DESA YANG HILANG

DESA YANG HILANG
Rio Ada Dua


__ADS_3

*****#Sebelum membaca pastikan kk semua sudah menekan tombol like, Terimakasih kk, karena sudah memberikan likenya, Selamat membaca😁🤗#********.


______________________________________________


Menjelang kami tidur, Hujan mulai turun sedikit demi sedikit hingga sangat lebat.


Suasana malam pun menjadi sangat dingin, Jaket yang berada dibadan ku terasa masih kurang untuk menutupi dinginnya malam.


Kamipun tertidur didalam dinginnya malam. Kami tertidur sekitaran pukul 22.00 Wib.


Rio disamping ku tampak kedinginan, Hingga terbangun dari tidurnya, Dan langsung mencari jaket didalam lemari pakaiannya.


Aku hanya sedikit sadar melihat Rio menuju lemarinya, Karena mataku sangat sulit untuk di buka, mungkin karena efek hujan.


Aku tidak tau, Kapan hujan berhenti ketika malam itu.


Sa'at Aku lagi enak tidur.


Rio disamping ku membangunkan Ku, Hanya terdengar suaranya saja, Karena Aku benar benar sangat ngantuk ketika itu.


"Ko kawani Gua ke kamar mandi, Gua sakit perut ni!"


Ucap Rio.


Aku masih tetap tidak menghiraukannya.


"Kooooooo, Bangun ko"


Ucap Rio kembali.


Namun mata ku masih belum juga terbuka, Aku hanya bisa mendengar suara Rio.


Kemudian Rio mengambil bantalnya dan memukulkannya ke tubuh ku.


Bukkk buuuukkk


Suara hempasan bantal Rio ke tubuh Ku.


Aku pun terbangun, Dan membuka mata.


"Lo sendirian Aja, Gua ngantuk ni"


Ucap ku kemudian langsung tidur kembali.


"Kooo, Gua takut kalau sendiri"


Ucap Rio kembali.


Aku pun membuka mata dan berkata lagi.


"Tau ah!!, Gua ngantuk, Lo kekamar sebelah aja, minta bangunin sama Wisnu atau Danu".


Kamudian Aku menarik semua selimut Ku hingga menutupi seluruh tubuh Ku.


" Awas Lo ya Ko!, Bakalan Gua siram pakai air Lo nanti, Tunggu aja"


Ucap Rio.


"Terseraaaaaahhh"


Ucap ku didalam selimut.


Bukkkkkk


Rio kembali memukul ku dengan bantalnya.


Kemudian Rio kekamar sebelah, Mungkin membangunkan Si Wisnu atau Si Danu.


Aku sudah tidak sadarkan diri, Karena benar benar sangat mengantuk.


Tidak lama kemudian, Aku mendengarkan suara Wisnu memanggil Ku.


"Ko.?"


"Hmmmm"


Ucap Ku dengan mata masih terpejam.


"Rio ama Danu kemana Ko?"


Tanya Kembali oleh Wisnu.


Aku pun membuka mata, Kemudian berkata.


"Barusan ke kamar mandi, Kenapa emangnya?"


"Gua takut sendirian di sebelah, Gua tidur dekat Lo dulu ya, sebelum mereka datang"


Ucap Wisnu.


"Iya tidur dah, Mata Gua masih ngantuk ni"


Ucap Ku kepada Wisnu.


Namun Wisnu yang berada disampingku tidak bisa memejamkan matanya, Dia selalu saja pindah pindah tidur sehingga Aku merasa risih melihatnya.


"Wisss, Lo bisa diam gak?,Gua gak bisa tidur ni"


Ucap ku sambil membuka selimut di wajahku.


"Gak tau kenapa, Gua gak bisa tidur Ko".


Ucap Wisnu.


Aku pun duduk dari baring Ku, Kemdian berkata.


" Lo kenapa?, Kepanasan?".


Wisnu pun menjawab.


"Kagaklah, Masak hujan hujan gini Gua kepanasan".


Tampak suara hujan masih terdengar di telingaku.


" Terus Lo kenapa?, Laper?"


Tanya ku kembali.


"Gua masih kenyang Ko, Cuma gak tau kenapa malam ini Gua merasa gak bisa tidur".


Ucap Wisnu kembali.


" Gua pindah ke kamar kalian aja dah, Kalau gini terus Gua gak bisa tidur nantinya".


Ucap Ku.


"Jangan Lah, Gau takut kalau sendirian Ko"


Ucap Wisnu.


"Ahhh Lo bikin repot aja".


Gumam Ku.


" Ngomong ngomong Rio ama Danu kok belum datang juga ya?".


Tanya Wisnu.


"Ehh iya iya, Kenapa Lama banget mereka".


Ucap ku dengan heran.


" Ayo kita cek kebelakang".


Ucap Wisnu.


Kami pun keluar kamar untuk melihat Rio dan Danu yang berada di kamar mandi.


Pintu kamar yang masih tertutup rapi didepan kami mulai dibuka pelan oleh Wisnu.


Kreeeeeeeekkkkk


Suara pintu yang terbuka.

__ADS_1


Wisnu pun keluar perlahan dan melihat kondisi diluar sambil melirik ke kanan dan ke kiri.


"Lo ngapain lirik kiri kanan?, Kayak ada maling aja".


Ucap ku yang berada dibelakang Wisnu.


" Ya siapa tau aja, Nanti ada hantunya, Makanya Gua pastiin mereka kagak ada".


Ucap Wisnu.


"Ah Lo ada ada aja Wis, Ayo cepat jalan".


Ucap ku kepada Wisnu yang menghalangi jalan keluar dari kamar.


Wisnu pun melangkah ke arah dapur sambil Berteriak kencang memanggil Rio dan Danu.


" Rioooo, Riooooo,Rioooo".


Aku yang berada di belakang Wisnu berkata.


"Lo jangan teriak riak, Udah malam, Nanti kalau di dengar ama warga gak enak".


" Eh, Gua terlalu kencang ya ngomongnya?".


Ucap Wisnu.


"Bukan kencang lagi, Tapi kencang bingit".


Ucap Ku.


Kemudian Wisnu memperkecil suaranya.


" Danuuuu danuuu, Kemana Kalian? kok gak nongol nongol"


Ucap Wisnu.


Kami terus berjalan ke arah dapur, Dan melewati kamar misterius itu, Tampaknya tidak ada tanda tanda aneh dari kamar misterius itu.


Kami pun melihat didaerah dapur namun tidak melihat Rio dan Danu.


"Kemana ni anak?"


Tanya Wisnu.


"Mana Gua tau.!, Palingan didalam kamar mandi.


Tidak lama kemudian Danu keluar dari kamar mandi.


" Kirain Gua kalian kenapa napa?"


Ucap Wisnu.


"Rio tu sakit perut, Gak tau kenapa, Mungkin karena terlalu banyak makan gombalannya sendiri"


Ucap Danu.


Setelah itu Rio tampak kesakitan sambil memegang perutnya.


"Sembarang Lo Dan kalau ngomngong"


Ucap Rio.


Krrooooookkkkkk


Suara perut Rio kembali berbunyi. menandakan sedang tidak baik baik saja, Seperti hubungan kita. wkwkwkw


"Aduuuuhhhh, Gua ke Kamar mandi dulu, Kalian jangan pergi ya, Awas kalau ninggalin Gua".


Ucap Rio.


Kemudian Rio bergegas kembali kedalam kamar mandi.


" Kami duluan ya Rio ?"


Ucap Ku.


"Awas kalian ya".


Teriak Rio yang berada didalam kamar mandi.


Aku kekamar ku, Danu dan Wisnu pun kembali ke kamarnya masing masing.


Setelah itu, Tiba tiba Danu dan Wisnu kekamar ku, Dengan gelagat seperti orang kebingungan.


"Ko?, Dikamar ada Rio lagi tidur".


Ucap Danu.


" Ah seriuslah kalau ngomong, Bukan waktunya bercanda sekarang ini, Udah malam Dan!."


Ucap Ku.


"Serius ini Ko, Ayo kalau Lo gak percaya, Kita coba cek kekamar".


Ucap Wisnu.


" Ayo, Kalau kalian bohong, Gua sumpahin gak nikah nikah".


Ucap Ku.


"Ok, Kalau ada Gimana?, Elu yang gak nikah nikah?"


Ucap Danu kembali.


Aku melihat ekspresi mereka sangat serius kemudian Aku berkata.


"Jangannnn, Kasian kalau nanti gak ada yang nemenin Gua ketika kakek kakek".


" Gua juga kagak percaya pertama kalinya, Tapi pas Gua liat benaran Rio"


Ucap Danu.


Aku pun pergi kekamar Wisnu dan Danu, Betapa kagetnya Aku, Ketika melihat sosok Rio yang sedang tidur nyinyak di atas kasur Wisnu dan Danu.


"Bukan kah Rio masih ada di kamar mandi?, Trus kalau itu Rio ini siapa?"


Gumam didalam hati ku.


Aku pun masuk kedalam kamar itu secara perlahan, Terus Aku memberanikan diri membangunkan Rio.


"Rioooo"


Ucap ku dengan sangat pelan, Sambil memegang pundak Rio.


Rio pun terbangun, Namun Rio tidak mengucap kan sepatah dua patah kata, Kemudian Dia kembali tidur.


Wisnu dan Danu masih mengintip dari luar kamar.


Aku pun keluar kamar, Sambil sedikit ketakutan, Didalam hatiku berkata.


"Rio yang sebenarnya yang mana?, Yang tidur ini atau yang di kamar mandi.?".


Setelah Aku keluar dari kamar, Wisnu langsung berkata.


"Rio yang asli yang mana?".


" Jangan tanya ama Gua, Gua juga bingung".


Ucap Ku.


"Coba kita cek ke dapur".


Ucap Danu.


Kami pun berjalan ke arah dapur, Aku berada didepan sekali, Setelah itu Wisnu dan Danu.


Kami berjalan secara perlahan lahan menuju kamar mandi.


" Gimana kalau yang di Kamar mandi itu hantu ko"


Bisik Wisnu sambil memegang baju bagian belakang ku.


"Makanya kita cek dulu".

__ADS_1


Ucap Ku.


Danu yang berada dibelakang sekali langsung masuk di antara aku dan Wisnu. Jadi posisinya ditengah tengah antara Aku dan Wisnu.


" Gua takut di belakang, Siapa tau yang di kamar tadi bukan Rio, Tapi hantu".


Ucap Danu.


"Nah Gua gimana kalau dibelakang, Kan Gua juga takut"


Ucap Wisnu sambil pindah ke posisi awalnya dan menggeser Danu kearah belakang lagi.


Danu yang berada di belakang pun tidak terima, Hingga menarik Wisnu kebelakang lagi dan Dia mengambil posisi paling tengah.


"Lo aja belakang Wis, Lo kan Berani"


Ucap Danu.


Aku yang berada didepan merasa risih melihat kelakuan mereka berebut tempat di tengah tengah.


"Kalian mau Gua lanjut jalan ke depan atau kalian aja yang lanjut sendirian"


Ucap ku sambil melihat ke arah mereka yang berada dibelakang Ku.


"Iyaaa iyaaa, Gua di belakang deh".


Gumam Wisnu dengan sangat kesal.


Setelah Aku berada di kamar mandi Aku mengetuk pintu kamar mandi tersebut, untuk memastikan Rio berada di dalam kamar mandi.


Tokkkk Tokkkkk Tokkkk.


Suara ketukan pintu.


Suara Ku rasanya sangat berat untuk keluar terucap dari mulut ku.


Aku khawatir, Kalau yang didalam Itu bukan Rio yang asli.


Setelah mengetuk pintu, Aku pun berusaha memanggil Rio.


" Rioooooooooooooo?"


Ucap Ku secara pelan.


Suara hening tanpa ada suara Rio sama sekali.


Dari arah belakang Wisnu berbisik.


"Gua kembali kekamar aja, Gua yakin, Yang didalam kamar mandi itu bukan Rio, Sumpah Gua rasanya mau pipis saking ketakutannya".


" Kalau yang dikamar bukan Rio gimana?"


Bisik Danu.


"Iya juga ya".


Ucap Wisnu lagi.


Aku berpikir, Pasti salah satu dari mereka adalah setan, Bagaimana mungkin Rio ada dua.


Tanganku yang sudah mulai bergetar ketakutan kembali ku genggam lagi untuk mengetuk pintu kamar mandi itu.


Tok tok tokkkkkk


Suara ketukan pintu.


Kembali ku keluarkan suara ku untuk memanggil Rio.


" Riiii Riiioooooooooo"


Ucap ku.


Tidak lama setelah ku memanggil, Tampak Gagang pintu kamar mandi itu berputar secara perlahan, Seperti layaknya orang yang sedang membuka pintu itu dari dalam kamar mandi.


Reeeekkkkkkkkk


Suara kecil dari gagang pintu yang berusaha terbuka.


Wisnu, Danu dan Aku sudah seperti patung yang tidak bisa bergerak apa apa, Kaki kami semua mulai bergetar ketakutan, Jantung kami semua terus berdegup kencang.


Ketika pintu itu terbuka.


"Daaaaarrrrrrrrrrrrrr"


Teriak seseorang yang berada didalam kamar mandi.


Kami sudah ketakutan semua.


Wisnu yang berada di paling belakang langsung lari kedalam kamarnya.


Karena Dia berpikir didalam kamarnyalah Rio yang asli.


Aku dan Danu pun mencoba lari, Danu sampai menabrak tembok yang berada disisi kirinya.


"Mamaaaaaaaaaaaaaa"


Teriak Danu.


Aku yang berada dipaling depan hanya bisa berdiri ketakutan dengan memejamkan Mata, Sambil berdo'a dan membaca ayat Qursi.


Didalam ketakutan kami tiba tiba Aku mendengar suara tertawanya Rio.


"Hahahahahahahaha Kalian ngapain kayak Lihat hantu aja".


Aku pun membuka mencoba membuka mata, Sekarang didepan Ku terlihat Rio yang sedang bediri sambil tertawa.


" LLLLooooo be..benaran Ri..Rio?"


Tanya Ku dengan suara tertatih tatih.


"Ya iyalah Rio masak Ria"


Ucap Rio.


Aku mau memastikan apakah Rio benaran atau Hantu.


Plaaaaaaakkkkkk


Suara Tamparan tangan yang ku ayunkan sangat juat Ke wajah Rioo.


"Aaanjirrrrrr, Sakitttttt bangetttt"


Teriak Rio.


"Lo ngapain Nampar Gua"


Sambil memegang pipinya sendiri.


Tampak Pipi Rio langsung memerah karena tamparan keras ku.


"Guaa kira Lo hantu"


Ucap Ku.


"Hantu bapak Lo"


Ucap Rio.


"Alhamdulillah Lo yang asli. Dan??, Sini Ini Rio yang Asli".


Ucap Ku sambil melihat ke arah danu.


Danu yang sedang terduduk karena menabrak tembok langsung berkata.


" Gara gara Lo, Kepala Gua hampir pecah".


"Hahahah salah sendiri, Siapa suruh Lo nabrak tembok"


Ucap Rio yang masih memegang pipinya.


#Bersambung#


Mau tau kelanjutanya?, Bagaimana dengan Wisnu yang lari kedalam kamarnya? Karena dikamarnyalah Rio jadi jadian itu berbaring.

__ADS_1


tunggu evisode selanjutnya.


Jangan lupa Votenya dan likenya ya kk.


__ADS_2