DESA YANG HILANG

DESA YANG HILANG
Suara Tangisan Anak Kecil


__ADS_3

Tangan kakek tersebut terasa dingin sekali, Tangan yang sudah keriput dan berwarna biru balu, Dengan kuku yang hitam dan sedikit ada bercak darahnya, Kakek itu layaknya mayat yang kembali hidup.


Tiba tiba tubuh ku yang tadinya kaku, Bisa bergerak seketika dan lidah ku yang layaknya besi kaku pun tiba tiba bisa berbicara.


Namun posisi ku membelakangi kakek tersebut,dengan posisi tangan ku ditarik oleh kakek tersebut.


Karena lidahku sudah bisa berbicara aku pun secara spontak berteriak dengan perasaan hati yang sudah ketakutan


"Kenapa kakek selalu menyuruh ku untuk tidak melanjutkan perjalanan"


Sambil menoleh kearah kakek tersebut.


Betapa terkejutnya aku ketika menoleh ke kakek itu, Tadinya wajah kakek itu layaknya wajah kakek pada umunya yaitu keriput cuma hanya saja wajahnya pucat.


Tiba tibaaa


Wajah kakek tersebut berubah menjadi wajah yang sangat seram.


Dewan wajah yang penuh luka, Darah keluar dari mana mana sampai menetes dari wajah kakek itu, Luka yang sangat banyak, Dengan aroma bau yang sangat menyengat layaknya bau bangkai busuk.


Luka diwajah kakek itu layaknya luka dari goresan goresan benda tajam, bahkan sampai kulitnya menggantung dan hampir lepas.


Tangannya yang memegang tangan ku pun ikut berubah juga menjadi tangan yang penuh dengan darah, Kuku hitam yang panjang.


Dengan sepontan aku berteriak


"Aaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhh"


Setelah itu aku langsung terbangun dari tidur.


Jantungku masih berdetak kencang, Tubuh ku masih menggigil ketakutan, Wajah kakek itu masih melekat dalam ingatan ku dengan wajah seram penuh luka.


"Astaghfirullah Hal'adzim"


Ucap ku sambil mengusap wajah ku dengan menggunakan telapak tangan.


"Astaghfirullah Hal'adzim, Astaghfirullah Hal'adzim, Astaghfirullah Hal'adzim..."


Ku ulang ulang istighfar sampai lima kali.


Aku pun melihat ke samping kanan ku, Danu dan Wisnu terlihat masih tertidur pulas, dan tampak senter yang masih menyala


Aku pun melihat jam tangan ku, ternyata sudah jam dua belas malam.


"Astagfirullah, Aku gak sholat maghrib"


Ucap ku sambil mencoba untuk duduk.


Disaat jam dua belas malam, Aku belum melaksanakan sholat dan ditengah malam yang gelap di tengah hutan yang angker.


Mungkin kebanyakan orang memilih untuk diam didalam tenda.


Aku sudah kehilangan satu sholat magrib jika aku melanjutkan tidur maka aku akan kehilangan sholat yang kedua yaitu sholat isya.


Namun aku bingun, Karena whudu ku telH batal karena telah tidur.


Otomatis aku harus wudhu kembali untuk melaksanakan sholat, Bagaimana bisa aku mencari sumber air disekitar sini karena sudah tengah malam.


Aku pun sedikit ragu untuk melaksanakan sholat.


“Bagaimana caraku berwudhu”


Gumam didalam hatiku


“Atau aku lanjut tidur saja”


Aku benar benar bingung, Tubuh yang dingim, suasana hati ketakutan, ditambah malam yang sangat gelap.


“Mungkin aku qodho aja sholat nya besok, sekarang aku tidur saja” ucapku dengan sangat pelan.


Karena aku suasana yang begitu sulit membuat aku harus tidur kembali.


Aku pun kembali membaringkan tubuhku dengan berbantalkan ransel ku kembali,


Khawatir aku mimpi buruk lagi, Aku pun membaca doa agar terhindar dari mimpi mimpi buruk,


Ku bentangkan tanganku kemudian aku berdoa


“Bismika allahumma ahya wabismika aamuut”


Dengan harapan dijauhkan dari segala macam keburukan.


Aku pun terlelap kembali dengan mata yang sudah terpejam.

__ADS_1


Mungkin hanya beberapa menit aku tertidur tiba tiba aku mendengar suara Wisnu memanggilku.


“Ko ko ko, Bangun”


Aku yang baru tertidurpun kembali bangun mendengar suara wisnu, Ketika aku membuka mata tampak wisnu yang sudah duduk


“Ada apa wis..?”


Tanya ku yang ikut duduk


Namun si Wisnu tidak menghiraukan pertanyaanku, Dia malahan membangunkan Danu


“Dan Dan Dan bangunn”


Sambil menggoyangkan badan Danu yang tertidur disamping kanannya


Setelah itu danu pun terbangun kemudian duduk dan bertanya kepada wisnu


“Ada apa wis”


Dengan nada yang sangat rendah layaknya orang baru bangun dari tidur


Kemudian Wisnu pun menjawab


“Coba Kalian dengar baik baik”


Kami semua pun hening


————————————


“Kalian gak dengar suara itu …?”


Tanya Wisnu


“Suara apa Wis”


Tanya ku kembali


“Tadi gua denger kayak ada suara anak kecil nangi”


Jawab si Wisnu


“Ah yang bener Lo wis, Jangan nakut nakutin dong”


Ucap Danu


Jawab Wisnu


Kami pun kembali hening


——————


Ternyata memang ada suara anak kecil yang menangis


Hiiiiiii Hiiiiiiiiiii Hiiiiiiii


Terdengar suara anak kecil menangis namun suara tersebut sangat pelan sekali


“Kok gua jadi merinding ya”


Ucap si Danu setelah mendengarkan suara tangisan anak kecil, Sambil pindah tempat duduk di depan wisnu


“Tu kan apa gua bilang.. Gua dari tadi dengerin suara itu”


Ucap Si Wisnu


Suara itu memang benar benar ada, Bagaimana mungkin Ditengah hutan ada suara anak kecil menangis. Sungguh diluar akal jika ada anak anak masuk kedalam hutan malam malam, Bahkan hutan ini sangat jauh dari pemukiman warga.


“Atau hanya perasaan kita saja ya”


Ucap ku untuk mendinginkan suasana


“Suara nya sangat jelas sekali, Mustahil kita berimajinasi”


Jawab wisnu


Suara itu terdengar semakin jelas, Sepertinya tidak jauh dari temoat tenda yang kami dirikan


“Yaudah gua ambil senter dulu”


Ucap ku sambil mengambil senter didekat ransel ku


“Buat apaan senter Ko”

__ADS_1


Tanya danu


“Yaa kita cek aja keluar, siapa tau ada anak anak kecil yang tersesat”


Ucap ku


“Mana ada anak kecil sendirian masuk hutan”


Jawab wisnu yang sudah mulai gelisah


“Makanya kita cek keluar”


Ucap ku sambil menekan tombol senter untuk menghidupkannya


Teeeeeekkkk


Suara tombol senter


Senter yang ku pegang pun menyala


“Gua keluar ya, Biar gua cek dulu”


Ucap ku sambil membuka resleting pintu tenda


Kreeeeeeeeekkkkkkkkkk


Pintu tenda pun sudah ku buka


“Ko lo serius mau keluar”


Tanya si wisnu


“Iyalah masak becanda”


Ucap ku yang sambil melangkah keluar tenda


“Gua ikut juga lah, takut didalam tenda”


Ucap danu menyusul ku keluar tenda


Sesampai diluar tenda aku menyoroti senter ku ke kerbagai sisi.


“Tunggu gua “


Ucap Wisnu keluar dengan terburu buru sambil membawa senter


Kemudian Wisnu menempel di badan ku sambil menyenteri sekelilingnya


Setelah kami mencari disekeliling tenda, kami tidak menemukan adanya anak kecil.


Suara anak kecil tersebut masih terdengar.


“Suaranya seperti dari arah sana”


Ucap ku menunjuk ke arah kanan tenda dan menyoroti dengan senter


Suara itu terdengar seperti dibelakang pohon , pohon itu tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil , Kira kira berdiameter 1,5


“Iya ya, seperti di belakang pohon itu asal suara ini”


Ucap danu


“Yaudah masuk tenda aja, Perasaan Gua gak enak ni”


Ucap Wisnu sambil menarik tangan ku


“Siapa tau anak kecil tersesat wis, Kasihan malam malam gini”


Gumam ku


Aku memang seperti berpikir itu anak anak kecil yang sedang tersesat, Karena suaranya sangat jelas


“Ayoklah Ko masuk tenda aja ah”


Ucap Wisnu


“ Kalian kalau gak berani biar gua sendiri yang cek kesana”


Ucap ku sambil berjalan pelan masuk ke dalam semak semak menuju pohon besar, Namun aku di Tahan oleh wisnu


“Sembarangan Lo ko, Gimana kalau itu tipuan mahluk desa yang hilang, Seperti waktu itu, Pas gua mau keluar bukain pintu, Kan gua dengar Seperti suara Rio yang manggil gua”


Ada benarnya juga apa yang dikatakan Wisnu, Namun aku masih penasaran dengan seseorang yang berada dibelaang pohon itu .

__ADS_1


#bersambung#


Jangan lupa Tekan tombol Like dibawah


__ADS_2