
Tampak tubuh wisnu yang masih terbaring di bawah pohon.
Aku berusaha menegakkan tubuh wisnu yang terbaring. Tubuh wisnu yang berat membuatku kewalahan.
"Cepat bangun Wis, Mumpung mahluk itu sudah hilang"
Teriak ku.
Wisnu yang tadinya memejamkan tangan sambil ketakutan akhirnya dia membuka mata dan melihat ku yang sudah memegang tangannya kemudian berkata
"Mana mahluk itu tadi Ko..?"
Aku pun menjawab
"Udah hilang, Makanya Cepat bangun"
Wisnu pun bangun dan melihat sekitarnya, Kemudian pun mengajak ku berlari ke tenda.
"Ayo ko kita lari ketenda"
Sambil memegang tangan ku .
Aku dan Wisnu pun berlari ke arah tenda, Setelah sampai di tenda, Tampak Danu yang ketakutan duduk dipojok kanan tenda.
Ketika Danu melihat ku dan Wisnu masuk tenda, Dia pun berkata sambil ketakutan
"Lo gak apa apa Wis..?"
Tanya Danu..
Aku dan Wisnu pun duduk di tenda dengan napas ngos ngosan.
Mendengar pertanyaan Danu, Wisnu pun berkata
"Lo gak liat gua hampir mati"
Kami pun berkumpul didalam tenda.
"Kita harus segera cabut dari sini, Sebelum mahluk itu datang ucap ku"
Danu pun langsung menjawab
"Setuju gua Ko"
Wisnu yang masih ketakutan hanya bisa terdiam dan tidak bisa berkata apa2.
"Yaudah, Sekarang Kita bereskan barang barang kita, Kita buka tenda, Setelah itu kita cabut dari sini"
Ucap ku kepada danu dan Wisnu
Akhirnya kami pun mengemas semua barang barang kami termasuk Sarung yang digunakan sebagai selimut.
Setelah semua barang terkemas ke dalam ransel, Kami pun keluar tenda dengan menghidupkan dua Senter untuk membuka tenda.
"Wis Lo pegang Senter ini, Gua sama Riko mau buka tenda"
Ucap Danu sambil memberikan senternya, Wisnu pun mengambil senter yang diberikan danu dengan wajah yang masih pucat lesu
Aku dan Danu pun membuka tenda dengan penerangan senter yang Wisnu pegang.
Senter yang ku pegang, Ku letakkan di tanah dengan mengarah ke arah tenda
"Cepat Dan Kepaskan pasak semuanya"
Ucap ku sambil membuka pasak tenda
"Iya ko"
__ADS_1
Ucap Danu yang juga sudah memulai melepaskan pasak tenda.
Aku dan danu membuka tenda dengan membutuhkan waktu kurang lebih Lima menit, Setelah Tenda telah selesai semua, Kami pun melanjutkan perjalanan.
Tas ransel yang sudah berada dipundak kami, Kaki pun perlahan berjalan dengan suasana hati yang masih ketakutan.
Tampak wajah Wisnu yang seperti masih terbayang bayang kejadian sebelumnya.
Langkah kami semakin cepat karna khawatir mahluk itu akan menghampiri lagi.
Ku lihat jam tangan ku yang sudah jam tiga lewat dua puluh.
"Kayaknya kita gak bakalan bisa tidur malam ini"
Ucap ku
Danu pun menjawab,
"Gimana mata bisa tidur kalau suasana seperti ini"
"Lo gimana Wis..?"
Tanya ku kepada wisnu yang masih tampak lemas.
"Gak gimana gimana ko"
Ucap wisnu yang tetap berjalan walaupun lemas.
Danu yang berada di sampingku pun berkata
"Makanya ucapan tu dijaga, Jangan mudah keceplosan, Lo tau kita ini lagi dihutan yang orang lain aja gak berani kesini, Lo malah nantangin"
Wisnu pun menjawab
"Terserah gua lah Dan, Namanya juga tragedi, Gak ada yang tau apa yang akan terjadi kedepannya, Bisa jadi Lu di Posisi Gua"
"Amit amit cabang bayi"
Sambil memukul kepalanya dengan tanganya secara pelan sebanyak tiga kali
Kemudian melanjutkan ucapanya
"Gua gak kayak Lo Wis, Ngomong ceplas ceplos kayak knalpot resing aja"
"Sudah sudah, Yang penting kita Selamat semua, Berdoa saja semoga kedepan nya gak ada lagi kejadian seperti ini"
Ucap Ku untuk mengendalikan Suasana
Kami pun berjalan ke arah desa yang hilang, Tidak tau berapa jauh lagi hutan ini, Kemungkinan ini belum ada seperlima hutan desa yang hilang.
Baru saja kami masuk kedalam hutan, Insiden demi insiden terus terjadi, Bagaimana nantinya ketika sudah memasuki desa yang hilang.
Sekitar satu jam perjalanan sudah kami tempuh, Jam tangan pun sudah menu jukkan pukul empat lewat Tiga puluh.
Waktu subuh sebentar lagi akan masuk, Namun aku sendiri sudah meninggalkan sholat Magrib dan hampir meninggalkan sholat isya.
Bagaimana mungkin aku bisa sholat, Karena suasana hati kami bertiga sedang ketakutan.
Walaupun lelah, Kami tetap saja berjalan melewati jalan kecil di hutan desa yang hilang.
"Kita nanti tidur ketika matahari sudah muncul"
Ucap wisnu yang masih merasakan ketakutan
"Iya Ko, Benar kata Wisnu, Biar kita aman sedikit"
Ucap Danu juga
__ADS_1
"Iya dah iya, Nanti kalau sudah hampir waktunya matahari muncul kita berhenti terus dirikan tenda dan tidur"
Ucap Ku
Kami terus saja berjalan, Mata suda sangat mengantuk,Badan sudah menggigil kedinginan, Ditambah lelah berjalan yang sudah berjam jam, Tak ada istirahat sedikitpun.
Ditengah perjalanan wisnu bertanya
“Masih lama ko waktu nya..?
Aku pun melihat jam tangan ku, Kemudian menjawab Ucapan wisnu
“Masih lama wis, Sekitar empat puluh menit lagi”
“Gua udah ngantuk berat juga ini”
Ucap Danu
“Iya iya, Nanti kalau udah jam enam pagi, kita berhenti aja terus Bangun tenda biar bisa istirahat”
Ucap ku
Jujur saja, mataku juga mengantuk sekali badan pun juga sangat letih sekali
Kami pun terus berjalan sambil menunggu jam enam datang.
Wisnu dan Danu sudah semakin mengantuk dan kedinginan, Sekitar beberapa menit kemudian,Akhirnya waktu matahari muncul pun datang..
Yaitu pukul Enam pagi.
Walaupun matahari tidak kelihatan sedikitpun namun karena jam tangan ku sudah menunjukkan pukul enam pagi, Akhirnya kami putuskan untuk berhenti dan mencoba untuk mendirikan tenda sebagai tempat peristirahatan sejenak.
Kami pun mendirikan tenda, Tepat di tengah tengah jalan yang kami lalui itu.
Karna mata yang sudah mengantuk, dan badan yang sudah kelelahan, Kami mau tidak mau mendirikan tenda dimanapun berada.
Aku, Wisnu dan Danu pun mendirikan tenda secara bersama sama. Tampak tubuh danu dan Wisnu sudah sangat lemas.
Sambil menancapkan Pasak Tenda Wisnu berkata
“ Sumpah lelah sekali”
“Sama gua pun juga”
Ucap Danu
Setelah tenda terpasang, Kamipun masuk kedalamnya dan meletakkan ransel di pojok pojok tenda.
“Wis Tutup pintu tendanya, Biar kita bisa tidur nyenyak”
Ucap Danu
“Iya dan”
Ucap Wisu sambil menutup pintu genda
Sreeettrrrrrr
Suara tesleting pintu yang telah di tutup oleh Wisnu.
Kami pun baring bertiga didalam tenda, dengan posisi aku disamping kanan, Danu ditengah tengah, dan Wisnu berada di pinggir kanan.
Mata yang sudah mengantuk, membuat kami terlelap dengan sangat cepat.
Udara dingin dan tubuh yang letih menambah sensasi tidur yang sangat enak, Jika kami tertidur, Kemungkinan besar kami bangun ketika siang.
Aku, Danu dan wisnu pun memejamkan mata, Dan akhirnya kami bisa terlelap dengan tenang
__ADS_1
Bersambung