
Wisnupun melemparkan ikan lele raksasa itu kedaratan tepi sungai.
"Cepat Wis lempar"
Ucap Danu yang berusaha ikut melempar ikan itu
Wisnu pun dengan sekuat tenaga berusaha melemparkan ikan itu ke daratan pinggir sungai dari dalam sungai.
Aku pun bergegas menuju pinggir sungai untuk menangkap ikan itu agar tidak lepas dan jatuh ke sungai lagi.
"Amankan Ko"
Teriak Wisnu
Lele yang begitu besar sudah berada ditangan ku, Aku pun berusaha me jauhkan lele tersebut dari pinggir sungai dengan cara melemparkan nya lebih jauh dari sungai.
Wisnu dan danu pun ikut serta membantuku.
"Ambil kayu dan..!"
Ucap wisnu kepada danu
Danu pun mengambilkan kayu dan memberikan kepada wisnu.
Puuuukk Puuuukkk pukkk
Suara wisnu memukul ikan dengan kayu
Setelah itu tampak ikan sudah tidak ada kekuatan lagi, lele besar sudah berada di Hadapan ku dan kedua teman ku.
"Alhamdulillah Makan enak kita hari ini".
Ucap ku
" Cari kayu bakarrrrrrrr, kita santap, gaaasss kannnn"
Ucap Wisnu yang langsung bergerak mencari kayu bakar.
"Kalian berdua cari kayu bakar, Gua mau coba cari rempah rempah, Siapa tau ada asam asaman untuk bumbu ikan"
Ucap ku
"Ok bos"
Ucap Danu
Kami pun berpencar dengan tugas masing masing, Aku mencari rempah rempah, Danu dan Wisnu mencari Kayu bakar.
Tak ada satupun aku bertemu rempah rempah.. Sepertinya hanya memanggang ikan biasa tanpa bumbu.
Karena tak menemukan rempah rempah aku pun kembali ke titik awal pertemuan.
Tampak kayu bakar sudah tertumpuk didepan ikan lele tersebut.
Ketika melihat wajahku wisnu langsung bertanya.
"Ada remlah rempahnya ko..?"
Aku pun menjawab
"Gak ada gua temukan satu pun wis, Kita panggang biasa ajalah tanpa bumbu".
" Yaudah kita hidupkan dulu apinya"
Ucap danu sambil berjalan ke arah ranselnya untuk mengambil mancis.
Tampak Wisnu mengambil rumput rumput kering untuk menghidupkan api.
Danu dan Wisnu pun menghidupkan api berbekalkan mancis dan Rumput rumput kering
Aku pun mengambil kayu untuk menusuk ikan lele raksasa tersebut.
Setelah api hidup Kami pun berkumpul didekat api untuk menghangatkan badan karena setelah berenang disungai nan segar.
Setelah tampak bara bara api sudah merata, Kamipun meletakkan ikan lele raksasa di atas bara api.
__ADS_1
Sambil menunggu ikan matang aku pun mengawali planing perencanaan hari haru selanjutnya.
"Kita sudah memasuki hari kedua, kemungkianan kita sudah setengah hutan yang kita lalui, Ingattt, Jaga Perilaku jaga ucapan jaga semuanya, Jika ada seseuatu apapun kita tidak boleh egois, Memikirkan diri sendiri, Kita harus selalu menyelamatkan teman dalam kondisi darurat. Jangan Pernah menyelamatkan diri sendiri, Kita masuk kedalam hutan bertiga dan pulangpun harus bertiga"
Ucapku sambil membolak balikkan ikan lele .
Kami mengelilingi api sambil memberikan nasehat kepada sesama
"Iya benar tu ko "
Ucap Danu
"Gua kemarin bukan mikir diri sendiri, Tapi karena 100% ketakutan, jadi gak mikir apa apa lagi, Udah ketakutan sekali"
Jawan Wisnu sambil membentangkan kedua telapak tangan ke arah api.
"Iya wajar itu, Tapi kedepannya jangan langsung kabur lo Wis, Tenangkan dulu pikiran baru ambil langkah selanjutnya, Tapi waktu lo bawa api ketika danu diambil mahluk itu, Itu sudah keren Wis, Kayak di film film "
Jawan ku sambil membalikkan ikan lele terus menerus agar tidak gosong.
"Hahahah Kayak Pahlawan kesiangan ya"
Jawab Wisnu
"Gua gak sadar apa apa, Tiba tiba bangun udah ada kalian berdua"
Ucap Danu
"Lo sih, Boker sembarangan, Lo kira ini ancol "
Ucap Wisnu.
Aku yang sudah kelelahan membolak balikan lele meminta ganti kepada Wisnu
"Lo lagi Wis, Gantian balikin lele ini"
Ucapku.
Wisnu pun berpindah tempat ke tempat ku untuk membolak balikan ikan tersebut.
"Ini baru lele, Pasti lezat sekali".
Ucap Wisnu sambil menelan air liur ketika melihat lele
" Ikan asli bro.. bukan ikan kaleng kaleng"
Ucap.Danu.
Setelah beberapa menit kami memanggang ikan lele, Akhirnya sudah matang dan siap di santap.
Daun pisang yang ku temukan ketika mencari rempah rempah pun menjadi alas tempat ikan untuk disantap.
Ikan lele pun diletakkan di atas daun pisang.
"Udah laper kali gua ni"
Ucap Wisnu sambil menggosok kedua telapak tangannya layaknya seseorang yang baru pertama kali makan ikan lele
"Mari kita santap"
Ucap ku
Kami pun membaca doa makan secara bersama
"Bismillahirrohmanirrohim Allahumma bariklana fiima rozaktana wakina aza bannar"
Baru saja selesai membaca doa, Tangan wisnu langsung mengambil ikan lele dengan cepat.
Tak perlu butuh lama, Ikan yang begitu besarnya pun habis disantap kami bertiga.
Sekarang hanya tertinggal tulang belulang didepan kami.
Wisnu sudah seperti orang yang kekenyangan.
"Alhamdulillah, Kenyang sekali sekaligus lezat sekali"
__ADS_1
Ucap Wisnu sambil mengelus elus perutnya
"Gimana gak kenyang, Kami baru satu suap, Lo udah tiga suap"
Ucap Danu
"Tapi rasanya Terbayarkan lapar kita beberapa hari ini setelah makan lele"
Ucap ku yang juga kekenyangan.
Setelah sudah makan dan mandi kamipun mempersiapkan diri untuk segera melaksanakan sholat.
Ada sebuah batu besar dan rata, Jadi kami pun melaksanakan sholat diatas nya dan berdoa dengan harapan agar tidak ada gangguan gangguan kemudian hari hingga kami kembali.
Setelah melaksanakan sholat kami bun kembali berdiri dan mengambil ransel masing masing untuk kembali ke jalan awal tempat mata air sebelumnya.
Kami pun menyusuri jalan yang sudah kami tempuh untuk menemukan jalan awal yang berada didekat air mata air.
“Benaran ini jalan kita tadi..?”
Tanya Wisnu yang sedikit ragu dengan jalan yang kami tempuh
“Iya wis, Karena Perasaan gua inilah jalan satu satunya untuk mencapai sungai”
Jawab Ku
“Tapi kok kayak asing gitu ya..?”
Jawab Wisnu
“Tunggu aja dulu, Kalau myasar ya kita kembali lagi ke sungai”
Jawab Danu
“Gak bakalan nyasar, gua yakin ini jalan kita tadi, Nah inikan pohon asahan yang ketemu tadi”
Ucap ku sambil menunjuk kepohon tersebut
Tak menjelang lama kamipun berhasil menemukan jalan utama,
“Nah kan benar apa kata gua, itu jalan utama dan itu mata airnya”
Ucapku
“Alhamdulillah,”
Jawab Wisnu
“Lu sih gak sabaran”
Ucap Danu
Dan tidak lupa kami pun mengisi botol botol untuk persediaan air di perjalanan nantinya.ketika sudah berada dititik air mata air.
"Semua isikan wis"
Ucapku kepada wisnu yang mengisi air kedalam botol botol kosong.
"Punya kalian di isikan juga semuanya"
Jawab Wisnu
Aku dan danu pun meneluarkan botol botol kosong kemudian memberikan kepada Wisnu
“Sekalian lah lu yang ngisikan punya gua ama wisnu”
Ucap ku
“Yaudah sini semua botol botol kalian biar gua isikan “
Ucap Wisnu
Setelah persediaan air yang kami anggap cukup, Kami pun melanjutkan perjalanan dengan bacaan
"Bismillahirrohmanirrohim"
__ADS_1