
Rasa pensaran ku semakin besar, Ketia suara anak kecil itu semakin kuat dan sangat jelas terdengar ditelinga ku.
“Ko ayoklah masuk tenda”
Ucap Wisnu yang masih berusaha menarik tangan ku
“Iya ko, Nanti kenapa napa kita”
Ucap si Danu
“Gimana kalau itu benaran anak kecil”
Ucap ku yang masih penasaran
“Coba lah Lu pikir pakai logika, Mana ada anak anak didalam hutan malam malam”
Jawab Wisnu
“Yaudah aku ajalah yang kesana, Kalian disini Semua aja”
Balas Ku
“Yaudah lah kalau begitu kita lihat bareng bareng aja”
Jawab Danu
“Ah kalian ada ada saja”
Gumam Wisnu yang sudah pasrah
“Yaudah lu dibelakang aja wis”
Jawab Danu
“Iyalah, Kalian aja yang didepan”
Ucap Wisnu
Kami pun memasuki sedikit semak belukar Untuk mencari sumber suara anak kecil itu
Aku berada didepan, Dibelakang ku Danu dan yang paling belakang adalah Wisnu
Sekitar sepuluh meter dari tenda kami menuju pohon sumber suara anak kecil
Perlahan lahan kami masuk kedalam semak, Kami selalu waspada melihat ranting ranting pohon pohon kecil Karna khawatir ada ular dan lainya
Selangkah demi selangkah kami berjalan, Wisnu dan danu tampak saring berpegang tangan.
“Pelan pelan Ko, Nanti ketinggalan gua dan Wisnu”
Ucap si Danu di belakang ku
“Kalian jangan lambat kali jalannya”
Ucap ku sambil memperlambat jalan
Suara tangisan itu semakin dekat semakin dekat saja, Suara itu semakin lantang semakin aku maju semakin terdengar jelas suara tangisan itu
Hiiiiiiiiiiiiiiii Hiiiiiiiiiiiii Hiiiiiiiiiiii
Suara tangisan yang semakin jelas
Tampak danu dan wisnu semakin ketakutan, aku pun juga merasa sedikit merinding,Semakin dekat dengan Pohon semakin jantung ku bedetak kencang.
Hiiiiiiiiiiiiiiiiiii Hiiiiiiiiiiiiii Hiiiiiiiiiiiii
Suara tangisan yang semakin jelas
Disaat kami semua ketakutan ketika mendekati pohon itu, Tiba tiba dari Arah Belakang si Wisnu meloncat lalu berteriak
“Aaaahhhhhh Siapa yang pegang bahu ku”
Dengan sepontan kami melihat ke belakang ke arah wisnu
“Ada apa Wis”
Ucap Danu yang seketika kaget
“Lo Wis, Sekarang bukan waktunya bercanda ya”
Jawab ku yang juga kaget mendengar teriakan Wisnu
“Sumpaaahh Ada yang pegang bahu gua dari belakang”
Ucap wisnu yang sudah ketakutan sambil pindah tempat di tengah tengah aku dan danu
“Serius aja lah Wis”
Ucap ku sambil menyoroti senter ku kerarah belakang Wisnu
“Sumpah Ko, Ngapain gua bohong, Sumpah gua takut benaran ini, Siapa yang pegang gua..?”
Ucap wisnu ketakutan
__ADS_1
Tidak ada seorang pun berada di belakang wisnu, Namun ada seseorang yang memegang bahunya, Apakah ada mahluk yang sudah mengikuti kami atau itu hanya imajinasi Wisnu.
“Gak ada siapa siapa wis”
Ucap ku sambil menyenter kekiri dan kekanan
“Terus siapa yang pegang bahu gua..?”
Ucap Wisnu yang masih ketakutan
“Mungkin hanya imajinasi Lo aja Wis”
Ucap ku sambil membalikkan badan kembali ke arah pohon
“Gak mungkin, Jelas jelas gua rasa ada yang pegang gua”
Jawab wisnu Kemudan wisnu pun berkata kepada danu
“Dan Gua di Tengah aja. Lo di belakang aja ya, Pegan senter ini kalau Lo mau pegang senter, Yang penting gua di tengah tengah”
Sambil memberikan Senter kepada Danu
“Yaudah Wis, Gua aja di belakang”
Jawab Si Danu sambil mengambil senter dari wisnu kemudian si Danu berkata kecil
“Lo aja yang penakut”
“Semoga aja Lo ngerasain apa yang gua Rasain”
Jawab Wisnu
“Yaudah kita lanjut kan aja kesana”
Jawab ku
Yang anehnya setelah kejadian wisnu, Suara anak kecil itu tiba tiba tidak terdengar lagi, Suara itu tiba tiba menghilang bersamaan kejadian wisnu
“Kok gak ada lagi ya suaranya”
Ucap si Danu dari belakang
“Gua pun heran, Kenapa tiba tiba hilang”
Jawab ku Kepada Wisnu
Pohon asal suara anak kecil itu sudah berada didepan kami, Hanya sekitar lima meter dari posisi kami
Aku, Wisnu dan danu pun mencoba perlahan mendekati pohon itu
Jantung terasa berdenyut kencang, Ada apakah dibalik pohon itu, Siluman kah, Hantu kan, Jin kah, Mahluk astral atau anak kecil yang tersesat.
Perlahan aku menengok ke arah belakang pohon itu
Tiba tiba tiba dari belankang
“Allahuakbar”
Suara teriakan danu yang mengejutkan aku dan Wisnu
"Lo kenapa lagi Dan"
Tanya ku yang sedang kaget melihat kearah belakang
"Ada yang pegang bahu ku ko"
Ucap si danu
"Lo udah bikin jantung gua mau copot aja"
Ucap wisnu yang lagi kaget
Aku pun menyenteri kearah belakang danu dan lagi lagi aku tidak melihat siapapun di belakangnya, hanya terlihat semak semak belukar yang tadi kami lalui
"Gua bilang juga apa Dan, Rasain Lo, Makanya jangan takabur kalau bicara"
Ucap wisnu yang sedikit marah
Aku pun bergegas melihat ke arah belakang pohon dan ternyata tidak ada siapapun.
Dengan sepontan kami semua lari kearah tenda, Semak semak belukar tak kami hiraukan, pohon berduri pun tak terasa lagi dibadan. Si Wisnu berlari paling kencang diantara kami.
Buuukkkkkkkkkkkkkkkk
Suara wisnu yang terjatuh karena kakinya terkena lilitan tumbuhan menjalar
Danu yang sudah sangat ketakutan tidak menghiraukan wisnu lagi iya langsung saja melewati wisnu yang sedang terjatuh..
"Dan bantuin Gua"
Teriak wisnu
Namun karena danu yang sudah jauh di depan dan dalam kondisi ketakutan kemungkinan dia tidak sadar panggilan wisnu
__ADS_1
Aku yang berada dibelakang pun berhenti dan mencoba membantu Wisnu untuk berdiri
"Cepat bangun dan"
Ucap ku tergesa gesa sambil mengangkat wisnu dari arah belakang
Wisnu pun berusaha melepaskan Lilitan tumbuhan yang ada di kakinya.
Aku pun mengarahkan senter kearah kaki wisnu untuk melepaskan lilitan.
Memang benar kata orang orang bahwa hutan ini sangat anker.
"Cepatan Wis"
Teriak Ku
Dengan sekuat tenaga wisnu melepaskan lilitan itu dan akhirnya kaki wisnu pun berhasil dilepaskan dari lilitan tumbuhan menjalar.
Kami pun lari bersama sama, Sementara itu si danu sudah tidak kelihatan lagi, kemungkinan dia sudah berada didalam tenda.
Wisnu yang awalnya aku bantuin ternyata dia lari yang paling cepat dari pada aku
"Cepatan Ko".
Teriak wisnu yang berlari kencang..
Napas kami sudah seperti orang keliling lapangan Sriwijaya FC, padahal jarak dari pohon itu sangatlah dekat dengan tenda kami
Setelah berlari kencang akhirnya kami sampai di tenda, tampa berpikir panjang aku dan wisnu langsung masuk kedalam tenda...
Seperti tebakan ku, Si danu Sudah berada didalam tenda.
" Parah Lo dan, Gua jatoh gak Lo tolongin"
Ucap wisnu dengan suara ngos ngosan
"Maaf Wis, Sumpah Gua gak sadar lagi tadi"
Jawab si Danu yang juga metakutan
Kami bertiga sudah berada didalam tenda namun pintu tenda belum kami tutup jadi masih kelihatan jika memandang keluar
Tiba tiba
Sttttttttttttt
Tampak anak kecil paru baya seumuran anak anak SMP lewat didepan tenda kami dengan cepat, Layaknya anak itu tidak berjalan dan memijak tanah.
"Astaghfirullah"
Teriak ku.
Danu dan wisnu pun ikut beristigfar secara sepontan ketika melihat mahluk itu
"Astagfirullah"
"Cepat tutup pintunya Ko"
Teriak Wisnu
Tampa berpikir panjang, Aku pun menutup pintu tenda dengan menarik resleting pintu dengan sangat kuat
SREEEEEEEEEETTTT
Kami pun berkumpul bertiga didalam tenda.
"Apa itu tadi ko...?"
Tanya danu
"Suer aku juga gak tau itu apa, Yang jelas kayak anak kecil"
Jawab ku
Wisnupun bertanya kepada Danu
"Lu ngerasaain juga kan tadi Dan, Ada yang nyentuh bahu..?"
Danu pu menjawab
" Iya Wis, Kayak Ada orang dari belakang yang pegang bahu "
"Nah gitu juga yang gua rasakan pas dibelakang Lo".
Jawab Wisnu
“Terus siapa yang pegang bahu kita ya..?”
Tanya danu
“Atau jangan jangan mahluk yang lewat tadi”
Jawab Wisnu
__ADS_1
#bersambung#
Jangan Lupa tekan tombol likenya dan Jika ada masukan silahkan Ketik di kolom komentar