
Tak lama setelah perbincangan itu, Dari kejauhan suara sesuatu yang menakutkan pun terdengar, Ternyata Suara itu berasal dari Mahluk desa yang Hilang yang telah Kembali meneror warga, Tampak Mahluk itu tidak bisa masuk kedalam Desa karena Desa telah di kelilingi obor.
Tanpa Berpikir panjang, Kami semua yang berkumpul langsung meletakkan Kursi di depan pintu masuk.
Bapak Ketua Adatpun berkata "Sepertinya Mereka tidak bisa masuk kedalam Desa Kita".
" Apakah Karena Obor itu Pak..? "
Tanya Si Wisnu.
"Iya, Mereka Tidak bisa masuk Jika ada cahaya api, Insyaallah Malam ini kita aman"
Ucap Kepala Desa.
"Alhamdulillah"
Ucap Ku.
"Apakah Mereka Takut sama Api pak..? "
Tanya Danu.
"Sepertinya Iya, Karena Ketika Ada api mereka tidak berani mendekat".
Ucap bapak Ketua Adat.
Ternyata Mahluk ini memiliki kelemahan, Salah satu kelemahanya adalah Api, Mereka Tidak bisa mendekat jika ada api.
Didalam benak ku langsung terlintas.
" Seperti Aku harus menyediakan korek Api Untuk persiapan Masuk kedalam Desa yang Hilang tersebut".
Akhirnya Pada malam itu kami semua bisa tidur dengan tenang karena mahluk itu tidak akan bisa memasuki desa yang telah dikelilingi obor.
Tampa Wisnu mengintip keluar dari cela cela jendela.
"Lo mau ngapain..? Mau ikut mahluk itu.?".
Tanya Si Danu.
" Enak Aja..! Gua pengen tau seperti apa mahluk itu..? Kan penasaran bentuknya gimana? "
Ucap Wisnu.
semua Orang telah tidur kecuali, Aku, Wisnu dan Danu..
Aku masih duduk sambil termenung akan perjalanan besok pagi, Aku masih belum bisa percaya diri, Aku selalu terbayang bayang Jika aku tidak bisa kembali lagi.
Mata ku tertuju kekamar dimana tubuh Rio diletakkan, Ketika melihat tubuh Rio keberanianku langsung Muncul.
"Tenang Rio.. Gua Akan menyelatatkan Lo, Apapun yang terjadi"
Gumam Didalam Hatiku.
Si Wisnu dan si Danu masih asik mengintip keluar rumah, Seolah olah yang mereka intip saat itu adalah artis Korea.
"Kalian Siap Siap dintangkap Ama mereka, Menurut mitos yang beredar, Mahluk itu paling membenci orang yang suka mengintip"
Ucap Ku sambil berbohong.
Sontak saja Wisnu Dan Danu langsung Lari kearah ku.
"Ah yang benar Lo ko..? "
Tanya si Danu yang duduk atas kursi disebelahku.
"Gak tau ni Riko, Orang masih penasaran malah di takut takuti".
Balas Wisnu.
" Gua gak nakut nakutin, Gua Cuma menyampaikan Mitos Yang beredar, Soalnya dulu Ada orang yang kayak kalian.. "
Aku berhenti sejenak.
Tampak dari raut wajah mereka sangat penasaran dengan Cerita ku.
"Terus teruss..? "
Tanya Si Wisnu.
Malam yang sunyi dan mencekam sangat cocok menakuti wisnu dan Danu
Aku pun melanjutkan ceritaku.
"Cerita ini akibat keppo terhadap Kehidupan orang lain, Salah satunya bapak yang mau Gue ceritain ke kalian.
Anggap aja nama bapak itu wisnu".
" Eh jangan pakai nama Gue lah, Pakai nama Danu aja"
Ucap Wisnu yang tidak mau memakai namanya.
"Enak Aja Lo..! Udah pakai nama Wisnu aja, Biar beras di kosan jadi irit".
Ucap Danu.
__ADS_1
" Gilaaa Lu Droooo"
Ucap Wisnu sambil menunjuk si Danu.
"Gua laporin Lo ke Om indro".
Ucap Ku.
" Nah emang Lu kenal..? "
Tanya Danu.
"Enggak"
Ucap Ku.
"Yaaaaahhhhhhh elaaaa Lu "
Ucap Mereka Berdua Dengan serentak.
"Ini mau bahas Om Indro Atau Bapak tadi..? "
Tanya Ku.
"Lanjut cerita"
Ucap Mereka.
"Nah anggap Aja nama bapak Itu Wisnu..! Suatu ketika Saat desa dikelilingi Oleh Obor, Mahluk itu tidak bisa memasuki kawasan Desa, Nah ada seorang bapak yang sangat keppo terhadap mahluk itu, Bapak Itu selalu mengintip mahluk itu dari celah celah jendela, Saat bapak itu asik mengintip mahluk itu, Tiba-Tibaaaa.......... (Aku Diam sejenak sambil meletakkan kedua tangan ku tepat di belakang bahu Wisnu Dan Danu yang sangay fokus mendengarkan ceritaku)
Tiba Tibaa.....
Daaaarrrrrrrrr
Aku menampar bahu Wisnu dan Danu.
Sontak saja Mereka Berdua kaget hingga.
Wisnu yang awalnya duduk langsung meloncat keatas Kursi Dan Danu yang awalnya asik mendengar kan langsung berteriak "Ayam ayam ayam".
" Hahahahahhahaha Baru di kagetin doang udah pada takut, Gimana kalau ketemu beneran".
Gelak tawa ku melihat mereka ketakutan.
"Orang lagi serius riusnya..! Elo malah becanda"
Ucap Wisnu yang sudah meloncat keatas kursi.
"Hahaha Nah inikan malam terakhir ku, Siapa tau Aku gak bisa ketemu kalian lagi, Mungkin Ini bercanda terakhir kita"
Ucap ku.
Si Danu langsung ke kamar tanpa berkata sedikit pun, Si Wisnu pun ikut dibelakangnya Danu.
Mereka masuk kedalam kamar dimana tubuh Rio diletakkan.
"Yaaa Gua Di tinggal..! "
Ucap Ku kepada Wisnu dan Danu.
"Bodo amat"
Jawab Wisnu sambil terus berjalan masuk kedalam kamar.
Tuppppp
Suara Pintu kamar Di tutup oleh Wisnu.
Sekarang di ruang tamu hanya ku sendirian, Semua orang sudah tidur, Wisnu dan Danu pun sudah masuk kedalam kamar.
Aku hanya duduk seorang diri, Menatap kearah pintu rumah, Suara Mahluk itu sudah tidak terdengar lagi, Mungkin cahaya obor benar benar manjur untuk mengusir mereka.
"Aku harus bisa melawan mereka.. Manusia Adalah mahluk yang paling sempurna, Mengapa Aku harus takut kepada mereka..? Seharusnya mereka yang harus takut kepadaku"
Ucap Ku yang sedang ngomong sendiri.
Malam pun semakin larut, Eh ini malam apa gula ya..? Kok Ada larut larut segala..? Mungkin udah di campurin air hanget kali wkwkwk.
Terdengar Suara jarum dari jam dinding yang sedang bergelantungan di dinding papan rumah.
Tik Tik Tik Tik
Suara jarum jam.
Ku lihat ke arah jam itu, Ternyata Jam sudah menunjukkan jam 00.00 Wib.
Tak lama kemudian Tiba tiba terdengar suara angin kencang.
Syuuurrrrr Syuuuuur
Suara Angin.
"Kenapa Tiba tiba ada suara angin ya..? "
Ucap didalam Hatiku.
__ADS_1
Suara angin kian terdengar, Layaknya sedang mau hujan.
"Apakah malam ini mau hujan..? "
Gumam didalam hatiku lagi.
Karena Aku sendirian, Akupun pergi kedalam kamar, Ternyata Danu Dan Wisnu telah terlelap tidur.
Terdengar suara ngorok yang sangat indah dari mulut wisnu.
Khooookk Khoookkk
Suara ngorok Wisnu.
Suara itu menghiasi malam malam yang indah nan tenang tanpa ada gangguan Mahluk desa yang hilang.
Tarikan nafas Demi tarikan nafas membuat irama tersendiri, Sehingga gendang telingaku berteriak Ingin keluar..
"Gimana Mau tidur kalau suara ngorok wisnu kayak suara kerbau..? "
Ucap didalam hati ku sambil mendekapkan batalguling ke telinga ku.
Aku pun memejamkan mata, Sambil di iringi dengkuranya Wisnu Mataku akhirnya terpejam dan Akupun tertidur pulas.
Saat asiknya mimpi bertemu dengan wanita cantik, Tiba tiba aku terbangun karena suara teriakan ibu ibu.
"Rikooooo Rikoooo Banguun".
Saat mata ku terbuka ternyata itu adalah Istri bapak kepala desa, Terdengar suara hujan yang begitu lebat.
" Ada apa bu..? "
Tanya ku yang masih sangat mengantuk.
"Ayo kumpul diruang tengah, Obor obor kita sudah mati karena hujan, Mahluk itu kembali datang".
Ucap Istri bapak Kepala Desa yang sangat tergesa gesa.
" Haaa Obor mati..? , Wisnuuuuuuu Wisnuuuuu Bangunn (Aku sambil membangunkan Wisnu yang ada disamping ku) Danuuuuu Bangunnnnnn...!!!! ".
Danu dan wisnu pun akhirnya terbangun.
" Ada apa Ko..?".
Tanya Danu yang masih memejamkan matanya.
"Cepaatt keruang tengah, Mahluk itu datang lagi"
Ucap Ku.
Mendengar kata kata mahluk itu datang lagi, Tanpa berpikir panjang Danu dan Wisnu langsung meloncat dari tempat tidur Dan langsung berlari ke ruang tengah, Sampai sampai Aku di tabrak mereka.
Buuukkkkk
Aku terjatuh dari tempat tidur akibat didorong oleh badan Wisnu.
"Astagfirullah.. Untung Lo teman Gua"
Ucap Ku sambil berdiri.
Kami pun berkumpul diruang tengah, Semua orang telah siap di ruangan itu.
Suara hujan terdengar sangat deras, Tak lama kemudian Pintu rumah kembali di ketuk.
Tok tokk tokkk
Suara ketukan pintu.
Kemudian terdengar suara dari luar, Suara itu seperti suara Rio, Suara itu layaknya orang yang sulit berbicara
"Tolong buka kan pinnnntttttuuuuuuuuuu".
" Riooooo..????? "
Teriak Wisnu.
Wisnu pun berlari menuju pintu dan ingin membuka pintu itu, Tubuh Wisnu layaknya sedang di hasut oleh mahluk itu.
"Jangannn Wisnuuuuu".
Teriak Bapak Ketua Adat sambil mengejar Wisnu.
Kami hanya terdiam melihat mereka berdua,Jika terbuka pintu itu tamatlah riwayat kami.
Wisnu memegang kayu untuk mengunci pintu, Tak tau kenapa Tangan Wisnu seperti dikendalikan oleh seseorang untuk membuka Pintu tersebut.
" Jangaaaaaaaaannnnn"
Teriak Ketua adat.
#Bersambung#
Mohon maaf, Author lagi benar benar sangat sibuk. Mungkin Agak sulit untuk mengatur waktu..
#Horaasss#.
__ADS_1
Apakah ada pembaca novel yang berdomisili di Medan Atau tepatnya samosir..?
Salam dari anak melayu jambi