
Setelah Wisnu siuman Dia bertanya.
" Kakek hantu kemana? ".
Akupun menjawab
" Kakek hantu yang mana.? ".
" Kakek yang ngikutin Rio ..? ".
Ucap Wisnu yang masih baring dengan memakai Handuk.
" Emangnya Elu liat tu kakek..? "
Tanya Danu.
Wisnu pun berdiri dan membuka jendela.
"Tadi Gua liat tu kakek ada dibawah jendela kita"..
Wisnu pun melihat ke bawah ke tempat dimana ia melihat kakek tersebut.
" Nah Kemana kakek hantu tadi..? "
Ujar Wisnu.
"Oh jadi Elu pingsan gara gara lihat tu setan ya.. ? "
Ucap Danu.
"Gimana Gua Gak pingsan..?, Wajah kakek itu seram banget".
Ucap Wisnu.
Kemudian Wisnu menutup kembali jendela yang telah ia buka.
" Dua kali Gua ngompol gara gara Tu kakek.. "
Ujar Wisnu yang berjalan keluar kamar.
"Nah Lo mau kemana..? "
Tanya Ku.
"Mau bersihin sisa ngompol Gua.. ".
Ucap Wisnu yang sambil berjalan keluar kamar.
" Iya dah.. Tolong kasih tau Rio, Kagak Usah bawak kulit bawang.. "
Teriak Ku yang melihat Wisnu telah keluar kamar.
"Kemana tu anak ya..? Gua Suruh ambilin Kulit bawang malah gak balik balik".
Ujar Ku.
Tidak lama kemudian Wisnu dari arah kamar mandi berteriak..
" Kooooooooooo Cepat Sini".
Sontak saja Aku dan Danu kaget mendengarkan teriakan Si Wisnu.
Aku mengira Wisnu bertemu dengan kakek misterius itu lagi.
Aku dan Danu pun berlari ke arah dapur.
"Jangan Jangan Wisnu ketemu ama kakek itu lagi.. "
Ucap Ku kepada Danu yang berada dibelakang ku sambil berlari.
"Iya ko.. Cepatan. "
Ucap Danu.
Sesampai di Dapur betapa kagetnya Aku ketika melihat Rio terbaring di lantai dapur.
"Rio kenapa..?"
Tanya Ku kepada Wisnu.
"Gak tau juga ko.. Aku ke dapur lihat Dia Udah Gini.. "
Ucap Wisnu.
Kamipun mencoba membangunkan Rio namun usaha kami sia sia, Rio tak kunjung sadar, Hingga akhirnya Aku berinisiatif memanggil Ketua Adat.
"Dan..? Lo kerumah ketua adat dulu ya.. Bilang apa yang sudah terjadi dengan Kita malam Ini.. "
Ucap Ku.
Danu pun menjawab.
"Iya Ko.. ".
Dia pun langsung bergegas menuju rumah ketua Adat.
Sementara Aku dan Wisnu membawa tubuh Rio kedalam Kamar.
__ADS_1
Sambil membawa Rio, Wisnu berkata.
" Berat Juga ya..? Ni tubuh Rio.".
"Kita baringkan Rio disini aja"
Ucap Ku sambil meletakkan Rio diatas kasur kamar Aku dan Dia.
Aku dan Wisnu Pun duduk disamping Rio.
Dan Wisnu berkata.
" Akhir akhir ini kita sering mengalami hal hal aneh.. ".
" Gua juga gak tau kenapa.!, Selama kita berada didesa ini Aku merasa sepertinya kita sudah di Awasi Oleh mahluk astral"
Ucap Ku.
" Gua yakin, pasti ada sesuatu yang gak beres ni"
Ucap Wisnu.
Sekitar 10 menit Bapak ketua adat pun datang bersama dengan danu dan salah satu warga yang sepertinya seorang ustadz.
"Assalamu'alaikum"
Ucap pak Gilang sambil melangkah masuk kedalam Rumah.
"Wa'alaikumsalam pak.. Sialahkan masuk pak"
Ucap Wisnu dari dalam kamar.
"Untung Gua Udah pakai celana"
Ucap Wisnu kepada Ku.
Aku pun menemui bapak ketua Adat Dan berkata.
"Pak..? Rio pingsan gak tau kenapa..? ".
Bapak Gilang bersama seorang ustad pun langsung masuk kedalam kamar untuk melihat kondisi Rio.
" Dari sejak kapan Rio pingsan..? "
Tanya pak Ketua adat.
"Kurang tau juga pak.. Pertama kali wisnu yang pingsan, Terus.. Saya suruh Rio ke dapur untuk Ambilkan Kulit bawang merah, Nah Wisnu ternyata siuman pas Saya kasih minyak kayu putih, Dari setelah saya suruh dia ke dapur hingga Wisnu bangun, Si Rio gak muncul muncul lagi ke kamar. "
UcapKu.
"Silahkan Pak ustadz"
Bapak Ustadz itupun mendekat kearah Rio. Aku, Danu dan Wisnu hanya Duduk di dekat pintu sambil melihat pak ustadz yang mencoba mendekati Rio.
Bapak ustadz Itu pun langsung memegang tangan Rio dan membacakan Ayat ayat suci alqur'an dan Do'a Do'a untuk menghilangkan Jin.
Setelah ustadz itu membacakan Ayat ayat alqur'an, Ustadz itu pun berkata.
"Arwah teman kalian ini, Sudah tidak ada didalam jasad Ini. Pasti ada sesuatu yang dianggap larangan terbesar yang dilakukan Olehnya. "
"Astagfirullahaladzimm"
Ucap Ku dengan spontan.
Bapak ketua adat langsung berlari kearah kamar misteri itu, Aku Danu dan Wisnu pun ikut di belakangnya.
Betapa terkejutnya kami semua, Ketika melihat pintu kamar misteri itu sudah terbuka.
"Pasti Rio sudah membuka pintu kamar ini...?, Duh gawat, Kan sudah bapak Bilang, Kalian jangan pernah membuka pintu kamar ini, Jika kalian membukanya maka kejadian yang mengerikan akan terjadi. "
Ujar bapak ketua adat.
Ternyata Ketika Rio ke dapur, Rio sudah membuka kamar Misterius ini.
Pak ustadz pun ketika itu langsung kedapur dan melihat Pintu kamar itu sudah terbuka, Tampak raut wajah pak ustadz saat itu ketakutan .
"Duhhh pakkkk, Bahayaaaa iniii, Jangan jangan Ruh Rio Sudah di bawa ke Desa Yang Hilang".
Ucap pak Ustadz Itu.
" Aaapaaaa..?? Desa yang Hilang..?? Kok bapak Tidak memberitahu kami semua sebelumnya pak..? "
Ucap Ku kepada bapak Ketua Adat.
Wajah Wisnu dan Danu pun langsung pucat mendengar kata kata pak Ustad.
Bapak ketua adat tampak cemas. Dia pun menelpolpon kepala desa, Dan menyuruhnya untuk datang ke penginapan kami.
Beberapa Warga pun datang karena mendengar Keributan di Rumah penginapan, Sehingga beritapun menyebar sehingga seluruh warga kampung pun tau kalau pintu Kamar misteri Itu sudah terbuka.
Di Luar rumah sudah banyak sekali warga berkumpul karena mendengar pintu kamar misteri tersebut telah terbuka.
Bapak kepala Desa pun datang Melihat Rio yang masih terbaring di atas kasur dan pintu kamar Misteri itu sudah terbuka.
"Gimana Ceritanya ..? Kok bisa sampai ke buka pintu kamar ini"
Bentak bapak Kepala Desa.
__ADS_1
Tampak Wajah bapak Kepala desa Sudah pucat sekali.
Aku tak tau apa yang di takutkan semua orang, Sehingga Rumah kami sepertinya tempat berkumpulnya seluruh Warga Desa Batu sawar.
"Kita sudah tidak tau lagi, Gimana cara mengembalikan Ruh teman kalian"
Ucap pak kepala desa tersebut.
"Maksud bapak Gimana pak..? Saya belum mengerti..? "
Ucap Ku.
"Nanti kita bicarakan Di rumah bapak bapak Aja"
Jawab bapak Kepala desa.
"Semua barang barang kalian, segera pindahkan kerumah bapak"
Ucap Bapak Kepala Desa yang sudah semakin ketakutan..
"Pak Gilang..? Tolong suruh warga untuk mengemas seluruh barang barang anak anak ini, Dan Tolong tubuh Rio bawa kerumah saya"
Ucap Pak kepala desa kepada bapak Ketua adat.
"Iya pak. "
Jawab pak Gilang.
Aku heran, Semua orang pada panik, Dari bapak Ketua adat, Bapak Ustadz, Bapak kepala desa, dan seluruh warga..
Barang barang kami semuanya dibawa ke rumah Bapak Kepala desa, Tubuh Rio pun ikut dibawa kesana.
Aku, Danu Dan Wisnu pun Bingung..
Ada apa Dengan Desa ini..? Seluruh warga membicarakan tentang desa yang hilang, Seluruh orang disana merasa terancam.
Tubuh Rio dan semua barang barang kami semuanya Di letakkan di rumah bapak Kepala Desa.
Rumah tempat kami menginap telah di segel oleh warga hingga Pintu masuk di rumah itu di paku mati.
Seluruh Warga di intruksikan masuk kedalam Rumah, Dan Kami pun disuruh masuk cepat cepat kedalam rumah kepala desa.
Desa batu sawar layaknya Desa mati, Semua orang tidak berani keluar Rumah.
Kami bertiga duduk di Ruang tamu rumah bapak Kepala desa, Disana telah berkumpul Bapak ketua adat, Bapak kelapa desa beserta istrinya, Ustadz , Pak Arif Dan Orang Orang Tua desa Batu Sawar.
"Kalian kenapa bisa melanggar apa yang sudah bapak katakan..? "
Tanya pak Ketua adat.
"Saya minta maaf pak.. Saya benaran tidak tau, Tiba tiba saja Rio pingsan, Dan saya tidak sadar bahwa Kamar itu sudah di buka oleh Rio. "
Ucap Ku.
"Teman Kalian telah melakukan hal hal yang paling di larang di desa ini... "
Ucap bapak Ketua Adat.
Baru saja kami mulai pembicaraan, Tiba tiba salah satu warga membawakan sebuah batu yang ia dapatkan didalam lemari Rio.
"Ini ada batu hitam yang saya dapatkan didalam lemari Rio ketika saya membereskan lemarinya tadi pak.. "
Ucap Warga tersebut dan memberikanya kepada ketua Adat.
"Ini seperti Batu yang ada di danau..? "
Ucap Pak Arif.
"Coba Saya liat pak..! "
Ucap Ku.
Bapak Arif pun memberikanya kepada Ku.
"Ini 100% Batu yang mau kami teliti pak. "
Ucap ku.
"Batu yang ada didalam Wilayah terlarang itu..? "
Tanya pak kepala desa.
"Iya pak"
Jawab Ku.
Bapak kepala desa bertambah marah, Dua pantangan yang berbahaya telah dilakukan Oleh Rio.
"Ini harus kalian kembalikan secepatnya, Dan tidak boleh di temani oleh siapapun"
Ucap Bapak Kepala Desa.
"Sekarang Pintu menuju Desa hilang telah kalian buka, Maka hanya kalianlah yang bisa menutupnya, Dan Ruh teman Kalian tidak akan pernah kembali jika sudah 11 hari berada didalam Desa yang hilang"
Ucap Bapak Ketua adat.
Aku, Danu Dan Wisnu langsung kaget, Ternyata Rio bukan pingsan Biasa tapi Ruhnya Telah dibawa pergi ke Desa Yang Hilang.
__ADS_1
#Bersambung#