
Angin yang bertiup kencang menemani awal cerita bapak Arif, Yang akan menceritakan sejarah awal mula adanya danau Dewo Aek.
Bapak Arif memulai kisah kasihnya, Eh kisah sejarah maksudnya heheehe.
"Boleh bapak minta air minumnya, Panjang ceritanya ni, biar gak serak serak becek"
Ucap bapak Arif.
"Kayak mau pidato aja pak"
Ucap Rio, Kemudian dia memberikan Air mineral.
"Ini pak, Biar enggak Serak serak becek"
Ucap Rio.
Bapak Arif pun meminum air yang diberikan Rio.
Gluk gluk gluk
Suara air yang di minum bapak Arif.
Tampak sebotol air mineral yang berukuran sedang itu sudah tinggal sedikit.
"Alhamdulillah"
Ucap Bapak Arif.
"Ini airnya, Makasih ya Rio"
Ucap Bapak Arif.
Riopun mengambil botol mineral itu dan melihat airnya yang hanya tinggal sedikit.
"Bapak Haus atau gimana pak?"
Tanya Rio.
"Bukan Haus dek, Cuma lagi butuh air aja heheheh"
Ucap Bapak Arif.
"Hadeh itu sama Aja namanya pak"
Ucap Rio.
"Dah semuanya Diam Dulu, Bapak mau cerita mumpung bapak udah siap"
Ucap bapak Arif.
Kami sudah tidak sabar lagi mendengarkan kisah bapak Arif itu.
"Ayoo pak, Kami udah gak sabar lagi"
Ucap Wisnu.
"Ok ok"
Ucap bapak Arif.
Bapak Arif pun memulai kisah tentang terciptanya Danau Dewo aek.
"Pada zaman dahulu, Hiduplah tiga orang anak laki laki, dan seorang ibu.
Anak pertama bernama Milan, Anak kedua bernama Teluk, Anak ketiga bernama Ninjau, Umur Milan hanya baru tahun 10 Tahun, Teluk 13 tahun dan Ninjau 16 tahun.
Nama ibunya ini adalah dewi.
Mereka hidup sebatangkara di tengah tengah hutan itu, Milan,Teluk dan Ninjau ini setiap harinya selalu membantu ibunya mengumpulkan kayu bakar.
Jika mereka sudah mencari kayu bakar, Mereka biasanya masuk kedalam hutan untuk berburu kecil seperti burung, kelinci dan hewan hewan kecil lainnya untuk keperluan makan mereka.
Mereka hanya sebuah keluarga miskin, Ayah mereka sudah meninggal Sejak mereka masih kecil, Umur milan waktu itu baru saja tiga bulan.
Ninjau selaku anak paling tua, Dialah yang selalu menjadi tulang punggung keluarga,Karna ibunya dewi sudah sakit sakitan.
Ninjau selalu memberikan kasih sayang kepada semua adik adiknya, Jika telah berburu bersama adik adiknya biasanya dia memgambil air didanau ini untuk keperluan sehari hari (Sambil menunjuk ke arah danau).
Jarak antara rumah mereka dan Danau ini sangatlah jauh, Namun sampai sekrang belum diketahui dimana letak rumah itu.
__ADS_1
Pada suatu hari, Setelah mereka mengambil kayu api,Mereka pun pergi berburu kedalam Hutan.
Mereka selalu membawa sebuah tombak dan sebuah panah, Untuk melumpuhkan mangsanya.
Ninjau selaku kakak paling tua mengawali perjalanan berburunya.
Mereka berangkat dari rumah pada waktu sore hari.
Mereka sudah menyiapkan peralatan untuk penerangannya yaitu sebuah obor kecil, Ketika berada di pertengahan jalan mereka melihat seekor kelinci putih.
Ninjau selaku kakak paling Tua menyuruh adek adeknya untuk bersiap menangkap buruanya.
"Milan ke kiri dan teluk ke kanan"
Ucap Ninjau kepada adik adiknya untuk bersiap memburu seekor kelinci putih.
Adik adiknya pun mengikuti perintah kakaknya, Milan mengambil arah ke kiri dan Teluk mengambil arah ke kanan.
Ketika mereka ingin menangkap kelinci itu tiba tiba Milan, adik mereka yang paling kecil ini menginjak seekor ular berbisa.
Teluk dan Ninjau langsung berlarih ke tempat Milan, Tampak milan lagi berteriak kesakitan.
"Sakitt kakak"
Ucap Milan merintih kesakitan sambil memegang kakinya yang sudah di patuk ular berbisa.
Mereka yang melihat adinya berteriak kesakitan langsung saja menggendong adiknya untuk dibawa ke gubuk mereka.
Mereka juga takut nantinya bakalan dimarahi oleh ibunya.
Selama diperjalanan pulang, Milan selalu menagis karena kesakitan akibat racun ular.
Ninjau dan Teluk berusaha menenangkam adiknya.
"Sabarr dik, bentar lagi kita akan sampai kerumah"
Ucap Ninjau sambil menggendong Milan.
Teluk berjalan di paling depan sambil membawa obor untuk menerangi jalan itu.
Tidak lama kemudian mereka sampai di rumah, Ibu mereka melihat Milan yang masih kesakitan sontak saja bertanya.
"Kenapa adik kalian?"
"Di patok ular bu"
Ucap Ninjau.
"Kan sudah ibu bilang, kalau berburu jangan ajak adik kalian"
Bentak ibu mereka.
Milan pun di baringkan di sebuah tikar rumbai, Dan berbantalkan sabut kelapa yang sudah dibentuk persegi.
"Sakit buuuuuuu"
Teriak Milan yang masih kesakitan.
"Sabar ya nak, Ibu lagi cari obatnya"
Ucap ibu Dewi.
Wajah Dilan semakin pucat saja, Eh wajah Milan maksutnya, Author keingat Milea makanya bilang Dilan. wkwkwk
Teluk dan Ninjau masih di samping Milan yang masih kesakitan.
setelah beberapa menit, Akhirnya ibu Dewi berlari masuk ke dalam gubuk dengan membawa obat rempah rempah alami untuk si Milan.
"Sabar ya nak, Ini ibu masih obati kaki mu"
Ucap Buk Dewi yang sudah hampir menangis melihat keadaan Milan yang sudah mulai melemah.
Teluk dan Ninjau hanya bisa terdiam sedih melihat keadaan adiknya yang sudah mulai melemah.
"Buuu, Aku udah gak kuat"
Lirih si Milan.
Sontak saja ibu Dewi langsung menangis histeris kemudian berkata.
__ADS_1
"Kamu harus kuat nak, Kamu harus bertahan ya, Ibu akan lakukan apa saja asal kamu bisa sembuh".
Air mata ibu Dewi terus menetes, Sampai Baju bagian depan Yang iya pakai sudah hampir basah akibat tetasa air matanya.
" Ta aapi aku suudah tidak kuat lagi bu"
Lirih si Milan yang sudah hampir tidak sadarkan diri.
Sambil menangis ibu Dewi berkata.
"Kamu gak boleh ngomong gitu nak, Kamu harus kuat, Kamu gak boleh pergi".
Setelah ibu Dewi bebicara tiba tiba Milan langsung tidak sadarkan diri.
" Millaaaaaannnnnnn, Kamu harus kuat nak, Jangan pergi nak"
Teriak Ibu dewi sambil memeluk badan si Milan.
Ketika Ibu Dewi merasakan denyut jantung Milan barulah ibu Dewi sedikit tenang.
Ternyata Milan masih hidup, hanya saja tidak sadarkan diri.
Ibu Dewi pun membuat sebuah racikan obat herbal untuk diberikan kepada Milan.
Sambil menangis terseduh seduh Ibu Dewi Memberikan obat itu setetes demi setes kedalam mulut Milan.
"Kamu harus sembuh ya nak"
Ucap Ibu Dewi.
Teluk dan Ninjau ini sudah menangis sejadi jadinya, Mereka mengira adiknya telah meninggal dunia.
Ibu Dewi yang melihat anak anak mereka menangis Histeris pun berkata.
"Adik kalian masih hidup".
Sambil menangis Ninjau berkata
" Masih Hidup ya bu?"
Dia pun melihat kearah Teluk yang masih menangis histris kemudian langsung memeluknya.
"Kamu jangan nangis lagi, Milan masih hidup"
Ucap Ninjau sambil menangis.
"Adik masih hidup ya kak?"
Tanya Teluk yang masih menangis.
"Iyaa dek"
Jawab Ninjau yang masih memeluk teluk.
Setelah sekian lama, Akhirnya mereka tertidur didalam gubuk kecil pada waktu itu.
Ketika mereka bangun dipagi hari, mereka masih melihat badan adik mereka masih terbujur didepan mereka, Badan Milan semakin pucat saja.
"Buk?? Milan gak kenapa napa kan.?"
Tanya Si teluk yang masih memeluk badan adiknya.
Ibu Dewi pun langsung memeriksa detak jantung Milan.
"Adik kalian masih hidup"
Ucap ibu Dewi yang sudah ketakutan.
"Ibu hari ini akan keluar mencari Thabib yang bisa mengobati adik kalian, Kalian jangan kemana mana, Kalian harus jagain adek kalian"
Ucap Ibu Dewi.
"Iyaa buu"
Ucap Ninjau.
Akhirnya ibu Dewi pun keluar hutan dan akan mencari thabib untuk menyembuhkan Milan.
#Bersambung#
__ADS_1
Author mohon maaf ya kepada semua pembaca DYH, Author lagi sakit, Ini author paksakan untuk menulis.
Semoga Kk semua selalu diberikan kesehatan oleh tuhan.