
Novel Ke dua ku Berjudul "Aku Bukan Wanita Suci, Silahkan mampir jika berkenan.. Terimaksih telah membaca Novel DYH Kami
___________________________
Adegan Demi adegan menyeramkan bermunculan, Tak satupun dari Kami bertiga yang bisa bergerak karena saking mengkhayati film tersebut.
Suasana Gelap didalam kamar membuat perasaan menakutkan kami bertambah Kuat.
Aku merasa kayak ada orang di pojok kamar yang gelap itu saking halusinasiKu semakin parah.
Itu semua disebabkan oleh Film menyeramkan itu sehingga membanyangkan sesuatu yang mengerikan.
"Untung aja Gua duduk di tengah tengah"
Gumam Didalam hatiku.
Jendela yang ditutup Rio masih belum terkunci.
Kami bertiga Fokus menonton ke arah Laptop.
perasaan yang menakutkan tidak kami hiraukan yang penting menonton dan menonton.
"Ah Lo ko, Ngapain pegang telinga Gua"
Ucap Rio sambil menampar bahuku.
Sontak saja Aku kaget dan berkata.
"Nah..? Gua dari tadi nonton..! Ni lihat tangan Gua masih di depan ini megang laptop".
Rio pun menatap Wisnu dan berkata.
" Pasti Elu ya..?".
"Sumpah di sambar gledek Kalau Gua mengang telinga Elu"
Balas Wisnu yang masih melihat ke arah laptop.
Rio pun melihat kebelakang sebentar dan kembali menonton.
Tidak lama kemudian tiba tiba Wisnu berkata.
"Ahh Pasti Rio ni yang pegang telinga Gua".
Rio pun menjawab.
" Yaelah yang ada Elu tadi yang pegang telinga Gua".
Mereka berdua saling menyalahkan antar sesamanya.
"Kalian mau lanjut nonton atau gak ni..? Kalau gak mau nonton laptop Gua matiin aja"
Ucap Ku kepada Wisnu dan Rio Karena merasa risih mendengar debatan mereka berdua.
"Ya udah.. Semua tangan didepan jangan ada yang dibelakang"
Ucap Rio sambil meletakkan kedua tangannya tepat samping laptop.
"Ok Gua juga gitu"
Ucap Wisnu juga.
Wisnupun meletakkan tangannya tepat disampingku.
"Nah gitu dong"
Ucap Ku.
Kamipun melanjutkan filmnya.
Tidak lama kemudia Rio dan Wisnu kaget bareng.
Rio Berkata.
"Nah ada lagi yang Nyentuh telinga Gua"
Wisnupun Juga berkata.
"Ada lagi yang nyentuh".
Kami bertiga pun saling tatap tatapan.
Semua tangan kami ada didepan terus siapa yang menyentuh telinga Rio dan Telinga Wisnu.
" Kok Gua jadi merinding ya..?"
Ucap Rio.
"Guu uaa Juu..gaa. "
Ucap Wisnu yang berbicara tertatih tatih.
"Ada yang gak beres ni"
Gumam didalam hatiku.
Rio dan Wisnu pun duduk bergeser kearah ku sehingga badanku di himpit oleh mereka.
"Ada yang gak beres ni"
Ucap Rio.
"Coo oba Lo lihat ke bee eelakang..!"
Ucap Wisnu yang ketakutan.
"Nanti kalau Gua liat ada apa apa"
Ucap Rio yang bertambah ketakutan.
Sementara film horor didepan kami masih terus berjalan.
"Jangan jangan ada seseorang dibelakang kita..?"
__ADS_1
Ucap Ku.
Bukan hanya Rio dan Wisnu yang ketakutan tapi akupun juga begitu.
Ruangan yang gelap tidak terlihat apa apa, Mataku sesekali melihat kearah pojok.
Tiba tiba.
Tuuuupppppppp
Suara jendela terbuka keras sehingga terbentur ke dinding.
"Astagfirullahal'adzimmm"
Ucap Ku sambil melihat ke arah jendela yang sudah terbuka.
Rio pun Berkata.
"Ehh copoooootttt , Kenapa tu jendela tiba tiba kebukaaaa".
Tiupan angin masuk kedalam kamar dari luar jendela.
Syuuuurrrrrr
Suara angin yang masuk dengan sangat keras.
Akupun cepat cepat menutup laptop.
" Ada apa ni..?"
Ucap Ku.
"Rioo Lo cepat kunci Jendela"
Ucap Wisnu.
"Kok Gua lagi, Tadikan udah...! , Sekarang Elu lagi".
Jawab Rio yang sudah ketakutan.
" Kan Elu yang nutup jendela tapi gak Elu kunci"
Ucap Wisnu.
Wisnu yang sudah ketakutan terus memojok kan Rio supaya dia menutup jendelanya.
"Yaaaaaa Guaa yang nutup"
Ucap Rio kesal.
Rio pun berdiri mengahadap jendela, dan berjalan perlahan demi perlahan mendekati jendela.
Angin bertambah Kuat masuk kedalam kamar.
Tampak Rio berjalan seperti orang yang lagi ketakutan.
Baru mau menutup Jendela Tiba tiba Rio meloncat kearah ku.
"Anjirrrrrrr ada kepala orang di jendela sumpaaaaahhhhhhh"
"Serius Lo..?"
Ucap Ku.
"Sumpaahhhhhh"
Tegas Rio.
Kami bertiga bertambah ketakutan.
"Keee keepalaanyaa Gii gimana ..?"
Tanya Wisnu yang sudah hampir ngompol di celana.
"Kepalanya Botaaaakkkk Kayak tuyull"
Ucap Rio.
"Masak ada Tuyul disini"
Gumam didalam hati ku.
Wisnu pun bergegas menghidupkan lampu.
Takk
Suara kontak lampu yang di hidupkan oleh Wisnu.
"Nah kan kalau terang gini agak berkurang takut Gua"
Ucap Wisnu.
"Coba Lo cek Wis.."
Ucap Ku.
"Kok Gua..?"
Bentak Wisnu karena takut mendekati jendela.
"Iya Lo lagi Wis, Kan Gua udah"
Ujar Rio.
Wisnu pun mau tak mau harus melangkah kearah jendela.
Aku khawatir wisnu ngompol karena saking ketakutannya.
Cahaya lampu yang terang membuat getaran badan Wisnu terlihat jelas.
Kali ini Wisnu yang melangkah mendekati Jendela.
Langkah demi langkah ia pijakan menuju jendela.
__ADS_1
Ketika sampai dijendela, Wisnu langsung menutup mata dan mencari pegangan di jendela untuk menutupnya.
Karena Dia menutup mata maka Dia sedikit kesulitan mencarinya, Dia hanya meraba raba jendela itu namun tidak bertemu.
Akhirnya Dia terpaksa membuka matanya sedikit.
Ketika Ia mau menutup pintu tersebut ternyata Dia melihat seseorang berkepala Botak tepat di bawah jendela kamar.
Sontak saja Wisnu langsung berlari kearah Aku dan Rio dan membiarkan jendela itu kembali terbuka.
"Maa ma amaaasihhh ada si botak di bawah kamar"
Ucap Wisnu yang ketakutan.
Tampak celananya Wisnu tiba tiba basah, Bercucuran Air.
"Lo ngompol ya Wis..?"
Tanya Ku.
"Guu Guuaaa ta taa taaakuuttttt"
Ucap Wisnu.
"Gua juga takut, Tapi gak ngompol"
Ucap Rio.
"Parah Lo Wis.."
Ucap Ku.
"Su suu suuumpah jelas banget kepala orang dibawah jendela itu, Bo boo bootak"
Ucap Wisnu yang masi mengompol dicelana.
untung saja lantai rumah dari papan jadi ada celah celahnya sedikit yang membuat air kencing Rio jatuh kebawah Rumah.
"Sumpah Lo jorok"
Ucap Ku.
"Dia keluar sendiri"
Ucap Wisnu.
Aku pun mencoba mendekati jendela tersebut, Ku langkahkan kaki ku perlahan demi perlahan.
Angin yang masuk kedalam kamar membuat bulu kuduk bertambah berdiri.
Setelah Ku sampai didekat jendela, Ku beranikan diri untuk melihat kebawahnya.
"Bismillahirrohmanirrohim"
Gumam didalam hati ku.
Aku pun menoleh ke bawah jendela.
Aku pun di buat ketakutan, Karena benar benar ada sosok mahluk yang duduk tepat dibawah je delah rumah kami.
"Astagfirullahal'adzim"
Ucap ku yang menarik tubuh ku kedalam kamar sehingga Aku tidak bisa melihat kembali sosok itu.
"Apa itu ya..?"
Gumam didalam hati ku.
"Tukan benar, Memang ada mahluk astral disana"
Ucap Rio yang langsung meloncat keatas kasur.
Wisnu yang melihat Rio meloncat keatas kasur pun langsung ikutan meloncat.
Melihat Wisnu meloncat keatas kasur Rio pun langsung menendangnya sehingga Wisnu terjatuh kelantai.
"Lo habis ngompol "
Teriak Rio.
Wisnu pun langsung mengambil handuk dan mengganti melepaskan celananya.
"Pokoknya Lo gak Boleh naik ke atas kasur"
Ucap Rio.
Wisnu yang hanya memakai handuk pun hanya bisa diam di bawah kasur sambil memegang sarung ditangan kanannya.
Aku yang masih berdiri didekat jendela tidak tau mau melakukan apa.
"Ke kasur atau melihat lagi"
Gumam didalam hatiku.
Aku masih ada rasa penasaran terhadap sosok mahluk tersebut, Karena baru kali ini Aku melihat mahluk itu.
"Apakah makhluk ini penunggu sungai atau apa..?"
Gumam didalam hatiku.
"Lo ngapain bengong disana Ko..? Mau di ambil setan itu apa..?"
Teriak Rio.
Aku pun mengumpulkan semua keberaniakan ku untuk melihat sekali lagi.
Ku langkahkan kaki ku mendekati jendela lagi, Kepala ku sedikit ku arahkan ke arah bawah jendela.
Betapa kaget nya Aku ternyata mahluk itu adalah....?????
#Bersambung#
Oh ya.. Ada Novel terbaru Ku, Judulnya Aku Bukan Wanita suci. Dan insyaallah kedua Novel Ku akan Ku jadikan Story telling di Youtube Ku.. Chanel Ku "Kreasi Novel".
__ADS_1
Yang mau mampir silahkan #Kreasi Novel#