hahahahah " Ucap si Rio sambil tertawa terus memberikan gelas kosong ke wisnu.
"Lo aja sendiri yang bawak ke atas!" Ucap Wisnu sambil menolak gelas kosong di berikan oleh Rio.
Kami bertiga mengobrol asik didepan rumah pada pagi itu. Walaupun malamnya aku mendapatkan insiden mengerikan tapi aku tidak mau menunjukan keadaan ku sa'at itu
Tidak lama Kemudian kami kembali naik ke atas rumah panggung itu,kami pun mandi, Karna kamar mandi di rumah itu hanya ada satu jadi kami harus terpaksa antrian.
Danu yang pertama kali mandi, Dan Rio yang terakhir kali, Karna Rio paling lama mandinya.
Sambil menunggu giliranku.
Aku duduk di depan kamar sambil membuka laptop ku yang kututup dengan paksa sa'at tadi malam.
Ku lihat ke layar laptop ku ternyata batrainya sudah lowbet, Mungkin karna tidak ku matikan.
Ku tutup kembali laptop ku,Kemudian ku letakkan ke tempat awalnya.
Aku kembali duduk didepan kamar.
Di dapur sudah ada Wisnu yang duduk duduk sambil menunggu Danu selesai mandi.
Wisnu duduk tepat berada di depan kamar misterius itu. Sambil menyandarkan tubuhnya ke pintu kamar misterius itu , Wisnu pun melihat ke arah ku kemudian berkata
"Ko ? Gua masih Penasaran dengan kamar yang satu ni" Sambil menunjuk ke belakang tepat ke kamar misterius itu.
"Emangnya kenapa kok lo sampai penasaran?" Jawab ku sambil melihat kearahnya.
"Gak tau juga ko!, atau kita buka aja ya?" Ucap si Wisnu sambil berdiri mencari alat untuk membuka gembok pintu misterius itu.
"Ah jangan main main lo wis!, Nanti ada apa apa gimana jawab ku.
Tapi ucapan ku sepertinya tidak membuat wisnu berhenti penasaran, Dia tetap saja mencari alat untuk membuka pintu itu.
Dia mungkin tidak tau apa dampak bahaya yang mengintainya ketika sengaja membuka pintu kamar misterius itu.
Aku terus melihat Wisnu mondar mandir yang terus berupaya mencari alat untuk membuka pintu itu, Akhirnya si Wisnu menemukan sebuah palu yang tersangkut di dinding rumah.
Tangan Wisnu langsung mengambil sebuah palu tua yang sudah karatan tersangkut di papan dinding rumah.
Setelah mendapat kan palu tersebut si Wisnu pun langsung berjalan ke arah Kamar misterius itu untuk mencoba membuka gembok kamar tersebut.
Sontak saja aku berteriak ketika aku melihat wisnu mencoba memukul gembok itu dengan palu yang ada ditangannya.
"Wiiiiissssssnuuuuuuuuu jangaaaannn" Teriak ku sambil berlari kencang ke arah wisnu.
#Ingin tau kelanjutannya ?? apakah wisnu berhasil membuka kamar misteri tersebut?? jangan lupan mampir di evisode selanjutnya dan jangan lupa memberikan rate 5 dan like nya dan votenya#
# Bersambung#
__ADS_1
Maaf ya teman teman, Kemarin author tidak meng upload evisode ke dua belas karna author lagi ada musibah, Seorang karyawan author di bacok orang yang tak dikenal, Dan author meminta doanya teman teman supaya Karyawan author cepat sembuh.. Aamiin.