
Semua mereka mulai menaruh curiga akan ibu mereka.
"Abng merasa ada sesuatu yang aneh dengan ibu kita"
Ucap anak yang paling tua yaitu si Ninjau.
"Iya Bang, Aku juga merasa gitu juga"
Ucap Teluk.
Milan Pun ikut berkata.
"Iya Bang, Kenapa ya?".
Ninjaupun berkata
" Coba kalian perhartikan, Ibu pasti datang ketika waktu malam dan menghilang waktu sudah mau pagi, Ketika kita bangun pagi, Apakah ibu pernah ada disamping kita?".
"Iya Bang, Perasaan setiap pagi ibu selalu gak ada"
Ucap Milan.
"Dan setiap pagi makanan selalu ada, Bahkan lengkap makanan kita di siapin Ibu, Dari mana ibu mendapatkanya? Susu yang tidak pernah kita minumpu selalu ada setiap pagi"
Ucap Si Teluk.
"Aku juga heran Bang!, Dari mana Ibu mendapatkan semuanya, Apalagi susu? Mustahil Ibu mendapatkan susu ditengah hutan"
Gumam Si Milan Lagi.
Karena menaruh curiga mereka pun akhirnya ingin menyelidiki Ibunya.
"Nanti subuh kita harus bangun duluan dari pada Ibu, Biar kita ikuti kemana Ibu pergi"
Ucap Ninjau.
"Iya Bang, Aku setuju, Siapa aja yang bangun duluan harus bangunkan yang lainya"
Ucap Milan.
"Aku sudah merasa ada yang aneh dengan Ibu setelah Milan udah sembuh bang"
Ucap Teluk.
"Iya nanti kita selidiki, Apa yang sudah terjadi dengan Ibu"
Gumam Ninjau.
Mereka pun menunggu kedatangan ibunya hingga Matahari terbenam.
Ketika matahari sudah mulai terbenam, Rembulan sudah mulai tersenyum melihat burung pungguk yang sedang menantinya Ibu mereka pun datang dari jalur arah danau.
Mereka berperilaku seperti biasanya tidak menampakkan sebuah kecurigaanya kepada ibunya.
Dari kejauhan senyuman kerinduan terpancar dari wajah Bu Dewi ketika melihat ketiga anaknya telah menantinya,
Kerinduan yang begitu besar terpancar dari wajahnya.
Hanya dengan melihat tiga anaknya Ibu Dewi sudah merasa sangat bahagia sekali.
Tampak Si Milan, Teluk dan Ninjau sudah menunggu kedatangan ibunya didepan Gubuk tua itu.
"Ibuuuuuuu"
Teriak si Bungsu alias si Milan ketika melihat sosok ibunya dari kejauhan.
Rindu sudah terpancar dari wajah anak anak ibu Dewi.
Ibu Dewi masih tetap berjalan menuju gubuk tua dengan pancaran senyum yang mengalahi sebuah rembulan.
"Ibuu dari mana aja?"
Tanya si Milan sambil memeluk bu Dewi yang sudah ada didepan Gubuk Tua.
"Ibu dari mencari kayu bakar nak, Tadi kayunya ibu kumpulkan di pinggir danau"
Jawab Bu Dewi sambil berbohong.
"Ayo ayo masuk, Jangan diluar udah malam gak bagus di luar malam malam"
Ucap Bu Dewi kembali.
__ADS_1
Mereka pun masuk kedalam gubuk.
"Ibu dari mana Dapetin Susu? Kok tiap pagi selalu ada susu di dapur!"
Ucap Milan.
"Udah..! ,Jangan tanyakan semua yang ada didapur, Semua yang ibu masak dan ada didapur itu untuk kalian"
Jawab Bu Dewi kepada Milan.
"Iya bu"
Jawab Milan.
"Masakan Ibu enak banget bu"
Ucap Teluk.
"Makanya di habisin ya, Biar ibu semangat terus masaknya"
Ucap Bu Dewi.
"Iya Bu"
Jawab Si Teluk.
Setelah mereka mengobrol dan canda tawa akhirnya mereka tertidur semua di sebuah tempat tidur sederhana.
Mereka sudah siap akan menyelidiki tentang ibunya.
Ketika waktu matahari tinggal sedikit Ninjau bangun duluan dari pada ibunya, Dia membangunkan semua saudaranya,
Setelah saudara saudaranya telah bangun mereka pun berpura pura tidur didekat ibunya.
Karena matahari sudah hampir mucul Bu Dewi terbangun dan melihat semua anak anaknya telah tertidur pulas, Ibu Dewi pun mencium semua anak anaknya sebelum pergi kedanau.
Setelah selesai mencium anak anaknya, Bu Dewi pun keluar dari gubuk, Dan Berjalan menuju Danau.
"Ayoo ayo bangun, Ibu udah keluar gubuk"
Ucap Ninjau kepada adik adiknya.
Ucap Milan Yang sudah bangun.
Mereka bertiga pun mengikuti ibunya dari arah belakang.
"Mau kemana ibu ya?, Kok arahnya menuju Danau"
Ucap Teluk.
"Kita jangan sampai ketahuan, Kita harus jaga jarak dari Ibu"
Ucap Ninjau.
Ibu Dewi terus saja berjalan menuju danau, Tanpa ia sadari bahwasanya anak anaknya sedang mengikutinya dari arah belakang.
"Sepertinya memang menuju ke danau"
Ucap Milan dengan sedikit keras.
Ibu Dewi mungkin mendengar suara Milan langsung menoleh kebelakang.
"Ayoo cepat ngumpet di balik pohon"
Ucap Ninjau kepada saudara saudaranya.
"Ah mungkin perasaan Ku Saja, Mereka kan lagi tidur"
Gumam Bu Dewi yang tidak melihat sama sekali anak anaknya.
Ibu Dewi pun terus berjalan menuju danau,Setelah Bu Dewi jalan, Ninjau dan adik adiknyapun langsung mengikuti ibunya kembali.
"Tu kan Arah ibu benaran kedanau"
Ucap Milan yang melihat ibu Dewi masih berjalan menuju danau.
Danau sudah kelihatan dari tempatnya Ninjau dan saudaranya.
"Kita sembunyi di balik Pohon aja,Kita liatin ibu dari arah sini"
Ucap Ninjau kepada adik adiknya.
__ADS_1
"Tapi Aku ingin ke tempat Ibu"
Jawab Milan sambil merengek layaknya anak kecil.
"Udah kita disini aja, Nanti ketahuan dengan ibu"
Ucap Teluk.
Mereka pun bersembunyi dibalik pohon sambil melihat kearah ibu Dewi yang sudah mendekati pohon.
Ibu Dewi terus saja berjalan, Dan sekarang ibu Dewi sudah berada di pinggir danau.
Ibu Dewi melihat ke arah kiri,Kanan dan belakang, Untuk memastikan tidak ada orang yang melihatnya.
Padahal ada tiga orang anak sedang mengawasinya dari balik pohon besar.
Karena sudah memastikan tidak ada orang melihatnya sama sekali ...! , Ibu Dewi pun mengeluarkan kekuatanya membelah Air danau.
Sontak saja semua anak anaknya terkejut ketika melihat apa yang sudah dilakukan ibunya.
Yang dilakukan Ibu Dewi sudah di luar nalar manusia.
"Ba..... Bang..?? Itu benaran Ibu kita?"
Tanya Milan yang sudah gugup ketika berbicara.
Teluk dan Ninjau tidak berbicara sedikit pun, Mereka terkejut melihat apa yang sudah dilakukan Ibu mereka.
Setelah membelah air danau,Terciptalah sebuah jalan tangga menuju kedasar danau.
Ibu Dewi pun memijakkan kakinya ke tangga itu, Dan perlahan demi perlahan masuk kedalam danau itu.
"Ituu benarann Ibu kita? Atau bukan bang?"
Tanya Milan kedua kalinya.
"Iyaaa itu ibu kita, Tapi sejak kapan Ibu sudah seperti seorang Dewa"
Jawab Ninjau yang merasa tidak percaya apa yang dilakukan ibunya.
Setelah Ibu Dewi masuk kedalam dalam dasar danau, Air danau itu perlahan menutup kembali seperti semula.
Melihat Air danau yang kembali menutup si Milan langsung berteriak.
" Ibuuuuuuuuuuu"
Kemudian Milan berlari menuju pinggir danau untuk melihat ibunya.
Teluk dan Nijau pun akhirnya berlari menuju danau.
"Ibu kemana bang?"
Tanya Milan yang berdiri di pinggir danau tepat dimana ibu Dewi berdiri dan masuk kedalam Danau.
"Ibu kok jadi gini?, Apakah itu bukan ibu kita lagi?"
Gumam Ninjau yang sudah hampir menangis.
Tiba tiba Milan mau terjun kedalam danau, Namun Teluk cepat menangkap tangannya.
"Kamu mau ngapain?"
Bentak Teluk.
"Aku mau susul Ibu"
Ucap Milan Sambil menangis.
"Kamu nanti yang mati, Kamu kan gak bisa renang"
Ucap Ninjau.
"Terus Ibu Gimana?"
Tanya Milan lagi.
"Sudah, Kita harus terima kenyataanya"
Ucap Ninjau
#Bersambung#
__ADS_1