
Suara Ketokan pintu itu menghilang, Kami semua berkumpul di ruang tengah.
Malam itu sungguh mengerikan bagi Ku, Tiba tiba kami semua mendengar suara teriakan ibu ibu, Suara itu tak tau berasal dari mana.
Anakkk Kuuuuuuuuuuuuuuu
Suara Teriakan Ibu tersebut.
Istri kepala desa pun berkata.
"Itu suara Ningsi.".
" Ningsi Siapa bu..? "
Tanya Ku.
"Ningsi sepupu Ibu"
Ucap Istri kepala Desa yang langsung menangis mendekap Tubuh bapak kepala Desa.
Tampak wajah bapak kepala desa Menjadi pucat.
"Jangan jangan Anak ningsi yang baru ia lahirkan menghilang"
Ucap Bapak Ketua adat.
Ternyata Ibu ningsi yang sepupunya istri bapak Kepala Desa baru saja melahirkan, Umur anaknya belum Sampai Satu bulan, Kemingkinan besar anak ibu ningsi Telah diambil Oleh orang Desa Yang Hilang.
Bapak Ustdaz Pun menyarankan kepada kami semua untuk selalu membaca ayat kursi.
Ustdz menyuruh kami membuat lingkaran kecil, sambil berpegangan tangan.
Ustadz mencoba membacakan surah jin, Untuk melindungi dari gangguan Orang dari desa yang menghilang tersebut.
Tangisan Istri bapak kepala desa tetap saja terdengar.
"Sudah Bu, Kita berdoa saja supaya tidak terjadi apa apa".
Ucap Bapak Kepala Desa.
Namun istri Bapak Kepala Desa masih tetap menangis.
Ku lihat bapak Ketua adat yang tampak gelisah.
" Bapak Kenapa pak..? "
Tanya Ku kepada bapak Ketua adat.
"Bapak Khawatir dengan istri dan anak bapak yang ada dirumah"
Jawab Bapak Ketua adat.
Pak Ustadz Tampak berusaha menenangkan Bapak Ketua Adat.
Danu dan Wisnu Sudah seperti orang tak sadarkan diri saking mereka ketakutannya.
Jam Dinding sudah menunjukkan jam 03 lewat namun mahluk dari desa yang hilang masih tetap bergentayangan di luar Rumah.
Tampak Istri bapak kepala desa telah tertidur sambil memegang tangan suaminya.
"Sepertinya Mereka sudah Tidak ada"
Ucap Bapak Ketua adat.
Salah satu kakek yang ikut berkumpul malam itu pun berkata.
"Jangan Sembarangan..! Mereka tidak akan pernah pergi sebelum matahari datang".
" Tapi suaranya udah gak ada kek..? "
Tanya Ku.
"Mereka Hanya memancing kita untuk keluar dari rumah"
Ucap kembali Oleh kakek itu.
"Iya kek, Mungkin benar benar sudah gak ada. "
Ucap Wisnu Juga.
Kami semua berharap mahluk itu benar benar telah pergi.
__ADS_1
Bapak ketua adat mencoba mengintip di balik sela sela dinding papan.
Kemudia bapak Ketua Adat berkata.
"Masih ada, Mereka masih berkeliaran".
" Sudah kakek bilang, mereka tidak akan pergi sebelum matahari datang".
Ucap Salah satu kakek tadi.
Aku berpikir, Sepertinya orang desa yang hilang sama dengan vamfir vamfir yang difilm film, karena vamfir tidak bisa terkena sinar matahari.
"Semua harus selalu membaca do'a supaya tidak terjadi apa apa"
Cetus ustad.
Sepertinya tidak ada satupun diantara kami yang bisa memejamkan mata pada waktu itu.
Jam dinding terus saja berputar, Detik demi detik, Menir demi Menit, jam demi jam kami lalui dengan suasana yang menegangkan.
Tidak lama kemudian jam dinding menunjukkan waktu subuh, Namun pada saat itu tidak terdengar sedikitpun suara adzan karena tidak satupun warga yang berani keluar kamar.
Karena waktu subuh telah masuk, Aku berkata kepada pak ustad.
"Tadz..!, Saya mau adzan disini, Karena sudah masuk waktu subuh"
Ucap Ku.
"Iya ko, Silahkan Adzan".
Jawab Ustadz.
Aku berharap ketika aku adzan dapat menenangkan kami semua yang sedang ketakutan semalaman.
Aku pun berdiri tepat didepan pintu rumah, Supaya suara ku didengar oleh warga yang lain.
Ku tarik napas secara perlahan sebelum aku mengumandangkan adzan.
Didalam hatiku berkata.
"Bismillahirrohmanirrohim".
Akupun mulai mengumandangkan adzan dengan dimulai Lapadz.
"Asyhadu allaa illaaha illallaah 2×. "
"Asyhadu anna Muhammadar rasuulullah2×."
"Hayya 'alashshalaah 2× "
"Hayya 'alalfalaah 2×"
"Allaahu Akbar, Allaahu Akbar 2×"
"Laa ilaaha illallaah2×".
Aku mengumandangkan adzan dengan sangat kuat dan sambil ku hayati.
Setelah Aku selesai adzan Aku menyuruh semuanya untuk berdoa.
Karena waktu diantara adzan dan iqomah merupakan waktu yang baik untuk berdoa dimana doa itu akan dikabulkan.
Oleh karenanya Aku menyuruh semuanya untuk memperbanyak doa pada waktu Itu.
Ketika aku selesai adzan aku teringat tentang sebuah hadits Rosul yang menyatakan tentang ketakutanya setan ketika mendengar suara adzan.
Bahkam Setan berlari terbirit birit mendengar suara adzan.
Disaat itu suasana lagi sangat genting gentingnya, Aku berharap dengan adanya suara adzan para setan setan dari Desa yang hilang langsung menghilang layak desanya yang telah menghilang.
Kami semuapun bersiap siap untuk melaksakan sholat shubuh secara berjamaah, Semua laki laki merapikan Shaf di bagian depan, Kaki satu dengan yang lainnya saling kami rapatkan.
Bapak ustadz menjadi imam waktu itu langsung maji kedepan dan berkata.
"Rapatkan Shafnya dan Luruskan, Semoga kita setelah melakukan sholat ini kita selalu dilindungi oleh allah".
Wisnu yang berada disamping kanan ku tiba tiba berkata.
" Pak ustadz..? ".
Pak ustadz yang sudah hampir takbir langsung menoleh kebelakang dan berkata.
__ADS_1
" Iya ada apa dek..? ".
" Gak ada apa apa pak, Cuma mau ngasih tau, Aku laper heheheh".
Ucap Wisnu.
Bisa bisanya wisnu masih mikirin perutnya disaat genting gentingnya.
Dari arah belakang istri bapak kepala desa langsung berkata.
"Ya udah, Habis Sholat nanti kamu makan kebelakang.".
Wisnu pun menoleh kebelakang kemudian bertanya kepada istri bapak kepala desa.
" Saya kebelakangnya sendiri bu..? ".
Aku pun menampar pundak wisnu.
Plakk
suara tampran ku.
Aku pun berkata.
" Orang udah siap siap mulai sholat, Lo malah diskusi masalah perut Lo".
"Gua lapar Ko, Dari tadi belum makan"
Jawab Wisnu.
Dasar si Wisnu, Dia memang raja makan, tapi harus tau sikon juga lah, masak ngurus masalah makan ketika sebelum sholat..?.
Yah sudahlah, Namanya juga wisnu.
Ketika ingat raja makan, Aku pun teringat dengan Rio si raja Gombal, yang sedang terbujur kaku didalam kamar, layaknya sebuah jenazah yang menunggu untuk disemayamkan.
"Rioo Rioo..! Lo sendiri yang ngelakuin, dan sekarang nyawa Lo tinggal menghitung hari, Semoga kita masih bisa tertawa sobat".
Gumam Didalam hatiku.
Bapak Ustadz pun langsung mengangkat takbir, seraya mengatakan " Allahu akbar".
Yang menandakan sholat kami telah dimulai.
Setelah beberapa menit sang ustadz pun membacakan surah alfatiha dengan sangat kuat, Mungkin lebih kuat dari suara adzanku.
Tiba tiba dari arah luar Suara teriakan teriakan histeris Terdengar ditelinga ku, yang membuat aku tidak khusuk melaksanakan sholat.
Sepertinya Mahluk desa yang hilang sangat terganggu mendengar lantunan surah alfatiha yang dibacakan oleh ustadz.
Suara itu semakin jelas dan semakin marah ketika sang ustadz menguatkan bacaannya kembali.
Suara teriakan itu seperti suara ratusan orang yang kesakitan, Semua suara itu menuju kerumah kami.
Aku bertambah takut, ketika ratusan suara itu sudah mengelilingi rumah bapak kepala desa.
Sudah terdengar jelas Suara teriakan teriakan mereka yang telah berkumpul mengelilingi Rumah bapak kepala desa.
Bapak ustadz pun membacakan ayat qursi ketika telah membaca al fatiha.
Kami yang menjadi makmum benar benar ketakutan, Bagaimana tidak..?
Karena diluar rumah terdapat ratusan mahluk Desa yang Hilang, Aku saja pada saat itu langsung memejamkan mata saking ketakutannya.
Ketika Ustdaz memcakan ayat qursi, ternyata membuat tubuh mereka terbakar dan meronta ronta melebihi teriakan yang pertama kali.
Rumah bapak kepala desa yang bernuansa panggung terasa bergetar akibat Di kerumuni oleh Mahluk tersebut.
Setelah bapak ustadz tengah tengah membaca ayat qursi, Suara teriakan dan getaran rumah itu tiba tiba menghilang, layaknya kembali ke suasana awal.
Akupun baru berani membuka mata kembali.
Setelah kami selesai sholat, Kami membaca wirod sendiri sendiri, karena sudah ketakutan semuanya.
Wisni yang juga sedang ketakutan langsung berkata.
"Yaaah gak jadiii gua makan gara gara tu mahluk"..
" Sono dah lo kalau mau dimakan ama mereka".
Ucap Danu yang kesal.
__ADS_1
Sungguh malam yang sangat mengerikan, aku merasa seperti di Film film vamfir yang di kerumuni oleh mereka..
#Bersambung#