
Sebelum membaca pastikan anda telah membaca Basmalah Jika anda beragama islam Dan Patikan Tangan anda telah menyentuh tombol like, Selamat Membaca
___________________________________
Tangan Wisnu sudah menyentuh kayu untuk mengunci pintu, Mata Ku tertuju padanya, Badan ku seolah olah tidak bisa bergerak menyaksikan Wisnu ingin membuka Pintu rumah.
Bapak Ketua Adat masih berusaha menangkap tangan Wisnu.
Namun bapak Ketua Adat Kurang cepat dengan Wisnu, Tangan Wisnu telah berhasil membuka Kayu yang menjadi kunci pintu, Setelah Kunci itu terbuka, Dari arah Luar menolak pintu itu dengan sangat keras, Sehingga Kursi yang menjadi penghalang pintu tersebut langsung terpental.
Dengan Sangat cepat Mahluk itu menangkap Tangan Wisnu, Tangan yang memiliki kuku yang sangat panjang dan memiliki aroma yang tak sedap telah berhasi memcengkram tangan Wisnu, Setelah Tangan Wisnu sudah Di Cengkram Oleh mahluk itu, Barulah Wisnu sadar dan Berteriak.
"Tolonggggg Paaaaakkkk".
Dengan sigap, Bapak Ketua Adat langsung memeluk Wisnu dari belakang, Namun kekuatan Bapak Ketua Adat dengan mahluk itu tidak seimbang, Sehingga Bapak Ketua Adat hampir terbawa oleh mahluk itu.
Tubuh Wisnu sudah setengah berada Di Luar Rumah, Bapak Kepala Desa dan yang lainya tidak tinggal Diam, Semuanya Langsung menarik Tubuh bapak Ketua Adat.
Pada saat itu, Semua orang layaknya main tarik tambang dengan mahluk itu, Wisnu yang sedang di tarik terus saja meminta pertolongan.
Kurang lebih delapan Orang yang berusaha menyelamatkan Wisnu, Namun Sepertinya Mereka hanya bisa bertahan.
Aku yang hanya duduk tidak tau mau berbuat apa apa langsung melihat korek api di samping Kursi.
Tanpa Berpikir panjang Aku langsung berlari kearah Korek api tersebut lalu mengambilnya dan berlari kearah Wisnu.
Aku ingat, Mahluk itu sangat takut dengan api, Sekarang aku sudah ada di antara Wisnu dan mahluk itu, Aku tidak berani untuk melihat sosok itu, Aku hanya Fokus ke korek api.
Namun karena hujan yang sangat lebat membuat korek api tersebut Sulit dihidupkan.
" Ayooooooo Cepat Hidup"
Teriak Ku yang Fokus ke korek api.
Hujan semakin deras sehingga membuat ku bertambah sulit untuk menghidupkan korek api tersebut.
Semua orang masih berusaha untuk menyelamatkan Wisnu.
"Hidduuuuuuupppppp"
Teriak Ku dengan sangat keras.
Akhirnya Korek api tersebut berhasil ku hidupkan, Aku langsung mengarahkan korek tersebut kearah Tangan mahluk itu.
Aku tidak berani untuk melihat pasti tangan itu, Namun yang Aku tahu, Mahluk itu mempunyai bau busuk yang sangat menyengat, Kukunya sangat Panjang dan hitam, Tangannya layaknya manusia yang telah mati selama dua minggu.
Setelah Api itu menyentuh Kulitnya mahluk tersebut, Mahluk itu langsung berteriak kesakitann.
"Haaaarreeeeedaaanggggg Hareeedaanngggg Hareedangg".
Suara mahluk itu yang sangat menakutkan.
Akhirnya Wisnu berhasil kami selamatkan, Setelah Tangan Mahluk itu terlepas dari Wisnu, Semua orang yang menarik Wisnu langsung terjatuh layaknya orang yang tarik tambang namun dilepas oleh lawannya.
Bruuuuk bruuuuukk
Suara Bapak ketua adat, Wisnu dan yang Lainnya terjatuh kelantai.
Aku langsung menutup pintu dan kembali menguncinya dengan cepat, Layaknya orang menutup pintu karena Dia sedang Melihat orang yang menagih hutangnya.
Wisnu yang terjatu langsung menangis, Semua orang sibuk pada saat itu, Layaknya Ada orang yang mati suri.
"Wissnuuuuu Wisnuuu"
Teriak Orang orang.
"Untung Lo gak kayak Rio"
Ucap Ku yang masih ketakutan.
Aku masih sangat ingat tangan sosok mahluk itu.
"Makanya, Bapak kan Sudah Pernah bilang,Kalau ada orang yang meminta buka kan pintu kalian jangan mau membukanya"
Bentak Bapak Ketua Adat yang sedang kecemasan.
"Maaf Pak, Aku gak tau kenapa..! Tiba tiba badanku bergerak sendiri".
Ucap Wisnu Sambil menangis histeris.
Kami semuapun berkumpul di dekatnya Wisnu.
__ADS_1
" Ambilkan Air"
Ucap Bapak Ketua Adat kepada istrinya.
Ibu Itupun langsung pergi mengambil air, Dan memberikanya kepada Wisnu.
"Udah udah, Minum, dulu"
Ucap Istri kepala Desa.
Wisnu pun meminum air itu, Setelah itu Wisnu pun q.
"Buuuu..? ".
"Iya Wis"
Jawab Istri kepala desa.
"Aku mau ngomong sesuatu"
Ucap Wisnu.
Kami semuapun terdiam mendengar ucapa Wisnu.
Danu berbisik kepada ku.
"Jangan jangan Wiasnu mau menyampaikan Pesan terakhirnya".
" Ah Lo..! Jangan Ngomong sembarangan"
Bisik Ku lagi.
"Siapa tau Gara gara kesentuh sama mahluk itu, Wisnu Bisa berubah menjadi mahluk itu"
Bisik danu kembali.
Aku pun menjadi khawatir, Bisa saja terjadi apa yang dikatakan oleh Danu.
Semua orang tampak mulai cemas, Semuanya terdiam sambil menunggu perkataannya Wisnu.
Tak lama kemudian Wisnu berkata.
"Akuuuu Aaa aaakuuuu Akuuuu"
"Lo mau ngomong apa wis..? "
Tanya Ku kepada Wisnu yang mulai cemas, Semua orang sudah tegang menunggu perkataannya Wisnu, Layaknya Orang menunggu kata kata terakhir dari calon mayat.
Wisnu pun melanjutkan perkataanya.
" Aaaa Aakuu Aaakuu Laaapar buk".
"Yaaaaaaaaahhhhhhhh"
Teriak semua orang.
Semuanya di Prank Wisnu.
"Lapar Aku bu"
Ucap Wisnu kembali.
"Yaudah, Makan dulu didapur".
Ucap Istri Kepala Desa.
" Ambilin Dan".
Ucap Wisnu kepada Danu.
"Ya elah ni bocah manja bener"
Ucap Danu sambil berjalan kearah dapur.
"Sekali kali Dan..! Gak liat teman Lo ni hampir mati".
Ucap Wisnu..
" Gak kebayang Gau, Kalau Lo di Ambil oleh mahluk itu, Kalau Lo di ambil mahluk itu..? "
Ucap Ku.
__ADS_1
. "Kenapa Emangya Ko..? Kalau Gua diambil..?"
Tanya Wisnu penasaran..
"Kalau Lo diambil, Bahan bahan Pokok dapur bisa hemat"
Ucap Ku.
"Ah Lo ko".
Jawab Wisnu.
Malam itu hujan semakin deras, Semua obor telah padam, Mahluk itu kembali berulah, Sepertinya panggilan Sosok Mahluk itu bisa menghipnotis siapa saja yang mendengarkannya.
Wisnu si Raja makan saja sempat terhipnotis olehnya, Hanya dengan beberapa panggilan saja, Ya bisa di bilang layaknya Ferdian Sinaga di Acara Overa Van Java.
Ferdian Sinaga..? Fokoknya gitu dah.
Setelah Wisnu Selesai makan, Kami pun kembali berkumpul, Sambil menunggu matahari datang.
Duduk membuat sebuah lingkaran, Ibu ibuasih terlihat cemas, Akibat insinden Wisnu tadi.
Aku melihat ke tangan Wisnu yang di pegang oleh mahluk itu tadi...
"Gak sakit tangan Lo Wis..? "
Tanya Ku.
Wisnu pun melihat kearah tanganya yang disentuh oleh mahluk itu tadi.
Wisnu pun berkata.
"Kayak kebakar tangan Gua".
" Tapi gak terlalu sakit, Lebih sakit lihat Cewek yang disukai malah menyukai orang lain".
Ucap Wisnu.
"Lop Lop (Nak Nak), kau ko lah nak mati masih go mikir batino (Kamu itu sudah hampir mati, tapi masih juga mikirin Cewek) ".
Ucap Kakek yang ada disana.
" Apa artinya Ko..? "
Tanya Wisnu kepada Ku.
"Artinya Orang yang sudah di sentuh oleh mahluk itu akan kembali berjumpa denganya".
Jawab Ku.
" Serius Ko..? "
Tanya Wisnu.
"Tanya aja sama Danu kalau gak percaya".
Ucap Ku.
Wisnu pun bertanya kepada Danu.
" Masak gitu Dan..? ".
" Iyaaa lah, Hati hati aja loh"
Jawab Danu.
"Aamit amit kalau ketemu lagi.. Jangan kan ketemu dengar aja Gua udah takut".
Ucap Wisnu.
Wisnu percaya sekali, Padahal Aku dan Danu bercanda, Dan Juga mana tau si Danu bahasa jambi, Itulah Bodohnya Si Raja Makan Wkwkwkw, Dia percaya Kepada seseorang yang iya tanya tanpa mengetahui sumber berita itu.
Makanya Rosul mengajarkan kepada kita, Jika mendapatkan informasi jangan langsung di cerna, Tapi di saring terlebih dahulu, Setelah itu baru cari kebenaran berita tersebut, Lidah ini adalah Anggota tubuh yang paling berbahaya, Dia bisa saja membunuh tanpa menyentuh, Memecah belahkan tanpa membelah, Maka mari kita jaga lidah kita semua supaya indonesia akan lebih indah, Lanjut kecerita.
Sepertinya malam tinggal sebentar lagi, Suara Mahluk itu sedikit demi sedikit menghilang.. Mereka malam ini tidak mendapatkan satupun Warga, Hanya saja Wisnu yang hampir di ambil oleh mereka, Aku masih bingung, Orang yang ia tangkap itu apakah masih hidup atau sudah menjadi santapan mereka, Sukur sukur jika hidup karena masih bisa untuk diselamatkan.
Tak Lama setelah itu Waktu sholat subuh pun telah masuk, kami melaksanakan Sholat subuh Berjamaah yang di imami oleh ustdz.
Setepah sholat subuh, Seperti biasanya, kami menunggu waktu Matahari menampakkan wajah indahnya, Namun Semakin mendekat siang aku semakin ketakutan karena Aku akan berangkat ke tempat mereka, Jika dipikir pikir, 0,0001 % kesempatanku untuk selamat.
#Bersambung#
__ADS_1
Terimakasih, Jangan Lupa komen dan like