DESA YANG HILANG

DESA YANG HILANG
Salah Kasih Obat


__ADS_3

Bapak Arif pun memberikan obat pereda nyeri tersebut kepada Rio.


Rio tampak masih menahan rasa sakit.


Kelabang memang salah satu hewan yang berbahaya, Jika telah terkena sengatan kelabang itu, Bisa bisa menjadi demam panas, Jika kondisi badan seseorang sedang lemah.


"Tolong kasih Rio air mineralnya,Biar cepat minum obat"


Ucap bapak Arif yang sudah memberikan Obat pereda nyeri kepada Rio.


"Duuhhh paaakk, Sakit banget"


Keluh Rio kepada bapak Arif sambil memegang kakinya.


Aku pun mengambil air mineral didalam tas ku kemudian memberikanya kepada Rio.


"Minum cepat, Biar rasa sakitnya hilang"


Ucap Ku kepada Rio.


Riopun langsung saja meminun obat yang telah diberikan bapak Arif tadi.


Kaki Rio tampak sedikit bengkak akibat di sengat oleh kelabang.


Menjelang beberapa menit kemudian, Tampak Rio sudah sedikit tenang setelah meminum obat pereda nyeri.


Aku sendiri merasa kasihan melihat Rio yang menggerang kesakitan.


"Kok Gua jadi ngantuk ya, Habis minum obat ini?"


Tanya si Rio.


"Obat pereda nyeri kan?, Yang kalian kasih ke Rio tadi?"


Tanya Bapak Arif.


Aku pun langsung melihat kemasan obat tersebut.


"Astagfirullah, Salah kasih Pak, Ini obat tidur pak"


Ucap ku.


Aku baru tau, Ternyata obat yang Aku berikan tadi adalah Obat tidur, Aku memang selalu bawa obat tidur, Karna Aku sering sekali tidak bisa tidur ketika malam.


"Waduuuhhhh Koooo !, Bisa gawat Kita ini, Kalau Rio tertidur nanti gimana?"


Ucap Bapak Arif yang sambil menggelengkan kepala.


Baru saja bapak Arif bilang takut Rio tertidur.


Pas Aku lihat Rio, Ternyata Rio sudah benar benar tidak sadarkan diri.


"Aduuuhhhh, Didalam hutan gini Rio tertidur, Bisa bisa bahaya kalau ada binatang buas"


Ucap bapak Arif.


"Pak Gimana ni pak?"


Tanya Danu.


Bapak Arif pun tampak kebingungan melihat kondisi sa'at itu.


Disamping Bapak Arif tampak Rio yang sudah tertidur beralaskan ranselnya sendiri.


"Kita istirahat saja dulu, Sambil menunggu Rio bangun"


Ucap Bapak Arif.


"Untung kita bawak Tenda dan karpet kecil"

__ADS_1


Ucap Danu.


Danu pun mengambil karpet kecil yang berada diatas ranselnya, Kemudian membentangkannya.


Kami semua pun ikut Menyatukan karpet karpet kecil itu, Setalah rapi tersusun, Kami memindahkan Rio ke atas karpet itu.


Karna hutan yang sangat lebat, Sehingga terik matahari tidak menyentuh Kami sedikitpun, Walaupun Hari sudah hampir siang.


Kami duduk mengelilingi Rio, Rio tepat berada di Tengah tengah kami.


"Berapa lama biasanya ni Ko?"


Tanya si Danu.


"Gak tau juga Gua, Gua biasanya sebelum tidur minumnya, Biasanya bangun kalau udah subuh"


Jawab Ku.


"Duhh, Bahaya juga kalau kita lama di Hutan"


Jawab Danu.


Rio yang sudah tampak tertidur pulas tidak memberikan tanda tanda untuk bangun, Sementara perjalanan masih jauh.


Kami tidak tau apakah harus melanjutkan perjalanan atau tidak dikarenakan Rio masih belum sadarkan diri.


Sambil menunggu Rio sadarkan diri, Bapak Arif menjelaskan sedikit tentang tentang hutan disana.


Dengan santainya bapak Arif berkata.


"Dulu Bapak pernah tersesat di hutan ini, Ketika itu Bapak pertama kali berburu bersama teman teman Bapak.


Kami semua sebanyak enam orang, Masing masing membawa senter di kepala.


Waktu itu Kami masih bujangan semua, Kami berangkat berburu setelah maghrib.


Teman teman Bapak sudah sepakat ingin mengincar rusa itu, Sekitar Satu jam kami mengikutinya untuk mencari lokasi yang pas untuk melepaskan tembakan.


Hari yang sudah malam membuat penglihatan sedikit sulit, Ketika teman bapak itu melepaskan tembakan, Ternyata tembakanya meleset, Hanya mengenai sedikit di bagian kaki rusa itu.


Kami pun segera mengejar rusa itu, Darah rusa itu menempel di dedaunan yang ia lewati, Dari sanalah kami bisa mengetahui lokasinya.


Waktu pengejaran itu, Bapak berada di posisi paling belakang.


Bapak juga ikut mengejar rusa itu, Tapi ketika di pertengahan jalan, Bapak merasa ada yang memanggil bapak dari arah belakang.


Arifff Aariiiif Ariiifff


Suara itu seperti suara teman bapak.


Bapak pun menoleh kearah belakang,


Namun tidak ada siapa siapa.


Bapak heran, Suaranya ada tapi orangnya tidak ada.


Setelah itu bapak terus mengikuti teman teman bapak dari arah belakang, Lagi lagi ada yang memanggil bapak.


Aaariiiiiffffff Aaariiifffff


Bapak pun menoleh lagi ke arah belakang, Lagi lagi tidak ada orang sama sekali.


Di Sana perasaan Bapak sudah khawatir.


Bapak terus lagi berlari bersama teman teman bapak. Lagi lagi, Ada suara panggilan itu.


Aarifff Ariiif Ariiifff


Bapak pun melihat kebelakang lagi, Ternyata di belakang bapak tampak seorang kakek kakek, Yang mencoba memanggil bapak dengan melambaikan tangannya.

__ADS_1


Tidak tau mengapa, Tubuh bapak sepertinya ingin ikut bersama kakek itu.


Tanpa bapak sadari tubuh bapak mendekati kakek itu, Semakin bapak mendekat kakek itu semakin menjauh, Bapak terus saja berjalan kemana arah kakek itu pergi.


Teman teman bapak yang lagi mengejar rusa tadi tidak mengetahui bahwasanya bapak sudah hilang, Karena mereka fokus dengan rusa tadi.


Bapak sudah tidak tau dimana posisi bapak waktu itu, Kakek itu membawa bapak kesuatu tempat, Sepertinya tempat tinggalnya, Dia mengajak bapak mampir ketempatnya.


Bapak selalu ikuti apa yang di katakan kakek itu.


Hingga akhirnya bapak sadar, Ternyata bapak sudah berada di bawah pohon besar sendirian, Bapak sudah tidak tau lagi dimana bapak berada.


Bapak seperti orang linglung, Bapak hanya bisa duduk dibawah pohon itu, Dengan ekspresi datar, Mata bapak sepertinya kosong tanpa tatapan apa apa.


Bapak mencoba untuk mencari jalan keluar, Bapak berjalan terus menjauhi pohon itu, Tapi yang bapak herannya, Sejauh jauh apa bapak pergi dari pohon itu, Bapak tetap kembali ke pohon itu.


Seolah olah jalan itu berputar, Dan pohon itu adalah ujung jalannya.


Bapak berjalan lagi, Mencoba untuk keluar dari sana.


Namun sejauh apapun bapak melangkah, Bapak akan tetap kembali ke pohon itu.


Mungkin sudah lebih dari 20 kali bapak menjauh dari pohon itu, Namun tetap kembali kepohon itu.


Sampai akhirnya bapak pingsan tepat berada di bawah pohon besar itu.


Setelah itu bapak sudah tidak sadarkan diri, Ketika bapak bangun, Bapak sudah berada di rumah bapak.


Mungkin bapak sudah lebih satu hari tidak sadarkan diri di hutan, Cuma karna ada ustdz disini yang pintar, Akhirnya bapak di temukan oleh warga.


Bapak di temukan oleh warga tepat berada di lokasi rusa itu tertembak ".


Kami yang mendengarkan cerita dari bapak Arif langsung merinding.


Danu yang berada disamping bapak Arif langsung bertanya,


" Bapak kok masih berani masuk kedalam hutan?".


Bapak Arif pun menjawab.


"Karna bapak sudah tau semuanya, Apa saja yang dilarang dan apa saja yang di bolehkan".


Aku yang duduk didekat Wisnu langsung berkata.


" Berarti hutan ini angker ya pak?".


Tampak bapak Arif seperti ketakutan.


Kemudiam berkata dengan sangat pelan.


"Kalian jangan pernah bilang kata kata angker".


Sambil melirik kekiri dan kekanan.


" Emangnya kenapa pak?"


Ucap Ku lagi.


"Nanti bapak ceritakan ketika kita sudah keluar dari hutan"


Gumam bapak Arif.


Kami pun terdiam setelah mendengarkan cerita dari bapak Arif, Sepertinya lokasi penelitian kami kali ini bukanlah lokasi yang biasa.


Namun lokasi yang masih banyak menyimpan misteri.


#Bersambung#.


Jangan lupa like dan votenya kk, Dan terimakasih yang selalu memberikan votenya🤗

__ADS_1


__ADS_2