
Setelah badanku merasa segar dan Aku telah usai mengambil wudhuq, Selanjutnya Aku akan melaksanakan sholat magrib.
Otw ke Ruang peristirahatan.
Aku jumpai Kamar peristirahatan kami dalam keadaan tertutup.
Akupun mendorong pintu tersebut
Kreeeeeeeeeeeeekkkkkkkkkk
suara pintu itu terbuka.
Aku melangkah masuk mendapati teman teman ku yang lagi diskusi kecil.
"Dari mana lo ko?"
Tanya si Rio sambil menoleh kearah ku.
"Habis dari kamar mandi"
Jawab ku.
"Disebelah mana kamar mandinya?"
Tanya Rio kembali.
"Lo ke belakang, Terus belok kiri nanti ada dapur nah ada disono no cari sendiri"
Jawab ku kepada Rio sambil membentangkan sajadah.
Rio pun kebelakang dengan membawa peralatan mandinya.
"Kalian gak mandi..?"
Tanya ku kepada Danu dan Wisnu
"Bentar lagi nungguin Rio selsai mandi"
jawab si Danu.
"Biasanya ni anak lama kalau mandi ni"
Ucap si wisnu.
Akupun mendirikan sholat isya lalu mengqhodo semua sholat yang telah a
Aku tinggalkan.
Aku merasa aneh jika Aku tidak melaksanakan sholat mungkin karna sudah terbiasa dari kecil.
Makanya Ibuku berpesan
"Jika kamu nanti sudah mempunyai anak maka pertama kali ajarkanlah mereka bagaimana cara mengenal pencipta setelah itu baru mengenal yang diciptakan."
Sehabis ku sholat, whirid, baca surah Ar rohman barulah si raja gombal masuk kedalam kamar lalu berkata
"Bro, pas gua mau ke kamar mandi tadi gua liat cewek cantik bro, pakai hijab,putiihh, yaaa kayak ukhti ukhti zaman sekarang, itu siapa ya..?"
Sudah ku duga, dari ekspresi wajahnya aja sudah tau ni anak lagi gembira amat, dia kalau lagi gembira gini, pasti ada sangkut pautnya dengan cewek.
Wisnu pun ikut penasaran mendengar cerita dari Rio
" benaran lo..?? apa mungkin anaknya mbok itu ya..??.
"Ah mustahil, palingan anaknya bapak Rama.." Ucap si Danu
"Nanti kita tanya ama pak Edi ya, siapa tau pak edi tau"
Jawab si Rio dengan penasaranya.
"Udah udah, dari pada masalah cewek lebih baik yang belum sholat ,sholat dulu"
Jawab Ku kepada mereka.
Kemudian Danu berdiri dari tempat tidurnya terus mengambil handuk dan berkata
"Gua duluan Wis, Lo kan gak sholat lagi halangan, Nah Gua mau sholat duluan ".
"Brengsek Lo, Gini gini gua rajin sholat juga, sholat idul fitri ama idul adha"
Jawab si Wisnu sambil tertawa.
Plakkkk
Bunyi handuk Danu yang dihempaskan kebadan Wisnu sambil berkata
"Terserah elu dah "
"Duhhhh, sakit ******"
Jawab si Wisnu sambil mengelus badannya yang terkena sabetan handuk si Danu, kemudian berkata
"Udah sono mandi".
Danu pun keluar kamar sambil membawa handuk dan peralatan mandinya.
Menjelang Danu selesai mandi datanglah Bapak Edi dan Bapak rama.
"Kalau udah pada mandi semua bapak tunggu di ruang makan ya, kita makan bareng"
Ucap bapak Rama kepada kami.
"Iya pak " jawab ku sambil menundukkan badan.
Bapak Edi dan Bapak Rama pergi entah kemana, keruang makan atau keruang tamu yang jelas mereka sudah tidak berada dikamar kami lagi.
Sambil menunggu si Danu selesai mandi, kami baring melepas letih di atas sebuah kasur empuk yang sudah disediakan didalam kamar,lalu berbincang bincang kecil, antara Aku, Rio dan Wisnu.
"Gua heran ya, dari pertama berangkat kita kok rada aneh aneh ya, dari pertama mau berangkat, feeling Gua udah berasa ada yang aneh, pas diperjelanan Riko mimpi aneh, setelah itu jalan lagi ,nabrak kucing hitam, aneh gak menurut kalian..?
Tanya si Rio kepada Aku dan Wisnu sambil melihat ke arah atas.
"Iya ya, ada benarnya juga kata kata loh io " Jawab si Wisnu yang lagi baring di tengah tengah antara Aku dan Rio.
"Ah jangan berpikir yang enggak enggak, cuma kebetulan aja itu"
Ucap ku kepada mereka sambil memperbaiki bantal yang ada dikepala ku.
__ADS_1
Wisnu pun menjawab
" Tapi kok berturut turut ya?, Apa lagi kata warga kalau kita nabrak kucing hitam itu tandanya ada bahaya, walupun cuma mitos doang gua jadi agak merinding juga"
"Yang penting, kucingnya kalian kuburin dengan bagus kan..?"
Tanya ku kepada Rio Dan Wisnu.
Tampak sekali mereka menjawab seperti ada sesuatu yang mereka sembunyikan.
" i..iiii... iyaaaa"
Jawab Rio dengan cepat.
"Awasloh kalian kalau bohong, Gua bengkokin tu hidung, biar lobangnnya ke atas"
Jawab ku sambil menunjuk hidung Rio dan Wisnu.
"Tanya aja ama danu! ya Kan Wis?"
Jawab Rio sambil mengedipkan mata ke arah Wisnu.
"Iya dah gua percaya ma elo elo pada"
Ucap ku.
Aku mengajarkan mereka sedikit demi sedikit tentang bahasa jambi, terutama bahasa yang penting penting seperti "Terimakasih, saya, kamu, iya, dan lain lain"
"Wis kalau ada yang memberikan kita sesuatu, kita jawab "Terimokasih",
Ucap ku kepada wisnu yang baring di sebelah ku.
"Coba kita paraktek dulu"
Jawab Wisnu sambil turun dari tempat tidur kemudian mengambil sebotol air mineral lalu memberikan kepadaku
"Nii air mineral, nanti lo kasih ke gua"
Ucap si Wisnu.
Aku pun langsung duduk dari tempat tidur lalu mengambil air yang diberikan si Wisnu
" Gua ni yang ngasih ke elo...? keliatan ya kalau wajah wajah orang kaya"
Ucap ku sambil tertawa.
Wisnu langsung mengambil air yang ada di tangan ku lalu memberikan kepada Rio yang masih baring di samping ku.
"Lo aja Yang ngasih ke gua, Wajah Lo kan gak mirip wajah orang kaya hahahahahahah, Tunggu tunggu tunggu ,Tapi kayaknya Lo yang pantas nerima ahhahahaha"
Ucap si Wisnu sambil tertawa keras mengejek Rio.
"Dasar otak udang, minta bantuin malah gua yang di ledek, sini airnya"
Bantah si Rio sambil mengambil air ditangan Wisnu dengan cepat.
"Anak jelek, anak kodok, anak kadal, ini ada air dari bapak, mohon di terima ya dal kadal " Ucap si Rio sambil memberikan air kepada si Wisnu.
" Kurang asem ni anak"
Jawab si Wisnu sambil mengambil air yang di berikan oleh Rio lalu berkata
"Sama sama anak pintar"
Jawab si Rio.
"Lolo itu bodoh artinya io"
Ucapku kepada Rio yang di bodohin ama si Wisnu.
"Hahahhaha makan tu lolo "
Jawab si Wisnu sambil menunjuk kearah Rio.
"Punya teman gini amat ya"
Jawab si Rio sambil menggaruk kepala.
Didalam perbincangan kami datang lah si Danu yang baru selesai mandi, sambil menggosok gosokan handuk ke kepalanya
" Segeeerrrrrr brooooo"
Ucap si Danu.
" Ayo buruan bapak Edi ama bapak Rama udah nunggu kita dari tadi di ruang makan" ucapku ke pada Danu.
"Ok ok bro, Gua ganti baju bentar"
Kemudian si wisnu berkata
" Gua mandinya nanti aja dah, habis makan, udah laper ni perut".
Kami bertiga (Aku,Rio,Danu) menjawab dengan kompak
" Terserahhhhh looo".
Setelah semuanya siap kamipun menuju ruang makan untuk mengisi perut dan menikmati masakan jambi.
Ternyata Semuanya disana sudah lama menunggu, bapak Rama ,Bapak Edi, Istri bapak Rama dan Dua putri cantik bapak Rama.
Ternyata ini yang dibilang ama si Rio tadi, ada cewek cantik, memang cantik kalau dilihat lihat.
Aku dan teman temanku berjalan menuju meja makan, tampak wajah si Rio mulai menebarkan pesona dihadapan dua cewek cantik itu.
Terdengar di telingaku Rio berbisik " Benarkan yang gua bilang, ada cewek cantik didalam rumah ini".
Aku pun cuma membalas
" bacot".
Aku memilih kursi didekat bapak Edi, di sampingku Wisnu, terus Danu.
Si anak satu ini, si Rio gua cari2 gak kelihatan, eh rupanya udah siap duduk di dekat anak anaknya pak Rama.
"Dasar Rio, mencari kesempatan dalam kesempitan "
Gumam didalam hati ku.
__ADS_1
Kemudian bapak Rama berkata
"Silahkan makan anak anak, inilah yang ada di rumah bapak, makan seadanya, jangan malu malu anggap aja rumah sendiri, perkenalkan ini istri bapak"
sambil menunjuk ke arah istri bapak Rama
"Nah kalau yang dua ini anak bapak, namanya Alfi dan fitri"
Terlihat senyuman manis dari dua wanita yang berhijab didepan ku, ternyata yang memakai kerudung pink namanya Alfi, seorang perempuan cantik, kalem dan sepertinya ta'at ibadah.
Kalau yang pakai kerudung abu abu namanya Fitri, Cantik kalem dan sepertinya ramah sekali.
"Ayo ayo silahkan makan, jangan liatin putri bapak terus nanti gak jadi makannya"
Ucap si bapak Rama
" Pak boleh saya tanya"
Ucap si rio.
Aku mulai berpikir ,pasti mau bikin ulah lagi ni anak.
"Boleh, silahkan dek"
Jawab bapak Rama.
"Waktu istri bapak mengandung Fitri ama Alfi dulu suka minum madu ya pak"
Ucap si Rio.
"Nah kan pasti ni pasti keluar jurus mautnya" Gumam didalam hatiku.
"Kayaknya enggak ya ma"
Jawab si bapak Rama sambil melihat ke arah istrinya.
"Oh gitu ya pak, Tapi kenapa ya putri bapak kok manis manis semua"
Jawab si Rio sambil melihat ke arah Alfi dan Fitri.
sontak saja bapak Edi, bapak Rama ,istrinya , Si Alfi dan si Fitri tertawa mendengar gombalan si Rio.
"Hahahahahahahah hahahahaha"
Suara mereka tertawa, tampak Si Alfi dan Si Fitri tertawa kecil.
"Bisa aja ni anak"
Jawab bapak Rama.
Lalu berkata sambil menunjukan makanan yang ada didepan kami semua
"Ayo ayo makan, yang lain udah pada kelaparan, ni ada makanan khas jambi" menunjuk ke arah lauk buah kuning, (Tempoyak adalah salah satu makanan khas jambi yang berasal dari durian yang di fermentasi).
Tampak sekali wajah kelaparannya Wisnu, Sudah tidak sabar ingin mencoba masakan yang ada didepannya.
Tiinnggg
Suara piring si Wisnu mengenai gelas disamping ku.
"Pelan pelan wis"
Jawab ku.
Wisnu pun berbisik ditelingahku
"Udah laper gua ko, itu si Rio gua lagi kelaparan dia asyik gombalin Alfi ama Fitri"
Kami pun makan bersama, yang pasti Aku sangat menyukai gulai tempoyak,
sudah lama sekali lidah ini tidak mencicpi gulai tempoyak, dan gulai tempoyak ini rupanya masakan Fitri ama Alfi.
Kelihatan sekali ketiga temanku sangat lahap makannya,Wisnu dengan gelarnya si raja makan tidak mau kalah soal habis menghabiskan.
Setelah semuanya selesai makan, kamj berbincang bincang sedikit di meja makan yang masih belum dibereskan mbok.
"Pak Rama mau nanya"
Ucap Rio
"Mua nanya apa mau gombal"
Bapak Rama bertanya kembali.
"Heheheh kali ini benaran mau nanya pak"
"Iya dek,silahkan nanya"
Jawab pak Rama.
"Gini pak, Kami di tugaskan oleh Universitas untuk meneliti potensi alam seperti batu batuan, minyak, gas bumi dan lain lain, tempat kami tugas itu di desa Batu Sawar pak, Saya merasa dari pertama udah rada aneh aneh gitu pak"
Jawab si Rio.
"Aneh gimana dek"
Tanya balik oleh pak Rama.
"Gini pak, pertama sebelum kami berangkat saya sudah punya firasat buruk, terus di perjalanan tadi Riko mimpi aneh, setelah itu mobil kami menabrak kucing hitam" Rio pun menjawab dengan ekspresi penuh dengan rasa penasaran.
"Mungkin Cuma kebetulan saja"
Ucap pak edi sambil mengambil handponenya.
Bapak Rama pun kembali menambah jawaban bapak Edi
"Iya benar kata bapak Edi mungkin cuma kebetulan aja, fositif thinking aja"
"Iya pak, cuma heran aja semoga cuma kebetulan pak"
Ucap rio
#bersambung#
Terimakasih bagi teman teman yang sudah mendukung novel kami dengan cara memberi like, komen maupun votenya.
bagi yang belum , jangan sungkan sungkan ya.
__ADS_1
Terimakasih.