DESA YANG HILANG

DESA YANG HILANG
Wisnu Sakit Perut


__ADS_3

Rio masih sibuk menghilangkan bau busuk tadi.


"Nah gimana udah hilang belum?"


Tanya si Rio.


"Terus terus, Masih bnyak ni"


Ucap Wisnu.


"Pegal ni tangan Gua, Dari tadi ngipasin ini mulu"


Jawab Rio.


"Kan salah sendiri, Siapa suruh Lo buang angin sembarangan"


Ucap Danu.


"Huh Awas kalau kalian yang buang angin ya, Gua suruh gini juga"


Ucap Rio kembali.


"Udah udah! , Udah hilang juga baunya"


Ucap pak Arif.


"Nah Cuma bapak Arif yang baik ama Gua, Makasih pak, Semoga bapak mendapatkan istri yang soleha".


Ucap Rio.


" Nah kan Bapak Udah punya istri"


Jawab bapak Arif.


"Berarti Doanya untuk istri yang kedua hehehehe"


Jawab Rio.


"Lo Gua bilangin ya ama istri bapak Arif, Lo Doain pak Arif nikah lagi".


Ucap Wisnu.


" Ehh jangan lah, Bisa bisa Gua bakalan Di Bacok ama istrinya pak Arif".


Jawab Rio.


Kemudian Rio kembali berkata.


"Tapi kan bapak Arif mau kan nikah lagi?, Ayooo jujur pak?".


" Hhmm enggaklah dek"


Jawab pak Arif.


"Berarti kita gak satu server pak"


Jawab Rio.


"Tapiiiii Booong, Maksudnya Enggak salah lagi Mau hahahahah"


Jawab pak Arif.


"Hahahaha Nah bapak ini rupanya kayak Rio juga"


Ucap Ku.


"Hahahah Kita satu server dooonggggg, Tos Pak"


Ucap Rio.


"Hahahahah"


Tossssssss


Suara Tangan bapak Arif dengan tangan Rio yang sedang tos.


"Eh tapi jangan Ribut Ribut, Kan yang baca Novel DYH ada juga emak emak jaman now, yang udah punya suami, Gua takut bakalan marah ke Gua nantinya"


Jawab Rio.


"Rasaaaiiinn Lo di serbu Ama emak emak, Ayo maakk Serbu Riooo, Masak Dia nyuruh suami orang poligami?"


Ucap Danu.


"Hahahah Gua gak ikut ikutan ya, Gua takut di omelin nantinya"


Ucap Ku.


"Aampun makk, Jangan marahin Gua ya mak, Aku sayang emak hehehe"


Ucap Rio.


"Jangan Juga kalian ngomong sama istri bapak, Nanti bakalan Pecah piring di dapur"


Ucap pak Arif.


"Hahaha Bapak takut juga ya pak?"


Tanya Ku.


"Ya iyalah, Kan kami satu server"


Ucap Rio.


"Hahah ok ok, Supaya gak dimarahin emak emak pembaca Novel DYH lebih baik bapak lanjut ceritanya"


Ucap Ku.


"Nah betul tu pak, Kita lanjutin ceritanya"


Ucap Danu.


Tiba tiba Wisnu berkata


"Bentar".


"Bentar kenapa? Wis?"


Tanya Ku.


Wisnu pun menjawab,


"Kayaknya Gua kebanyakan makan ni".


" Nah terus? "


Tanya Rio.


Sambil cengengesan Wisnu berkata.


"Gua sakit perut".


" Aduuuhh, baru aja mau mulai ceritanya, Lo malah sakit perut lagi".


Ucap Ku.

__ADS_1


"Kan dia sendiri yang mau sakit, Bukan Gua yang nyuruh!"


Jawab Wisnu.


Kemudian Dia menoleh ke pak Arif kemudian bertanya.


"Pak?, Disini dimana toiletnya?".


" Lo nanyain Toilet di tengah hutan angker gini?"


Ucap Rio.


"Hussss, Kan udah bapak bilang gak boleh bilangin kata kata itu"


Ucap Pak Arif.


"Ehhh maaf pak, Keceplosan!, Wisnu ni ada ada aja, Masak nanya toilet di tengah hutan, Lo kira kita lagi di Kota ada toilet umumnya?"


Jawab Rio.


"Nah siapa tau ada toilet disini"


Jawab Wisnu.


"Wisnu wisnu!, Mana ada ditengah tengah hutan ada toilet"


Jawab pak Arif.


"Nah terus gak ada toiletnya ya pak?"


Tanya Wisnu.


"Enggak ada Wis"


Jawab pak Arif.


"Nah terua saya BABnya dimana pak?"


Tanya Wisnu kembali.


"Hahahaha Rasain Lo, Tadi marah marah Gua buang angin, Sekarang Kena batunya Lo, Hahaahahah Rasaain"


Ucap Rio.


"Benaran Gua gak tahan lagi ni"


Ucap Wisnu.


"Udah Kamu BAB di dalam Semak sana aja"


Ucap Pak Arif.


"Serius pak didalam semak?"


Tanya Wisnu yang merasa tidak percaya Dia akan BAB didalam semak.


"Nah terus mau BAB dimana?, Didalam Danau?, Malah kamu yang Hilang"


Jawab pak Danu.


"Duhhh Gua gak tahan lagi, Iya dah gak apa apa"


Jawab Wisnu.


Wisnu pun berlari kedalam semak yang dikasih tau oleh pak Arif.


"Jangan dimulai ceritanya sebelum Saya datang Ya Pak?"


Teriak Wisnu yang sambil berlari kedalam Semak.


"Iyaaaa, Makanya cepatan dikit"


"Wis cepatannnn, Kalau Lo lama kami bakalan mulai ceritanya"


Teriak Rio.


"Sabaaarrrr"


Teriak Wisnu yang sudah masuk kedalam semak belukar.


"Hati hati Lo di patok ular karna buang kotoran disarangnya"


Teriak Rio lagi.


"Ahh Lo ganggu Gua aja, Coba diam, biar cepat selsai ni"


Teriak Wisnu kembali.


Tidak lama kemudian Wisnu berteriak,


"Rioooooooooooo Ambilin Gua air, Buat cebok".


" Ogaaaaaahhhhhhhhhhhhhhh, Ambil sendiri"


Balas Rio.


"Cepataaaan Riooo, Gua Udah selsai ni"


Teriak Wisnu.


"Tu anak nyebelin banget ya, Masak dia yang Pup Gua yang disuruh ngambil air?"


Jawab Rio dengan kesal.


"Hahaha udah kasih aja sana, Ambil air danau ini"


Ucap Ku sambil menunjuk kearah danau.


"Pakai wadah apa coba?"


Tanya Rio.


"Pakai Botol mineral yang udah habis itu aja, Didalam ransel Gua juga ada satu botol yang udah hampir habis airnya, Lo ambil aja, Airnya Lo minum atau Lo buang terserah"


Ucap Ku.


Rio pun mengambil botol mineral yang ada didalam tas ransel ku, Kemudian berjalan menuju danau untuk mengambil air.


"Cepaattaaaaaannnn Riooooo"


Teriak Wisnu yang masih didalam semak.


Rio yang sedang mengambil air pun berteriak.


"Saaabaaaaaaarrrrr Baaliiiiiii".


Setelah ainya terisi penuh Rio pun pergi ketempat Wisnu.


Saat sudah hampir sampai Rio bukanya memberikan Air itu bagus bagus, Dia malah melemparkan ke dalam Semak belukar ke arah Wisnu.


" Wiiiissss Tangkap iniiiiii"


Teriak Rio sambil melemparkan Air kedalam semak belukar.


Tuuuupppp

__ADS_1


Suara sesuatu menimpa kepala.


"Aduuuuhhhhhhh, Hoiiii anak dajalll, kena kepala guaaaaaaaaaaa"


Teriak Wisnu.


"Hahahahahahah maafff, Gua gak mau kesana, Nanti liat Lo seksi hilang hafalan Alqur'an Gua"


Teriak Rio kembali.


"Hafalan Cuma surah Al ikhlas doang belagu"


Teriak Danu yang masih duduk bersama kami.


"Hahahahahah biarrriiinn yang penting ada"


Teriak Rio sambil berlari kearah kami.


"Awas Lo ya"


Teriak Wisnu.


"Hahahah Udah Ah, Buruan!!, Gua udah gak sabar mau dengerin ceritanya Danau ini"


Teriak Rio yang sudah duduk bersama kami.


Tidak lama kemudian Wisnu keluar dari semak belukar, Dari kejauhan dia langsung menunjuk Rio, Kemudian Berteriak.


"Tegaa Lu ya, Benjol ni kepala Gua, kena botol"


"Ahhh baru gitu udah cengeng, Lo gak Tau gimana pahlawan kita dulu, Bukan Botol yang jatuh kekepala, Tapi Boom"


Ucap Rio.


Wisnu pun langsung berjalan kearah kami.


"Kakek Gua dulu juga jadi pahlawan"


Ucap Ku.


"Ah serius Lo?"


Tanya Rio.


"Masak Dua Rius?"


Jawab Danu.


"Iya, Dulu waktu Gua SD sering dengerin cerita dari kakek Gua, Dia perang melawan belanda"


Ucap Ku.


"Nah Terus?"


Jawab Rio yang tampak penasaran.


"Kakek Gua itu TNI, Jadi tau sejarahnya indonesia, Dia melawan belanda, Dulu indonesia aman, Gak ada yang mau misah misah"


Ucap Ku.


"Terus terus "


Jawab Rio yang makin penasaran.


"Kalau Gua terusin cerita nanti ceritanya pak Arif gimana?"


Jawab Ku.


"Oh iya iya, Tapi kan sambil menunggu Wisnu datang"


Jawab Rio.


Dari arah belakang Rio tampak Wisnu mau memukul kepalanya Rio memakai Botol Air mineral.


Puuukkkkkkkkk


Suara Botol air mineral yang di pukulkan oleh Wisnu kekepala Rio.


"Duuuhhhh"


Ucap Rio memegang kepala sambil melihat kearah belakang.


"Balasan dari Gua"


Ucap Wisnu.


"Masih untung Gua tolongin ambil air"


Ucap Rio.


"Lo ngambil Airnya gak ikhlas"


Ucap Wisnu.


" Ikhlas itu hanya allah yang tau "


Ucap Rio.


"Hahah sejak kapan Lo jadi ustadz?"


Tanya Danu.


"Hahah Gua pernah dengar kata kata ini pas Riko Ngasih sambutan acara dulu "


Ucap Rio.


"Ketularan ama Riko ya"


Ucap Danu.


"Gak apa apa, Kata mario teguh!, Ketularan yang paling baik adalah ketularan sifat baik seseorang"


Jawab Rio.


"Udah berubah dari ustadz ke motivator aja Lo"


Ucap Wisnu.


"Riiiiooo gituu loh"


Ucap Rio.


"Gimana ni? Mau bapak lanjut apa enggak?"


Tanya pak Arif.


"Iyalah pak, Masak gak dilanjutin"


Ucap Rio.


#Bersambung#


Jika teman teman mau lihat visualnya, silahkan buka di youtube, Cari chanel " Kreasi Novel"


Atau Langsung cari "Desa Yang Hilang #1".

__ADS_1


Jangan lupa subscribe ya, biar nanti mendapatkan video2 terbaik dari author.


Dan terimakasih yang udah subscribe


__ADS_2