
"Allaahu akbar Allaaahu Akbar"
Terdengar sayup sayup di telinga ku akan suara adzan subuh di desa itu.
Mata yang baru terpejam aku usahakan untuk terbuka, Karna untuk menjalan kan perintah allah.
Dinginnya suasana subuh seolah olah membuat gaya Grafitasi kasur semakin kuat, Eh tapi lupa, Kami kan tidur dibawah?, gak tidur di kasur!. heehehh
Sementara itu insiden menyeramkan masih tersimpan dibenak ku.
Aku menoleh ke arah samping, Tampak teman temanku masih tertidur pulas, Wajar saja, Karna kami tidur sudah dekat dengan waktu subuh.
Aku saja masih belum bisa sadar sepenuhnya, Namun aku mencoba untuk bangun.
Aku duduk diantara teman teman ku yang masih tidur, Selimut tebal masih lengket dibadan ku.
Aku sebenarnya ingin Whudu namun masih sangat takut untuk melewati kamar misterius itu.
Aku mencoba membangunkan semua teman temanku.
"Dann Dannnn Dann?, Bangun!, Udah subuh" Ucap ku Sambil membangunkan Danu dengan tangan ku.
Tapi Danu sepertinya tampak begitu nyenyak.
Aku mencoba membangunkan Rio, Siapa tau Dia mau bangun.
"Riooo Rioo Rioo!, Bangun udah subuh"
Namun Rio pun ikut tidak menjawab.
"Assholaaatu Khourum Minannaauuwmm"
Suara panggilan adzan .
"Duh gak ada yang mau bangun ni, Masak Gua sendirian ke Kamar mandi"
Gumam didalam hatiku.
Karena rasa takut ku, Aku kembali tidur dan berharap bisa bangun ketika hari sudah sedikit siang supaya bisa sholat subuh.
Selimut yang hangat kembali ku tarik sehingga menutupi seluruh tubuh Ku.
Aku merasa baru memejamkan mata sebentar saja, Tiba tiba suara Rio terdengar di telingaku.
"Koo bangun, Udah siang"
"Haaaa udah siang?" Ucap didalam hatiKu.
Aku pun langsung terbangun mendengar kata kata siang.
Aku membuka mata, Ternyata benar, Sinar matahari sudah masuk kedalam kamar kami.
"Aduuuhh gak sholat subuh lagi" Gumam didalam hatiku sambil duduk.
Danu dan Wisnu pun ternyata sudah bangun duluan, Dan sudah pada duduk di dekat jendela.
"Kejadian tadi malam kita gak mimpi kan?" Tanya si Wisnu.
"Kagaklah, Gua kalian tinggalin, Terus kamar kalian konci" Balas si Danu.
"Yaelah salah elu kali, Orang lari kedalam kamar, Elo lari kedalam kamar mandi" Jawab Rio yang lagi duduk juga didekat jendela.
Wisnu yang duduk berada di tengah tengah, Langsung melirik kekiri ke arah Danu Kemudian bertanya kepada Danu
"Elo tadi malam kenapa lari kedalam kamar mandi?"
"Gua gak sadar kampr**, Tiba tiba aja Gua lari kesana" Jawab Danu.
Aku yang masih duduk dengan selimut di lututku hanya mendengarkan debatan mereka.
Setelah itu Aku pun ikut duduk bersama mereka dan mengambil tempat disamping Danu.
"Gua heran ya!, Kok serem amat ni rumah"
Ucap ku sambil melihat kearah depan.
"Mungkin ada tragedi mengerikan di rumah ini, Terus arwahnya gentayangan"
Jawab Wisnu.
"Huuusssss, Sembarangan aja Lo kalau ngomong"
Saut si Danu.
__ADS_1
"Ya siapa tau aja kan benaran ada, Soalnya suara orang nangis itu benaran ada, Berarti itu arwah gentayangan"
Jawab si Danu sambil memperkuat argumennya.
Danu pun terdiam, Dan merenungi ucapan si Wisnu.
Setelah itu dia berbicara sedikit
"Benar juga ya!"
"Ah kalian ni, Gua masih takut sampai sekarang ni, Jangan bikin tambah takut aja"
Ucap Rio sambil mendekatkan badannya ke arah Wisnu.
"Udah siang ******"
Ucap si Wisnu sambil mendorong badan Rio supaya menjauh dari badannya.
"Siapa tau hantunya gak takut ama matahari"
Jawab si Rio sambil menempelkan badanya lagi ke arah Wisnu.
"Siapa yang mau mandi duluan?"
Tanya ku.
"Elo dah Dan"
Rio langsung menunjuk Danu.
"Gak Ah, Wisnu aja, Gua terakhir aja dah, Gak apa apa" Balas Danu.
"Ogahhhh, Gua takut, Lo aja ko yang mandi duluan"
Tunjuk wisnu kearah ku yang berada di samping kirinya Danu.
"Ahhh Gua Takut juga bos"
Balas Ku.
"Nah terus gak ada yang mau mandi ni?"
Tanya Rio.
Gumam Wisnu.
"Ogaaaaaaaaahhhh" Jawab kami semua secara Kompak.
Wisnu yang mendengar jawaban Kami langsung berkata.
"Nah terus maunya gimana?, Mandi sendiri sendiri kalian gak mau? Mandi bareng bareng kalian juga gak mau"
"Gini aja Kita mandi berdua berdua gimana?" Tanya Rio.
"Nah Gua setuju tu" Ucap Danu.
"Gua ikutan aja"
Jawabku.
"Wisnu dan Danu mandi duluan, Habis itu Gua ama Riko " Ucap Rio sambil menunjuk ke arah Aku.
"Ok ok, Ayo Dan kita mandi"
Jawab si Wisnu sambil berdiri melangkah keluar kamar menuju kamar Dia dan Danu.
Danu pun ikut dibelakang Wisnu.
Aku keluar kamar sebentar, Ingin melihat reaksi Wisnu dan Danu melewati Kamar misterius itu.
Aku kira wisnu berani, Ternyata dari kamar Ku Dia sudah mengambil ancang ancang untuk berlari melewati kamar misterius itu.
"1,2,3 Lariiiiiiiiiiii"
Teriak Wisnu.
Danu yang berada dibelakangnya pun ikut berlari juga.
"Hahahhahaahha Punya temen pada penakut semua"
Ucap ku sambil tertawa.
Aku pun kembali kedalam kamar, Dan duduk diatas kasur empuk .
__ADS_1
Rio yang masih duduk dibawak jendela langsung pindah duduk ke atas kasur.
"Ko? Kita kok di suruh nginap di sini ya?, Tempat angker kayak gini"
Tanya Rio.
"Ah sudahlah, Nikmati saja"
Jawab ku sambil merebahkan badanku kekasur.
"Hmmm iya dah"
Ucap Rio langsung keluar kamar.
"Lo mau kemana? Hati hati setan!"
Teriak ku ke arah Rio.
Langsung saja Rio putar balik, Gak jadi keluar kamar.
"Lo ni sengaja ya biar gua takut"
Padahal tampak dari ekspresi wajahnya yang sedang ketakutan.
"Udah siang Aa' Rio hahahahhaah "
Rio pun menjawab,
"Kalau dia mau keluar juga gimana? "
"Yaaa gak bakalan dah, Kalau ada palingan mencari lo"
Sontak saja Rio langsung meloncat ke arah kasur.
"Tega Lo ya, Nakutin Gua,"
Ucap Rio.
Tidak lama Kemudian Wisnu dan Danu selesai mandi.
Aku dan Rio pun langsung menuju kekamar mandi.
Aku menoleh ke arah belakang kemudian memanggil Wisnu dan Danu
"Wis?? Habis ini siap siap, Kita sarapan ke rumah bapak Ketua Adat, Setelah Itu langsung masuk kedalam hutan melihat Lokasi kita"
Wisnu yang hanya memakai handuk langsung menoleh kearah ku, Kemudian berkata.
"Ok siap bos"
Selesai semuanya mandi kami bersiap siap menyiapkan semua peralatan lapangan, Kemudian OTW kerumah bapak Gilang.
"Bagaimana? Semua sudah siap?" Tanya ku.
"Siap bos"
Jawab Rio sambil memperbaiki ranselnya.
Kami semua membawa tas keril yang didalamnya adalah peralatan lapangan.
"Ayo berangkat sarapan" Ucap ku.
Kami semua pun berangkat menuju Rumah Ketua Adat. Hari ini Adalah Hari pertama Kami ke dalam Hutan.
Lokasinya saja kami tidak tau, Kami nantinya bakalan dipandu oleh salah satu warga desa yang sudah berpengalaman didalam hutan.
Kompas di tangan kami membuat sebuah ciri khas Kami, Kompas berguna menunjuk arah ketika kita nanti tersesat didalam hutan, Makanya peralatan harus siap semua, Untuk antisifasi hal hal yang tidak di inginkan.
#Bersambung#
Buat para pembaca, Siapa tau ada yang berasal dari jambi, Kita bisa saling silaturrahmi....
Sedikit Profile author siapa tau ada yang satu sd, smp sma atau yang lainya.
Author asli jambi, ketika smp belajar di pesantren Nurul Jadid Di Kec.muara tembesi.
Setelah itu, ketika Sma Author pindah ke pesantren As'Ad sebrang kota jambi.
Ketika s1nya author kuliah di Universitas ibrahimi Jawa timur.
Siapa tau ada teman teman alumni yang sama tempat menimbah ilmunya.
Salam untuk semua pembaca dari author.
__ADS_1