DESA YANG HILANG

DESA YANG HILANG
Tamu Tak Di Undang


__ADS_3

Aku merasa seperti mengenal suaranya,


Layaknya suara yang sering kudengar.


Tangan ku masih mendekap di wajahku,


Mataku masih terpejam rapat tanpa terbuka sedikitpun.


“Siapa kah anda..? Saya tidak bermaksud mengganggu anda”


Ucapku yang masih menutup wajah dengan tangan ku.


“Aku adalah salah satu orang yang sering bersamamu”


Jawab sesuatu yang belum aku ketahui,


Aku masih sangat takut untuk membuka mata, namun suaranya kok seperti suara wisnu.


“Hahahah ahahahhaha hahahahah ahahah”


Suara dua orang tertawa


Suara tersebut sangat mirip dengan suara wisnu dan danu


“Lo ngapain Ko..? “


Ucap nya


Aku pun membalikan badan kemudia membuka mata, Betapa terkejutnya aku ketika membuka mata.


“Allahu akbarrrr””


Ucap ku sambil terkejut.


Ternyata sosok yang tadi adalah danu dan wisnu yang sudah berada dibelakang ku.


“Lo ngapain teriak ko, Gua sama danu pun ikut teriak, Kirain ada apa.!”


Ujar si Wisnu.


“Nah kalian yang ngapain disini,Bukanya kalian udah pulang tadi, Trus tiba tiba pukul bahuku pas sholat, Siapa yang gak kaget di gituin”


Jawab ku sambil memukul pundak wisnu.


“Hahahaha hahaha tanya aja sama danu, Biar dia yang jelasin nantinya”


Saut wisnu.


Aku pun melihat kearah danu yang tepat berada di samping wisnu.


“Kok bisa kalian kesini dan..?”


Tanya ku kepada Danu sambil heran


“Tadi pas kita mau berangkat sebenarnya kami udah nyiapin baju baju didalam tas, Makasnya tadi pas nganterin lu ada bapak bapak yang bawa dua tas, Itu tas gua ama wisnu, Namun kami mau ngasih Kejutan ke Lu aja ko, Lagi pula mana ada teman yang mau melihat temannya menderita sendirian, Manis di rasakan bersama pahit pun di cicipi bersama”


Jawab si danu sambil memegang pundak ku.


“Gua gak nyangka kalian mau ikut menderita, Ternyata kalian adalah Best Friend..”


Sambil memeluk danu dan wisnu


“Berarti dua tas yang dibawak warga tadi itu punya kalian ya, Kirain gua itu untuk bekal bapak bapak itu diperjalanan”


Lanjutku sambil melepaskan pelukan


“Heheheh Iya ko, Kami cuma mau ngasih kejutan aja tadi, Tapi jujur kami tadi lari pas mau kesini, Mana suara burung hantu dimana mana, senter pakai acara mati lagi “


Ujar si Wisnu.


“Iya ko, Ni senter tiba tiba mati pas daerah yang gelap itu, Sebelum burung hantu yang banyak itu ko”


Ucap si Danu pula


“Kalian berdua aja takut apa lagi gua sendirian disini tadi”


Balas ku kepada Danu dan Wisnu yang lagi didepan ku


“ Sumpah seram amat ni hutan ya”


Ucap si Wisnu


“Ini masih baru mau masuk hutan desa yang hilang wis, Gimana nantinya pas kita udah masuk hutan mereka”


Jawab ku


“Iya juga ya”


Cetus si danu


“Yaudah coba kita lihat bekal bekal yang kita bawak, Apakah cukup untuk perjalanan jika tidak cukup apa solusinya..?”


Jawab ku


Semuanya pun membuka ransel masing masing, tampak ransel si Wisnu yang paling besar diantara kami, aku pun menuangkan seluruh yang ada pada ransel ku, Isinya ada baju, celana , sarung beberapa makanan yang tahan lama seperti kacang kacangan, pop mie ada beberapa biji, dan ada sedikit makanan untuk bertahan, Satu tenda juga ku ikatkan di ranselku

__ADS_1


“Coba Buka ransel Lu Dan”


Ucap ku


Danu pun membuka ranselnya dan kemudian menumpahkan isinya,


Ku lihat didalam ranselnya hampir mirip dengan isi ransel ku.


“Selanjutnya Ransel lu wis di buka”


Ujar ku ke wisnu


“Ok dah kalau gitu”


Ucap si Wisnu


Wisnu pun membuka ranselnya kemudian menumpahkan ranselnya layaknya aku dn Danu


Syurrr


Suara wisnu menumpahkan isi didalam tasnya.


Pantas saja tas si wisnu yang paling besar, rupanya dia yang paling banyak membawa makanan, Berbagai macam makanan ada di dalam tasnya, Dari cemilan ringan hingga minuman kaleng pun ada didalamnya.


“Heheh untuk persiapan kita, Biar gak kelaparan”


Ucap si Wisnu


Karna kami sudah tau si wisnu bagaimana, yaaa kami tidak banyak komentar.


“Yaudah. Kita masukkan seluruh barang kita, karna kita belum mengetahui berapa hari kita akan menelusuri hutan desa yang hilang hingga sampai kepada desa yang hilang tersebut.”


Ucap ku kepada wisnu dan danu


Kamipun memasukan isi ransel kami.


Senter kami hanya ada dua, satu wisnu yang pegang satunya lagi aku yang pegang.


Setelah semuanya telah kami masukkan kamipun melanjutkan perjalanan pada jam dua siang.


“Bismillahirrohmaanirrohim”


Kami mengucapkan bismillah secara bersama sama.


Kaki kamipun mulai melangkah memasuki hutan desa yang hilang. Tidak tau pasti kapan kami akan sampai di desa tersebut ada yang mengatakan buruh waktu satu minggu untuk mencapai desa yang hilang itu. Namun itu hanya pendapat salah satu warga yang pastinya tidak ada satupun yang bisa mengetahui. Karna jika seseorang telah memasuki hutan desa yang hilang dan desa yang hilang maka tidak akan ada satupun yang kembali dengan selamat.


Aku dan wisnu memiliki bekal ilmu tentang hutan, Dari berbagai tumbuhan yang bisa dimakan, Hewan hewan yang berbisa , Cara menangkap hewan , cara bertahan hidup di Hutan.. Kalau danu tidak mengetahui apapun karena dia berasal dari ibu kota jakarta yang tidak tau permasalahan didalam hutan.


Sejak aku SD sampai SMA aku selalu mengikuti kegiatan pramuka dan ketika Kuliah aku ikut komunitas Pecinta alam yang disana juga diajarkan hal hal yang berkaitan dengan hutan. Sejak SD pun aku sudah terbiasa masuk keluar hutan untuk mengikuti ayah dan ibu.


“Masih siang gini aja udah kayak malam ya.. Gimana pas udah malamnya nanti”


Ucap Si Danu yang terus melangkah kedepan


“Namanya malam yang pastinya gelaplah bro”


Jawab si Wisnu


Sekali kali kami menyenteri sisi kiri dan kanan, Aku berada diposisi kanan yang memegang senter, Wisnu berada di posisi kiri, dia juga memegang senter, Sementara danu berada diposisi tengah tengah kami, Karna dia tidak membawa senter


Tampak tangan si Danu memegang lengan kanan si Wisnu.


“Ah lo dan, Kayak cewek aja”


Ujar si wisnu ketika lengangya di gandeng oleh Danu.


“Gaya lo wis wis, padahal kan lo juga takut kan”


Jawab Si Danu


Dengan nada gugup wisnu pun menjawab


“Mana ada Dan, Gua pemberani loh”


Diselang selang mereka mengobrol aku tetap fokus melikat kedepan dan ke arah kanan ku, Khawatir ada binatang buas dan yang lainya


“Nanti kalau udah hampir magrib kita istirahat ya , Sekalian kita dirikan tenda”


Gumam ku ke pada Danu dan Wisnu


“Iya ko”


Jawab Si Danu


Sudah hampir dua jam perjalanan kami menelusuri hutan tersebut, Tampaknya perjalanan kami aman aman saja, dan kami berharap perjalanan ini tidak ada hambatan dan rintangan apapun


Ku lihat jam tangan ku sudah menunjukan pukul 16 : 00 yang menandakan sudah masuk waktu sholat asyar.


“Gimana ini wis..? Kita lanjut atau berhenti istirahat dan sholat..?”


Ucapku sambil melihat si Wisnu disamping kiri si danu


“Lanjut ajalah, Gak ada tempat istirarahat disini”


Jawab si wisnu yang melihat sisi kanan dan kiri

__ADS_1


karena belum ada tempat yang aman untuk berhenti , disamping kanan dan kiri penuh dengan semak belukan, Akhirnya kami pun terus melanjutkan perjalanan


Sekitar beberapa meter kemudian


“Berhenti dulu bro, Gua haus banget”


Ucap si danu


“Sama gua juga haus banget “


Saut si Wisnu


“Yaudah kita berhenti sejenak sekalian minum dan istirahat”


Jawab ku


Kamipun istirahat sejenak, duduk di pinggir jalan yang sempit Kurang lebih 1,5 Meter luas jalan yang kami tempuh.


Akupun membuka ransel ku, kemudian mengambil minuman kemasan Lea Mineral yang ada manis manisnya gitu


“Gua cuma bawak satu botol lea mineral, Ada yang mau..?”


Tanya ku


“Gak ah, gua masih ada minuman fanta”


Ucap danu


“Gua cocacola”


Ujar si Wisnu yang memegang satu botol cocacola. Kemudia dia menempelkan cocacola tersebut kepipinya seraya berkata


“Cocacola ini aja udah kayak baru diambil didalam pendingin aja, gak perlu ada pendingin kalau disini ma”


“Yaudah kalau gak mau”


Ucap ku sambil minum air kemasan tersebut, Rasa air Lea mineral yang ku minum sudah seperti es karena cuaca yang sangat dingin.


Gluuuk gluuuukkk glukkkkkk


Suara air yang ku minum ketika memasuki tenggorokan ku


Setelah itu aku mengucap


“Alhamdulillah, Segala puju bagi allah tuhan semesta alam”


Krrreeesssseekkk Kreesseekk kreesekk


Suara danu mengambil snac di dalam ranselnya dan menemukan ketela


“Siapa yang mau ketela”


Ucap si wisnu sambil membuka bungkus ketela


Aku dan Danu pun ikut makan ketela bersama wisnu


“Kayaknya kita harus pandai pandai berhemat makanan kedepanya karna gak tau berapa lama perjalanan nantinya”


Ucap si wisnu yang sambil makan


“Tumben Lo Wis mikirin hemat”


Balas si Danu


“ Ya kalau habis nanti gua gak bisa makan lagi… ahahaha. Makanya harus hemat hemat biar bisa menikmatinya lama lama”


Jawab si Wisnu


Setelah beberapa menit kami istirahat kamipun melanjutkan perjalanan.


“Ayo bangun bangun, kita lanjuti perjalanannya”


Ucap ku yang sudah berdiri sambil menari tangan si danu untuk berdiri


“Ayoklah”


Jawab si Danu yang langsung berdiri


“Bantuin bangun dan”


Jawab si Wisnu yang kesusahan bangun, mungkin karena berat badanya yang berbeda dari kami semua


Danu pun meraih tangan kanan si wisnu dan menariknya untuk bangun lalu berkata


“Makanya jangan makan mulu kerjaan lo, Gimana gak berat kalau makan terus”


“Kalau gak makan mati dong”


Jawab si wisnu yang berusaha berdiri


Kamipun melanjutkan perjalanan setelah beristirahat sebentar.


#bersambung#


Terimakasih sudah membaca, Jangan lupa like dan komen jika novel ini mnghiasi hari hari kalian

__ADS_1


__ADS_2